HaiBunda

PARENTING

5 Pengalaman Pertama Anak yang Bisa Memengaruhi Masa Depannya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 26 Jun 2026 17:10 WIB
Momen pertama anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/imtmphoto
Jakarta -

Pengalaman pertama yang dialami anak selama masa tumbuh kembang bukan hanya soal kenangan, Bunda. Berbagai pengalaman tersebut turut membentuk cara mereka mengenal dunia, membangun hubungan dengan orang lain, hingga menghadapi tantangan saat mereka beranjak dewasa.

Ya, akan selalu ada momen pertama dalam setiap fase kehidupan anak. Pertama kali masuk sekolah, pertama kali berkenalan dengan teman baru, hingga pertama menjelajahi tempat-tempat baru. Nah, setiap pengalaman pertama inilah yang akan menjadi bekal penting bagi perkembangan mereka di kemudian hari.

Sebagai orang tua, Bunda dan Ayah memegang peranan penting dalam memberikan dukungan, serta menghadirkan pengalaman yang positif bagi anak sejak dini. Dukungan tak hanya berupa materi, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan keterlibatan aktif dalam setiap aktivitas Si Kecil.


Dilansir laman Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada beberapa tahun pertama kehidupan anak, lebih dari satu juta koneksi saraf terbentuk setiap detik. Itu artinya, masa kanak-kanak awal menawarkan kesempatan penting untuk membentuk arah perkembangan holistik dan membangun fondasi bagi masa depan mereka.

5 Hal pertama yang dialami anak ini bisa memengaruhi masa depan

Melansir dari beberapa sumber, berikut lima hal pertama yang dialami anak dan bisa memengaruhi masa depannya:

1. Interaksi pertama dengan orang tua

Menurut ulasan di Center on the Developing Child Harvard University, interaksi pertama anak dengan orang tua memegang peran kunci dalam membentuk 'arsitektur' otak. Interaksi ini dapat mendukung perkembangan kemampuan bahasa dan keterampilan sosial sejak dini, yang berfungsi sebagai dasar bagi kemampuan kognitifnya.

Ya 'arsitektur' otak yang sehat dibangun di atas fondasi yang kuat, yakni hubungan yang stabil, aman, dan penuh dukungan antara anak dan orang dewasa di sekitarnya. Ketika respons orang dewasa terhadap anak tidak konsisten, maka 'arsitektur' otak yang sedang berkembang dapat terganggu, sehingga berpotensi menyebabkan dampak jangka panjang pada kesehatan dan kesejahteraan.

Tak hanya itu. Tidak adanya interaksi timbal balik secara terus-menerus juga bisa menghilangkan stimulasi positif yang dibutuhkan otak, dan mengaktifkan respons stres dalam tubuh. Interaksi timbal balik dapat memperkuat sirkuit otak yang merupakan inti dari kesejahteraan emosional dan keterampilan sosial anak di usia dini.

2. Kata-kata pertama yang didengar anak

Kata-kata pertama yang didengar anak ternyata memiliki peran yang sangat penting dalam proses tumbuh kembangnya. Ucapan penuh kasih sayang, nada bicara yang lembut, serta kata-kata sederhana yang sering diulang dapat menjadi fondasi awal dalam perkembangan bahasa anak.

Dalam jurnal yang diterbitkan di jurnal Neuron tahun 2011 dijelaskan bahwa penelitian tentang ilmu saraf dan perilaku menunjukkan bahwa paparan bahasa pada tahun pertama kehidupan, dapat memengaruhi sirkuit saraf otak bahkan sebelum anak mengucapkan kata-kata pertamanya.

Studi sebelumnya juga telah menemukan bahwa percakapan antara orang dewasa dan anak sejak dini tampaknya mengubah otak anak. Menurut para ilmuwan, percakapan timbal balik sebenarnya lebih penting bagi perkembangan bahasa daripada kesenjangan kosakata.

3. Pengalaman pertama menghadapi tantangan atau kegagalan

Pengalaman pertama anak dalam menghadapi tantangan atau kegagalan, merupakan salah satu momen penting dalam proses tumbuh kembangnya. Pada fase ini, pengalaman sederhana seperti belajar berjalan dapat mengajarkan anak bahwa keberhasilan seringkali membutuhkan usaha serta proses belajar yang berulang.

Banyak anak dan orang tua berpikir bahwa kegagalan berarti mereka tidak cukup baik. Padahal, kegagalan bukanlah akhir, melainkan satu langkah menuju kesuksesan.

Kesalahan dapat dilihat sebagai umpan balik. Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, itu membantu kita melihat apa yang perlu diubah. Pola pikir ini dapat membantu anak-anak untuk maju alih-alih terjebak dalam situasi yang rumit, Bunda.

Anak-anak yang belajar mengatasi kegagalan juga biasanya akan bangkit kembali lebih cepat. Mereka bisa tumbuh menjadi pribadi lebih tangguh secara batin dan cenderung tidak mudah menyerah.

4. Lingkungan awal kehidupan anak

Lingkungan di sekitar anak juga akan membentuk dirinya di masa depan. Setiap lingkungan ini dipengaruhi oleh kombinasi pengaruh positif dan negatif, yang membentuk perkembangan dan kesehatan anak.

Lingkungan perkembangan dapat mencakup lingkungan hubungan anak, di mana kita memahami pentingnya interaksi responsif antara orang tua dan anak. Sementara itu, lingkungan yang sehat adalah ketika anak terbebas dari kekerasan, polusi, dan stres ekstrem.

Memahami lingkungan awal kehidupan anak sangat penting bagi orang tua. Selain bisa mengantisipasi risikonya pada perkembangan anak, kita juga dapat menciptakan lingkungan yang aman di awal kehidupan buah hati.

5. Pendidikan awal anak

Pendidikan awal anak merupakan tahap penting dalam membentuk dasar kemampuan kognitif, emosional, dan sosial. Di masa ini, anak-anak mulai belajar mengenal huruf, angka, serta nilai-nilai dasar kehidupan.

Dalam studi di jurnal JAMA Pediatrics tahun 2017, siswa yang mengikuti program pendidikan anak usia dini intensif dari prasekolah hingga kelas tiga, lebih mungkin meraih gelar akademik di sekolah menengah atas. Pengajaran intensif ini dapat mencakup aktivitas membaca dan matematika.

Studi juga mengungkap bahwa program pendidikan anak usia dini yang sukses dapat meningkatkan kesehatan orang dewasa. Tim peneliti mencatat bahwa orang dewasa dengan pendidikan yang lebih rendah lebih cenderung mengadopsi kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan mengalami tekanan darah tinggi, obesitas, dan masalah kesehatan mental.

Membantu anak siap menghadapi setiap momen pertamanya

Dalam hal ini, orang tua memegang peranan penting dalam memaksimalkan eksplorasi anak di momen-momen pertama dalam hidupnya. Selain stimulasi dari luar, optimalkan perkembangan anak di masa tumbuh kembanganya dengan pemberian nutrisi seimbang, Bunda.

Asupan gizi yang seimbang menjadi salah satu kunci penting bagi buah hati, untuk mempersiapkan momen-momen berharga pertamanya. Nutrisi yang cukup akan membantu memenuhi kebutuhan energi anak untuk bermain dan beraktivitas, serta berperan dalam mendukung perkembangan otak, pertumbuhan fisik, serta menjaga daya tahan tubuhnya.

Bunda perlu memastikan anak mendapatkan beragam nutrisi, mulai dari protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, hingga mineral, melalui pola makan yang seimbang agar tumbuh kembangnya dapat berlangsung optimal sesuai tahapan usianya.

Selain itu, Bunda juga dapat memberikan susu untuk melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya agar mendukung tumbuh kembang Si Buah Hati. DANCOW Imunutri hadir dengan 0g sukrosa dan disertai kombinasi DHA dan zat besi, untuk untuk mendukung tumbuh kembang optimal. DANCOW juga tinggi akan Vitamin A, C, E, dan zinc yang tinggi untuk dukung daya tahan tubuh anaK. Dengan kalsium, protein, dan vitamin D, DANCOW juga dapat berperan untuk dukung pertumbuhan Si Buah Hati.

Setiap pengalaman pertama yang dialami buah hati, mulai dari langkah pertama, hari pertama sekolah, hingga pertama kali mencoba hal baru, merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembangnya. Sejalan dengan semangat "Siap untuk Setiap Pertama", DANCOW Imunutri dapat menjadi pilihan tepat untuk membantu menemani langkah pertama anak menjelajah dunia.

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Manfaat Bersepeda untuk Anak, Sehat dan Seru!

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

10 Kalimat yang Biasa Diucapkan Orang yang Suka Playing Victim, Jangan Terkecoh

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Maternity Shoot Kehamilan Kedua Nadia Saphira, Indah Berlibur di Gurun di Namibia

Kehamilan Annisa Karnesyia

Berawal Cinlok, Dea Annisa Kini Unggah Foto Background Biru dengan Achmad Zacky

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Arti Sukses Menurut Gen Z dan Milenial di Dunia Kerja 2026

Mom's Life Arina Yulistara

5 Pengalaman Pertama Anak yang Bisa Memengaruhi Masa Depannya

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Tak Banyak yang Tahu, Cerita Raja Belanda Diam-diam Kerja Sampingan Jadi Pilot

5 Tips Memilih Stroller Bayi yang Aman untuk Menemani Aktivitas Si Kecil

Inflasi Rumah Tangga Meningkat, Apakah Kenaikan Gaji Sudah Cukup?

Potret Maternity Shoot Kehamilan Kedua Nadia Saphira, Indah Berlibur di Gurun di Namibia

10 Kalimat yang Biasa Diucapkan Orang yang Suka Playing Victim, Jangan Terkecoh

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK