HaiBunda

PARENTING

Anak Bilang "Aku Tidak Bisa"? Psikolog Minta Orang Tua Hindari Mengucapkan Kalimat Ini

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 15 Jul 2026 16:15 WIB
Ilustrasi Bunda dan anak / Foto: Getty Images/iStockphoto/Tomwang112
Jakarta -

Tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya kesulitan. Ketika anak berkata, "Aku tidak bisa", banyak orang tua secara refleks merespons dengan kalimat yang terdengar menyemangati.

Namun, menurut para psikolog, tidak semua respons memiliki dampak yang positif bagi perkembangan anak. Alih-alih langsung membantah atau meresponsnya, orang tua dianjurkan untuk memilih kata-kata yang mendorong anak untuk bisa belajar dari kesulitan.

Pendekatan tersebut diyakini dapat membantu membangun ketahanan mental anak. Tak hanya itu, memilih kata yang tepat juga dapat menumbuhkan keyakinan bahwa kemampuan anak dapat berkembang melalui usaha dan latihan.


Hindari kalimat "Kamu pasti bisa" sebagai respons ke anak

Menurut psikolog Dr. Annie Simpson, ungkapan "Kamu pasti bisa melakukannya" mungkin bermaksud baik, namun tanpa disadari kalimat tersebut dapat membuat anak merasa tidak dipahami. Alih-alih membangun kepercayaan diri, ungkapan ini mungkin secara tidak sengaja mengabaikan emosi yang dialami anak.

Ketika seorang anak berkata "Aku tidak bisa melakukannya", ia sering kali mengalami sesuatu yang jauh lebih dari sekadar tidak mampu untuk menyelesaikan suatu tugas. Memberikan respons "Kamu pasti bisa", dapat berarti orang tua bersikeras bahwa anak-anaknya tidak boleh takut.

Penelitian psikologis selama bertahun-tahun telah membuktikan bahwa kepercayaan diri jarang muncul sebelum tindakan. Ingat ya, anak-anak tidak butuh perdebatan tentang apakah mereka mampu, tetapi bimbingan tentang bagaimana mengambil langkah selanjutnya.

Kalimat pengganti "Kamu pasti bisa"

Terdapat tiga respons yang bisa Bunda katakan saat anak bilang "Aku tidak bisa", untuk menggantikan jawaban "Kamu pasti bisa. Simak penjelasannya berikut ini:

1. "Belum"

Mengganti kalimat "Kamu bisa" dengan "Belum" dapat mengubah seluruh percakapan. Alih-alih menantang keyakinan anak, hal itu dapat memperkenalkan gagasan bahwa kemampuan anak bisa berkembang seiring waktu.

"Penggantian sederhana ini dapat menunjukkan kita tidak berdebat, tapi menambahkan 'garis waktu' bagi anak," ungkap Simpson, dikutip dri Times of India.

Dalam psikologi, perubahan sederhana ini disebut sebagai pola pikir pertumbuhan, yang menjelaskan bahwa kecerdasan dan keterampilan dapat meningkat melalui latihan. Frasa ini membantu anak-anak memahami bahwa perjuangan itu tidak permanen dan mereka dapat mengatasinya nanti.

2. "Kamu tidak harus menginginkannya. Kamu hanya perlu memulainya"

Kalimat sederhana ini memberi anak-anak 'izin' untuk merasa gugup, frustasi, atau bahkan enggan. Kenapa itu penting? Anak-anak akan merasa bahwa orang tua mereka mengakui perasaan tidak nyaman yang mereka alami.

Seiring waktu, anak-anak akan belajar bahwa mereka tidak perlu menunggu sampai mereka sempurna, mereka hanya perlu mencobanya. Tak hanya itu, pola pikir ini juga dapat membantu mereka membangun ketahanan dan kepercayaan diri yang bertahan hingga dewasa.

3. "Apa langkah pertama yang bisa kamu lakukan?"

Ketika anak-anak memandang suatu tantangan sebagai tugas yang sangat besar, mereka mudah merasa kewalahan dan menyerah sebelum memulai. Saat anak menghadapi hal itu, Bunda bisa mengatakan kalimat ini untuk menenangkannya.

"Sederhanakan seluruh hal yang menakutkan itu menjadi 'langkah pertama'," ungkap Simpson.

Kalimat "Apa langkah pertama" dapat mengalihkan fokus anak dari tujuan akhir yang menakutkan ke satu tindakan kecil yang dapat ia kelola dengan baik. Anak diharapkan bisa memecah tugas menjadi langkah-langkah yang lebih kecil, sehingga membuatnya merasa tidak terancam.

Ketiga pilihan kalimat di atas dapat digunakan untuk merespons anak yang terlihat sudah mau menyerah. Kalimat-kalimat tersebut dapat membimbing anak untuk melewati masalahnya.

Itulah kalimat yang sebaiknya dihindari dan dikatakan orang tua ketika anak mengatakan "Aku tidak bisa". Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tak Perlu Berdebat, Ini Kalimat Tegas untuk Menghadapi Orang yang Suka Meremehkan Perasaan

Mom's Life Amira Salsabila

Kenapa saat Demam Sering Mimpi Aneh? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya

Mom's Life Amira Salsabila

150 Nama Bayi Terinspirasi Teratai dan Artinya untuk Anak Laki-laki & Perempuan

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Kenapa Program Bayi Tabung Mahal? Ini Fakta di Baliknya

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Potret Omesh dan Dian Ayu Bangga Putri Sulungnya Ikut Lomba Debat di Bangkok

Parenting Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Tanda Bayi Siap Merangkak & Cara Stimulasi agar Perkembangannya Optimal

Kenapa saat Demam Sering Mimpi Aneh? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya

Tak Perlu Berdebat, Ini Kalimat Tegas untuk Menghadapi Orang yang Suka Meremehkan Perasaan

5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah

Kenapa Program Bayi Tabung Mahal? Ini Fakta di Baliknya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK