PARENTING
7 Cara Mengajarkan Anak Berteman di Sekolah, Salah Satunya Latih soal Emosi
Kinan | HaiBunda
Rabu, 08 Jul 2026 09:20 WIBMemasuki usia sekolah, dunia anak akan semakin luas. Mereka tidak lagi hanya berinteraksi dengan keluarga, tetapi juga mulai banyak berteman. Lalu bagaimana cara mengajarkan agar anak berteman di sekolah?
Hal ini penting sebab hubungan pertemanan dan interaksi sosial dapat berperan dalam perkembangan emosional anak.
Orang tua pun memegang peran penting dalam membantu anak membangun pertemanan yang positif.
Mengapa teman penting bagi anak usia sekolah?
Dikutip dari Raising Children, di usia sekolah biasanya interaksi dengan teman sebaya akan menjadi semakin penting. Pertemanan dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, serta beradaptasi dengan dunia baru.
Saat memiliki teman dekat, anak akan merasa diterima dan menjadi bagian dari suatu kelompok. Punya teman yang baik juga membantu anak merasa lebih dihargai dan memiliki pandangan yang positif terhadap dirinya sendiri.
Selain itu, pertemanan membantu anak mengembangkan berbagai keterampilan hidup yang penting, seperti interaksi dengan orang lain, menyelesaikan konflik, dan memecahkan masalah. Dengan keterampilan ini, anak cenderung lebih kecil kemungkinannya mengalami kesulitan sosial maupun emosional di kemudian hari.
Cara mengajarkan anak berteman di sekolah
Penting bagi orang tua untuk memberi kesempatan kepada anak agar dapat menjalin pertemanan sendiri sesuai dengan waktu dan kecepatannya masing-masing.
Meski begitu, Bunda bisa membantu mengajarkan anak berteman di sekolah mulai dari rumah. Termasuk dengan menciptakan lingkungan rumah yang membuat anak merasa percaya diri untuk berinteraksi.
Berikut beberapa cara mengajarkan anak berteman di sekolah yang dapat Bunda terapkan:
1. Tunjukkan antusiasme terhadap teman baru anak
Jangan lupa untuk selalu menunjukkan rasa senang dan antusias ketika anak mulai memiliki teman baru ya, Bunda. Hal ini memberikan pesan positif kepada anak bahwa memiliki teman baru adalah pengalaman yang menyenangkan.
2. Luangkan waktu untuk mendengar cerita anak
Pastikan orang tua selalu meluangkan waktu untuk mendengarkan ketika anak saat mereka bercerita tentang teman sekelas atau teman barunya. Dengan begitu, anak akan merasa nyaman untuk berbicara kepada Bunda jika suatu saat memiliki masalah terkait pertemanannya.
3. Bermain bersama di rumah
Bunda juga dapat mengajak anak bermain permainan atau melakukan aktivitas di rumah yang dapat melatih keterampilan berteman. Misalnya, permainan papan atau board game. Jenis permainan seperti ini dapat membantu anak belajar bergiliran saat bermain.
4. Ajarkan keterampilan berinteraksi dengan orang lain
Dikutip dari Harvard Health, kemampuan untuk berteman merupakan keterampilan yang paling baik dipelajari mulai di lingkungan keluarga.
Ajarkan anak untuk memiliki kemampuan dasar interaksi, salah satunya bersikap empati. Pastikan setiap anggota keluarga saling memperlakukan dengan adil dan penuh kebaikan.
Biasakan seluruh anggota keluarga saling bertanya tentang aktivitas sehari-hari, minat, maupun pendapat masing-masing. Berikan waktu rutin untuk stop main gadget dan mengobrol dengan keluarga.
5. Melatih anak belajar tentang emosi
Setiap orang pasti pernah merasakan emosi negatif dan dorongan untuk mementingkan diri sendiri. Hal ini perlu dikendalikan dengan baik agar tidak memengaruhi kemampuan berteman.
Oleh karena itu, anak perlu belajar mengatur emosinya sendiri dan peran orang tua menjadi sangat penting.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Developmental Psychology menunjukkan bahwa anak lebih mungkin memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-regulation) yang baik apabila dibesarkan oleh orang tua yang mau berdiskusi dengan penuh empati.
Kemampuan ini juga meningkat jika orang tua mau memberikan arahan positif tentang cara menghadapi suasana hati yang buruk.
Semakin baik kemampuan anak mengendalikan diri, semakin besar pula peluang mereka mampu berteman dengan baik seiring bertambahnya usia.
6. Beri contoh interaksi yang baik
Saat Bunda dan anak berada di luar rumah, tunjukkan sikap yang ramah. Mulailah percakapan, ajukan pertanyaan, dan berinteraksilah dengan orang-orang di sekitar.
Melalui contoh tersebut, anak dapat belajar membangun rasa percaya diri sekaligus memahami cara berbicara dengan orang yang belum mereka kenal.
7. Permudah kesempatan anak untuk berinteraksi
Percakapan dan interaksi biasanya akan lebih mudah terjalin jika dilakukan melalui minat atau aktivitas yang sama.
Nah, Bunda bisa membantu anak belajar berteman dengan mencari minat atau kegiatan favoritnya. Setelah itu, daftarkan pada aktivitas yang sesuai.
Bunda juga bisa coba berkenalan dengan orang tua dari beberapa teman anak, lalu ajak mereka berkumpul, misalnya untuk makan bersama atau melakukan kegiatan santai. Cara ini dapat memberi kesempatan bagi anak-anak untuk saling mengenal dalam suasana yang lebih nyaman.
Saat merencanakan waktu bermain bersama (playdate), pilih aktivitas yang menyenangkan dan mendorong kerja sama, seperti membuat kue, pergi ke taman, atau mengunjungi museum.
Masalah pertemanan di sekolah
Pada masa awal sekolah, anak mungkin menghadapi berbagai masalah pertemanan, seperti merasa dikucilkan, bertengkar dengan teman, atau kesulitan mendapatkan teman. Dalam beberapa situasi, masalah tersebut juga dapat berkaitan dengan perilaku tertentu.
Sebagian anak mungkin menceritakan masalah tersebut kepada orang tua, tapi sebagian lain memilih untuk memendamnya saja.
Di kasus seperti ini, Bunda mungkin akan melihat tanda-tandanya. Misalnya, anak tampak enggan berangkat ke sekolah atau terlihat cemas saat harus berinteraksi dengan teman.
Menurut psikolog klinis, Matthew Rouse, PhD, masalah regulasi diri dapat muncul dengan cara yang berbeda pada setiap anak.
"Beberapa anak bereaksi secara spontan, misalnya dengan menunjukkan reaksi yang sangat besar dan kuat tanpa tanda-tanda atau proses yang bertahap sebelumnya," ujarnya dikutip dari Child Mind Institute.
Sementara pada anak lainnya, tekanan emosional tampak menumpuk sedikit demi sedikit dan mereka hanya mampu menahannya sampai batas tertentu.
Tips membicarakan masalah pertemanan dengan anak
Membicarakan masalah pertemanan memberi kesempatan bagi Bunda untuk memahami apa yang sebenarnya sedang dialami anak.
Percakapan tersebut juga membantu anak memahami dan mengelola perasaannya, sekaligus menemukan cara yang tepat untuk menghadapi masalah.
Berikut beberapa tips yang dapat Bunda lakukan saat anak punya masalah pertemanan di sekolah:
- Tanyakan kepada anak apa yang terjadi dan bagaimana perasaannya.
- Dorong anak untuk bercerita, misalnya awali dengan membagikan pengalaman Bunda saat menghadapi masalah pertemanan di masa kecil.
- Ajak membaca buku yang mengangkat tema persahabatan.
- Ajarkan anak agar berani mengambil keputusan sendiri, bukan hanya mengikuti teman.
Jika anak belum siap bercerita, beri tahu bahwa Bunda akan selalu siap mendengarkan kapan pun mereka membutuhkan.
Dengarkan anak dengan penuh perhatian atau peluk mereka. Terkadang, hal sederhana tersebut sudah cukup membuat mereka merasa lebih baik.
Apabila masalah yang dihadapi cukup besar dan sudah mengganggu kesehatan mental anak, Bunda bisa coba berbicara dengan guru untuk mengetahui apakah ada masalah di sekolah.
Lakukan konsultasi ke tenaga profesional seperti psikolog anak jika perlu, untuk mendapatkan penanganan yang lebih optimal.
Itulah penjelasan tentang cara-cara mengajarkan anak berteman di sekolah. Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Anak Bosan Saat Libur? Coba 7 Mainan Tanpa Gadget Ini!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Cara Tepat Mengajarkan Anak Kendalikan Emosi Marah Menurut Psikolog Anak
12 Cara agar Anak Mau Kooperatif yang Jarang Dilakukan Orang Tua, Dimulai dari Ngobrol
5 Ciri-Ciri Anak yang Punya Mental Kuat, Apakah Si Kecil Salah Satunya?
7 Kondisi dan Sikap Orang Tua yang Bisa Merusak Mental Anak
TERPOPULER
Potret Raline Shah yang Baru Saja Mundur dari Jabatan Stafsus Menkomdigi
Cara Orang Tua Norwegia Mendidik Anak agar Mandiri dan Percaya Diri Sejak Kecil
Cara Membuat Pengharum Ruangan Alami, Rumah Wangi Sepanjang Hari
Jepang Gelar Lomba Tidur Berhadiah Rp233 Juta, Pemenang Ditentukan dari Ini
Gangguan Mental Disebut Jadi Komplikasi Kehamilan Nomor Satu, Ini Penjelasannya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Intip Kontrakan Rp20 Ribu di Jakarta, Begini Kondisinya
Seberapa Paham Kamu Soal Kanker Payudara?
Potret Raline Shah yang Baru Saja Mundur dari Jabatan Stafsus Menkomdigi
Cara Membuat Pengharum Ruangan Alami, Rumah Wangi Sepanjang Hari
Gangguan Mental Disebut Jadi Komplikasi Kehamilan Nomor Satu, Ini Penjelasannya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Tumit Sering Lecet Saat Lari? Ini Cara Mengikat Tali Sepatu Lari yang Bikin Kaki Terkunci
-
Beautynesia
Daftar 18 Manfaat Pemilik KTP Jakarta, Banyak Fasilitas Gratisnya!
-
Female Daily
Siena Made Perkenalkan Sleepless in Siena, Koleksi Kedua dengan Sentuhan Romantis
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Aktor Lee Gyu-han dan Penyanyi Solbi Umumkan Akan Menikah April 2027
-
Mommies Daily
Martha Tilaar Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun, Ini Profil dan Gerakannya untuk Perempuan