PARENTING
Cara Mengenali Anak yang Berpotensi Tumbuh Cerdas dari Kebiasaan Orang Tuanya
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Selasa, 07 Jul 2026 13:35 WIBSetiap orang tua tentu berharap anaknya tumbuh menjadi cerdas dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Namun, kecerdasan anak ternyata bukan hanya dipengaruhi oleh faktor bawaan, Bunda.
Kecerdasan seorang anak bisa juga dipengaruhi oleh lingkungan dan pola pengasuhan orang tuanya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana yang dilakukan orang tua setiap hari dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan kemampuan berpikir hingga kecerdasan emosional anak.
Lantas, kebiasaan apa saja yang dapat menjadi indikator bahwa seorang anak memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pribadi yang cerdas? Simak penjelasannya berikut ini ya!
Kebiasaan orang tua yang bisa memengaruhi kecerdasan anak
Melansir dari laman Your Tango, berikut 10 cara mengenali anak yang berpotensi tumbuh cerdas dari kebiasaan orang tuanya
1. Membatasi waktu anak-anak dalam menonton TV
Menurut pakar bahasa bayi dan salah satu penulis buku Einstein Never Used Flashcards, Roberta Golinkoff, menonton TV merusak kemampuan kognitif anak. Kebiasaan ini juga bisa membuang waktu penting perkembangan otak yang seharusnya digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain, Bunda.
"Bahasa sangat penting untuk pembelajaran anak-anak, dan bahasa yang mereka dapatkan dari televisi tidak disesuaikan dengan kebutuhan individu. Bahasa itu tidak akan menjawab pertanyaan atau mengikuti arahan mereka, padahal itulah cara kita menciptakan anak-anak yang cerdas," katanya.
2. Menyusui anak dalam jangka waktu yang lebih lama
Menurut studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Psychiatry tahun 2008, anak-anak berusia enam tahun yang secara konsisten menyusu saat bayi memperoleh skor lima persen lebih tinggi pada tes IQ, dibandingkan teman sebaya mereka yang tidak mendapatkan ASI. Hasil studi mengungkap bahwa anak-anak dalam kelompok pertama memperoleh nilai lebih tinggi dalam membaca, menulis, dan matematika.
"Hal pertama yang dapat dilakukan seorang perempuan untuk membesarkan anak yang cerdas adalah menyusui," kata ahli genetika Ricki Lewis.
"ASI memiliki persentase lemak yang lebih tinggi daripada susu sapi, yang dibutuhkan untuk melindungi sel-sel otak kita yang melimpah."
3. Mendorong anak-anak untuk memainkan alat musik
Mengenalkan anak dengan alat musik juga bisa menjadi cara terbaik mengenali potensinya, Bunda. Studi yang diterbitkan di jurnal PLoS ONE tahun 2008 mengungkap bahwa anak-anak yang bermain piano atau alat musik gesek memperoleh skor 15 persen lebih tinggi dalam kemampuan verbal dibandingkan anak-anak yang tidak memainkan alat musik.
Selain studi tersebut, sudah banyak penelitian sebelumnya menunjukkan korelasi antara kemampuan musik, kemampuan bahasa, dan IQ. "Gagasan bahwa gen mengendalikan nasib kita disebut determinisme genetik. Kami para ahli genetika selalu menentang gagasan ini," kata Lewis.
4. Membacakan buku untuk anak-anak setiap hari
Penelitian tahun 2017 menemukan, seorang anak yang dibesarkan di rumah yang memiliki setidaknya 500 buku kemungkinan 36 persen lebih besar untuk lulus dari sekolah menengah atas dan 19 persen lebih besar untuk lulus dari perguruan tinggi. Temuan tersebut dibandingkan dengan anak yang memiliki karakteristik serupa tetapi dibesarkan di rumah yang memiliki sedikit atau tanpa buku sama sekali.
"Keberhasilan di sekolah bukan hanya bergantung pada kecerdasan bawaan. Itu juga membutuhkan etos kerja yang baik," kata psikolog Eileen Kennedy-Moore.
"Anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang kita lakukan dan kita katakan. Orang tua yang gemar membaca menunjukkan kepada anak-anak mereka bahwa membaca itu menarik, menyenangkan, dan bermanfaat," sambungnya.
5. Orang tua aktif bergerak
Kebiasaan orang tua yang aktif bergerak bisa bikin anak menyukai aktivitas fisik. Anak yang bergerak aktif cenderung terhindar dari kelebihan berat badan yang dikaitkan dengan kecerdasannya, Bunda. Studi yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association mengaitkan massa tubuh yang lebih tinggi dengan prestasi akademik yang lebih rendah.
"Gaya hidup kurang gerak bisa meninggalkan dampak buruk yang sangat besar bagi anak-anak," kata Golinkoff.
"Jika mereka menonton TV atau bermain game komputer, mereka tidak berinteraksi, dan banyak hal yang bisa membuat kita 'pintar' adalah hal-hal yang hanya dipelajari dalam konteks interaksi sosial."
6. Tidak menunda untuk menjadi ayah
Usia ayah untuk memiliki momongan ternyata juga bisa memengaruhi kecerdasan anaknya di masa depan. Penelitian mengungkap bahwa anak-anak yang lahir dari ayah berusia 20 tahun memperoleh skor tiga hingga enam poin lebih tinggi pada tes IQ dibandingkan anak-anak yang lahir dari ayah yang berusia dua kali lipatnya.
"Usia ayah yang lanjut dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan perkembangan saraf seperti autisme dan skizofrenia, serta disleksia dan penurunan kecerdasan," tulis para peneliti dalam studi di PLoS Medicine tahun 2009.
"Anak-anak dari ayah yang lebih tua menunjukkan gangguan halus pada tes kemampuan neurokognitif."
7. Sering mengajari anak-anak cara bermain juggling
Belajar juggling dapat meningkatkan volume materi abu-abu (grey matter) di otak anak-anak hingga tiga persen. Melalui permainan ini, anak belajar kemampuan motorik yang sulit, namun berharga.
"Mempelajari keterampilan perseptual-motorik yang sulit, seperti bermain juggling atau sulap, dapat memicu peningkatan tiga persen pada volume materi abu-abu di area perhatian visual," tulis para ilmuwan Yale yang laporannya di International Journal of Environmental Research and Public Health tahun 2022.
"Volume materi abu-abu di wilayah frontal otak terkait dengan kemampuan kognitif umum," lanjut mereka.
8. Membiasakan anak belajar banyak kosakata
Menurut ahli, semakin banyak kata yang anak dengar, maka semakin besar kosakatanya, dan semakin tinggi prestasi akademiknya. Dalam sebuah studi, peneliti mengungkap bahwa anak-anak dalam keluarga penerima bantuan sosial mendengar sekitar tiga juta kata per tahun, sementara anak-anak dalam keluarga kelas pekerja mendengar enam juta kata, dan anak-anak dalam keluarga kelas profesional mendengar 11 juta kata.
Menurut penelitian tersebut, anak-anak penerima bantuan sosial mengetahui 500 kata pada usia tiga tahun, dibandingkan dengan 750 dan 1.100 kata pada kelompok lain.
9. Mendorong anak-anak untuk mempelajari bahasa asing
Keputusan Bunda untuk mendaftarkan anak les bahasa asing bisa memengaruhi kecerdasannya lho. Menurut studi yang dilakukan American Psychological Association, anak-anak yang telah mempelajari bahasa asing selama dua tahun memiliki skor SAT 14 persen lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak pernah mempelajari bahasa asing.
Selain itu, satu tahun belajar bahasa asing juga dikaitkan dengan skor SAT yang sedikit lebih tinggi, tetapi bila belajar dua tahun menghasilkan peningkatan sebesar 14 dan 13 persen pada bagian verbal dan matematika. Menurut studi, setiap tahun tambahan belajar bahasa asing pada dasarnya dapat menghasilkan peningkatan lebih lanjut.
"Nilai verbal siswa yang telah mengambil bahasa asing selama empat atau lima tahun lebih tinggi daripada nilai verbal siswa yang telah mengambil mata pelajaran lain selama empat atau lima tahun," demikian isi studi.
10. Menghindari paparan pestisida
Bunda dan Ayah sebaiknya membangun kebiasaan sehat dengan membatasi paparan pestisida dalam kehidupan sehari-hari ya. Pasalnya, anak-anak dari ibu yang terpapar pestisida selama kehamilan memiliki IQ 1,4 persen lebih rendah per peningkatan paparan dibandingkan anak-anak yang ibunya tidak terpapar pestisida.
Studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari Columbia University tersebut mempelajari anak-anak berusia tujuh tahun dan ibu mereka. Studi menemukan hubungan langsung antara paparan prenatal terhadap pestisida dan IQ yang lebih rendah.
Dampak negatif paparan pestisida bahkan lebih besar pada memori kerja, salah satu elemen dari keterampilan penting yang secara kolektif disebut sebagai fungsi eksekutif.
Demikian 10 kebiasaan orang tua yang dapat memengaruhi kecerdasan anaknya. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Orang Tua Wajib Tahu, 5 Tanda Anak Pemalu yang Perlu Didampingi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ternyata Selisih Skor Tes IQ Anak Berkaitan dengan Gejala ADHD, Ini Temuan Studi
9 Jenis Kecerdasan Anak, Bunda Perlu Tahu
Penting! Begini Cara Melatih Kecerdasan Emosional Anak, Bun
Intip Cara Atiqah Hasiholan Latih Kecerdasan Anak Selama Pandemi
TERPOPULER
Puluhan Orang Dirawat di RS usai Konsumsi Mi Instan Rasa Ayam Bawang Terkontaminasi Salmonella
Taylor Swift & Travis Kelce Menikah, Curi Perhatian karena Tak Pakai Bridesmaid
Cara Mengenali Anak yang Berpotensi Tumbuh Cerdas dari Kebiasaan Orang Tuanya
Pelukan Hangat Anak-anak Kate Middleton usai Sang Bunda Taklukkan 3 Gunung Tertinggi di Inggris Raya
Panduan Vaksin Ibu Hamil Terbaru, Ini Daftar yang Direkomendasikan Dokter Kandungan AS
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Kukus Dandang Bakso yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Botol Minum Tali Panjang untuk Anak TK, Awet & Mudah Dibersihkan
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sendok Panci dan Centong Stainless Steel yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Name Tag MPLS untuk PAUD, SD, SMP, dan SMA yang Kreatif
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel 316 Terbaik, Lebih Aman, Tahan Panas & Karat
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tanpa Disadari, Pola Asuh Agresif Bisa Memengaruhi Cara Anak Menghadapi Stres
Puluhan Orang Dirawat di RS usai Konsumsi Mi Instan Rasa Ayam Bawang Terkontaminasi Salmonella
Taylor Swift & Travis Kelce Menikah, Curi Perhatian karena Tak Pakai Bridesmaid
Panduan Vaksin Ibu Hamil Terbaru, Ini Daftar yang Direkomendasikan Dokter Kandungan AS
Cara Mengenali Anak yang Berpotensi Tumbuh Cerdas dari Kebiasaan Orang Tuanya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Dituding Telantarkan Nafkah Anak, Sandy Tumiwa: Mungkin Kamu Lupa, Tes?
-
Beautynesia
BeauPicks: 5 Tas Stylish untuk Kerja hingga Hangout dari Brand Lokal
-
Female Daily
LUH Resmi Debut Lewat Koleksi Re:Bloom, Hadirkan Sentuhan Warisan Indonesia dalam Siluet Modern!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Anak Barbie Hsu Tinggal Bersama Pengasuh, Perlakuan Ibu Tiri Jadi Sorotan
-
Mommies Daily
8 Penyebab Milia di Wajah pada Perempuan Usia 40 Tahun ke Atas, Stop Sekarang!