PARENTING
Cara Mengenalkan Makna Kemerdekaan kepada Anak Sesuai Usia
Dilla Atqia Rahmah | HaiBunda
Sabtu, 15 Aug 2026 09:20 WIBBulan kemerdekaan Indonesia lebih dari sekadar perayaan dan perlombaan. Lebih esensial dari itu, Bunda dapat mengenalkan Si Kecil tentang makna kemerdekaan. Sehingga, ia bisa lebih memahami tentang arti kemerdekaan Indonesia secara utuh.
Menurut psikolog pendidikan, Orissa Anggita Rinjani, menjelaskan bahwa anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama kemampuan kognitifnya sudah berkembang. Dengan kata lain, mereka bisa diajak diskusi tentang arti kemerdekaan secara lebih mendalam.
Meskipun makna kemerdekaan dapat dikenalkan kepada anak di hari biasa, momen hari kemerdekaan negara Republik Indonesia ini menjadi momen yang pas untuk mengenalkan makna-makna kemerdekaan.
Untuk informasi lebih lengkap, yuk Bunda simak poin-poin makna kemerdekaan yang bisa dikenalkan kepada Si Kecil berikut ini.
Makna kemerdekaan yang bisa dikenalkan pada Si Kecil menurut psikolog
Ada beragam hal yang bisa Bunda sampaikan kepada Si Kecil agar dapat memahami makna kemerdekaan. Ini dia beberapa poin yang bisa Bunda sampaikan.
1. Arti kemerdekaan
Perayaan kemerdekaan menjadi momen yang menyenangkan dengan adanya berbagai agenda dan perlombaan. Ini juga menjadi waktu yang pas untuk memberikan pemahaman kepada Si Kecil tentang arti kemerdekaan.
Bunda bisa sampaikan kepada anak bahwa merdeka artinya bebas mendapat hak dan menentukan pilihan sendiri tanpa campur tangan pihak lain. Namun, ada perbedaan makna merdeka dulu dan kini. Merdeka di zaman perjuangan diwujudkan dalam berperang melawan penjajahan, sementara itu merdeka saat ini berbeda bentuknya.
Bunda bisa mengenalkan makna kemerdekaan dengan gambaran yang mudah dipahami oleh Si Kecil. Bunda bisa kaitkan makna kemerdekaan dengan hal yang dekat dengan keseharian anak.
Seperti yang disampaikan Orissa atau yang akrab disapa Ori, "Kalau merdeka sebagai anak atau murid bisa dikaitkan dengan kebebasan menentukan cita-cita tanpa paksaan dari orang tua," ujarnya saat berbincang dengan HaiBunda beberapa waktu lalu.
2. Menumbuhkan cinta Tanah Air
Pada usia yang masih dini, Bunda bisa mengenalkan makna kemerdekaan dengan gambaran yang mudah dipahami oleh Si Kecil. Untuk menumbuhkan cinta tanah air, Bunda bisa sebutkan dan jelaskan keunikan dan kekayaan Indonesia. Sebagai contoh, Si Kecil bisa dikenalkan berbagai macam adat istiadat, ras, suku, dan budaya di Indonesia.
Selain itu, Bunda bisa paparkan bahwa tanah Indonesia juga kaya dengan berbagai macam bentukan alamnya, meliputi banyak gunung, sawah, dan pemandangan alam lain yang terhampar luas di negeri ini.
Dengan demikian, Si Kecil dapat mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan pesona alam dan budayanya.
3. Memahami arti dalam lagu-Lagu kebangsaan
Memahami arti dalam lagu-lagu kebangsaan juga dapat menjadi cara untuk mengajarkan makna kemerdekaan secara tidak langsung.
Bunda bisa mulai dari memainkan dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Indonesia bersama Si Kecil. Dalam momen ini, Bunda juga bisa sambil membedah arti yang tersirat dalam lagu tersebut.
4. Membahas makna kepahlawanan
Makna kepahlawanan dapat dilihat dari sudut pandang, yakni zaman dahulu dan sekarang. Dahulu, kepahlawanan dimaknai sebagai mengorbankan diri untuk kepentingan orang lain. Pahlawan zaman dulu mengorbankan diri berjuang agar Indonesia bisa merdeka.
Sementara itu, Ori menjelaskan, kalau makna kepahlawanan sekarang, dapat direfleksikan dengan pertanyaan apa yang bisa kita lakukan untuk negara kita dan bagaimana bentuknya menjadi pahlawan negara?
"Kita bisa jelaskan itu dapat dilakukan dengan belajar sebaik-baiknya di bidang yang diminati dan menjadi wakil negara, misal menjadi atlet nasional dan bertanding di Asian Games dan semacamnya," tutur Ori.
5. Mengenalkan makna toleransi atas keberagaman
Indonesia memiliki keberagaman suku, etnis, ras, agama, dan masih banyak lagi. Keberagaman ini dapat menjadi poin yang disampaikan pada Si Kecil agar dapat memahami makna toleransi dari keberagaman yang ada di lingkungan sekitarnya.
Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan Pendidik dan psikolog Najelaa Shihab. Ia percaya jika toleransi bisa muncul dari berbagai pengalaman untuk berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda latar belakangnya.
"Pengalaman seringkali enggak muncul karena situasi kita di lingkungan warga pun sifatnya homogen, masuk sekolah yang terjadi standarisasi. Jadi bertemu orang yang sama saja," kata wanita yang akrab disapa Ela ini.
Oleh karena itu, Ela menyarankan agar orang tua menciptakan pengalaman ini sendiri. Misalnya, dengan bertemu keluarga yang berbeda atau mengikuti kegiatan luar sekolah.
Sebenarnya, toleransi ini tentang persamaan dan perbedaan. Namun, bagi anak kecil, perbedaan adalah hal yang ia liat pertama kali saat melihat situasi dan seseorang.
Dalam kondisi seperti inilah peran orang tua diperlukan untuk mengubah persepsi dan menjadi contoh untuk Si Kecil.
"Seringkali tanpa disadari justru ucapan dan komentar orang tua itu sifatnya mengkotak-kotakan dan enggak inklusif. Padahal itu jadi nilai-nilai yang tumbuh pada anak kita," ujar Ela.
Ia juga menyampaikan bahwa menghadapi perbedaan tidaklah selalu nyaman, bahkan kadang sulit. Tetapi dengan adanya pengalaman berulang, anak akan belajar bahwa perbedaan tidaklah menimbulkan ketidaknyamanan. Justru dapat menjadi pembelajaran dan saling menguatkan.
Itulah makna-makna kemerdekaan yang bisa disampaikan kepada Si Kecil. Semoga bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Anak Artis yang Ukir Prestasi di Kancah Internasional
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
60 Pantun Kemerdekaan 17 Agustus Lengkap, Mulai 2 Bait hingga yang Lucu
55 Puisi Kemerdekaan Indonesia untuk 17 Agustus Lengkap dari 4, 8 Bait hingga Karya Chairil Anwar
8 Nama Pahlawan Nasional dan Jasanya untuk Indonesia, Bikin Anak Cinta NKRI
Yuk Bunda Ceritakan Sejarah Paskibraka untuk Menambah Pengetahuan Anak
TERPOPULER
Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi
9 Ciri Orang EQ Tinggi dari Cara Hadapi Konflik Keluarga Menurut Psikolog
Olivia Allan Jalani Program Bayi Tabung Terakhir untuk Anak Kedua, Denny Sumargo Mohon Doa
Cara Membuat Klepon Empuk dan Kenyal, Isi Gula Merahnya Lumer di Mulut
Atlet Olimpiade Ungkap Beratnya Proses Berhenti Menyusui, Ternyata...
REKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ini Respons Anne Hathaway Setelah Dituding Kehamilannya Palsu
Bunda, Sudah Vote Pilihan Bunda Awards 2026? Yuk, Jangan Lewatkan!
Atlet Olimpiade Ungkap Beratnya Proses Berhenti Menyusui, Ternyata...
9 Ciri Orang EQ Tinggi dari Cara Hadapi Konflik Keluarga Menurut Psikolog
Cara Mengenalkan Makna Kemerdekaan kepada Anak Sesuai Usia
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bingung Padu Padan Jam Tangan Rose Gold? Ini Triknya Biar Tetap Kelihatan Elegan
-
Beautynesia
Mengenal Telok Abang, Tradisi Warga Palembang Sambut 17 Agustus
-
Female Daily
Diet Bikin Rambut Rontok? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Skincare Routine Wajib Mina TWICE agar Kulit Selalu Glowing Maksimal
-
Mommies Daily
Brand Hijab yang Dipakai Nikita Willy: 4 Rekomendasi dan Kisaran Harganya