PARENTING
7 Alasan Anak Sering Memotong Pembicaraan Menurut Psikologi
Asri Ediyati | HaiBunda
Senin, 27 Jul 2026 16:00 WIBDi usia prasekolah, anak sering memotong pembicaraan karena masih belajar bahwa dunia tidak berputar di sekelilingnya. Di usianya, Si Kecil kesulitan mengendalikan dirinya, terutama ketika ia bersemangat tentang sesuatu.
Semakin besar, ingatan jangka pendeknya membaik, tetapi anak mungkin tidak selalu dapat mengingat pikirannya dalam waktu lama. Jadi Si Kecil akan ingin segera memberi tahu orang tuanya begitu bisa melakukan sesuatu.
Selain itu, dikutip dari Baby Center, pemahaman waktunya belum sepenuhnya berkembang. Anak mungkin kesulitan memahami dan tidak mau menunggu bahwa orang tuanya akan selesai berbicara dalam beberapa menit.
Alasan lain anak memotong pembicaraan atau menyela adalah karena belum dapat menilai apa itu keadaan darurat. Baginya, fakta bahwa saudara perempuannya mengambil mobil mainannya sama pentingnya dengan luka di lututnya. Ia membutuhkan waktu untuk belajar kapan harus menarik perhatian karena sesuatu benar-benar mendesak dan kapan tidak.
Menghadapi anak berusia tiga atau empat tahun yang memotong pembicaraan sedang mengobrol di telepon mungkin bisa sangat menjengkelkan. Namun perlu diingat bahwa anak prasekolah tidak bermaksud membuat kesal.
Seiring bertambahnya usia, Bunda dapat secara bertahap mengajarkan cara-cara yang lebih sopan untuk memberi tahu bahwa ia ingin menyampaikan sesuatu.
Alasan anak sering memotong pembicaraan menurut psikologi
Namun, bagaimana jika hal ini berlanjut hingga anak-anak semakin besar? Menurut psikolog Dr. Cari Alvarez, Ph.D., ada beberapa alasan di baliknya. Dilansir dari Parade, berikut alasan anak sering memotong pembicaraan:
1. Ingin merasa didengarkan
Pada akhirnya, anak hanya ingin merasa didengarkan oleh orang tuanya. Untuk itu, Alvarez mengatakan bahwa harus menyisihkan waktu setiap hari setidaknya 15 menit tanpa distraksi untuk berlatih mendengarkan secara aktif dengan mereka.
2. Anak merasa terputus orang tuanya
Dalam hal yang serupa, kebutuhan lain yang mungkin diungkapkan anak adalah keinginan untuk merasa terhubung dengan Bunda.
“Mereka merasa terputus dari Anda dan mencoba menemukan cara untuk terhubung,” kata Alvarez.
Menurut Alvarez, luangkan lima hingga sepuluh menit sehari untuk bermain dengan mereka, fokus pada apa yang mereka lakukan, merefleksikan apa yang mereka katakan dan tidak memberi mereka arahan, perinta, atau membombardir mereka dengan pertanyaan. Sebaliknya, biarkan anak memimpin percakapan.
3. Meniru orang dewasa
Anak tersebut mungkin meniru apa yang mereka lihat di sekitar mereka dan mereka mungkin meniru perilaku menyela yang mereka saksikan.
“Anak-anak terus-menerus menyerap tindakan kita, dan mereka meniru bagaimana kita, sebagai orang dewasa mereka, bergerak di dunia,” kata Alvarez.
Alvarez mengatakan jika orang dewasa di sekitar mereka kesulitan untuk memotong pembicaraan, mereka melakukan hal yang sama bisa menjadi perilaku yang dipelajari.
4. Anak kekurangan struktur
Menurut Alvarez, tidak ada waktu yang terstruktur bagi mereka untuk menyuarakan kekhawatiran dan pertanyaan mereka, sehingga mereka merasa tidak akan pernah mendapatkan kesempatan kecuali mereka memotong pembicaraan. Alvarez mengamati sebagai kebutuhan lain.
"Adakan ‘pertemuan keluarga’ di mana mereka menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan," ungkapnya.
5. Cemas
Karena kecemasan dapat membuat segala sesuatu terasa mendesak, Alvarez mengatakan bahwa baik untuk orang dewasa maupun anak-anak, otak kita mencoba melindungi kita dengan menciptakan skenario terburuk.
“Jika seorang anak berada dalam kondisi pikiran seperti ini, mungkin akan tampak seperti ‘hidup atau mati’ bagi orang tua mereka untuk mendengarkan mereka,” katanya.
Jika orang tua memiliki kebiasaan menyelesaikan semua masalah segera untuk anak, ini dapat meningkatkan gangguan, karena mereka ‘membutuhkan’ orang tua, karena mereka telah belajar bahwa mereka tidak dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa orang tua yang melakukan pekerjaan berat.
6. Anak menanggapi parenting orang tuanya
Mungkin orang tua selalu menanggapi anak yang selalu memotong pembicaraan tanpa memperbaiki bahwa itu adalah sesuatu yang keliru. Alvarez menyarankan untuk orang tua menerapkan aturan untuk menunggu pembicaraan sampai selesai.
7. Mengidap disfungsi eksekutif
Alasan lainnya, anak bisa saja mengalami disfungsi eksekutif karena berbagai penyebab. Jika menduga bahwa ini mungkin akar penyebab seringnya gangguan tersebut, Alvarez menyarankan untuk berkonsultasi dengan profesional untuk mendapatkan evaluasi diagnostik yang komprehensif.
Itulah penjelasan tentang alasan anak sering memotong pembicaraan secara psikologi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Anak Artis yang Ukir Prestasi di Kancah Internasional
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Apa yang Sebaiknya Bunda Lakukan Saat Anak Dipukul Temannya?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Ira Swara Ungkap Ekonominya Pernah Terpuruk, Suami Jadi Driver Online hingga Cicil Beras untuk Bertahan Hidup
3 Resep Peyek Kacang Renyah Tahan Lama, Anti Gagal dan Kriuk Sepanjang Hari
Kaitan Antara Berat Badan dan Pil KB Darurat, Benarkah Bisa Bikin Tubuh Langsing?
4 Ciri Kepribadian Menarik Orang yang Lahir di Tanggal 26
Cara Mengenali Anak yang Sedang Mengalami Masalah Emosional & Mungkin Butuh Bantuan
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ira Swara Ungkap Ekonominya Pernah Terpuruk, Suami Jadi Driver Online hingga Cicil Beras untuk Bertahan Hidup
3 Resep Peyek Kacang Renyah Tahan Lama, Anti Gagal dan Kriuk Sepanjang Hari
Kaitan Antara Berat Badan dan Pil KB Darurat, Benarkah Bisa Bikin Tubuh Langsing?
4 Ciri Kepribadian Menarik Orang yang Lahir di Tanggal 26
Tips Makeup 5 Menit buat Antar Anak Sekolah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Filter Air Purifier Original vs Kompatibel, Beneran Beda atau Cuma Beda Harga?
-
Beautynesia
Kenalan Lebih Dekat dengan Kim Si A, Aktris Muda yang Miliki Filmografi Solid
-
Female Daily
Berlokasi di Plaza Indonesia, Maison Francis Kurkdjian Resmi Buka Butik Pertama di Indonesia!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kontroversi Robot Humanoid Tampil di Fashion Show, Banjir Kritik
-
Mommies Daily
Mau Eksplor BSD? Ini 10+ Restoran, Cafe, dan Tempat Seru untuk Weekend