PARENTING
5 Kalimat Sederhana yang Bikin Anak Merasa Berharga dan Dicintai
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 09 Jul 2026 18:20 WIBSetiap anak ingin merasa diterima dan dicintai tanpa syarat oleh orang tuanya. Salah satu cara untuk membuat anak merasa berharga dan dicintai adalah mengucapkan kalimat positif, Bunda.
Ucapan yang penuh perhatian dapat memperkuat rasa percaya diri, memberikan rasa aman, serta membantu anak memahami bahwa dirinya berharga. Melalui kata-kata yang tulus, orang tua juga dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan anaknya.
Para psikolog telah lama mengamati bahwa bahasa sehari-hari di rumah menjadi 'suara batin' untuk anak. Ketika orang dewasa fokus untuk memvalidasi emosi dan menawarkan kasih sayang tanpa syarat, anak-anak mulai merasa aman dengan diri mereka sendiri.
"Membantu anak merasa dicintai dan istimewa terpisah dari saudara kandungnya dapat membentuk identitas mereka dan mempersiapkan kepercayaan diri mereka yang lebih baik di masa depan. Sebaliknya, anak-anak yang tidak merasakan ikatan khusus dengan orang tua mungkin akan berperilaku buruk di kemudian hari," kata psikolog anak berlisensi di Menlo Park, California, Laura Kauffman, PhD.
"Pada akhirnya, tujuan kita sebagai orang tua adalah untuk menyampaikan cinta tanpa syarat melalui perhatian yang terfokus dengan batasan dan aturan yang jelas, yang memungkinkan anak untuk mentolerir jeda yang tak terhindarkan dalam perhatian kita," sambungnya dilansir laman Parents.
Kalimat sederhana yang bikin anak merasa berharga dan dicintai
Ada beberapa kalimat positif yang dapat Bunda ucapkan ke anak agar ia merasa berharga dan dicintai. Simak 5 kalimatnya, seperti dikutip dari Times of India:
1. "Bunda memperhatikan betapa kerasnya kamu terus berusaha"
Kalimat pujian seperti ini cukup efektif untuk membuat anak merasa berharga dan dicintai. Kalimat ini dapat menggambarkan perilaku, bukan identitas.
Studi yang diterbitkan di American Psychological Association menunjukkan bahwa pujian terhadap proses, termasuk pujian atas usaha, strategi, dan ketekunan, cenderung memberikan motivasi pada anak.
Sebaliknya, pujian yang terlalu berfokus pada sifat dapat menjadi bumerang, terutama setelah mengalami kemunduran. Pasalnya, hal itu sama saja mengaitkan nilai seorang anak dengan kinerja.
Seorang anak yang terus-menerus mendengar "kamu sangat pintar" mungkin mulai takut menghadapi situasi di mana mereka mungkin gagal, karena kegagalan tidak lagi terasa seperti bagian normal dari pembelajaran. Hal itu mulai terasa seperti bukti bahwa identitas itu sendiri tidak pernah benar.
2. "Perasaan yang kamu rasakan itu masuk akal"
Anak-anak tidak membutuhkan orang dewasa untuk memperbaiki setiap emosi. Mereka membutuhkan orang dewasa untuk memahaminya terlebih dahulu.
Ketika seorang anak mendengar kata-kata seperti "Saya mengerti mengapa kamu merasa sedih" atau "Itu terdengar sangat sulit," maka sistem saraf mereka sering kali mulai tenang. Mereka belajar bahwa emosi bukanlah hal yang berbahaya atau memalukan, tetapi pengalaman yang dapat dikelola dan bersifat sementara.
Perlu dicatat, validasi adalah alat yang ampuh karena agar anak merasa dilihat dan diterima. Validasi dengan kalimat sederhana ini dapat membantu anak-anak menenangkan diri dan merasa tidak terlalu sendirian di tengah emosi yang besar.
3. "Kamu punya hak untuk berpendapat dalam hal ini"
Rasa percaya diri tumbuh ketika anak-anak merasakan diri mereka sebagai 'individu' yang mampu, bukan hanya orang yang selalu menerima instruksi. Penelitian tentang dukungan otonomi menunjukkan bahwa ketika orang tua mengambil perspektif anak, meminta masukan, dan memberikan beberapa pilihan nyata, anak-anak lebih cenderung merasa dianggap dan berharga.
Anak yang dipercaya untuk membuat keputusan yang sesuai dengan usianya, dapat terbiasa mengungkapkan pendapat. Ia juga bisa berkontribusi pada kehidupan keluarga dengan melihat diri mereka sebagai seseorang yang penting.
Tapi perlu diingat, hal itu tidak berarti anak-anak harus mengendalikan setiap keputusan di rumah tangga. Sebaliknya, ini berarti menciptakan ruang di mana pemikiran mereka diakui, bukan diabaikan oleh orang tuanya.
4. "Tidak apa-apa membuat kesalahan"
Ungkapan ini penting karena banyak anak belajar memperlakukan kesalahan sebagai bukti kegagalan pribadi. Mereka mulai menginternalisasi tekanan untuk melakukan semuanya dengan benar tanpa harus menyalahkan diri terus.
Anak yang terus-menerus dikoreksi, dibandingkan, atau dikritik mungkin perlahan-lahan berhenti bereksperimen sama sekali. Alih-alih mengeksplorasi secara bebas, mereka mulai menghitung setiap langkah secara emosional, mencoba menghindari rasa malu dan kekecewaan, bahkan sebelum itu terjadi.
Beberapa anak menjadi terlalu berhati-hati, sementara yang lain berhenti berpartisipasi sama sekali karena kegagalan membuat mereka merasa tidak aman secara emosional. Bahkan pujian pun dapat mulai terasa menegangkan ketika tampaknya hanya terkait dengan pencapaian.
5. "Bunda mencintai kamu, bahkan saat keadaan sulit"
Kalimat ini mungkin ungkapan yang paling ampuh untuk menenangkan anak ketika merasa jatuh. Penelitian tentang penghargaan tanpa syarat menunjukkan bahwa anak-anak yang merasa dihargai meskipun mengalami kemunduran akan terlindungi dari perasaan negatif terhadap diri sendiri. Pasalnya, apa yang mereka serap bukan hanya kasih sayang, tetapi juga stabilitas, di mana harga diri anak tidak hilang ketika mereka berjuang.
Ungkapan-ungkapan itu juga berhasil karena membangun 'suara batin' anak. Seiring waktu, anak mulai mendengar apa yang telah diulang-ulang oleh orang tua. Melalui kalimat tersebut, anak dapat mengelola perasaannya dengan baik, bisa mengatasi kesalahan, dan tidak menganggap cinta sebagai hadiah.
Kalimat "Bunda mencintai kamu, bahkan saat keadaan sulit" dapat menunjukkan harga diri menjadi sesuatu yang lebih dalam daripada pujian. Itu menjadi tempat di mana anak dapat berdiri sendiri dengan kuat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Terbukti, Ini Kalimat yang Bisa Membantu Anak Mengatasi Rasa Kesal dari Balita Sampai Dewasa
Psikolog Ungkap 7 Kalimat Sederhana yang Bisa Membuat Anak Lebih Percaya Diri
4 Kalimat Positif Ini Sering Digunakan Orang Tua yang Anaknya Sukses
25 Kalimat Positif untuk Memberi Motivasi pada Anak
TERPOPULER
Sabrina Chairunnisa Pilih Mundur dari S3 UI Usai Putuskan Pindah ke New York
5 Kalimat Sederhana yang Bikin Anak Merasa Berharga dan Dicintai
4 Cara Membuat Klepon yang Mudah Anti Gagal, Nikmatnya Pecah di Mulut
Tuhan Maha Baik! 22 Tahun Menanti, Pasangan Asal Sumenep Diberi Anak Kembar
Hukum Istri Mengambil Uang Suami yang Pelit Tanpa Izin
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Dandang Ukuran Besar Stainless Steel yang Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curling Iron Terbaik, Cocok untuk Styling Rambut Sehari-hari
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Kukus Dandang Bakso yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Botol Minum Tali Panjang untuk Anak TK, Awet & Mudah Dibersihkan
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sendok Panci dan Centong Stainless Steel yang Bagus
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
75 Contoh Cita-Cita MPLS 2026 yang Unik untuk Murid Baru
Sabrina Chairunnisa Pilih Mundur dari S3 UI Usai Putuskan Pindah ke New York
4 Cara Membuat Klepon yang Mudah Anti Gagal, Nikmatnya Pecah di Mulut
5 Kalimat Sederhana yang Bikin Anak Merasa Berharga dan Dicintai
Tuhan Maha Baik! 22 Tahun Menanti, Pasangan Asal Sumenep Diberi Anak Kembar
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Park Ji Hyun dan Song Jong Ki Reunian di Drama 'Love Cloud'
-
Beautynesia
Sederet Outfit Nikita Willy saat Liburan Keluarga di Eropa, Serba Simple dan Timeless
-
Female Daily
Viral saat Piala Dunia 2026, Ini Cerita di Balik Ikat Rambut Erling Haaland!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
10 Tahun Wilsen Willim Berkarya dan Komitmen pada Wastra
-
Mommies Daily
20 SD Inklusi di Jabodetabek yang Bisa Menjadi Pilihan Orang Tua