Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Kapan Anak Harus Bisa Melompat? Ketahui Perkembangan Sesuai Usia Bun

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 23 Jun 2026 15:20 WIB

Pentingnya fase melompat pada anak
Pentingnya fase melompat pada anak/ Foto: Getty Images/simon2579
Daftar Isi

Setelah Si Kecil bisa melangkah untuk pertama itu, tak lama ia akan berjalan, berlari, hingga melompat. Ya, menguasai keterampilan motorik kasar itu merupakan bagian penting dari perkembangan balita, Bunda.

Melompat adalah tonggak perkembangan motorik kasar yang sehat. Melompat lebih dari sekadar menyenangkan anak, ini menandakan langkah-langkah penting dalam koordinasi, kekuatan otot, dan keterampilan motorik balita secara keseluruhan.

Kapan balita belajar melompat? Dikutip dari What to Expect, sekitar usia dua tahun, Si Kecil akan mulai melompat di tempat dan ia akan terus berkembang dari situ. Di antara usia dua dan tiga tahun, balita akan melompat lebih tinggi, melompat dari ketinggian kecil, dan melompat ke depan untuk mendarat dengan kedua kakinya sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Alasan anak harus bisa melompat itu penting

Dikutip dari laman Therapies For Kids, ada beberapa alasan mengapa anak harus bisa melompat:

  • Keseimbangan: Dengan melompat, mereka pertama kali menggunakan keseimbangan dinamis di mana mereka melakukan sejumlah lompatan berturut-turut dan kemudian belajar melompat dan berhenti.
  • Kekuatan otot: Melompat membutuhkan semua otot kaki. Balita perlu menekuk lutut mereka dan kemudian mendorong dengan jari-jari kaki mereka menggunakan otot paha dan bokong.
  • Kekuatan tulang: Tekanan ke bawah melalui tulang kaki membantu mereka tumbuh dan mengeras.
  • Perencanaan motorik: Melompat membutuhkan perencanaan motorik yang berkelanjutan. Misalnya, bagaimana menilai jarak, bagaimana merencanakan kekuatan yang dibutuhkan untuk melompat dan mendarat, bagaimana merencanakan ke mana harus melompat (ke atas, ke samping, ke depan), dan bagaimana melakukan lompatan dan berhenti dengan aman.
  • Kesehatan dan kebugaran: Aktivitas fisik diperlukan untuk kesehatan dan melompat seringkali merupakan bagian besar dari aktivitas fisik anak-anak sehari-hari.
  • Interaksi sosial: Melompat sering digunakan dalam permainan anak-anak dan jika seorang anak tidak bisa melompat, mereka mungkin tidak dilibatkan dalam permainan atau mungkin menghindari permainan tersebut.

Tonggak perkembangan melompat yang penting bagi anak

Dilansir Children’s Physiotherapy & Occupational Therapy UK, melompat biasanya muncul sekitar usia dua tahun, meskipun rentang perkembangan yang tepat bervariasi dari anak ke anak. Beberapa mungkin mulai lebih awal, sementara yang lain sedikit lebih lambat.

Saat Bunda melacak pada usia berapa anak-anak melompat, ingatlah bahwa perkembangan motorik kasar melibatkan stabilitas batang tubuh, kekuatan kaki, dan koordinasi secara keseluruhan. Tanda-tanda anak melompat seringkali termasuk menekuk lutut dan momen-momen singkat kegembiraan di udara.

Pada usia tiga tahun, banyak anak belajar melompat ke depan dan mungkin dengan percaya diri mengangkat kedua kaki dari tanah. Mengamati saat anak-anak melompat dapat mengungkapkan seberapa baik mereka mengkoordinasikan lengan, kaki, dan keseimbangan.

Cara membantu anak bisa melompat

Berikut cara membantu balita untuk melompat:

  • Lakukan lompat-lompatan. Pegang tangan anak, berdiri di sampingnya di trotoar atau anak tangga rendah dan katakan, "Satu, dua, tiga, lompat!" lalu lompat bersama-sama. Tunggu sampai si kecil berusia prasekolah untuk melompat ke atas tangga (dan bahkan saat itu, pastikan  mendukungnya).
  • Latih melompat seperti katak. Tunjukkan kepada anak cara berjongkok dan mengangkat tangannya sambil melompat. Beberapa latihan gaya katak pada akhirnya akan membantunya belajar melompat dalam posisi tegak.
  • Peragakan. Lihat apakah dia bisa meniru gerakan melompat hewan. Cobalah kelinci (jari di kepalanya sebagai telinga), anak ayam (lengan dilipat rapat, seperti sayap) atau kanguru (minta dia memegang boneka di dekat perutnya seperti kantung induk kanguru).
  • Bantu anak. Mintalah dia bersandar pada Bunda saat mencoba melompat untuk pertama kalinya. Seiring kemampuan melompat anak  meningkat, mintalah dia untuk merentangkan lengannya ke samping atau meletakkan tangannya di pinggul saat melompat. Gerakan-gerakan ini membantu keseimbangan.

Tanda anak masih kesusahan melompat dan perlu ke dokter

Sekitar usia 2,5 tahun, jika anak terus menunjukkan kesulitan dalam melompat dan menunjukkan salah satu dari hal berikut, sebaiknya bawa dia ke dokter dan fisioterapis dapat memeriksa keselarasan, kekuatan, dan keseimbangannya, serta memberikan latihan penguatan sesuai kebutuhan.

  • Lompatan asimetris: Anak yang berkembang normal tidak menunjukkan preferensi sisi hingga usia prasekolah. Jika Bunda memperhatikan anak selalu mendorong dan mendarat dengan satu sisi, tampak menyeret satu sisi atau menahannya dengan kaku, atau jika satu sisi hampir tidak berpartisipasi dalam memulai lompatan, sebaiknya sebutkan hal ini kepada dokter pada pemeriksaan 24 bulan.
  • Tidak bertenaga saat mendorong badannya untuk melompat: Jika anak bersiap untuk melompat dengan melakukan jongkok tetapi kemudian kakinya hampir tidak terangkat dari lantai, otot kakinya mungkin belum cukup kuat untuk sepenuhnya mendorong berat badannya ke depan atau ke atas. Atau, dia mungkin tidak tahu cara terbaik untuk mengkoordinasikan awal dan akhir aktivitas tersebut
  • Sering jatuh: Jika dia terjatuh ke lantai atau jika lututnya menekuk setiap kali dia mendarat dari lompatan, atau jika dia jatuh dengan sengaja saat mencoba melompat, anak  mungkin menunjukkan bahwa tubuhnya belum siap untuk tonggak perkembangan ini.

Dapat dipahami bahwa fase melompat pada anak berusia 2-3 tahun sangat penting untuk melatih kemampuan dasar motoriknya ya, Bunda. Saat anak melompat dapat melatih keseimbangan, kordinasi, dan keterampilan motoriknya. Semoga informasinya membantu!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda