HaiBunda

PARENTING

7 Ciri Orang Tua yang Berhasil Membesarkan Anak Berani Berpendapat Menurut Psikolog

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 19 Jul 2026 18:10 WIB
Ilustrasi Bunda dan Anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Korrawin
Jakarta -

Setiap orang tua pasti ingin melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang mampu berpikir kritis dan percaya diri. Kedua kepribadian tersebut bisa membuat anak berani dalam menyampaikan pendapatnya dengan sopan, Bunda.

Keberanian menyampaikan pendapat tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari pola asuh orang tua. Sayangnya, masih banyak orang tua yang menganggap keberanian ini mengancam bagi dirinya.

"Jika orang tua secara alami cemas, keberanian anak mungkin terasa mengancam. Jika orang tua sangat dominan, ketegasan anak mungkin terasa seperti pembangkangan," kata psikolog anak, Dr. Amy Kincaid Todey, Ph.D., dilansir Parade.


Menurut Todey, anak-anak yang berani bersuara adalah pembela terbaik bagi diri mereka sendiri. Anak-anak ini jarang sekali diam ketika ada sesuatu yang terasa salah.

"Hal itu bisa melelahkan, tetapi juga melindungi. Anak-anak yang berani bicara sering kali tumbuh menjadi pemimpin dan pengusaha," ungkap Todey.

Dalam penelitian temperamen di jurnal Emotion Review tahun 2011, anak-anak yang blak-blakan sering kali mendapat skor tinggi dalam surgency atau ekstroversi, yakni sifat-sifat yang mencakup tingkat aktivitas tinggi, impulsivitas, perilaku pendekatan, dan pengaruh positif yang kuat.

Membesarkan anak yang berani berpendapat bisa jadi tidak mudah. Tapi, bukan berarti tidak bisa dilakukan ya, Bunda. Sudah banyak orang tua berhasil membawa anaknya tumbuh menjadi orang yang sukses di berbagai bidang karena diberikan kebebasan untuk berpendapat.

Ciri orang tua yang berhasil membesarkan anak berani berpendapat menurut psikolog

Nah, berikut ciri-ciri orang tua yang berhasil membesarkan anak berani berpendapat menurut psikolog:

1. Orang tua menjadi regulator yang kuat

Orang tua yang membesarkan anak-anak yang 'vokal' berpendapat harus menjadi ahli dalam mengatur emosi. Mereka tahu bagaimana menangani anak yang tantrum dan sedang labil dengan emosinya.

"Mereka memahami bahwa eskalasi akan memicu eskalasi. Penanganan yang tenang akan mengkomunikasikan rasa aman," kata Todey.

2. Orang tua mampu memadukan kehangatan dengan struktur yang jelas

Todey mengatakan bahwa orang tua yang membesarkan anak-anak yang berani berbicara adalah orang tua yang tegas dan baik hati. Mereka tahu bahwa batasan-batasan dapat diprediksi, dan cinta tidak bersyarat.

3. Orang tua mahir dalam membingkai 'pembangkangan' sebagai 'kepemimpinan'

Orang tua dianggap berhasil membesarkan anak berani ketika mereka bisa mengubah kata 'pembangkangan' menjadi 'kepemimpinan'. Anak yang suka membangkang belum tentu melakukannya karena pengaruh negatif. Bisa saja itu dilakukan karena mereka sedang mengembangkan sisi kepemimpinannya.

4. Orang tua sering mengajarkan cara pandang dari perspektif yang berbeda

Menurut Todey, orang tua dari anak-anak yang berani berpendapat tidak suka memendam perspektif mereka. Mereka suka membuka buku dan secara aktif membimbing anak-anaknya untuk mempraktikkan kesadaran sosial.

Orang tua ini mungkin akan berkata kepada anak mereka, "Kamu boleh menyampaikan pendapatmu. Tapi, mari kita perhatikan juga bagaimana tanggapan orang tua tersebut."

"Mengajari anak-anak untuk selalu memikirkan perspektif dan emosi orang lain dapat membangun empati dan pengendalian diri mereka," ujar Todey.

5. Orang tua cukup berani untuk membiarkan konsekuensi alami terjadi pada anaknya

Sangat wajar bila kita ingin menghilangkan konsekuensi atau kesulitan apa pun dari seorang anak. Namun, bagi orang tua yang merawat anak-anak berani berpendapat, mereka telah belajar untuk tetap teguh pada pendirian dan cukup berani membiarkan anak mendapatkan konsekuensi dari kesalahannya.

"Mereka tidak selalu melindungi anak dari setiap kesalahan sosial. Bagi mereka, pengalaman adalah guru," kata Todey.

6. Orang tua punya ketahanan mental yang baik

Orang tua dengan ketahanan mental baik biasanya dapat membesarkan anak yang berani berpendapat. Bagi orang tua ini, pengaturan diri dan kesadaran sangat penting dalam menghadapi ketahanan mental.

"Orang tua terkadang menyalahkan diri sendiri ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan anak mereka, dan ini dapat mengakibatkan rasa malu dan marah, yang mungkin secara tidak sengaja diarahkan kembali kepada mereka,"

7. Orang tua pandai memanfaatkan sumber daya

Todey mengatakan bahwa orang tua yang berhasil mendidik anaknya hingga berani berpendapat biasanya tahu bagaimana memanfaatkan sumber daya sekolah dan komunitas untuk menantang energi anak. Mereka mencari fasilitas yang dapat mendukung potensi anaknya yang vokal.

"Mereka menyediakan wadah seperti olahraga, debat, teater, dan peran kepemimpinan, di mana kepribadian yang kuat dapat berkembang secara konstruktif," ungkapnya.

Itulah ciri-ciri orang tua yang berhasil membesarkan anak berani berpendapat menurut psikolog. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang yang Paling Pendiam saat Kumpul Bareng

Mom's Life asa

Ciri Haid Menjelang Menopause dari Warna Darah dan Tanda yang Dirasakan

Kehamilan Melly Febrida

Perayaan Ulang Tahun Shaquille Anak Cut Meyriska & Roger Danuarta, Sederhana Dikelilingi Keluarga

Parenting Annisa Karnesyia

Cara Mengenali Tanda Penyakit dari Tangan, Mulai Telapak, Kuku, hingga Bentuk Jari

Mom's Life Amira Salsabila

Mel C 'Spice Girl' Ternyata Sudah Menikah, Gaun Pengantin Dirancang Victoria Beckham

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang yang Paling Pendiam saat Kumpul Bareng

Ciri Haid Menjelang Menopause dari Warna Darah dan Tanda yang Dirasakan

Perayaan Ulang Tahun Shaquille Anak Cut Meyriska & Roger Danuarta, Sederhana Dikelilingi Keluarga

Cara Mengenali Tanda Penyakit dari Tangan, Mulai Telapak, Kuku, hingga Bentuk Jari

Journey to Motherhood, Kelas Persalinan yang Bantu Bunda Terhubung dengan Bayi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK