PARENTING
958 Siswa SD di Bekasi Jalani Skrining Jantung Rematik oleh Yayasan Jantung Indonesia
Tim HaiBunda | HaiBunda
Selasa, 04 Aug 2026 11:32 WIBSetelah sukses melaksanakan kick-off di Malang dan Tulang Bawang-Lampung, skrining Penyakit Jantung Rematik (PJR) yang digagas Yayasan Jantung Indonesia (YJI) hadir di Kabupaten Bekasi. Bekasi merupakan lokasi ketiga dari empat daerah prioritas yang ditargetkan, selain Malang, Tulang Bawang (Lampung), dan Minahasa Utara.
Kegiatan skrining tahap 1 di Kabupaten Bekasi dilaksanakan di SDN Cibuntu 01 dan SDN Warnasari 01. Sebanyak 958 anak dari kedua sekolah tersebut menjalani pemeriksaan sebagai bagian dari upaya YJI menjangkau 8.000 anak usia Sekolah Dasar di seluruh Indonesia untuk mendeteksi dini Penyakit Jantung Rematik, sebuah penyakit yang lahir dari infeksi tenggorokan yang tidak ditangani dengan baik dan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada katup jantung.
Fakta soal Penyakit Jantung Rematik (PJR)
Penyakit Jantung Rematik (PJR) adalah komplikasi serius dari infeksi bakteri Streptokokus yang tidak diobati. Data menunjukkan bahwa:
- 60 persen kasus radang tenggorokan berulang berpotensi berkembang menjadi PJR.
- Lebih dari 50 persen kasus tidak bergejala hingga stadium lanjut.
- Risiko kematian dini 2-3 kali lebih tinggi pada penderita PJR berat.
- Kelompok usia 5-15 tahun paling rentan.
Di Kabupaten Bekasi, skrining menyasar anak-anak kelas 5 dan 6 SD. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat ekokardiografi portabel yang memungkinkan deteksi dini kelainan katup jantung akibat rematik secara akurat dan cepat. Dari 958 anak yang diskrining, hasilnya akan dianalisis lebih lanjut untuk menentukan langkah intervensi yang diperlukan.
Ketua Bidang Medis sekaligus Project Director Rheumatic Heart Disease Screening Yayasan Jantung Indonesia, dr. Ario Soeryo Kuntjoro, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa skrining di sekolah sangat krusial karena kelompok usia 5-15 tahun adalah yang paling rentan terhadap PJR. Dengan deteksi dini, kerusakan jantung permanen bisa dicegah dan memberikan intervensi sebelum terlambat.
"Kehadiran kami di SDN Cibuntu 01 dan SDN Warnasari dengan 958 anak yang diskrining adalah bagian dari upaya besar untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dari program ini," ujar dokter Ario.
Kegiatan skrining di kedua sekolah ini juga menghadirkan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah untuk memberikan edukasi kepada para guru dan orang tua. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan gejala awal PJR, pentingnya penanganan infeksi tenggorokan yang tepat, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan di rumah.
Ketua Bidang Komunikasi sekaligus Project Leader Rheumatic Heart Disease Screening Yayasan Jantung Indonesia, Iwet Ramadhan, mengungkapkan bahwa Yayasan Jantung Indonesia tidak hanya memeriksa anak-anak, tetapi juga membangun kesadaran di lingkungan sekolah. Guru dan orang tua, lanjutnya, adalah garda terdepan.
"Dengan pengetahuan yang cukup, mereka bisa mengenali gejala awal dan segera mengambil tindakan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan generasi penerus bangsa," ucap Iwet.
Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Pohan Yudhoyono, menyampaikan pesan yang menyentuh, "Saya membayangkan anak-anak di SDN Cibuntu 01 dan SDN Warnasari 01, sama seperti anak-anak di seluruh Indonesia. Mereka berhak tumbuh dengan jantung yang sehat. Kami tidak ingin ada orang tua yang baru mengetahui anaknya mengidap PJR ketika sudah terlambat. Program ini adalah wujud nyata dari 'Use Heart for Action'-kami bertindak sekarang untuk melindungi masa depan mereka.Yayasan Jantung Indonesia hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya menekan angka penyakit kardiovaskular, khususnya Penyakit Jantung Rematik (PJR) dan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak-anak Indonesia. Program skrining ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dengan mendeteksi penyakit sejak dini, kita menyelamatkan generasi penerus dari kecacatan permanen dan kematian dini."
Iwet Ramadhan menambahkan, Yayasan Jantung Indonesia memulai skrining PJR dari Malang, Tulang Bawang, kemudian Bekasi dan akan terus bergerak ke Minahasa Utara. "Ini adalah perjalanan panjang, tetapi setiap anak yang kami skrining adalah nyawa yang kami selamatkan. Mari bersama-sama kita lindungi generasi penerus bangsa dari ancaman penyakit jantung yang dapat dicegah," ujarnya.
Dampak jangka panjang skrining Penyakit Jantung Rematik (PJR)
Program skrining ini memiliki visi jangka panjang:
- Penurunan angka kematian dini akibat PJR melalui deteksi dan intervensi dini.
- Penghematan biaya kesehatan karena perawatan PJR stadium lanjut jauh lebih mahal daripada pencegahan.
- Peningkatan kualitas hidup anak-anak Indonesia.
- Model percontohan yang dapat diadopsi oleh negara berkembang lain.
Hasil skrining dari 958 anak di Kabupaten Bekasi, bersama dengan hasil dari daerah lainnya, akan dianalisis secara komprehensif dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah sebagai dasar rekomendasi kebijakan skrining wajib di sekolah-sekolah Indonesia.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
White Noise Aman untuk Bayi?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Penyebab dan Dampak Stunting pada Anak, Bunda Perlu Tahu
Kotoran Telinga Anak Mengeras, Bagaimana Cara Membersihkannya?
Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Lebih Berisiko Malnutrisi
Beda Tubuh Anak Biru karena Penyakit Jantung Bawaan dan yang Normal
TERPOPULER
Potret Jennifer Bachdim Pulang Kampung ke Jerman, Bahagia Kumpul Bareng Ortu
Tetap Kompak, Ini Potret Acha Septriasa & Mantan Suami Rayakan Ultah Sang Putri Bridgia di Australia
Deepika Padukone dan Ranveer Singh Sambut Kelahiran Anak Perempuan Kedua
7 Kebiasaan Stimulasi Perkembangan Bahasa pada Anak, Bunda Perlu Tahu
150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Clover dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Electric Grill untuk BBQ Rumahan, Panggang Jadi Lebih Praktis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Slow Juicer Tanpa Ampas, Cocok untuk Pencinta Jus Segar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Anak Sering Sakit? Ini 5 Vitamin untuk Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
Jangan Dibunuh, Ini 5 Obat Penghilang Semut yang Diklaim Ampuh sampai Tuntas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cari Saran Menyusui ke AI? Dokter Ungkap Bahayanya
Potret Jennifer Bachdim Pulang Kampung ke Jerman, Bahagia Kumpul Bareng Ortu
Deepika Padukone dan Ranveer Singh Sambut Kelahiran Anak Perempuan Kedua
7 Kebiasaan Stimulasi Perkembangan Bahasa pada Anak, Bunda Perlu Tahu
150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Clover dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Bawa Skuter Lipat ke KRL? Cek Ukuran Navee V25i Pro II
-
Beautynesia
Profil Presley Gerber yang Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Depresi
-
Female Daily
Lip Combo Favorit Ella MEOVV, Cuma Pakai 2 Produk MAC yang Bikin Bibir Makin On Point!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Video: Cek Sol Sepatumu! Bisa Jadi Tanda Tubuh Lagi Bermasalah
-
Mommies Daily
School Review: Sekolah Tunas Indonesia Bintaro