Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Anaknya Masuk Daftar Siswa Paling Cerdas di Dunia, Bunda Ini Ungkap Cara Unik dalam Mengasuh

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 09 Jun 2026 18:40 WIB

Anaknya Masuk Daftar Siswa Paling Cerdas di Dunia, Bunda Ini Ungkap Cara Unik dalam Mengasuh
Ilustrasi Anaknya Masuk Daftar Siswa Paling Cerdas di Dunia, Bunda Ini Ungkap Cara Unik dalam Mengasuh/Foto: Getty Images/StockPlanets
Daftar Isi
Jakarta -

Sebagian orang tua mungkin sibuk memikirkan PR anak, waktu bermain gadget, atau apakah Si Kecil sudah cukup makan sayur. Namun, ada juga pengasuhan yang berbeda, terlebih saat membesarkan anak yang cerdas.

Sebagian orang tua mengira anak pintar selalu berada di bawah tekanan atau dididik terlalu keras. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu karena setiap anak punya kebutuhan emosional yang berbeda.

Kisah ini dialami oleh Bunda Nandini Kochhar, yang memiliki anak bernama Aaryaveer Kochhar. Aaryaveer diketahui masuk dalam daftar siswa "paling cerdas di dunia" di usianya yang baru menginjak 9 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengutip dari laman The Times of India, daftar tersebut dirilis oleh Johns Hopkins Center for Talented Youth (CTY) yang berbasis di Amerika Serikat. Penilaian dilakukan berdasarkan pengujian tingkat kelas terhadap lebih dari 15.300 siswa berbakat dari 76 negara.

Aaryaveer sendiri berhasil meraih skor di persentil ke-99 pada bidang Matematika. Di usianya yang masih sangat muda, ia mampu berbagai konsep seperti penyelesaian persamaan dan pertidaksamaan dua langkah.

Anak masuk daftar siswa paling cerdas di dunia, Bunda ini ceritakan perjalanannya

Sejak kecil, orang tua Aaryaveer mulai menyadari ada hal yang berbeda dari anaknya. Ia sudah bisa membaca kata tiga huruf dan mengerjakan soal matematika sederhana di usia yang sangat dini.

"Kami mulai menyadari hal ini sejak usia sangat dini ketika kami melihat dia sudah bisa membaca kata-kata tiga huruf dan mengerjakan soal matematika sederhana pada usia dua tahun," ungkap Kochhar.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan Aaryaveer terus berkembang dengan cepat. Ia kemudian masuk dalam kategori anak berbakat luar biasa yang menempatkannya di jajaran 0,2 persen teratas di dunia.

"Di usianya yang baru 11 tahun, ia telah diidentifikasi sebagai anak berbakat luar biasa, menempatkannya di 0,2 persen teratas di seluruh dunia," katanya.

Tidak hanya itu, prestasinya juga membuatnya diterima di dua komunitas IQ tinggi dunia, lho. Ia bergabung dengan Mensa dan Intertel serta dipercaya menjadi duta global untuk anak berbakat.

"Ia juga diterima di dua perkumpulan IQ tinggi paling bergengsi di dunia, Mensa dan Intertel, yang bukanlah prestasi kecil. Kini ia dinobatkan sebagai duta global untuk anak-anak berbakat," jelas Kochhar.

Namun di balik kecerdasan tersebut, ada juga tantangan dalam kehidupan sosialnya. Anak-anak berbakat seperti Aaryaveer sering kali tidak mudah bergaul dengan teman seusianya, Bunda.

Secara sosial, mereka lebih nyaman berada di lingkungan dengan minat yang sama. Jika tidak, mereka memilih dunia mereka sendiri dan lebih banyak menghabiskan waktu sendiri.

"Putra saya sangat sosial dan terlibat dengan antusias ketika ia menemukan teman yang cocok dengannya, tetapi ini cenderung orang-orang seperti profesor IIT, matematikawan, atau astronom, sangat jarang anak-anak lain," ujar Kochhar.

Cara unik Bunda dalam mengasuh anak cerdas

Dalam mendampingi anaknya, Bunda Kochhar lebih menjaga suasana hati sang anak agar tetap tenang. Sang Bunda berusaha supaya anaknya tidak terbebani meski memiliki kemampuan akademik yang baik.

"Peran utama saya adalah memastikan dia tidak merasa tertekan. Meskipun putra saya paling bahagia saat meneliti matematika atau mempelajari benda-benda langit, saya berusaha memastikan lingkungan rumah kami menyenangkan, ringan, dan yang terpenting, damai," kata Kochhar.

Karena anaknya sudah cukup mandiri, ia tidak terlalu banyak memberi dorongan khusus soal urusan belajar. Justru, ia lebih fokus menghadirkan momen kebersamaan yang menyenangkan di rumah.

"Karena dia mandiri, saya tidak perlu memotivasi kegiatan akademiknya. Jadi saya mencurahkan energi saya untuk merencanakan kegiatan yang menyenangkan, malam menonton film, petualangan di luar ruangan, malam bermain gim, dan hal-hal lain yang kami semua nantikan sebagai keluarga," ujarnya.

Dalam kesehariannya, Kochhar juga cukup fleksibel dengan jadwal kegiatan anaknya. Ia menyesuaikan waktu sekolah dan kegiatan lainnya agar tidak saling memberatkan satu sama lain.

"Saya juga memastikan bahwa ketika dia memiliki tenggat waktu untuk kegiatan di luar sekolah, saya mengizinkannya untuk mengambil beberapa hari libur dari sekolah. Dan ketika ada tenggat waktu sekolah, saya memastikan dia menghentikan beberapa aktivitasnya yang lain," katanya.

Baginya, yang paling penting bukan soal prestasi, tetapi juga kebahagiaan anak. Sebagai seorang Bunda, Kochhar hanya ingin anaknya tetap merasakan masa kecil meski memiliki kemampuan di atas rata-rata.

"Pada dasarnya, fokus saya tetap pada menjaga kebahagiaannya dan memberinya masa kecil yang normal meskipun prestasinya melampaui usianya," tuturnya.

Bunda ini bagikan tips mengatasi stres pada anak

Dalam mendidik anaknya, Bunda Nandini Kochhar lebih memfokuskan sikap rendah hati sejak dini. Ia ingin anaknya tetap sederhana meski telah memiliki banyak prestasi.

"Sejak awal, bagi kedua anak saya, kerendahan hati telah menjadi bagian utama dari didikan saya. Meskipun saya merayakan prestasi putra saya dengan penuh antusiasme, saya juga meluangkan waktu untuk memastikan dia tidak menjadi sombong," ujarnya.

"Dia harus tetap rendah hati dan membumi, mengakui dan menghargai kemampuan dan prestasi orang lain juga. Dengan cara ini, saya merasa dia tidak akan terlalu memendam kekalahan," lanjutnya.

Ia juga percaya bahwa suasana rumah memiliki peran dalam membantu anak mengatur stres. Lingkungan yang harmonis membuat anak lebih tenang dalam menghadapi tekanan.

"Saya sungguh percaya bahwa kunci untuk mengelola stres dan emosi anak, terutama ketika mereka berkompetisi di tingkat internasional pada usia muda, adalah sesuatu yang sederhana seperti rumah yang bahagia dan keluarga yang erat," tuturnya.

Dukungan keluarga juga menjadi hal yang tak kalah penting bagi tumbuh kembang anak. Lambat laun, mereka bisa lebih percaya diri dan tidak mudah tertekan saat menghadapi tantangan.

"Apa pun yang dihadapinya, mengetahui bahwa ia memiliki ibu, ayah, dan saudara laki-laki yang mencintainya tanpa syarat, yang akan merayakan kemenangannya dan menghiburnya setelah kekalahan, akan membuat perbedaan besar. Ketika ia memasuki kompetisi, ujian, atau tes tanpa tekanan sama sekali dari keluarganya, ia akan tampil dengan bebas dan dengan pikiran yang jernih," pungkasnya.

Itulah penjelasan mengenai anak yang masuk dalam daftar siswa paling cerdas di dunia serta cara unik sang Bunda dalam mengasuhnya. Semoga bisa menjadi inspirasi, ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda