PARENTING
Ketahui Cara Stimulasi Perkembangan Bahasa Anak dari Lahir hingga Usia 5 Tahun
Kinan | HaiBunda
Selasa, 26 May 2026 14:10 WIBCara stimulasi perkembangan bahasa anak penting dipahami orang tua sejak dini. Hal ini menjadi dasar penting bagi tumbuh kembang anak, terutama untuk mengekspresikan kebutuhannya.
Beberapa contoh aktivitas sederhana yang bisa dilakukan termasuk seperti rajin mengajak anak berbicara, membaca buku, serta bermain permainan imajinatif. Meski terlihat mudah, kegiatan-kegiatan ini perlu dilakukan sesuai dengan tahap usianya ya, Bunda.
"Tonggak perkembangan komunikasi saling berkaitan dan membantu orang tua mengetahui apakah perkembangan anak berjalan sesuai jalurnya," ujar ahli patologi wicara, Adena Dacy, MS, CCC-SL, dikutip dari Parents.
Berikut beberapa contoh cara stimulasi perkembangan bahasa anak sesuai tingkat usianya:
Stimulasi perkembangan bahasa usia 0-18 bulan
Setiap ocehan bayi merupakan bagian dari komunikasi tahap awal dalam kehidupannya. Meski tampak sederhana, vokalisasi ini adalah fondasi penting bagi perkembangan bahasa mereka. Apa saja stimulasi yang bisa diberikan?
1. Bernyanyi bersama
Musik adalah salah satu 'alat' yang baik untuk mendukung perkembangan bahasa sejak dini. Perdengarkan lagu favorit mereka atau ajak menyanyi bersama, untuk membantu meningkatkan kemampuan bayi mengenali pola, ritme, dan kosakata baru.
Penelitian dari jurnal Infant Behavior and Development menunjukkan adanya hubungan antara lingkungan yang kaya musik dengan peningkatan keterampilan komunikasi pada bayi.
2. Ajak bayi berbicara
Jangan lupa untuk rajin mengajak Si Kecil berbicara sambil menggunakan gerakan dan suara lain. Bayi sangat peka terhadap perubahan nada, volume, dan ritme suara, bahkan jauh sebelum mereka mulai bisa membentuk kata-kata.
Hal tersebut membantu bayi menghubungkan bunyi dengan makna, sehingga mereka mulai memahami bahwa menangis akan membuat Bunda menghampirinya.
Terapis wicara, Rachel Cortese, menjelaskan bahwa bayi perlahan belajar menyadari hubungan timbal balik antara vokalisasi dan terpenuhinya kebutuhan mereka.
"Hal ini mendorong mereka untuk mulai berkomunikasi secara sengaja, melalui hal-hal seperti menunjuk, bahasa tubuh, dan mengeluarkan lebih banyak suara," imbuh Cortese, dikutip dari Child Mind Institute.
Jadi, meskipun bayi belum bisa melakukan percakapan menggunakan kata-kata, mereka memperhatikan semua yang Bunda lakukan dan belajar mengembangkan keterampilan komunikasi mereka.
Stimulasi perkembangan bahasa usia 18 bulan-2 tahun
Cara anak berkomunikasi di rentang usia ini mulai berubah. Namun, di sinilah perkembangan bahasanya semakin bertambah pesat, Bunda.
Di usia 18 bulan hingga 2 tahun, sebagian anak mungkin sudah mencapai beberapa tonggak perkembangan komunikasi awal.
Misalnya mampu mengucapkan 10 hingga 50 kata berbeda, mengikuti instruksi sederhana, dan menggunakan frasa dua kata yang sederhana. Berikut contoh stimulasi yang bisa diberikan orang tua:
1. Membacakan buku sesering mungkin
Meski anak belum bisa duduk diam lama, membaca setiap hari adalah salah satu cara paling efektif untuk mendukung perkembangan bahasa mereka. Bunda bisa membacakan buku bergambar, yang dapat membantu memperkaya kosakata Si Kecil.
Penelitian dari Journal of Speech, Language, and Hearing Research secara konsisten mengaitkan aktivitas membaca dengan hasil perkembangan bahasa yang lebih baik.
Selama membaca buku bersama, ajak anak untuk menunjuk gambar, mengulang kata, atau membalik halaman bersama Bunda.
2. Menceritakan kegiatan sehari-hari
Bercerita tentang kegiatan sehari-hari menjadi salah satu cara sederhana dan efektif untuk memberi contoh penggunaan bahasa pada anak.
Ceritakan apa yang sedang orang tua lakukan dekat anak, misalnya 'Bunda sedang melipat pakaian' atau 'Ayah sedang membuat sarapan pagi'.
Selain itu, bisa juga untuk menceritakan apa yang sedang dilakukan oleh Si Kecil. Misalnya, 'Wah, kamu sedang menyusun mainan balok warna merah'.
Ujaran bahasa deskriptif yang terus-menerus ini membantu anak menghubungkan kata dengan tindakan dan benda, hingga akhirnya mampu membentuk kalimat.
Stimulasi perkembangan bahasa usia 2-5 tahun
Ketika anak mulai memasuki usia sekolah, cara Bunda menstimulasi keterampilan bahasa dan komunikasinya pun bisa disesuaikan. Apa saja contoh kegiatan yang bisa dilakukan di rumah? Berikut penjelasannya:
1. Ajak bermain permainan imajinatif
Permainan imajinatif seperti pretend play atau bermain pura-pura tak hanya seru, tapi juga sangat baik untuk mengembangkan imajinasi dan mendukung perkembangan bahasa anak.
Saat anak berpura-pura menjadi koki, astronot, dokter, atau bahkan pahlawan super, mereka melatih kemampuan bercerita dan mengekspresikan emosi.
Permainan imajinatif seperti ini juga membantu memperkaya kosakata dan belajar cara menyusun kalimat.
2. Ajukan pertanyaan terbuka
Jangan membatasi anak hanya dengan pertanyaan 'ya' atau 'tidak'. Ajukan pertanyaan yang memberi ruang bagi mereka untuk berpendapat dan memberi penjelasan.
3. Hindari terlalu sering mengoreksi
Tak melulu bisa langsung selalu benar, perkembangan bahasa anak juga membutuhkan proses.
Jika penggunaan kata dan kalimat mereka belum tepat, jangan langsung mengoreksi atau mengkritik. Sebagian anak mungkin bisa menafsirkan respons tersebut secara negatif dan menjadi enggan mencoba lagi.
Ada juga anak yang akan merasa sangat malu jika terus-menerus dikoreksi, sehingga tidak mau bercerita lagi. Sebagai gantinya, Bunda bisa mengulangi kembali kalimat mereka dengan susunan kata yang sudah diperbaiki.
Pendekatan pelan seperti ini bisa membantu anak memahami penggunaan bahasa yang benar tanpa merasa dihakimi.
Itulah penjelasan tentang cara-cara stimulasi perkembangan bahasa anak dari lahir hingga usia 5 tahun. Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Awas Si Kecil Kecanduan Scroll Sosial Media, Ini Dampaknya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara Membantu Bayi Mengenali Namanya & Tanda Perlu ke Dokter
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
5 Cara Sederhana Beri Contoh Baik pada Anak
Pentingnya Mengenalkan Bahasa Ibu ke Anak
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan "Tolong" dan "Terima Kasih", Bunda Perlu Tahu
Curhat Haldy Sabri Temani Irish Bella Cek Kandungan ke Dokter, Penuh Rasa Syukur
Intip Kontrakan Rp20 Ribu di Jakarta, Begini Kondisinya
Artis Korea Kim Minha Turun 17 Kg, Ternyata Ini yang Pertama Dikurangi dari Pola Makannya
BRI Junio Gandeng Mobile Legends: Bang Bang, Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus dan Beragam Benefit bagi Nasabah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan "Tolong" dan "Terima Kasih", Bunda Perlu Tahu
Curhat Haldy Sabri Temani Irish Bella Cek Kandungan ke Dokter, Penuh Rasa Syukur
BRI Junio Gandeng Mobile Legends: Bang Bang, Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus dan Beragam Benefit bagi Nasabah
Artis Korea Kim Minha Turun 17 Kg, Ternyata Ini yang Pertama Dikurangi dari Pola Makannya
Intip Kontrakan Rp20 Ribu di Jakarta, Begini Kondisinya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Laptop Bisnis atau Laptop Biasa, Mana yang Lebih Worth It untuk Kerja Kantoran?
-
Beautynesia
Get The Look: Outfit Olahraga yang Nyaman untuk Hijabers
-
Female Daily
Siena Made Perkenalkan Sleepless in Siena, Koleksi Kedua dengan Sentuhan Romantis
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Tak Terbukti Child Grooming, Kim Soo Hyun Ancam Tuntut Pelaku Hate Speech
-
Mommies Daily
Martha Tilaar Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun, Ini Profil dan Gerakannya untuk Perempuan