Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

13 Puisi tentang Hari Anak Nasional 2026, Penuh Makna Menyentuh Hati

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Senin, 20 Jul 2026 16:00 WIB

Puisi Hari Anak
Puisi Hari Anak/ Foto: Getty Images/FatCamera
Daftar Isi

Hari Anak Nasional menjadi momen untuk mengingat pentingnya memenuhi hak anak, mulai dari mendapatkan pendidikan, kasih sayang, hingga kesempatan menikmati masa kecil dengan bahagia. Selain menggelar berbagai kegiatan, membacakan puisi Hari Anak juga bisa menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan semangat, kepedulian, dan rasa cinta kepada anak-anak.

Ada banyak pilihan puisi bertema Hari Anak Nasional 2026 yang penuh makna, mulai dari tentang mimpi, keluarga, guru, hingga masa kecil.

Kumpulan puisi ini cocok dibacakan saat peringatan Hari Anak Nasional di sekolah, rumah, maupun berbagai acara lainnya. Yuk, Bunda simak kumpulan puisi Hari Anak Nasional 2026 selengkapnya di bawah ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Puisi untuk memeriahkan Hari Anak Nasional: Belajarlah Anak-anakku

Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2026, berikut puisi Belajarlah Anak-anakku karya Anijar Hapni Siregar dalam buku Antologi Puisi Cik Gu penulis Komunitas Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 1 Kota Pekanbaru.

Wahai generasi bangsa...
Teruslah belajar walau lelah
Karena kami para guru pun sama
Belajar terus agar ilmu bertambah

Sungguh sia-sia jika hanya guru yang ingin berubah
Karena sesungguhnya siswalah ujung tombaknya
Belajarlah meski kau resah, muak dan lelah
Belajarlah agar tercapai cita-cita

Wahai anak-anakku yang masih belia
Belajar memang terasa bosan dan lama
Tapi percayalah waktu sangat cepat berlalu
Saat kau sadar kau sudah meraih mimpimu

Wahai anak-anakku teruslah belajar demi masa depanmu
Sesungguhnya hanya kau yang dapat memperjuangkan dirimu
Kami gurumu hanya bisa membantumu
Ketahuilah bahwa kau penentu cita-cita dan kehidupanmu

Puisi Kehilangan Masa Kanak-kanak

Berikut puisi Kehilangan Masa Kanak-kanak karya Azka Nidaul Jannah dari buku Antologi Puisi: Senandung Puisi Anak, yang dapat dibacakan saat acara Hari Anak Nasional 2026.

Masa paling bahagia yaitu masa kecil
Mereka bisa bermain bersama
Tanpa memikirkan beban hidup
Bermain petak umpet
Berlari kesana kemari
Mengejar layang-layang putus

Bertengkar lalu tak lama baikan
Tapi, sekarang semua tak lagi sama
Anak sekarang sungguh miris
Masa kecil mereka terenggut dengan sebuah gadget
Mereka lebih sering main game online
Dari pada mainan tradisional
Mereka lebih sering meminta uang
Tanpa memikirkan kondisi keuangan
Sungguh malang anak zaman sekarang

Puisi tentang anak sebagai penerus bangsa: Untukmu, Anak Indonesia

Puisi berikut dikutip dari buku Kumpulan Puisi Anak “Goresan Pena Sang Pelita”, penerbit Guepedia (2020).

Ada banyak hal yang akan aku gambarkan tentang anak Indonesia
Generasi yang akan menjadi penerus bangsa
Selalu menjadi pribadi yang ceria di setiap langkahnya
Dengan disertai canda dan tawanya

Wahai anak Indonesia
Jadilah kebanggaan demi negara
Demi tercapainya sebuah cita-cita
Untukmu anak Indonesia
Tetaplah memiliki karakter yang unik di setiap perjalanan hidupnya

Selalu tebar kebaikan yang akan membuat bangga
Belajar dengan tekun dan rajin demi meraih impian
Karena ku yakin dirimu akan menggapai itu semua
Sertakan doa di setiap perjuanganmu
Agar kelak selalu diberi keberkahan dari sang Maha Kuasa
Untukmu, anak Indonesia 

Puisi untuk memeriahkan Hari Anak Nasional 2026: Si Anak Mandiri

Mengutip buku Senandung Puisi Anak, penerbit Guepedia (2021), berikut puisi untuk memeriahkan Hari Anak Nasional 2026. 

Tubuh yang mungil
Kaki yang kuat, tangannya hebat
Mata kecokelatan yang indah
Senyum manis bagai madu tumpah
Embun pagi membuat tubuhnya menggigil
Terik matahari menyoroti kulitnya
Dingin malam yang menembus hingga menusuk daging
Angin malam tertiup kencang hingga terkena dirinya

Anak Gembala

Berikut puisi "Anak Gembala" yang dikutip dari buku Kumpulan Puisi Anak: Sang Surya terbitan Deepublish tahun 2016.

Pakaian lusuh, kaki tak beralas
Menyusuri padang rumput dan pinggir sungai
Berlari, berteriak dan sesekali menyanyi
Tak henti mengibaskan pecut dalam genggamannya

Hari-hari penuh kedamaian
Dikelilingi alam dan binatang
Hanya makanan yang dicari
Demi isi perut binatang yang disayangi

Ada secercah harapan dalam binar matanya
Jika pulang nanti bisa membawa berkah
Untuk mencapai cita-cita di masa depan 
Agar menjadi orang lebih berguna demi keluarga

Oh anak gembala
Sungguh mulia pekerjaan dan cita-citamu
Tidak goyah walau ditelan waktu
Asa itu selalu mewarna

Puisi tentang anak: Anak Berbakti

Puisi Anak Berbakti di bawah ini merupakan salah satu karya dalam buku Kumpulan Puisi Anak "Goresan Pena Sang Pelita" terbitan Guepedia (2020).

Aku berjalan menggunakan kaki
Kedua orang tuaku selalu menemani
Saat lelahku mulai menghampiri
Mereka tetap ada di samping diri ini

Ibu… kau selalu hangat kepadaku
Ayah… kau selalu ada untuk menjagaku
Kedua orang tua yang amat aku sayangi
Aku berjanji, akan menjadi mandiri
Jika sudah besar nanti

Aku berjanji di dalam diri
Untuk selalu melindungi dan menyayangi kedua orang tuaku ini
Ayah… Ibu… terima kasih untuk waktunya selama ini

Puisi untuk memeriahkan hari anak: Mengejar Mimpi

Mengutip dari buku Antologi Puisi: Anak di Bawah Sinar Rembulan, terbitan Guepedia tahun 2020, berikut puisi berjudul Mengejar Mimpi.

Aku bermimpi menjadi orang yang berguna
Mimpi itu terkadang gila
Tapi jangan kau anggap sepele, kawan
Mimpi itu indah
Indah bagaikan pelangi yang berwarna-warni
Mimpi yang terpikir tanpa direkayasa
Sebuah mimpi anak yang berjiwa semangat tinggi
Percayalah akan mimpi-mimpi
Proses meraih mimpi pun tak mudah
Harus ada perjuangan dan pengorbanan
Semangat akan mimpi itu harus
Sebuah mimpi akan mengubah kehidupan
Tanpa mimpi orang-orang tak akan pernah mengubah hidupnya

Aku Anak Pintar

Puisi berjudul Aku Anak Pintar berikut dikutip dari buku Kumpulan Puisi Anak-anak, penerbit Indocamp (2020). 

Ku bangun pagi terus mandi
Aku memakai baju sendiri
Tak lupa sarapan pagi
Masakan ibu penuh gizi

Aku adalah anak pintar 
Ke sekolah tidak diantar
Berjalan di sebelah kiri
Menyeberang berhati-hati

Puisi untuk Perayaan Hari Anak Nasional 2026: Aku Anak Mandiri

Mengutip dari buku Surat dari Samudra: Antologi Puisi Anak, berikut puisi berjudul Aku Anak Mandiri.

Aku anak hebat
Generasi penerus bangsa yang sehat
Karena tubuhku menyimpan beragam vitamin
Hasil kekayaan tanah yang subur dan air yang murni
Tanah air Indonesia

Aku anak hebat
Generasi penerus bangsa yang cerdas
Karena aku dididik dan dibina
oleh bapak dan ibu guru para insan cendekia
Titisan Ki Hajar Dewantara

Aku anak hebat
Generasi penerus bangsa yang pemberani
Karena jiwaku adalah jiwa dari para pahlawan
yang tak pernah gentar berjuang demi bangsa ini
bangsa Indonesia


Aku anak hebat
Generasi penerus bangsa yang istimewa
Karena di dalam dadaku terukir Pancasila
sebagai pedoman hidup dalam menghadapi dunia
Menjunjung tinggi martabat negaraku, Indonesia

Anak Berbudi

Anak baik berbudi baik
menolong
membantu
mencinta
menyayang siapa saja

Aku Mau jadi Apa

Menjadi supir atau kasir
menjadi guru atau pemburu
menjadi dokter atau apoteker
menjadi dosen atau presiden
menjadi polisi atau musisi
menjadi tentara atau pengusaha
menjadi pedagang atau pengarang
menjadi wartawan atau karyawan
menjadi perawat atau pejabat
menjadi pilot atau astronot
menjadi masinis atau pelukis
menjadi operator atau motivator.
Semuanya berguna untuk orang lain.

Puisi untuk Memeriahkan Hari Anak tentang Indonesia: Keindahan Alam Indonesia

Di belantara tumbuhan hijau
Tersimpan luapan mata air
Sungai-sungai meliuk memanjang
Hingga bermuara dan membentuk delta di laut

Gunung-gunung berkepundan
Nyala tak padam
Fauna yang melata,
Menapak tegak menjejak bumi

Tanah subur bertabur benih
Dari air yang jernih
Berenanglah ikan-ikan pipih
Di dalam air berbuih

Hutan hujan membasah
Berhumus penuh buluh
Huma terhampar subur
Merasuk sukma dalam tutur

Burung-burung menghias langit
Berkicau riuh hinggap di atas bukit
Bersarang di dahan bercabang dan beranting
Senja semburat merah kuning di ujung barat pulau manikam

Puisi untuk Lomba Hari Anak tentang Guru: Terima Kasih Guruku

Kau menerangi aku dengan segala ilmumu
Kau ajarkan diriku mengeja abjad dan mengenal angka
Kau pula yang mengajariku mengenal hitam putih dunia
Ilmumu tiada yang sia-sia ketika kuamalkan
Rasa terima kasih tidak cukup membalasmu
Uang tak sanggup membalas segala pengabdianmu
Terima kasih guruku, sang lentera yang mencerdaskan bangsa ini

Itulah 13 puisi tentang Hari Anak Nasional 2026 yang penuh makna dan menyentuh hati. Semoga kumpulan puisi ini dapat menjadi inspirasi untuk memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada Si Kecil ya, Bunda!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda