PARENTING
4 Kondisi Medis Penyebab Kulit Bayi Mengelupas dan Cara Mengatasinya
Kinan | HaiBunda
Rabu, 24 Jun 2026 09:30 WIBCara mengatasi kulit bayi mengelupas perlu diketahui dengan baik oleh orang tua. Tujuannya agar kesehatan dan kelembapan kulit Si Kecil tetap terjaga sebaik mungkin.
Kulit bayi biasanya memang masih sangat sensitif. Ini artinya kulit Si Kecil lebih rentan mengalami kering dan bahkan sampai mengelupas.
Biasanya kondisi ini lebih sering terjadi terutama saat cuaca dingin, setelah mandi terlalu lama, atau akibat paparan udara yang kering. Tapi tak perlu khawatir, Bunda. Kulit kering pada bayi umumnya bukan kondisi yang berbahaya. Terpenting, selalu jaga kelembapan kulit Si Kecil sebaik mungkin.
Penyebab kulit kering pada bayi
Dikutip dari What to Expect, hampir sebagian besar bayi akan mengalami kulit kering sesekali. Paparan suhu dingin dan udara kering dapat mengurangi kelembapan alami kulit. Hal ini bisa memicu kulit anak kering dan mengelupas.
Pun demikian jika bayi sering mandi atau berendam terlalu lama dalam air hangat. Meskipun terasa nyaman dan menenangkan, tapi ini juga rentan membuat kulitnya jadi kering. Kulit bayi juga masih tipis dan sangat sensitif, sehingga lebih rentan mengalami kering.
Beberapa bayi juga secara genetik cenderung memiliki kulit yang lebih kering dibandingkan bayi lainnya, yang berarti lapisan pelindung kulit mereka tidak mampu mempertahankan kelembapannya secara efektif.
Seperti apa tampilan kulit kering pada bayi?
"Bayi baru lahir sedang beradaptasi dengan lingkungan luar setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan di dalam cairan ketuban. Jadi, kulit mereka masih sangat sensitif dan mudah kehilangan kelembapan," kata dokter anak, Gary Reschak, MD, dikutip dari The Bump.
Kulit kering pada bayi biasanya akan tampak mengelupas, terasa kasar, serta muncul garis-garis halus. Ini tandanya kulit bayi membutuhkan lebih banyak kelembapan.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), area kulit kering bisa muncul di mana saja. Tetapi paling sering ditemukan pada tangan, kaki, wajah, dan bibir.
Kulit yang hanya sedikit kering biasanya tidak terlalu mengganggu bayi. Namun kulit yang sangat kering dapat memicu iritasi, yang membuat bayi jadi menggaruk dan memperparah rasa gatal yang dirasakannya.
Kondisi medis penyebab kulit bayi mengelupas
Meskipun kulit mengelupas pada bayi baru lahir dan bayi merupakan hal yang normal sampai batas tertentu, ada beberapa kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya hal tersebut.
Kondisi-kondisi tersebut meliputi:
1. Eksim pada bayi
Dikenal juga sebagai dermatitis atopik, eksim adalah kondisi yang menyebabkan peradangan, kemerahan, dan iritasi pada kulit.
2. Cradle cap
Cradle cap, yang juga disebut dermatitis seboroik, dapat menyebabkan kemerahan, bercak kekuningan dengan lapisan berminyak atau kerak, serta kulit yang bersisik dan mengelupas. Kondisi ini paling sering muncul pada kulit kepala bayi.
3. Dermatitis kontak
Reaksi iritasi dan mengelupas akibat dermatitis kontak terjadi ketika kulit bayi bersentuhan dengan pemicu peradangan. Misalnya zat pewangi, pewarna, atau sabun tertentu.
4. Iktiosis
Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), iktiosis adalah kelompok kelainan kulit yang menyebabkan kulit kering dan gatal dengan tampilan bersisik, kasar, dan kemerahan.
Apa perbedaan antara kulit kering dan eksim pada bayi?
Kulit kering dan eksim memang memiliki beberapa gejala yang mirip. Hampir semua bayi dengan eksim memiliki kulit kering, tetapi tidak semua bayi dengan kulit kering mengalami eksim.
Untuk memastikan diagnosis masalah kulit pada bayi, sebaiknya selalu konsultasikan dengan dokter ya, Bunda.
Secara garis besar, berikut beberapa perbedaan antara kulit kering dan eksim pada bayi:
1. Bercak eksim memiliki tampilan yang lebih khas
Kulit kering biasanya terlihat seperti kasar atau bersisik. Tapi pada kasus eksim, kulit bayi juga dapat mengalami peradangan dan tampak agak kemerahan. Kulit bayi eksim juga dapat muncul bintil-bintil kecil berisi cairan yang dapat pecah.
2. Eksim muncul di area yang berbeda
Baik eksim maupun kulit kering dapat muncul pada tangan, kaki, wajah, dan bibir bayi. Namun eksim juga sering berkembang di area yang biasanya tidak rentan mengalami kulit kering, seperti di belakang telinga bayi, kulit kepala, lipatan siku, atau belakang lutut.
3. Eksim tidak hanya kambuh saat cuaca kering
Seperti kulit kering, eksim dapat memburuk akibat cuaca dingin atau kering maupun karena mandi dengan air yang terlalu hangat. Tapi pada kasus eksim, Bunda mungkin juga akan melihat kulit Si Kecil jadi lebih mudah iritasi.
Misalnya karena terkena susu, air liur, atau keringat, debu, kena kain yang kasar, serta terpapar sabun atau deterjen tertentu. Perlu diingat, eksim dapat memengaruhi setiap anak dengan cara yang berbeda.
Cara mengatasi kulit bayi mengelupas
Berikut beberapa cara mengatasi kulit bayi mengelupas dan kering di rumah, Bunda:
1. Cek suhu air saat mandi
Sebaiknya hindari memandikan bayi terlalu lama di air hangat yang terlalu panas, karena ini dapat menghilangkan kelembapan pada kulitnya.
Isi bak mandi dengan air hangat suam-suam kuku, lalu pilih produk pembersih tanpa pewangi dan busa terlalu banyak. Saat mengeringkan tubuh bayi, tepuk-tepuk kulitnya secara lembut menggunakan handuk, jangan menggosoknya.
2. Jaga kelembapan kulit bayi
Oleskan pelembap yang punya tekstur tebal dan kental segera setelah mandi. Jika perlu, ulangi 1-2 kali lagi sepanjang hari.
Pilih krim atau salep yang hipoalergenik dan bebas pewangi. Produk pelembap seperti ini lebih kecil kemungkinannya untuk mengiritasi kulit bayi.
Selain itu, pelembap yang pekat juga lebih efektif mengatasi kulit kering dibandingkan losion yang lebih 'ringan'.
3. Pastikan bayi cukup terhidrasi
Pastikan bayi mendapatkan cukup cairan dari ASI dan/atau susu formula. Di usia enam bulan, pemberian air putih juga sebaiknya diperhatikan kecukupannya. Cukup asupan hidrasi dapat membantu menjaga kelembapan kulit bayi dari dalam tubuh, Bunda.
4. Sesuaikan kondisi udara di dalam rumah
Udara panas cenderung lebih kering, jadi hindari membuat kamar bayi terlalu hangat. Atur suhu ruangan agar tetap sejuk, serta pertimbangkan menggunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara.
5. Lindungi bayi saat cuaca dingin
Kulit bayi yang terpapar udara dingin dan kering lebih mudah mengalami kekeringan. Sebelum keluar rumah, pakaikan topi dan sarung tangan pada bayi. Lalu oleskan krim atau pelembap terutama di area pipi, yang rentan iritasi.
6. Perhatikan tetesan air liur bayi
Selalu sediakan kain atau handuk kecil untuk mengelap air liur yang menetes.
Kelembapan berlebih dari air liur atau hidung yang meler dapat menyebabkan kulit bayi rentan pecah-pecah, terutama saat berada di luar ruangan yang dingin.
7. Pilih pakaian yang mudah menyerap keringat
Lebih perhatikan lagi bahan pakaian yang digunakan oleh bayi saat kulitnya sedang kering dan mengelupas. Bahan pakaian yang kasar dapat menyebabkan gesekan dan memperparah iritasi pada kulit.
Sebaiknya pilih pakaian berbahan katun, yang umumnya lebih nyaman dan ramah untuk kulit bayi. Tak kalah penting, perhatikan juga detergent yang digunakan untuk mencuci pakaian Si Kecil. Pilih detergent yang memiliki formula khusus untuk kulit bayi yang sensitif.
Kapan tanda perlu khawatir?
Jika sudah menjaga suhu air mandi, rutin memakaikan pelembap, dan mengurangi paparan udara kering, namun kulit bayi masih kering mengelupas maka sebaiknya cek ke dokter.
Perhatikan juga, jika bercak kulit kering mulai menyebar, pecah-pecah, atau tampak sangat gatal hingga mengganggu aktivitas harian bayi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan faktor penyebab, dokter mungkin akan merekomendasikan losion, sabun, atau sampo khusus yang lebih sesuai untuk kebutuhan kulit Si Kecil.
Demikian ulasan tentang cara-cara mengatasi kulit bayi mengelupas dan tanda perlu khawatir. Semoga bermanfaat ya, Bunda!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Rekomendasi Krim Wajah Bayi, Bantu Atasi Bruntusan & Ruam Si Kecil
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Penyebab Kulit Kering pada Wajah Bayi, Dehidrasi hingga Eksim
Agar Tetap Sehat, Rawat Kulit Bayi dengan Cara Ini
5 Masalah Kulit pada Bayi Baru Lahir dan Cara Merawatnya
Tips Perawatan Kulit Bayi di Area Genitalia
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Energinya Cepat Terkuras saat Bertemu Orang yang Terlalu Bahagia
Pasutri Putuskan Aborsi Janin yang Didiagnosis Down Syndrome, Viral Tuai Pro dan Kontra
Potret Kedekatan Adipati Dolken dan Sang Putri, Intip Wajah Happy Nae
7 Cara Menanam Kunyit hingga Daun Salam di Rumah
Ciri Orang EQ Tinggi saat Menghadapi Orang yang Bersikap Tidak Sopan
REKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Hospital Bag untuk Melahirkan, Aman dan Muat Banyak
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Plump Lip Oil yang Sedang Tren, Bikin Bibir Tampak Lebih Penuh dan Berkilau
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kostum Pawai Tema Kemerdekaan 17 Agustus yang Unik & Seru untuk Anak Laki-laki & Perempuan
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Merek Bantal Tidur Hotel yang Bagus
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang yang Energinya Cepat Terkuras saat Bertemu Orang yang Terlalu Bahagia
7 Cara Menanam Kunyit hingga Daun Salam di Rumah
Potret Kedekatan Adipati Dolken dan Sang Putri, Intip Wajah Happy Nae
Pasutri Putuskan Aborsi Janin yang Didiagnosis Down Syndrome, Viral Tuai Pro dan Kontra
7 Sikap Ini Sering Dilakukan Orang dengan Percaya Diri Tinggi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
2 Hotel Bintang 5 di Jogja dengan Karakter Beda, Mana yang Cocok Buatmu?
-
Beautynesia
5 Ciri Kepribadian Orang yang Berantakan, Salah Satunya Punya Kreativitas Tinggi
-
Female Daily
Rekomendasi Lipstik Nude yang Lagi Jadi Incaran Banyak Perempuan
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gantengnya Jungkook BTS Jadi BA Parfum Chanel, Auto Sold Out Diburu ARMY
-
Mommies Daily
7 Event Seru 9–16 Agustus 2026: Konser hingga Event Lari di Jakarta dan Bandung