Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Konjungsi Penerangan: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 19 Jul 2026 15:35 WIB

Contoh Soal FPB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Zhonghui Bao
Daftar Isi
Jakarta -

Dalam Bahasa Indonesia, ada unsur-unsur yang harus memiliki kepaduan dalam kesatuan pada sebuah wacana. Kepaduan tersebut bisa tercipta dengan adanya konjungsi. Konjungsi merupakan unsur penting dalam menyusun sebuah wacana.

Menurut Yeni Maulina dari Balai Bahasa Riau Kemdikdasmen dalam publikasinya yang berjudul Penggunaan Konjungsi dalam Wacana Pembelajaran Literasi, konjungsi merupakan kata yang menghubungkan satuan-satuan sintaksis, baik antarkata, antarfrasa, antarklausa, maupun antarkalimat.

Keberadaan konjungsi dalam sebuah wacana dapat meluaskan satuan dalam konstruksi kalimat, baik yang setataran maupun tidak. Adanya konjungsi menjadikan hubungan antarkalimat mampu membentuk kalimat yang padu dan logis sehingga ide yang  disampaikan menjadi mudah dipahami.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dikutip dari laman Ruang Murid Kemendikdasmen, konjungsi merupakan kaidah kebahasaan. Kaidah kebahasaan adalah aturan tentang penggunaan kata atau kalimat yang terdapat pada sebuah teks. Pada dasarnya bentuk kata dan kalimat pada setiap jenis teks berfungsi untuk menandakan perbedaan ciri suatu teks atau cerita.

Dalam artikel kali ini, akan dibahas tentang konjungsi penerang. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga contohnya. Untuk memahaminya, simak informasi selengkapnya berikut ini.

Apa itu konjungsi penerang?

Konjungsi penerang adalah konjungsi yang menerangkan atau menjelaskan kata atau kelompok kata yang dikatakan sebelumnya. Kata-kata yang umum digunakan dalam jenis konjungsi ini meliputi bahwa, yakni, yaitu, adalah, dan ialah.

Ciri-ciri konjungsi penerang adalah berada dalam satu kalimat, berkaitan dengan subjek, objek, pelengkap, hingga keterangan, menjelaskan dan menerangkan maksud dari suatu peristiwa. 

Jenis-jenis konjungsi penerang

Dikutip dari detikcom, konjungsi penerang secara konseptual dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis-jenis konjungsi penerang:

  • Konjungsi aditif: Konjungsi yang melakukan penggabungan terhadap dua unsur gramatika dalam satu kalimat. Contoh katanya adalah serta, dan, lalu.
  • Konjungsi disjungtif: Konjungsi yang melakukan penggabungan terhadap dua aspek kalimat yang sifatnya berlawanan. Contohnya adalah atau, maupun, entah.
  • Konjungsi pertentangan: Konjungsi yang digunakan untuk frasa atau kalimat yang sifatnya bertentangan. Contoh katanya adalah sedangkan, namun, tetapi.
  • Konjungsi final: Konjungsi yang digunakan untuk menggabungkan dua aspek kalimat yang memiliki konotasi penyelesaian. Contohnya adalah agar, supaya.
  • Konjungsi waktu (temporal): Konjungsi yang digunakan untuk membantu memberikan kronologi atau urutan waktu pada dua peristiwa. Contohnya seperti hingga, ketika.
  • Konjungsi sebab: Konjungsi yang digunakan untuk frasa atau kalimat yang memiliki aspek "sebab". Contohnya adalah sebab, sebab itu.
  • Konjungsi perbandingan: Konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan dua kalimat dalam konteks perbandingan. Contohnya adalah bagaikan, misalnya, seperti.

Contoh kalimat konjungsi penerang

Berikut beberapa contoh kalimat konjungsi penerang agar lebih mudah dipahami:

1. Contoh kalimat dengan konjungsi penerang “yakni”

Contoh kalimat dengan konjungsi penerang "yakni" adalah sebagai berikut:

  • Indonesia memiliki banyak pulau besar, yakni Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
  • Mereka akan mengunjungi satu kota bersejarah, yakni Yogyakarta.
  • Kamila memiliki satu hobi favorit, yakni membaca novel.

2. Contoh kalimat dengan konjungsi penerang “yaitu”

Contoh kalimat dengan konjungsi penerang "yaitu" adalah sebagai berikut:

  • Rona memiliki dua hewan peliharaan, yaitu kucing dan kelinci.
  • Penyebab utama banjir yaitu saluran air yang tersumbat sampah.
  • Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.

3. Contoh kalimat dengan konjungsi aditif

Contoh kalimat dengan konjungsi aditif adalah sebagai berikut:

  • Ayah membaca koran dan menikmati secangkir kopi.
  • Peserta ujian diminta membawa kertas HVS serta alat tulis.
  • Bel berbunyi, lalu para siswa masuk ke kelas.

4. Contoh kalimat dengan konjungsi disjungtif

Contoh kalimat dengan konjungsi disjungtif adalah sebagai berikut:

  • Teh atau kopi dapat dipilih sebagai minuman.
  • Kegiatan tersebut terbuka bagi pelajar maupun masyarakat umum.
  • Ia tidak tahu entah kakaknya sudah berangkat entah masih di rumah.

5. Contoh kalimat dengan konjungsi pertentangan

Contoh kalimat dengan konjungsi pertentangan adalah sebagai berikut:

  • Cuaca di daerah pegunungan sejuk, sedangkan di pantai terasa panas.
  • Harga barang itu cukup mahal, namun kualitasnya sangat baik.
  • Riza sudah berlatih setiap hari, tetapi ia belum memenangkan pertandingan.

6. Contoh kalimat dengan konjungsi final (tujuan)

Contoh kalimat dengan konjungsi final atau konjungsi tujuan adalah sebagai berikut:

  • Kita harus menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit.
  • Saya berolahraga secara teratur agar tubuh tetap sehat.
  • Di hari pertama sekolah, para siswa berangkat lebih pagi supaya tidak terlambat.

7. Contoh kalimat dengan konjungsi waktu

Contoh kalimat dengan konjungsi waktu atau konjungsi temporal adalah sebagai berikut:

  • Burung-burung mulai berkicau ketika matahari terbit.
  • Hujan turun hingga pagi hari.
  • Toko itu buka hingga pukul 22.00.

8. Contoh kalimat dengan konjungsi sebab

Contoh kalimat dengan konjungsi sebab adalah sebagai berikut:

  • Tanaman itu layu sebab tidak disiram setiap hari.
  • Acara dibatalkan sebab cuaca sangat buruk.
  • Jalan menuju sekolah tergenang banjir. Sebab itu, banyak siswa datang terlambat.

9. Contoh kalimat dengan konjungsi perbandingan

Contoh kalimat dengan konjungsi perbandingan adalah sebagai berikut:

  • Ada banyak makanan khas Indonesia, misalnya rendang dan pempek.
  • Beberapa sayuran mengandung banyak vitamin, misalnya wortel dan bayam.
  • Kota besar seperti Jakarta dan Surabaya memiliki banyak gedung tinggi.

Itulah contoh-contoh kalimat penerangan yang bisa dipelajari Si Kecil di rumah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda