HaiBunda

PARENTING

Apakah Bayi Boleh Tidur Miring? Cari Tahu Posisi yang Benar agar Tak Picu Kematian

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 09 Aug 2026 18:10 WIB
Ilustrasi bayi tidur miring/Foto: Getty Images/staticnak1983
Jakarta -

Kebutuhan tidur pada bayi baru lahir sangat tinggi. Rata-rata, bayi tidur selama 16–18 jam sehari, baik pada siang maupun malam hari.

Bayi baru lahir hanya terjaga selama beberapa jam dalam sehari untuk menyusu dan bermain. Oleh karena itu, posisi tidur merupakan hal penting yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Posisi tidur yang baik yang membuat anak merasa nyaman dan dapat tidur nyenyak akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan mereka. Sebaliknya, posisi tidur yang salah dapat menyulitkan bayi untuk tidur, membuatnya mudah terbangun, rewel (menangis), dan kelelahan, serta meningkatkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).


SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak adalah kondisi di mana bayi berusia di bawah satu tahun meninggal secara tiba-tiba, sering kali saat sedang tidur, tanpa penyebab yang jelas.

Kondisi ini dianggap sebagai risiko paling berbahaya bagi bayi baru lahir. Penyebab fenomena ini belum diketahui secara pasti, namun risikonya meningkat jika bayi tidur dengan posisi miring atau tengkurap.

Bayi baru lahir belum bisa membalikkan tubuhnya sendiri, sehingga posisi tidur mereka sebagian besar ditentukan oleh orang tua, Bunda. Orang tua lah yang perlu mengatasi posisi tidur bayi yang benar, baik itu posisi miring atau tengkurap. 

Apakah aman bayi tidur miring?

Apakah bayi boleh tidur miring kiri atau kanan? Tidak. Tidur menyamping tidak disarankan karena posisi tersebut tidak stabil.

Bayi yang dibiarkan tidur menyamping meski ia setelah menyusu, lebih berisiko terguling ke posisi tengkurap, yaitu posisi yang dikaitkan dengan risiko tertinggi SIDS.

Bayi tidak boleh dibiarkan tidur dengan posisi miring walaupun terlihat lebih nyenyak, mereka harus selalu mulai tidur dengan posisi telentang hingga berusia satu tahun. Tidur dengan posisi miring tidak aman karena posisi tersebut tidak stabil, sehingga bayi dapat dengan mudah berguling ke posisi tengkurap.

Bagaimana posisi tidur yang baik untuk bayi?

Dilansir Healthline, posisi tidur yang dianggap aman bagi bayi, yaitu telentang. American Academy of Pediatrics (AAP) juga merekomendasikan posisi tidur telentang selama satu tahun pertama kehidupan bayi. Panduan ini juga berlaku untuk bayi yang lahir prematur, Bunda.

Selain mengatur posisi, Bunda juga perlu memperhatikan pengaturan kasur dan seprai tidur bayi. Pastikan kasur yang dipakai tidak terlalu empuk dan cukup kokoh untuk tubuh bayi.

Risiko bayi tidur miring

Tidur miring membuat bayi mengalami beberapa risiko yang berbahaya bagi keselamatan jiwanya. Terlebih, jika bayi masih berusia sangat muda. Beberapa risikonya seperti:

1. Risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)

Ada banyak bukti dari berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa bayi yang tidur miring dapat menambah risiko insiden kematian bayi mendadak (SIDS).

Kebijakan dari AAP sejak 1992 sudah mulai merekomendasikan agar semua bayi yang baru lahir hingga usia satu tahun ditidurkan telentang, selama tidur siang, dan pada malam hari. Hasilnya tingkat SIDS tahunan telah menurun lebih dari 50 persen.

"Selalu baringkan bayi harus telentang untuk setiap tidur, saat siang dan malam, karena kemungkinan SIDS sangat tinggi untuk bayi yang terkadang dibaringkan miring atau tengkurap. Menurut AAP, posisi tidur ini terbukti mengurangi kejadian kematian bayi mendadak (SIDS)," kata Lindsey Waldman, dokter anak ahli endokrinologi yang praktik di Virginia, Amerika Serikat dikutip dari laman Verywell Family.

2. Risiko tersedak yang lebih tinggi

Dilansir Health, Safety, and Environment (HSE), jika bayi memuntahkan kembali sedikit isi lambungnya atau gumoh saat tidur telentang, cairan tersebut akan mengalir kembali ke bawah melalui kerongkongan.

Kerongkongan adalah saluran berotot panjang yang menghubungkan tenggorokan dengan lambung. Saluran ini terletak di bawah trakea (saluran pernapasan).

Jika bayi tidur telentang, gaya gravitasi akan mengalirkan kembali muntahan tersebut ke dalam lambung. Sebaliknya saat bayi tidur miring ada kemungkinan bayi bisa berubah posisi menjadi tengkurap, muntahan akan mengumpul di lubang trakea. Hal ini meningkatkan risiko bayi tersedak.

Mengapa posisi telentang paling aman?

Posisi tidur telentang adalah posisi tidur teraman untuk bayi. Dikutip dari Raising Children, hal ini disebabkan oleh beberapa alasan yaitu refleks yang menjaga saluran pernapasan bayi tetap terbuka bekerja lebih baik saat bayi telentang. Refleks ini meliputi menelan, menggeliat, dan bangun jika saluran pernapasannya tersumbat.

Bayi cenderung tidak menghirup kembali udara yang baru saja diembuskannya. Udara yang dihirup kembali mengandung lebih sedikit oksigen. Bayi memiliki banyak ruang di sekitar mulut dan hidungnya, sehingga saluran pernapasannya lebih mungkin tetap terbuka.

Kapan bayi mulai boleh tidur miring?

Ilustrasi bayi tidur/Foto: Getty Images/paulaphoto

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, membiarkan bayi tidur dengan posisi miring dapat mempermudah mereka untuk secara tidak sengaja berguling ke posisi tengkurap. Posisi ini tidak selalu aman, terutama jika bayi berusia kurang dari 4 bulan. Pada usia yang masih sangat muda ini, bayi sering kali belum cukup kuat untuk mengubah posisi atau bahkan mengangkat kepala mereka.

Waspada juga apabila ternyata mengalami torticollis yang dapat memengaruhi cara bayi tidur. Bayi mungkin lebih suka tidur miring ke satu sisi atau memalingkan kepala ke sisi yang sama setiap malam agar merasa lebih nyaman. Namun, hal ini tidak ideal. Tetaplah membaringkan bayi dalam posisi telentang.

Konsultasikan dengan dokter anak jika Bunda melihat adanya gejala torticollis. Kondisi ini sering kali dapat ditangani dengan latihan penguatan otot leher yang bisa Bunda lakukan bersama bayi di rumah. Fisioterapis juga dapat membantu menanganinya.

Jika tidak ada gejala dan bayi yang lincah berguling ke posisi miring setelah Bunda membaringkannya dalam posisi telentang, jangan khawatir. AAP juga menyatakan bahwa aman untuk membiarkan bayi tidur miring jika mereka sudah mampu berguling sendiri dengan nyaman.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

3 Kesalahan Menidurkan Anak yang Sebaiknya Tidak Dilakukan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang yang Langsung Disukai Banyak Orang, Ternyata Punya 5 Kebiasaan Ini

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Membuat Cakwe Goreng Renyah dan Mengembang, Resep Mudah Anti Gagal

Mom's Life Amira Salsabila

Apakah Bayi Boleh Tidur Miring? Cari Tahu Posisi yang Benar agar Tak Picu Kematian

Parenting Asri Ediyati

5 Potret Home Office Marshanda, Klasik dan Didominasi Warna Hijau

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenali Ibu Mertua dengan EQ Tinggi dari Sikapnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang yang Langsung Disukai Banyak Orang, Ternyata Punya 5 Kebiasaan Ini

Cara Membuat Cakwe Goreng Renyah dan Mengembang, Resep Mudah Anti Gagal

Apakah Bayi Boleh Tidur Miring? Cari Tahu Posisi yang Benar agar Tak Picu Kematian

5 Potret Home Office Marshanda, Klasik dan Didominasi Warna Hijau

Mengenal Karakter Ibu Hamil Zodiak Leo, Percaya Diri, Hangat & Penuh Semangat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK