HaiBunda

PARENTING

Mengapa Bayi Kagetan saat Tidur? Ketahui Faktanya

Kinan   |   HaiBunda

Minggu, 14 Jun 2026 08:20 WIB
Ilustrasi bayi baru lahir/Foto: Getty Images/iStockphoto/jacoblund
Jakarta -

Bayi kagetan saat tidur sering kali membuat Bunda bingung? Ini sebenarnya termasuk hal yang wajar, lho. Bayi punya gerak refleks terutama dalam bulan-bulan pertama hidupnya.

Dikutip dari situs University of Rochester Medical Center, refleks adalah gerakan atau tindakan yang tidak disengaja. Beberapa gerakan bersifat spontan dan terjadi sebagai bagian dari aktivitas normal bayi. 

Sementara itu, gerakan-gerakan refleks lainnya mungkin merupakan respons terhadap tindakan tertentu. 


Gerakan refleks ini merupakan bagian dari sistem pertahanan diri, sekaligus tanda bahwa sistem saraf bayi sedang dalam proses perkembangan. 

Nah, salah satu gerak refleks yang umum terjadi yakni refleks kaget (startle reflex). Refleks ini sering membuat bayi kagetan saat tidur.

Apa itu refleks kaget?

Dikutip dari Baby Center, refleks kaget (juga disebut refleks Moro) adalah salah satu dari banyak refleks bayi baru lahir. Hal ini termasuk gerakan tidak sadar yang sudah dimiliki bayi sejak lahir.

Saat terkejut, bayi baru lahir akan tersentak, merentangkan tangan dan kakinya, lalu menarik kembali anggota tubuhnya ke arah dalam seperti biasa.

Terkadang bayi tidak terlalu terpengaruh oleh gerakan kaget tersebut. Namun, kadang dalam posisi tidur, refleks ini dapat membuat mereka terbangun dan bahkan sampai menangis.

Sampai kapan refleks kaget terjadi?

Jenis refleks kaget ini paling sering terjadi pada usia baru lahir, setidaknya sampai Si Kecil mencapai usia 2 bulan.

Namun perlu dicatat bahwa pada beberapa bayi, refleks kaget dapat terus terjadi hingga usia 3-4 bulan. Sebagian bayi bahkan dapat terus mengalaminya lebih lama.

Perhatikan jika bayi masih memiliki refleks kaget setelah usia 6 bulan, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter.

Apa yang harus dilakukan jika bayi mudah kagetan?

Jika bayi kagetan saat tidur dan menangis, mereka mungkin membutuhkan rasa nyaman untuk menenangkan diri, Bunda.

Terkadang jika bayi terbangun karena refleks kagetnya sendiri, mereka tidak selalu dapat kembali tidur dengan mudah.

Nah, untuk membantu mencegah bayi terbangun karena refleks kaget berikut hal yang bisa dilakukan:

  • Gunakan kain bedong pada bayi baru lahir sebelum menidurkannya, ini akan membantu menjaga tangan dan kaki tetap berada dekat dengan tubuh sehingga tidak bergerak tiba-tiba.
  • Putarkan white noise (menggunakan mesin suara atau musik yang menenangkan) di dalam ruangan untuk mengurangi gangguan suara lain yang dapat mengganggu tidur bayi.
  • Letakkan bayi secara perlahan saat menidurkannya.
  • Bergeraklah dengan tenang dan perlahan di ruangan tempat bayi tidur.

Adakah refleks Moro yang tidak normal?

Meski jenis refleks ini termasuk normal, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian orang tua.

Salah satunya ketika refleks Moro terjadi secara berlebihan. Hal ini adalah bentuk refleks kaget yang lebih kuat, di mana tangan bayi akan merentang dengan gerakan yang lebih ekstrem.

Refleks Moro yang tidak simetris (asymmetrical Moro reflex) juga bisa terjadi. Contohnya saat bayi merentangkan satu tangan, sementara tangan lainnya tetap berada di samping tubuh.

Hal ini dapat menjadi tanda adanya kerusakan saraf atau patah tulang selangka (klavikula) pada bayi.

Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi dapat lahir tanpa refleks Moro. Hal ini dapat menjadi tanda kondisi yang lebih serius, seperti cedera saat lahir, infeksi, gangguan neurologis, atau gangguan otot.

Tips mencegah bayi kagetan saat tidur

Jika refleks Moro membuat Si Kecil sulit tidur dengan nyenyak atau bahkan mengganggu jam tidurnya, cobalah beberapa tips berikut:

1. Dekatkan bayi ke tubuh Bunda saat menidurkannya

Dikutip dari Healthline, pertahankan posisi bayi tetap dekat dengan tubuh Bunda selama mungkin saat menurunkannya ke tempat tidur. Lepaskan bayi secara perlahan hanya setelah punggungnya menyentuh kasur.

Gerakan seperti ini biasanya cukup aman untuk mencegah bayi merasakan sensasi jatuh yang dapat memicu refleks kaget.

2. Membedong bayi

Membedong dapat membuat bayi merasa aman dan nyaman. Alasannya, teknik membedong meniru suasana rahim yang hangat dan menenangkan.

Selain itu, membedong juga dapat membantu bayi tidur lebih lama.

Kapan perlu konsultasi ke dokter?

Jenis-jenis refleks tertentu, seperti refleks menggenggam dan refleks Moro, melibatkan kedua sisi tubuh bayi. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa gerakan refleks tersebut terjadi secara simetris.

Jika refleks tidak sama kuat atau tidak sama cepat pada kedua sisi tubuh, mungkin terdapat masalah pada sistem saraf pusat bayi. Berikut beberapa kondisi lain pada refleks bayi yang sebaiknya diperiksakan ke dokter:

1. Refleks tidak muncul sejak awal

Jika bayi tidak menunjukkan refleks dasar seperti refleks mengisap atau kaget dalam beberapa hari setelah lahir, hal ini dapat menandakan adanya gangguan pada sistem saraf atau otot.

2. Refleks asimetris

Contohnya, saat terkejut maka gerakan refleks bayi hanya terjadi pada satu tangan atau satu kaki saja. Kondisi ini dapat menandakan adanya masalah pada saraf perifer atau otot di salah satu sisi tubuh.

3. Refleks terjadi terlalu lama

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, beberapa refleks seperti refleks Moro atau refleks menggenggam biasanya menghilang setelah bayi berusia 4–6 bulan.

Jika refleks tersebut masih bertahan dalam waktu jauh setelah rentang usia tersebut, dokter mugnkin perlu melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah terdapat gangguan pada perkembangan saraf atau otak.

4. Refleks tampak terlalu lemah atau berlebihan

Refleks yang terlalu lemah, misalnya bayi tidak bereaksi saat disentuh, atau sebaliknya refleks yang terlalu kuat dan tidak terkendali, juga dapat menjadi indikasi adanya masalah neurologis.

Itulah penjelasan tentang serba-serbi bayi kagetan saat tidur. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mendeteksi serta menangani gangguan perkembangan secara lebih cepat dan tepat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Masa Newborn Si Kecil, Ini Batas Usianya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Mengapa Bayi Kagetan saat Tidur? Ketahui Faktanya

Parenting Kinan

Pasangan Lebih Sering Bertengkar saat Punya Anak, Normalkah?

Mom's Life Angella Delvie & Fauzan Julian Kurnia

Resep Bubur Suro Khas Jawa dan Aneka Makanan Tradisional untuk Sambut Tahun Baru Islam

Mom's Life Amira Salsabila

6 Tanaman Jadul yang Kembali Naik Daun pada 2026

Mom's Life Arina Yulistara

Peneliti Usulkan Penggunaan Pankreas Buatan pada Ibu Hamil dengan Diabetes Tipe 1

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

15 Nama Artis Indonesia Berawalan O dan Artinya, Bagus Penuh Makna

Cerita Afifah Yusuf, Merasa Haru Berhasil Menyusui & Menyapih Dua Anak selama 2 Th

Cara Mengenali Orang Cerdas dari 11 Hal yang Berani Mereka Tolak saat yang Lain Setuju

Pasangan Lebih Sering Bertengkar saat Punya Anak, Normalkah?

Mengapa Bayi Kagetan saat Tidur? Ketahui Faktanya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK