parenting
Macam-macam Refleks Bayi Baru Lahir, Penting untuk Tumbuh Kembangnya
HaiBunda
Sabtu, 23 May 2026 16:20 WIB
Daftar Isi
Refleks bayi baru lahir, disebut juga sebagai refleks perkembangan atau refleks primitif adalah naluri bertahan hidup yang dipicu oleh sistem saraf pusat mereka. Refleks bisa berupa gerakan spontan, tetapi biasanya sebagai respons terhadap sesuatu, seperti suara atau gerakan tiba-tiba, atau sensasi sesuatu di tangan atau pipi mereka.
Tenaga kesehatan menggunakan refleks bayi baru lahir untuk menilai kesehatan bayi. Kehadiran dan kekuatan refleks bayi baru lahir merupakan tanda penting dari perkembangan dan fungsi sistem saraf bayi .
Orang tua baru dapat mempelajari gerakan-gerakan ini karena wawasan ini mengungkapkan tahapan perkembangan bayi mereka bersama dengan makna di balik setiap tindakan, Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa refleks tetap ada pada bayi baru lahir selama berbulan-bulan, sementara yang lain hilang dalam beberapa minggu. Simak dalam artikel ini beberapa hal tentang refleks yang dapat diperhatikan pada bayi baru lahir.
|
Baca Juga : 7 Refleks Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui
|
Mengenal refleks pada bayi?
Refleks bayi baru lahir adalah respons otot tak sadar bayi terhadap rangsangan. Tindakan atau sensasi tertentu menghasilkan reaksi otot tertentu. Itu berarti bayi tidak mengendalikan respons tersebut.
Dikutip dari laman Cleveland Clinic, refleks-refleks ini terjadi secara otomatis tanpa bayi berusaha. Refleks bayi baru lahir adalah salah satu perilaku normal bayi baru lahir yang seharusnya berkembang.
Bayi baru lahir memiliki kendali terbatas atas tubuhnya, tetapi mereka dilahirkan dengan serangkaian keterampilan bawaan untuk membantu mereka bertahan hidup. Banyak refleks normal bayi baru lahir sudah ada sebelum mereka lahir. Respons tersebut berasal dari batang otak bayi dan terkait dengan perkembangan awal.
Mengenal jenis refleks pada bayi dan fungsinya
Beberapa refleks hanya terjadi pada periode perkembangan tertentu. Berikut adalah beberapa refleks normal yang terlihat pada bayi baru lahir.
1. Rooting reflex atau refleks mencari puting
Refleks terjadi saat ujung mulut bayi disentuh. Secara otomatis bayi akan menggerakkan kepalanya sambil membuka mulut ke arah yang disentuh. Refleks ini dapat membantu bayi menemukan puting payudara ibu untuk menyusui. Refleks ini umumnya berlangsung sekitar empat bulan.
2. Sucking reflex atau refleks mengisap
Saat puting susu menyentuh langit-langit mulut bayi, ia secara otomatis mulai mengisap. Itulah refleks mengisap. Refleks ini membantu mengoordinasikan ritme mengisap, bernapas, dan menelan.
Refleks ini semakin kuat saat bayi melakukannya dan akan berkembang menjadi kebiasaan seperti mengisap jempol untuk kenyamanan. Uniknya, jenis refleks ini bahkan sudah berkembang sebelum bayi lahir. Tepatnya dimulai sekitar minggu ke-32 kehamilan dan berkembang sepenuhnya sekitar minggu ke-36.
3. Moro reflex atau refleks kaget pada bayi
Dikutip dari Stanford Medicine, refleks Moro atau moro reflex sering disebut refleks kaget. Itu karena biasanya terjadi ketika bayi terkejut oleh suara atau gerakan yang keras. Sebagai respons terhadap suara tersebut, bayi menengadahkan kepalanya, merentangkan lengan dan kakinya, menangis, lalu menarik kembali lengan dan kakinya.
Tangisan bayi sendiri dapat mengejutkannya dan memicu refleks ini. Refleks Moro berlangsung hingga bayi berusia sekitar dua bulan.
4. Tonic neck reflex pada bayi
Refleks ini terbagi dua, Asymmetrical tonic neck reflex (ATNR) dan symmetrical tonic neck reflex (STNR). ATNR terjadi saat bayi ditidurkan, kepala digerakkan ke satu sisi, kanan atau kiri. Secara refleks, tangan dan kaki di satu sisi akan bergerak lurus mengikuti arah kepala, sedangkan tangan dan kaki lainnya seperti melipat.
Sedangkan STNR terjadi saat kepala menunduk, tangan refleks melipat, sedangkan kaki bayi lurus. Refleks ini terjadi saat bayi baru lahir, dan muncul lagi di usia 6-9 bulan, kemudian berakhir saat usia 11 bulan.
5. Grasping reflex atau refleks menggenggam
Dikutip dari Web MD, Bunda mungkin memperhatikan adanya refleks ini saat Bunda meletakkan jari di tangan bayi dan mereka menggenggamnya. Refleks juga dapat terjadi saat telapak tangan bayi disentuh dengan perlahan, yang kemudian menyebabkan bayi kemudian menutup jari-jari mereka. Refleks ini berlangsung hingga sekitar usia enam bulan.
6. Refleks babinski pada bayi
Saat kita mengusap kaki bayi, jari-jari kaki mereka mungkin akan melebar. Ini adalah refleks Babinski, yang menunjukkan bahwa saraf mereka berfungsi dengan baik. Refleks ini berhenti pada usia 12-24 bulan.
7. Step reflex atau refleks melangkah
Untuk mengetahuinya, coba gendong bayi dalam posisi agak tegak di lantai dan mereka akan refleks mencoba berjalan. Dikenal sebagai stepping reflex, Bunda perlu mewaspadai refleks ini karena bayi baru lahir masih belum dapat menopang berat badannya sendiri.
Refleks melangkah biasanya akan hilang setelah dua bulan pertama dan muncul kembali setelah tahun pertama, tepatnya saat bayi mulai belajar berjalan.
Hal yang perlu dilakukan jika refleks bayi tidak muncul
Orang tua harus memperhatikan refleks bayi karena refleks tersebut memberikan petunjuk penting tentang perkembangan bayi mereka. Refleks ini adalah respons otomatis yang dimiliki bayi sejak lahir, dan membantu mereka berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Mengamati refleks ini dapat membantu orang tua memahami apakah sistem saraf bayi mereka berkembang dengan baik.
Namun, Bunda tidak perlu melakukan apa pun untuk mendorong gerakan ini, tetapi beri tahu dokter jika bayi tampaknya tidak memiliki salah satu refleks ini, jika mereka memilikinya di satu sisi tubuh tetapi tidak di sisi lain (atau tidak sama kuatnya di kedua sisi), atau jika refleks tersebut tidak hilang sekitar waktu yang diharapkan. Ini mungkin merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan otak atau sistem saraf bayi.
"Jangan panik jika Bunda tidak dapat memicu refleks bayi baru lahir di rumah," kata Liz Donner, M.D., seorang dokter spesialis anak dan anggota Dewan Penasihat Medis Baby Center.
"Bahkan penyedia layanan kesehatan yang terampil pun mungkin kesulitan untuk memunculkan setiap refleks. Sampaikan saja hal ini pada pemeriksaan selanjutnya agar dokter anak  dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengajukan pertanyaan yang relevan sebelum memberikan kepastian atau memutuskan untuk melakukan pengujian lebih lanjut," ungkapnya, dikutip dari BabyCenter.
Kapan refleks bayi baru lahir menghilang?
Sebagian besar refleks bayi baru lahir menghilang dalam waktu empat hingga enam bulan. Seiring perkembangan otak bayi, sistem saraf pusatnya menggantikan refleks bayi baru lahir yang tidak disengaja dengan gerakan sukarela.
Refleks Moro dan refleks melangkah akan hilang pada usia dua bulan, sedangkan refleks menggenggam dan refleks leher tonik mungkin membutuhkan waktu sedikit lebih lama. Tetapi semua refleks bayi baru lahir akan hilang pada ulang tahun pertama bayi .
Apakah semua refleks bayi baru lahir akan hilang?
Beberapa refleks bayi baru lahir menghilang dalam beberapa minggu atau bulan setelah lahir. Tetapi beberapa refleks tetap ada hingga dewasa. Refleks yang bertahan hingga dewasa meliputi:
- Refleks berkedip: berkedip saat melihat cahaya terang
- Refleks bersin: bersin saat saluran hidung teriritasi
- Refleks menguap: menguap ketika tubuh  membutuhkan lebih banyak oksigen
- Refleks batuk: batuk ketika bagian belakang saluran napas dirangsang
- Refleks muntah: muntah ketika tenggorokan atau bagian belakang mulut dirangsang.
Cara menstimulasi refleks bayi
Menguji refleks bayi dapat membantu pertumbuhannya. Hal ini juga memperdalam ikatan antara orang tua dan bayi. Melibatkan refleks bayi membantu bayi menjelajahi tubuh mereka. Ini memberi orang tua dan bayi kesempatan untuk berinteraksi dengan cara yang istimewa.
Salah satu metode kuncinya adalah melalui sentuhan lembut. Usap pipi bayi dan mereka akan menoleh untuk mencari dari mana sentuhan itu berasal. Tindakan sederhana ini adalah cara yang bagus untuk terhubung dan meningkatkan keterampilan sensorik mereka.
Refleks lain yang perlu difokuskan adalah refleks mengisap. Berikan bayi jari yang bersih atau dot untuk diisap. Ini memenuhi kebutuhan alami mereka dan mendorong keterampilan makan. Selain itu, mengusap wajah atau kepala mereka saat mereka mengisap memperkuat koordinasi mereka.
Ada juga aktivitas untuk merangsang refleks bayi. Misalnya, menggerakkan mainan kerincingan di depan mereka dapat memicu refleks Moro. Mereka akan merentangkan lengan dan kaki mereka. Ini membantu gerakan mata dan koordinasi. Sentuh telapak kaki bayi untuk mengaktifkan refleks genggaman plantar. Mereka akan melengkungkan jari-jari kaki mereka di sekitar jari.
Dengan melibatkan refleks bayi, orang tua dapat meningkatkan perkembangan pikiran dan tubuh mereka. Selain itu, dapat membangun hubungan yang lebih dekat. Interaksi yang menyenangkan ini bermanfaat bagi orang tua dan bayi.
Hal penting tentang refleks bayi
Perlu dicatat bahwa refleks-refleks ini membantu orang tua mendapatkan ketenangan setelah menjadi orang tua baru selama bulan-bulan awal yang sibuk.Â
Mengidentifikasi perilaku bayi yang tidak biasa melalui pengetahuan ini memungkinkan orang tua untuk bertindak cepat dalam kasus-kasus di mana penilaian medis dini diperlukan.
Makna baru dari setiap gerakan menendang dan meregangkan tubuh muncul ketika orang tua memahami pola perkembangan otak yang khas.
Melalui gerakan tubuh kecil bayi, Bunda dapat mengamati perkembangan harian yang terjadi di tubuhnya. Siklus perkembangan dari tindakan yang tidak disengaja hingga tindakan yang disengaja ini merupakan tonggak perkembangan khusus selama tahap awal pengasuhan atau parenting.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
7 Refleks Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui
Parenting
7 Jenis Reflek pada Bayi Baru Lahir, Bunda Perlu Tahu
Parenting
Perkembangan Bayi Usia 1 - 3 Bulan
Parenting
Siap-Siap Gemas Bun, Bayi Biasanya akan Mulai Tertawa pada Usia ini
Parenting
7 Tahapan Perkembangan Bayi 1 Bulan, Penting Untuk Bunda Perhatikan Lho
7 Foto
Parenting
Gemas, 7 Potret Rayyanza Bersama Nagita Slavina dan Raffi Ahmad
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Kondisi Wajar Terjadi pada Bayi Baru Lahir, Jangan Panik Bun
Refleks Bayi yang Tak Kunjung Hilang Bisa Menyebabkan Anak GTM? Ini Kata Pakar
7 Tanda Gerakan Bayi yang Perlu Dipahami Orang Tua, Tarik Telinga hingga Kaki Menendang Terus