HaiBunda

PARENTING

Pakar ADHD Ingatkan Anak Sekarang Terlalu Banyak Diberikan Obat

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Rabu, 03 Jun 2026 16:30 WIB
Pakar ADHD Ingatkan Ortu Sekarang Banyak Berikan Obat ke Anak/ Foto: Getty Images/FatCamera

Bunda, kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak belakangan ini menjadi sorotan. Tak hanya pada kondisinya, kekhawatiran anak yang terlalu banyak diberi obat usai diagnosis juga menjadi alasan mengapa isu ini ramai diperbincangkan.

Melihat dari temuan terbaru, pemberian resep obat secara massal pada anak dengan ADHD semakin masif di Inggris. Namun, sejumlah ahli menilai langkah tersebut justru tidak terlalu efektif, dan dikhawatirkan membawa dampak yang lebih buruk pada anak.

Seorang pakar Gangguan Defisit Perhatian (ADD), Dr. Gabor Maté, menyebut bahwa kondisi ADHD tidak bisa hanya dianggap sebagai gangguan medis semata. Menurutnya, lingkungan dan kehidupan anak-anak masa kini juga berperan dalam munculnya ADHD.


Maka dari itu, penggunaan obat sebaiknya digeser dari pengobatan utama untuk kondisi ADHD. Pengobatan yang dilakukan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak, termasuk mempertimbangkan faktor lingkungan dan pola asuh.

Mengenal kondisi ADHD pada anak

ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf dan mental yang menyebabkan kelainan pola perilaku, seperti sulit fokus, hiperaktif, dan impulsif. Nah, akhir-akhir ini jumlah anak yang didiagnosis ADHD mengalami peningkatan usai kesadaran akan kondisi tersebut juga meningkat, Bunda.

Menurut Maté, perilaku anak yang sering dianggap sebagai ADHD, seperti sulit fokus atau mudah terdistraksi, merupakan bagian dari cara anak melindungi diri. Misalnya, ketika anak sedang tertekan, otak mereka akan mengalihkan perhatian untuk mengurangi stres.

Selain itu, ia juga menyoroti bahwa tekanan hidup yang dialami oleh keluarga seperti ekonomi dan sosial mampu berdampak pada hubungan emosional orang tua dan anak. Akibatnya, anak menyerap stres tersebut dan menunjukkan dalam perilaku tertentu.

Anak terlalu banyak diberi obat menjadi kekhawatiran pakar ADHD

Awalnya, memang banyak ahli yang percaya bahwa ADHD merupakan gangguan otak yang dipengaruhi oleh faktor genetik. Namun, Mate percaya bahwa ADHD juga sangat berkaitan dengan bagaimana lingkungan dan cara seorang anak dibesarkan oleh orang tuanya.

Dikutip dari Express, Mate juga menjelaskan bahwa mungkin yang menjadi faktor genetik adalah tingkat sensitivitas anak terhadap lingkungan, bukan gangguannya. Artinya, anak yang sangat sensitif sejak lahir mungkin lebih mudah terpengaruh terhadap stres dan tekanan.

Selain perbedaan pemicu ADHD, pengobatannya pun juga menjadi perdebatan di kalangan ahli. Banyaknya resep obat yang diberikan setelah diagnosis dinilai berlebihan, terutama jika digunakan dalam jangka panjang tanpa metode terapi lainnya.

“Sebagai dokter, saya juga pernah meresepkan obat-obatan tersebut. Namun setidaknya, obat tersebut hanya membantu mengatur gejala ADHD dalam jangka pendek. Obat-obatan ini tidak benar-benar memperbaiki kondisi secara menyeluruh,” kata Maté.

Pentingnya perhatian orang tua terhadap pemberian obat pada anak

Bunda, melihat kekhawatiran mengenai anak yang terlalu banyak diberi obat, penting bagi orang tua untuk mencermati penggunaannya bila anak harus menerima obat-obatan. Meski memberikan banyak manfaat, efek sampingnya tetap perlu diwaspadai, lho.

Melansir dari The Royal Children's Hospital Melbourne, terdapat beberapa tanda reaksi efek samping dari obat-obatan tertentu yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

  • Sakit perut atau muntah
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Ruam atau gatal
  • Reaksi alergi berat (anafilaksis) yang terjadi dalam beberapa kasus

Agar tetap aman, Bunda juga perlu memperhatikan beberapa hal saat memberikan obat kepada Si Kecil. Yuk, simak anjurannya sebagai berikut:

  • Selalu ikuti petunjuk dokter atau apoteker
  • Periksa dosis dengan teliti dan hindari menebak-nebak
  • Untuk obat cair, gunakanlah alat ukur khusus yang memuat nilai takaran
  • Jangan menghancurkan obat tablet tanpa konsultasi dari dokter atau apoteker
  • Jika anak menunjukkan reaksi setelah minum obat, segera konsultasikan kepada tenaga medis

Demikian bagaimana pakar mengingatkan terhadap situasi di mana anak terlalu banyak diberi obat. Semoga informasi ini bermanfaat dan meningkatkan kesadaran kita, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bukan TV atau Gim, Ini Screen Time yang Bisa Picu ADHD pada Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Momen Kebersamaan Bunga Zainal dan Suami Pengusaha, Beda Usia 18 Tahun

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Kebiasaan di Rumah Dapat Menarik Kekayaan Dalam Hidup Menurut Feng Shui

Mom's Life Annisa Karnesyia

Sering Alami Nyeri Perut, Perempuan Ini Baru Tahu Ternyata Mengidap Kanker Stadium 4

Kehamilan Annisa Karnesyia

10 Cara Mengenali Anak yang Sangat Cerdas

Parenting Nadhifa Fitrina

Pakar ADHD Ingatkan Anak Sekarang Terlalu Banyak Diberikan Obat

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Momen Kebersamaan Bunga Zainal dan Suami Pengusaha, Beda Usia 18 Tahun

UI Akhirnya Putuskan Sanksi untuk 15 Pelaku Grup Chat Mesum FHUI

Resep Pangsit Kuah Gurih dan Lezat, Cara Mudah Bikin Sendiri di Rumah Anti Gagal

10 Cara Mengenali Anak yang Sangat Cerdas

Sering Alami Nyeri Perut, Perempuan Ini Baru Tahu Ternyata Mengidap Kanker Stadium 4

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK