HaiBunda

PARENTING

Ayah Sering Bercanda Receh? Ternyata Dad Jokes Punya Manfaat untuk Tumbuh Kembang Anak

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 16 Jul 2026 18:20 WIB
Ilustrasi Ayah Sering Bercanda Receh? Ternyata Dad Jokes Punya Manfaat untuk Tumbuh Kembang Anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Pruksachat Lapvilai
Jakarta -

Candaan receh ala ayah atau dad jokes sering kali membuat anak tertawa sekaligus menggelengkan kepala. Candaan ini kadang terasa garing dan mudah ditebak oleh anak, Bunda.

Meski kerap dianggap receh, dad jokes yang dilontarkan seorang ayah ternyata memiliki manfaat untuk tumbuh kembang anak. Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Aarhus University, Marc Hye-Knudsen, menemukan bahwa lelucon ayah sebenarnya dapat membantu anak-anak mengembangkan ketahanan untuk menahan rasa malu.

Tak hanya itu, anak-anak juga bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang nyaman dengan diri mereka sendiri. Demikian seperti melansir dari laman Deseret News.


Menurut Hye-Knudsen, dad jokes dapat menjadi alat pengajaran yang 'sangat cocok untuk era modern' seperti saat ini. Ketika mendengarkan lelucon-lelucon memalukan ini, anak-anak dapat mengembangkan toleransi yang lebih tinggi terhadap rasa malu dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam budaya Barat kontemporer, yang menghargai individualisme daripada kesesuaian tradisional, merupakan suatu keuntungan ketika seseorang dapat menahan rasa malu jangka pendek yang timbul dari pelanggaran norma sosial demi mempertahankan jati diri yang autentik terlepas dari tekanan sosial eksternal.

Para ayah biasanya menggunakan dad jokes dalam bermain dengan anak-anak dibandingkan para Bunda. Hye-Knudsen mengatakan bahwa ada beberapa faktor budaya yang menyebabkan hal itu terjadi.

Ia mengatakan bahwa audiens sebenarnya dari dad jokes adalah para ayah itu sendiri. Mereka melakukannya karena melihat anak-anak merasa malu ketika mereka menceritakan lelucon-lelucon tersebut, Bunda.

"Sifat laki-laki yang lebih agresif dan tegas dibandingkan perempuan dapat mendorong mereka untuk lebih agresif dan suka menggoda dalam permainan dan humor dengan anak-anak," ungkap Hye-Knudsen, dilansir British Psychological Society.

"Sementara sifat perempuan yang lebih mudah bergaul dan cemas dapat menghambat mereka dalam hal ini karena takut secara tidak sengaja menyakiti anak-anak secara fisik atau emosional, sehingga menghasilkan gaya bermain dan humor yang berbeda," sambungnya.

Kebanyakan ayah yang menceritakan dad jokes tidak tahu mengapa mereka suka menceritakan lelucon itu ke anak-anaknya. Mereka biasanya hanya tergerak oleh ciri kepribadian khas untuk menggoda anak-anak.

Meski kebiasaan ini dianggap unik, tak ada salahnya untuk sesekali melakukan ke anak. Selain menghibur, anak dapat mengingatnya sebagai suatu humor yang bisa diceritakan ulang kelak.

"Jadi, untuk semua ayah di luar sana yang suka menceritakan dad jokes kepada anak-anaknya, jangan biarkan erangan atau kejengkelan anak-anak yang nyata menghentikan kita," ujar Hye-Knudsen.

"Kita sedang berpartisipasi dalam tradisi yang panjang dan membanggakan, dan lelucon kita yang dianggap sangat buruk dan memalukan bahkan mungkin bermanfaat bagi mereka. Terus ulangi permainan kata-kata usang yang sama, tahun demi tahun," lanjutnya.

Pentingnya peran ayah untuk kesehatan mental anak

Dad jokes dapat digunakan seorang ayah untuk mempererat bonding dengan anak-anaknya. Pasalnya, kehadiran seorang ayah memiliki dampak positif pada seluruh keluarga.

Menurut ulasan di laman Institute for Family Studies, kehadiran para ayah tidak hanya membantu anak-anak dalam berbagai hal, mereka juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ibu. Mereka juga membantu kesejahteraan emosional dan mental, serta cenderung meningkatkan status sosial ekonomi keluarga.

Sebuah studi dari Journal of Pediatric Psychology tahun 2005 menemukan bahwa keterlibatan ayah dalam keluarga mengarah pada kesehatan fisik anak yang lebih baik. Hasil psikologis dan fisik anak-anak sangat meningkat ketika ayah hadir secara aktif dalam kehidupan anak-anak.

Banyak hasil penelitian memang menunjukkan keuntungan yang diterima anak bila mereka sering berinteraksi bersama ayahnya. Keuntungan tersebut tak hanya berdampak secara sosial, tapi juga bisa memengaruhi kemampuan akademis anak, Bunda.

Itulah manfaat dad jokes pada perkembangan anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang Cerdas dari Warna Favorit saat Memilih Baju

Mom's Life Amira Salsabila

Ayah Sering Bercanda Receh? Ternyata Dad Jokes Punya Manfaat untuk Tumbuh Kembang Anak

Parenting Annisa Karnesyia

Resep Biscoff Mango Float, Dessert Tanpa Oven yang Sedang Viral

Mom's Life Amira Salsabila

Penyakit Jantung Bawaan pada Anak: Kenali Gejala seperti Mudah Lelah dan Bibir Kebiruan

Parenting Tim HaiBunda

Tanda-Tanda Kematian Mendekat Bisa Terlihat dari Tangan dan Kaki

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Anjasmara Klarifikasi dan Minta Maaf usai Diduga Sindir Syifa Hadju

Berawal dari Hobi Racik Kopi & Matcha, Brew for Better Bantu Anak Belajar Kelola Uang

Resep Biscoff Mango Float, Dessert Tanpa Oven yang Sedang Viral

Ayah Sering Bercanda Receh? Ternyata Dad Jokes Punya Manfaat untuk Tumbuh Kembang Anak

Penyakit Jantung Bawaan pada Anak: Kenali Gejala seperti Mudah Lelah dan Bibir Kebiruan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK