Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

7 Kebiasaan Parenting Ini Bisa Membuat Anak Mudah Meledak Emosi

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 18 Jan 2026 18:40 WIB

Psikolog Ungkap 3 Kalimat yang Harus Diucapkan Orang Tua saat Anak Marah & Kecewa
Ilustrasi Anak Emosi/Foto: Getty Images/iStockphoto/PRImageFactory
Daftar Isi
Jakarta -

Rasa marah merupakan salah satu bentuk emosi yang dirasakan oleh setiap manusia, termasuk anak-anak. Kita sering mendapati mereka menunjukkan kemarahannya lewat tangisan yang keras, teriak-teriak, atau bahkan tantrum.

Terkadang, Bunda merasa bingung sendiri saat harus menghadapi situasi seperti ini. Rasanya sulit menenangkan mereka, apalagi kalau emosinya datang tiba-tiba.

Dikutip dari Times of India, belum lama ini, parenting coach sekaligus influencer di Inggris, Gigi, membagikan video yang langsung ramai diperbincangkan netizen. Dalam videonya, ia mengatakan bahwa banyak orang tua yang tanpa sadar memicu ledakan emosi anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ternyata, kebiasaan sehari-hari yang kita anggap biasa bisa membuat anak cepat frustrasi dan mudah tantrum. Hal ini yang bikin emosi mereka jadi sering meledak, Bunda.

Nah, lantas, kebiasaan parenting seperti apa yang membuat anak mudah meledak emosi? Yuk, kita simak bersama.

Kebiasaan yang bisa membuat anak mudah meledak emosi

Menilik dari laman Times of India, ada beberapa kebiasaan orang tua yang ternyata bisa membuat anak mudah meledak emosinya.

1. Arahan yang diberikan membingungkan

Tanpa kita sadari, Bunda sering bertanya tentang sesuatu hal, padahal sebenarnya tidak ada pilihan lain. Hal ini yang justru bisa bikin anak merasa boleh menolak atau menunda.

Kalau Bunda suka mengatakan, "Bisakah kamu memakai sepatumu?" atau "Bisakah kamu menyikat gigimu sendiri?", anak akan merasa tidak apa-apa untuk mengatakan tidak. Cara seperti ini yang membuat mereka merasa punya kontrol dan mudah meledak emosinya.

Jika Bunda memberi arahan dengan nada tenang dan tegas, misalnya, "Sekarang waktunya memakai sepatu atau menyikat gigi ya," anak pun jadi lebih mudah untuk mengerti.

2. Selalu mengulang instruksi

Memberi instruksi secara berulang-ulang bisa membuat anak terbiasa menunda dan akhirnya meledak emosinya. Setiap kali Bunda mengatakan hal yang sama berkali-kali, anak pun biasanya tidak segera menanggapi.

Ketika Bunda berkata, "Bersihkan. Saya bilang bersihkan. Saya tidak akan meminta lagi", anak bisa menangkap kesan bahwa mereka boleh menunda. Pengulangan seperti ini yang bikin anak jadi merasa seolah-olah mereka punya kontrol sendiri.

Seorang parenting coach, Gigi, menyarankan orang tua untuk memberikan instruksi satu kali saja.

"Cukup beri instruksi satu kali, lalu tunggu sepuluh detik sebelum mendekati anak. Bunda juga bisa menanyakan dengan tenang, 'Bagaimana saya bisa membantu kamu memulai?' supaya anak lebih mau bekerja sama," ujarnya.

3. Aturan di rumah sering berubah

Anak-anak mudah bingung kalau aturan di rumah sering berubah-ubah. Misalnya, sesuatu yang hari ini diperbolehkan, besok tiba-tiba dilarang karena suasana hati orang tua berbeda.

Mereka jadi tidak tahu apa yang benar dan salah, sehingga sering kali mencoba melanggar batasan untuk melihat reaksi dari orang tuanya. Inilah yang bisa membuat mereka cepat meledak emosinya.

Dalam hal ini, Gigi menyarankan orang tua untuk memilih beberapa aturan penting yang harus dipatuhi. Lewat cara ini, anak pun jadi lebih paham batasannya dan tahu apa yang diharapkan.

4. Mengubah jawaban dengan sesuka hati

Anak cepat menangkap kalau jawaban 'tidak' bisa tiba-tiba berubah menjadi 'boleh' hanya karena orang tua mengubah keputusan. Perubahan aturan yang seperti ini bisa membuat mereka bingung dan sulit memahami batasannya.

Nah, kalau Bunda sering mengalah hanya karena anak merengek, anak pun akan belajar bahwa mereka bisa dengan mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Untuk menghindarinya, orang tua sebaiknya tetap konsisten dengan keputusan yang sudah diambil. Alih-alih mengalah, Bunda bisa menawarkan solusi atau kegiatan lain untuk mengalihkan perhatian anak.

5. Memberi nasihat saat anak sudah emosi

Tak jarang, kita ingin mengajari anak ketika mereka sudah mulai marah atau kesal. Namun sebenarnya, saat anak sedang kewalahan, mereka jadi sulit menerima arahan dari orang tuanya.

"Ketika anak sedang kewalahan, otaknya belum siap menerima apa pun. Memberi ceramah di saat itu justru membuat anak tambah frustrasi dan emosinya meledak," ujar Gigi.

Untuk itu, ia menyarankan untuk menunggu anak tenang terlebih dahulu sebelum mulai memberikan arahan. Dengan begitu, Bunda bisa mengajarkan hal yang benar tanpa membuat anak semakin kesal.

6. Instruksi yang diberikan terlalu banyak

Memberikan anak banyak tugas sekaligus bisa bikin mereka cepat kewalahan, Bunda. Misalnya, "Sikat gigimu, kemasi tasmu, bersihkan kamarmu," itu dapat membuat anak merasa tertekan dan bahkan menolak.

Bicara soal hal ini, Gigi memberikan gambaran kepada orang tua saat memberi insturksi kepada anak. "Berikan satu tugas dalam satu waktu agar anak bisa fokus. Dengan cara ini, anak mudah menyelesaikan tugasnya dan tidak cepat frustrasi," saran Gigi.

Menurutnya, pendekatan sederhana seperti inilah yang bisa mengurangi stres dan menurunkan kemungkinan anak menolak atau membangkang, Bunda.

7. Menuduh dan menyalahkan anak dengan sengaja

Sering kali, orang tua langsung berpikir anaknya sengaja bertingkah untuk memprovokasi. Padahal, sebagian besar anak tidak berniat menantang atau membuat kesal orang tuanya.

Anak biasanya hanya sedang berurusan dengan perasaan mereka sendiri, seperti marah, sedih, atau frustrasi. Mereka juga bisa kebingungan menghadapi perubahan atau situasi baru di sekitar mereka.

Kalau Bunda langsung menuduh atau menyalahkan, anak justru akan merasa tidak dimengerti oleh orang tuanya. Inilah yang membuat emosi mereka semakin meledak dan sulit untuk dikendalikan.

Daripada menuduh, cobalah bertanya dengan tenang, seperti "Apa yang terjadi?" atau "Apakah kamu ingin aku membantu?". Lewat cara ini, anak pun akan lebih tenang dan mau diajak bekerja sama.

Itulah penjelasan mengenai berbagai kebiasaan parenting yang bisa membuat anak lebih mudah meledak emosi. Semoga informasi ini bisa bantu Bunda untuk lebih memahami perasaan anak, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda