HaiBunda

PARENTING

Bukan Pola Asuh atau IQ, Studi Ungkap Faktor yang Paling Memengaruhi Perkembangan Otak Anak

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 06 Jul 2026 09:10 WIB
Ilustrasi Studi Ungkap Faktor yang Paling Memengaruhi Perkembangan Otak Anak/Foto: Getty Images/Tran Van Quyet
Jakarta -

Bukan pola asuh atau Intelligence Quotient (IQ), studi ungkap ada faktor yang paling memengaruhi perkembangan otak anak. Temuan ini menunjukkan bahwa ada hal lain yang ternyata berperan, Bunda.

Seperti kita ketahui, setiap pengalaman yang dialami anak dapat meninggalkan jejak pada perkembangan otaknya. Hal ini yang juga kemudian berpengaruh pada cara otak bekerja hingga mereka tumbuh dewasa.

Mengutip dari laman Yahoo News, penelitian terbaru menemukan bahwa kondisi di sekitar anak memiliki pengaruh yang lebih besar dari yang selama ini diperkirakan.


Melihat dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa bukan pola asuh atau IQ yang paling memengaruhi perkembangan otak anak. Namun, peneliti menemukan ada faktor lain yang berperan lebih besar.

Lantas, faktor apa yang dimaksud dalam penelitian ini, Bunda? Simak penjelasan lengkapnya pada ulasan berikut ini. 

Studi ungkap faktor yang paling memengaruhi perkembangan otak anak

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Washington University di Amerika Serikat menemukan bahwa kondisi sosial ekonomi memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan fungsi otak anak.

Bahkan, faktor ini dinilai lebih berpengaruh dibandingkan IQ, pola asuh, maupun riwayat kesehatan anak, Bunda.

Dalam penelitian tersebut, faktor sosial ekonomi menyumbang sekitar 16 persen dari perbedaan fungsi otak pada anak. Hal ini berarti bahwa lingkungan di mana tempat anak tumbuh turut berpengaruh dalam mendukung perkembangan otaknya.

Seorang penulis senior studi, Nico Dosenbach, mengatakan bahwa otak anak dari keluarga dengan kondisi sosial ekonomi rendah tampak mirip dengan otak anak dari keluarga yang lebih mampu, tetapi kurang tidur dan mengalami stres.

"Otak anak dari latar belakang sosial ekonomi rendah tampak seperti otak anak dari lingkungan sosial ekonomi tinggi yang kurang tidur dan stres," kata Dosenbach.

Meski begitu, anak dengan kondisi sosial ekonomi rendah tidak selalu memiliki kecerdasan yang lebih rendah. Perbedaan tersebut dapat berkurang jika mereka mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dan tingkat stres yang lebih rendah.

Hal ini penting diperhatikan karena anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan merasakan dampak kemiskinan. Dibandingkan orang dewasa, mereka lebih berisiko mengalami kondisi tersebut pada masa perkembangannya.

Berdasarkan data dari United Nations Children's Fund (UNICEF), hampir 900 juta anak di seluruh dunia hidup dalam kemiskinan. Artinya, mereka masih kekurangan kebutuhan seperti makanan, air bersih, tempat tinggal, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Faktor sosial ekonomi jadi temuan utama dalam penelitian

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menganalisis data sekitar 12 ribu anak berusia 9 hingga 10 tahun. Mereka melihat dari berbagai aspek, mulai dari lingkungan tempat tinggal, kesehatan, hingga kegiatan yang dilakukan anak setiap hari.

Peneliti kemudian menilai 649 faktor yang diduga memengaruhi perkembangan otak anak. Faktor-faktor tersebut mencakup waktu penggunaan gadget, kemampuan kognitif, kesehatan fisik dan mental, pola asuh, hingga latar belakang ras dan jenis kelamin.

Dari faktor yang dianalisis, kondisi lingkungan tempat tinggal dan status ekonomi menjadi yang paling berpengaruh. Keduanya berkaitan dengan bagian otak yang mengatur kemampuan motorik dan sensorik serta dipengaruhi oleh kualitas tidur dan tingkat stres.

Penulis utama studi, Scott Marek, mengaku terkejut dengan besarnya pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap perkembangan otak anak. Menurutnya, temuan tersebut bahkan lebih besar dibandingkan faktor-faktor lain yang diteliti.

"Saya pikir memang kesempatan sosial ekonomi akan berpengaruh, tetapi saya tidak menyangka akan berpengaruh sebesar ini. Itu benar-benar mengalahkan segalanya," ungkapnya.

Marek juga menjelaskan bahwa hasil pemindaian otak dapat memberikan gambaran tentang kondisi kehidupan seorang anak. Dari hasil tersebut, tim peneliti dapat memperkirakan kondisi ekonomi keluarga, kualitas tidur anak, hingga lamanya waktu yang dihabiskan di depan gadget.

Meski demikian, pemindaian otak tidak dapat digunakan untuk mengetahui tingkat IQ anak. Menurutnya, hasil penelitian justru menunjukkan bahwa perkembangan otak lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan.

Itulah penjelasan mengenai studi yang mengungkap faktor yang paling memengaruhi perkembangan otak anak. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Kalimat yang Bikin Anak Minder Seumur Hidup

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Deretan Keluarga Artis Dikaruniai 4 Anak Usia Sekolah, Nina Zatulini hingga Rigen Rakelna

Parenting Nadhifa Fitrina

Waspadai, Senyum Seperti Ini Bisa Jadi Sinyal Stroke

Mom's Life Amira Salsabila

150 Nama Bayi Terinspirasi Sungai dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Cara Mengenali Orang yang Kebaikannya Tidak Tulus dari Ucapannya Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

Bukan Pola Asuh atau IQ, Studi Ungkap Faktor yang Paling Memengaruhi Perkembangan Otak Anak

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Pemerintahan Trump Berencana Larang WNA Hamil Masuk AS, Apa Alasannya?

Waspadai, Senyum Seperti Ini Bisa Jadi Sinyal Stroke

150 Nama Bayi Terinspirasi Sungai dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

Deretan Keluarga Artis Dikaruniai 4 Anak Usia Sekolah, Nina Zatulini hingga Rigen Rakelna

Bukan Pola Asuh atau IQ, Studi Ungkap Faktor yang Paling Memengaruhi Perkembangan Otak Anak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK