HaiBunda

PARENTING

Terbukti di 10 Anak, Pakar Ungkap 10 Cara Agar Anak Mau Terbuka ke Orang Tua

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 17 Jun 2026 21:10 WIB
Ilustrasi Terbukti di 10 Anak, Pakar Ungkap 10 Cara Agar Anak Mau Terbuka ke Orang Tua/Foto: Getty Images/Nuttawan Jayawan
Jakarta -

Memasuki masa remaja, banyak orang tua yang merasa hubungan dengan anak berubah. Bunda menyadari anak yang sebelumnya banyak bercerita kini lebih sering menyimpan perasaannya sendiri.

Masa remaja memang menjadi tahap ketika anak mulai mencari jati dirinya, Bunda. Maka dari itu, cara anak berkomunikasi dengan orang tua pun bisa berbeda dibandingkan saat mereka masih kecil.

Meski tampak menjaga jarak, bukan berarti anak tidak lagi membutuhkan orang tuanya, ya. Banyak remaja tetap ingin didengar, hanya saja mereka membutuhkan 'ruang' agar merasa nyaman untuk berbagi cerita.


Menurut seorang terapis keluarga dan pelatih pengasuhan anak asal Amerika Serikat, Suzanne Rea, remaja sebenarnya tetap ingin berbicara dengan orang tua mereka.

"Remaja ingin berbicara dengan orang tua mereka, tetapi hanya ketika mereka merasa aman," kata Suzanne Rea, dikutip dari The Times of India.

Rea menjelaskan bahwa remaja tidak selalu berusaha menjauh dari orang tua. Sebaliknya, mereka sedang mencari ruang di mana mereka aman secara emosional untuk mengungkapkan perasaannya.

Berdasarkan pengalamannya, Rea juga mengungkap bahwa ada sejumlah cara yang dapat membantu anak lebih terbuka kepada orang tua. Berikut simak selengkapnya.

10 Cara agar anak mau terbuka kepada orang tua menurut pakar

Dikutip dari laman The Times of India, pakar menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar anak lebih mau terbuka kepada orang tua. Simak selengkapnya berikut ini:

1. Tidak bereaksi berlebihan saat anak bercerita

Menurut Rea, reaksi orang tua yang terlalu emosional kerap membuat anak ragu untuk terbuka. Bagi remaja, mereka bisa merasa terbebani jika harus menghadapi reaksi yang berlebihan dari orang tua.

Saat situasi ini terjadi, anak jadi lebih memilih diam dan menyimpan ceritanya sendiri, Bunda. Padahal, mereka sebenarnya hanya butuh didengarkan saja. Karena itu, orang tua sebaiknya berusaha tetap tenang saat anak mulai bercerita.

2. Memberi ruang dengan bertanya sebelum memberi nasihat

Banyak orang tua yang merasa ingin langsung membantu saat anak sedang punya masalah, bukan begitu, Bunda? Rea menyarankan sebaiknya orang tua tidak langsung memberikan nasihat tanpa izin terlebih dahulu.

Bunda cukup tanyakan apakah anak memang ingin didengarkan atau butuh masukan. Pertanyaan seperti "apakah kamu ingin pendapatku?" dapat membuat anak merasa lebih dihargai.

Jika mereka menjawab tidak, orang tua sebaiknya menahan diri meski terasa sulit dilakukan.

3. Tidak mengalihkan cerita anak menjadi tentang orang tua

Dalam menjalani peran sebagai orang tua, kita mungkin sering ikut bercerita tentang pengalaman pribadi saat anak mulai terbuka. Namun, menurut Rea, cara ini tidak selalu membantu anak merasa didengar.

Terkadang, justru fokus percakapan bergeser dari cerita anak menjadi pengalaman orang tua.

"Sering kali hal itu berubah menjadi tentang pengalaman Anda dan bukan pengalaman mereka," ujar Rea.

Maka dari itu, anak lebih butuh didengarkan terlebih dahulu tanpa langsung dibandingkan dengan pengalaman lain. Cukup hadir dan mendengarkan dengan tenang sudah jadi bentuk dukungan terbaik bagi anak.

4. Menjaga privasi cerita anak

Privasi menjadi hal penting terhadap rasa percaya anak kepada orang tua. Bunda perlu tahu bahwa anak remaja sangat sensitif terhadap hal-hal yang bersifat pribadi.

Saat anak mulai terbuka, mereka berharap ceritanya cukup diketahui dalam lingkup keluarga saja. Jika cerita itu tersebar ke orang lain, anak bisa merasa tidak nyaman dan mulai menutup diri.

5. Selalu hadir untuk anak dalam situasi apa pun

Menurut terapis Rea, orang tua tetap harus menunjukkan bahwa mereka ada untuk anak dalam kondisi apa pun. Hal ini tentu penting supaya anak merasa tidak sendirian saat menghadapi masalah.

Memang, setiap kesalahan tetap bisa memiliki konsekuensi yang perlu dipahami anak. Namun, di saat yang sama, kejujuran tetap harus dihargai agar anak tidak takut untuk terbuka.

6. Berusaha memahami sudut pandang anak

Memahami anak tidak selalu berarti orang tua harus setuju dengan semua yang mereka lakukan. Hal yang paling penting adalah mencoba melihat dari sisi pandang anak agar percakapan tetap berjalan dengan baik.

Pada masa remaja, anak sedang belajar membentuk pendapat, identitas, dan cara berpikirnya sendiri. Saat anak tetap diterima meski tidak selalu disetujui, mereka akan lebih nyaman untuk terbuka, Bunda.

7. Mengajukan pertanyaan dengan sikap penuh ingin tahu

Selanjutnya, orang tua perlu berhati-hati agar cara bertanya tidak berubah menjadi seperti menginterogasi anak. Ada perbedaan halus antara menunjukkan perhatian dan membuat anak merasa tertekan.

Saat rasa ingin tahu itu diungkapkan dengan cara yang tepat, anak akan lebih mudah terbuka dan mau bercerita. Namun jika pertanyaan terasa seperti curiga, anak justru bisa menarik diri.

"Rasa ingin tahu mengundang kejujuran. Interogasi mengundang sikap defensif," kata Rea.

8. Menyikapi kesalahan anak dengan lebih bijak

Dalam proses tumbuh kembang remaja, kesalahan adalah hal yang cukup wajar terjadi. Kita dapat menemui momen ketika anak melakukan sesuatu yang perlu diarahkan dengan lebih bijak.

Namun, cara orang tua merespons kesalahan ini sangat berpengaruh pada keberanian anak untuk terbuka. Jika terlalu cepat membatasi, anak bisa merasa takut untuk jujur di kemudian hari.

"Jika setiap kesalahan berujung pada kontrol yang lebih besar, mereka akan menyembunyikan kesalahan itu di lain waktu," ujar Rea.

9. Berani mengakui kesalahan di hadapan anak

Remaja sebenarnya sangat memperhatikan bagaimana orang tua bersikap saat melakukan kesalahan. Anak juga berharap orang tua bisa menunjukkan sikap yang sama, yaitu berani mengakui jika ada kesalahan.

Saat orang tua meminta maaf, anak justru belajar banyak hal dari sikap tersebut. Memperbaiki kesalahan tak jarang lebih memperkuat hubungan dibandingkan sekadar terlihat selalu 'benar'.

10. Membangun percakapan di luar situasi masalah

Berbicara dengan anak sebaiknya tidak hanya muncul saat ada masalah saja. Bunda bisa mulai membiasakan obrolan di keseharian agar hubungan tetap terasa dekat.

Saat hubungan sudah terbangun, anak akan lebih mudah terbuka ketika menghadapi kesulitan. Mereka jadi merasa bahwa orang tua adalah tempat yang aman untuk kembali.

Selain itu, Bunda juga bisa sesekali menikmati waktu bersama anak tanpa membahas hal yang berat. Pada dasarnya, remaja tidak selalu menginginkan hal yang rumit dari orang tua.

Hal yang mereka butuhkan adalah hubungan yang hangat agar bisa saling jujur menyampaikan perasaan.

Itulah penjelasan mengenai beberapa cara agar anak mau terbuka kepada orang tua menurut pakar. Semoga informasi ini bisa membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Sikap Orang Ber-EQ Tinggi saat Menghadapi Konflik

Mom's Life Amira Salsabila

Alice Norin Sempat Cemas Haid 2 Kali Sebulan hingga Periksa ke Singapura, Ternyata...

Kehamilan Amrikh Palupi

5 Potret Anak Artis Lulus TK di 2026, Putra Cut Meyriska hingga Ussy Sulistiawaty

Parenting Nadhifa Fitrina

Terbukti di 10 Anak, Pakar Ungkap 10 Cara Agar Anak Mau Terbuka ke Orang Tua

Parenting Nadhifa Fitrina

Kabah Bersolek dengan Kiswah Baru, Ini Sosok Seniman di Balik Kaligrafi Megahnya

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Sikap Orang Ber-EQ Tinggi saat Menghadapi Konflik

5 Potret Anak Artis Lulus TK di 2026, Putra Cut Meyriska hingga Ussy Sulistiawaty

Kabah Bersolek dengan Kiswah Baru, Ini Sosok Seniman di Balik Kaligrafi Megahnya

Terbukti di 10 Anak, Pakar Ungkap 10 Cara Agar Anak Mau Terbuka ke Orang Tua

Alice Norin Sempat Cemas Haid 2 Kali Sebulan hingga Periksa ke Singapura, Ternyata...

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK