parenting
7 Contoh Cerita Anak Islami tentang Akhlak yang Menginspirasi untuk Si Kecil Belajar Kebaikan
HaiBunda
Kamis, 21 May 2026 18:50 WIB
Daftar Isi
Mengajarkan kebaikan pada anak bisa dilakukan melalui beberapa cara, salah satunya yakni dengan membacakan cerita anak islami. Lakukan secara rutin agar manfaatnya lebih besar, Bunda.
Kisah-kisah islami tentang akhlak yang penuh pesan kebaikan dapat membantu Si Kecil memahami pentingnya bersikap jujur, sopan, dan sabar sejak dini.
Dikutip dari buku Terampil Mendongeng oleh Kusumo Priyono, mendongeng bila dilakukan dengan pendekatan yang sangat akrab akan mendorong terbukanya cakrawala pemikiran anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini sejalan dengan pertumbuhan jiwa, sehingga mereka akan mendapat sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya dan dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk.
Contoh cerita anak islami tentang akhlak
Berikut beberapa pilihan contoh cerita islami tentang akhlak baik yang bisa Bunda bacakan untuk anak. Setiap cerita menghadirkan pelajaran berharga yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Keutamaan Shalawat
Cerita ini dikutip dari buku 365 Kisah Teladan Islam oleh Ariany Syurfah:
Dikisahkan ketika sedang melakukan thawaf, Sufyan Ats Tsauri melihat seorang laki-laki yang ketika mengangkat atau meletakkan kakinya selalu membaca shalawat.
Ia kemudian menegur laki-laki itu, 'Hai, apakah kamu telah meninggalkan bacaan tasbih (Subhanallah) dan tahlil (La Ilaaha Illallah) sehingga kamu hanya membaca shalawat? Apakah kamu memiliki keterangan tentang hal itu?".
Laki-laki itu kemudian menjelaskan sesuatu kepada Sofyan. Konon, ketika dia pergi haji bersama ayahnya, tiba-tiba ayahnya jatuh sakit hingga meninggal dunia.
Namun, laki-laki itu sangat terkejut karena tiba-tiba wajah ayahnya berubah sangat hitam.
Ia sangat sedih sekali. Ia pun segera menutupinya dengan sebuah kain. Tak lama kemudian, ia tertidur.
Dalam tidurnya, ia bermimpi ada seorang yang sangat bagus rupanya, sangat bersih pakaiannya, dan harum baunya mendekati jenazah ayahnya.
Orang itu mengusap wajah ayahnya. Seketika itu juga wajah ayahnya kembali menjadi putih. Lalu dia bertanya padanya, "Siapakah Anda?".
Orang itu menjawab, "Aku adalah Muhammad SAW yang membawa Al-Qur'an. Semasa hidupnya, ayahmu banyak melakukan dosa dan menuruti hawa nafsunya. Namun, ayahmu banyak membaca shalawat untukku. Dalam keadaan demikian, ayahmu meminta bantuanku. Aku pun segera datang menolongnya."
Tak lama kemudian, laki-laki itu terbangun dari tidurnya. Ia sangat terkejut ketika mendapati wajah ayahnya kembali menjadi putih seperti yang dilihatnya dalam mimpi.
Orang yang banyak membaca shalawat akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT dan Rasulullah SAW.
2. Pahala Melangkah ke Masjid
Diriwayatkan dalam salah satu sabda Nabi Muhammad SAW, "Barangsiapa yang pada waktu pagi atau sore pergi ke masjid, Allah menyediakan makanan yang lezat di surga setiap ia pergi pada waktu pagi atau sore."
Pada saat ada beberapa tempat di sekitar masjid yang masih kosong (belum ditempati), suku Bani Salmah bermaksud untuk pindah di dekat masjid. Mereka ingin pindah di dekat masjid agar dapat melakukan ibadah di sana.
Ketika berita ini sampai kepada Nabi SAW, beliau berkata kepada mereka, "Aku mendengar bahwa kalian akan pindah ke dekat masjid."
Mereka kemudian menjawab, "Benar, ya, Nabi."
Nabi kemudian bersabda, "Wahai, Bani Salamah. Tetaplah di rumahku karena bekas-bekas langkahmu itu tercatat sebagai amal kebaikan."
Mendengar penjelasan dari Nabi, Bani Salmah kemudian berkata, "Kalau begitu, kami tidak jadi pindah."
Dalam sabdanya yang lain, Nabi mengatakan, "Sesungguhnya orang yang paling besar pahalanya di dalam shalat adalah orang yang paling jauh jarak perjalanannya dari tempat shalat. Dan orang yang menunggu shalat untuk berjamaah bersama imam itu lebih besar pahalanya dari pada orang yang shalat sendiri kemudian tidur."
Semakin jauh langkah kita menuju masjid, semakin besar pahala yang akan diperoleh.
3. Orang yang Berpengetahuan Luas
Cerita berikut ini dikutip dari 70 Cerita Asyik & Menarik dengan Makna Hadits oleh Ahmad Saifudin:
Imam Muhammad bin Ali bin Husain sering diejek oleh orang, namun ia tetap bersabar. Padahal, ia orang yang berpengetahuan luas sehingga mendapat gelar al-Baqir.
Gelar itu diplesetkan oleh orang dengan perkataan al-baqar yang berarti sapi. Namun Imam Muhammad bin Ali tetap sabar dan ramah.
Orang tersebut merasa gagal membuat Imam Muhammad jengkel. Lalu ia memberi panggilan baru, "Kamu itu anak seorang tukang masak, anak seorang wanita berkulit hitam yang mulutnya berbau busuk."
Iman Muhammad bin Ali menjawab, "Seandainya kamu benar, aku doakan semoga wanita itu diampuni oleh Allah SWT. Dan jika kamu bohong, aku doakan semoga Allah SWT mengampunimu."
Imam Muhamad tetap bersabar dan tersenyum ramah. Lama-lama, orang tersebut luluh dengan sikap lemah lembut dan sabar yang dimiliki oleh Imam Muhammad. Ia pun bertobat.
4. Waktu Tak Bisa Berhenti
Khalifah Umar bin Abdul Aziz punya kebiasaan yang baik. Jika telah menyelesaikan suatu pekerjaan, ia tidak bersantai-santai, tapi bergegas menyelesaikan pekerjaan yang lain.
Suatu hari, ia mempunyai pekerjaan yang menumpuk. Wajahnya tampak lelah sekali.
"Wahai Khalifah, sebaiknya Anda beristirahat dulu. Pekerjaan itu dilanjutkan besok saja," ucap seorang sahabat.
"Pekerjaan satu hari saja membuatku lelah, apalagi pekerjaan yang seharusnya dilakukan dalam dua hari digabung menjadi satu hari," jawab Khalifah Umar.
Ada lagi seorang yang sangat menghargai waktu. Ia adalah Amir bin Abdul Qais, salah seorang tabi'in dari Basrah. Ia dikenal sebagai sosok yang lantang dalam memberikan ceramah. Ia juga sangat fasih melantunkan ayat-ayat Al-Quran.
Suatu hari, ia melewati orang-orang pemalas. Mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol tentang suatu yang tidak penting.
"Wahai Amir, bersantailah sejenak, duduk bersama kami," sapa salah seorang di antara mereka.
"Jika kalian dapat menghentikan berjalannya waktu, aku akan bergabung dan bercanda bersama kalian," jawab Amir.
5. Kejujuran Abdul Qadir
Selanjutnya, cerita tentang akhlak ini dikutip dari buku 100 Kisah Islami Pilihan untuk Anak-anak oleh Salman Iskandar.
Saat berusia 18 tahun, Syaikh Abdul Qadir meminta izin kepada ibunya merantau ke Bagdad untuk menuntut ilmu. Ibunya tidak menghalangi cita-cita mulia Abdul Qadir meskipun dia khawatir melepaskan anaknya sendirian menempuh perjalanan beratus-ratus kilometer.
Sebelum pergi, ibunya berpesan kepada Abdul Qadir agar berkata jujur dalam keadaan apa pun. Lalu, ibunya membekali uang 40 dirham dan dijahit di dalam pakaian Abdul Qadir. Setelah itu, ibunya melepas Abdul Qadir pergi bersama kafilah dagang yang kebetulan hendak menuju Kota Bagdad.
Namun, dalam perjalanan, mereka dihadang dan diserang oleh 60 orang penyamun. Semua barang dagangan kafilah dirampas. Para penyamun itu sama sekali tidak mengusik Abdul Qadir karena mereka menyangka dia tidak mempunyai apa pun, kecuali pakaian yang melekat di tubuhnya.
Salah seorang penyamun bertanya pada Abdul Qadir, "Hai Anak Muda! Apa yang ada pada dirimu?".
Abdul Qadir menjawab dengan sejujurnya bahwa ia memiliki uang 40 dirham di dalam pakaiannya. Penyamun itu heran dan tidak memercayainya. Akhirnya, dia melaporkan kepada pemimpinnya. Lalu, pakaian Abdul Qadir dipotong dan dirobek isinya. Para penyamun terkejut. Mereka mendapati 40 dirham sebagaimana dikatakan Abdul Qadir.
Pemimpin penyamun itu pun langsung bertanya pada Abdul Qadir, "Kenapa engkau berkata jujur, padahal engkau mengetahui bahwa 40 dirham uangmu itu akan kami rampas?"
"Aku telah berjanji kepada ibuku bahwa aku tidak akan pernah berkata bohong walau apapun yang terjadi. Karena dengan berbohong, orang tidak akan lagi memercayaiku. Padahal, kepergianku ke Bagdad untuk mencari ilmu kepada orang awam. Aku ingin orang-orang selalu memercayaiku."
Ketika mendengar Abdul Qadir mengatakan alasan kejujurannya, pemimpin penyamun tersadar. Dia pun menangis, menginsafi kesalahannya. Dia bersumpah tidak akan merampok lagi. Penyamun itu bertobat di hadapan Abdul Qadir, yang diikuti oleh para pengikutnya.
6. Umar bin Khattab yang Tegas
Cerita ini dikisahkan dalam buku 150 kisah Umar bin Khattab oleh Ahmad Abdul al-Thahtawi.
Umar bin Khattab merupakan salah satu sahabat mulia Rasul. Masa kekhalifahannya berlangsung selama 10 tahun.
Beliau tercatat dalam sejarah sebagai seorang khalifah yang menjadi kekuatan besar baru di wilayah Timur Tengah.
Beliau menaklukkan Kekaisaran Sasaniyah, bahkan berhasil mengambil alih kepemimpinan dua pertiga wilayah Kekaisaran Romawi Timur.
Masa kekhalifahan Umar bin Khattab menjadi masa terbaik sepanjang sejarah pribadi yang tegas dan keras, pasca wafatnya Rasul dan Abu Bakar.
Umar bin Khattab memiliki pribadi yang tegas dan keras, bahkan sempat dikhawatirkan umat Islam ketika beliau menggantikan Abu Bakar sebagai khalifah.
Diriwayatkan dari Said ibnu al-Musayyib, Umar naik ke atas mimbar Rasul dan berpidato.
Dia berkata, “Wahai sekalian manusia, telah sampai kepadaku bahwa kalian merasa takut kepadaku, maka dengarkanlah apa yang kukatakan.”
Ada keistimewaan Umar bin Khattab yang diutarakan Rasul. Abu Hurairah berkata, “Pada umat terdahulu ada orang-orang yang diberi ilham. Jika ada pada seseorang dari umatku, maka dia adalah Umar."
Selanjutnya, ketika sedang berada di dalam surga. Saat itu ada seorang wanita yang sedang berwudu di samping sebuah istana. Aku bertanya (kepada para Malaikat): ‘Milik siapa istana ini?’ Mereka menjawab: ‘Istana ini milik Umar’.
7. Gadis Penjual Susu yang Jujur
Cerita ini dikutip dari buku 365 Kisah Teladan Islam oleh Ariany Syurfah:
Dikisahkan pada zaman pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Ada Seorang ibu dan putrinya yang sehari-hari bekerja sebagai penjual susu.
Pada suatu malam, sang ibu berkata kepada putrinya, "Campurkan susu murni ini dengan air agar jumlahnya lebih banyak. Kita akan untung banyak juga."
Dengan wajah kaget, sang putri berkata, "Jangan, Bu! Khalifah Umar melarang hal itu."
Sang ibu lalu menjawab, "Khalifah tidak akan melihat kita."
Mendengar jawaban sang ibu, secara spontan sang putri berkata, "Ibu, khalifah memang tidak melihatnya, tapi Allah pasti melihat perbuatan kita."
Tanpa sepengetahuan mereka, khalifah Umar yang sedang berkeliling mendengar percakapan mereka.
Khalifah Umar memuji akhlak gadis itu. Beliau berkata dalam hati, "Subhaanallah, sungguh mulia akhlak gadis itu."
Jadi, berlakulah jujur di dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT senantiasa mengetahui perbuatan kita.
Itulah contoh-contoh cerita anak islami tentang akhlak yang bisa menginspirasi untuk Si Kecil belajar kebaikan. Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
7 Cerita Islami tentang Kebaikan yang Menginspirasi untuk Anak
Parenting
Cerita Islami: Kisah Qarun, Orang Terkaya yang Ditenggelamkan Allah Bersama Hartanya
Parenting
9 Kumpulan Cerita Islami Anak, Penuh dengan Pesan Moral
Parenting
Cerita Islami dengan Hikmah Kejujuran yang Bisa Diteladani Anak
Parenting
Bawang Merah Bawang Putih, Dongeng Anak yang Sarat Pesan Moral
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Cerpen tentang Kehidupan Sehari-hari yang Menarik dan Penuh Makna
10 Contoh Cerita Pendek Bahasa Inggris dan Artinya untuk Latihan Story Telling Anak
10 Contoh Cerita Inspiratif Singkat beserta Pesan Moralnya untuk Diceritakan ke Anak