PARENTING
Jangan Cuma Bilang "Good Job", Ini Cara Memuji Anak yang Lebih Baik
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 06 Aug 2026 09:20 WIBMemberikan pujian ke anak memang penting untuk membangun rasa percaya diri mereka. Namun, terlalu sering mengucapkan "good job" tanpa penjelasan bisa membuat pujian terasa kurang bermakna, Bunda.
Kalimat "good job" atau "kerja bagus" dapat menyiratkan bahwa orang tua yang menilai pekerjaan dan perilaku anak-anaknya, alih-alih memberdayakan mereka untuk merenungkan usahanya sendiri. Kalimat tersebut hanya berfokus pada proses daripada hasil akhir dari usaha yang dilakukan Si Kecil.
Ada cara yang lebih efektif untuk memuji anak alih-alih mengatakan 'good job'. Simak penjelasannya berikut ini ya!
Cara memuji anak yang lebih baik
Dilansir dari laman Motherly, berikut 10 cara yang dapat dilakukan orang tua untuk memuji anaknya, selain mengatakan "good job":
1. Memberikan penghargaan dan kekuasaan kepada anak
Tidak apa-apa untuk mengatakan kepada anak kalau Bunda atau Ayah bangga dengan pencapaian Si Kecil. Namun, tegaskan bahwa dialah yang berhak mendapatkan pujian atas pencapaian tersebut dan dialah yang berhak untuk menilainya.
Alih-alih mengatakan "good job" saja, orang tua bisa memperjelas maksud ucapan dengan bilang, "Kamu pasti sangat bangga pada dirimu sendiri!".
2. Tidak melontarkan kalimat yang merujuk pada evaluasi diri
Saat memberikan pujian ke anak, hindari melontarkan kalimat yang merujuk pada evaluasi diri. Sebaliknya, fokuslah pada proses dan gambarkan upaya yang telah dilakukan anak.
Misalnya, Bunda dapat mengatakan, "Wah! Kamu sudah membaca buku itu cukup lama dan kamu tidak menyerah ketika ada kata-kata yang tidak kamu ketahui!". Kalimat tersebut jauh lebih memotivasi daripada bilang, "Kamu pembaca yang hebat!".
3. Minta anak menceritakan tentang karyanya
Seringkali ketika anak-anak membawakan karya seni yang mereka buat, mereka hanya ingin berbagi dan membicarakannya dengan kita. Mereka tidak selalu membutuhkan atau menginginkan umpan balik yang positif atau mendengarkan kalimat 'good job'.
Saat anak menunjukkan karyanya, orang tua bisa meminta mereka untuk menceritakan tentang karya tersebut. Hal itu dapat menunjukkan bahwa kita tertarik dan memberi mereka kesempatan untuk menceritakan tentang apa yang telah mereka kerjakan.
4. Minta anak menjadi kritikus untuk dirinya sendiri
Bunda dapat mengganti pernyataan 'good job' dengan kalimat "Apa yang paling kamu sukai dari pelajaran yang kamu telah pelajari?". Kalimat itu sama saja mendorong anak untuk menjadi kritikus bagi diri mereka sendiri.
Saat menyampaikan pernyataan tersebut, orang tua dapat menanyakan apa yang paling anak sukai dari hasil karyanya. Bantu mereka membangun kebiasaan merenungkan kemajuan dan keterampilan mereka sendiri, daripada selalu mencari pujian dari orang lain.
5. Minta anak mengekspresikan perasaannya
Pertanyaan seperti, "bagian mana yang paling menyenangkan dari pembuatan karya itu?" juga bisa menjadi pengganti ucapan 'good job'. Mengajukan pertanyaan kepada anak tentang karya mereka dapat menunjukkan bahwa merekalah yang seharusnya menilai apa yang mereka ciptakan, bukan orang tuanya.
Hal tersebut dapat mencegah proses kreatif anak menjadi sesuatu yang bisa dikendalikan oleh orang dewasa. Mengajukan pertanyaan ini bisa menciptakan sesuatu untuk kesenangan dan untuk menantang diri mereka sendiri, bukan untuk menyenangkan orang tua, atau siapa pun.
6. Melontarkan komentar "Itu sangat membantu"
Saat anak melakukan perilaku baik, orang tua otomatis mengucapkan 'good job'. Alih-alih mengatakan hal itu, cobalah itu menyampaikan sesuatu yang lebih bermakna dan mengomentari apa yang sebenarnya orang tua sukai dari perilaku anak.
Kalimat seperti "itu sangat membantu" atau "terima kasih telah membantu" adalah ungkapan yang baik untuk digunakan ketika anak melakukan perbuatan baik, seperti membukakan pintu untuk orang tuanya, atau membantu kita dengan pekerjaan rumah tangga yang mudah.
7. Tidak membandingkan anak dengan saudara atau anak seusianya
Hindari membandingkan anak dengan saudara kandung atau teman sebayanya. Kondisi tersebut hanya menciptakan situasi di mana anak dianggap cukup baik jika ia bisa melakukan sesuatu yang dikerjakan saudara atau teman sebayanya.
"Tidak ada alasan untuk membandingkan. Katakan saja, "Aku suka kalau kamu langsung duduk dan mengerjakan PR-mu saat pulang ke rumah!"," ungkap penulis buku Peaceful Parent, Happy Kids: How to Stop Yelling and Start Connecting dan pendiri Aha! Parenting, Dr. Laura Markham.
Itulah cara-cara memuji anak yang lebih baik, selain mengatakan 'good job'. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)