Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Apakah Obat Nyamuk Elektrik Aman untuk Bayi? Ini Kata Pakar

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 06 Sep 2026 18:10 WIB

Obat nyamuk elektrik
Obat nyamuk elektrik/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

Sebagai orang tua, kita ingin melindungi bayi dari penyakit berbahaya yang dapat ditularkan oleh nyamuk. Selama ini, kita mengupayakannya dengan berbagai cara seperti menggunakan pakaian panjang, mengoleskan produk alami seperti minyak telon, minyak sereh.

Saat berada di dalam ruangan, orang tua dapat melindungi bayi dari gigitan nyamuk dengan memasang kelambu pada stroller atau tempat tidur bayi, serta memakaikan pakaian nyaman yang menutupi lengan dan kaki mereka.

Selain cara tadi, beberapa orang tua juga menghindari nyamuk lewat obat nyamuk (repellent) seperti obat semprot atau obat nyamuk elektrik. Jika Bunda ingin memnggunakannya, perlu Bunda ketahui bahwa produk penolak nyamuk atau obat nyamuk sebaiknya perlu digunakan sesuai aturannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengutip laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebelum menggunakan obat nyamuk, kita perlu:

  • Selalu ikuti petunjuk pada label.
  • Jangan gunakan produk yang mengandung OLE atau PMD pada anak-anak di bawah usia tiga tahun.
  • Jangan oleskan penolak serangga pada tangan, mata, mulut, luka, atau kulit yang teriritasi pada anak.

Apakah obat nyamuk elektrik aman untuk bayi?

Jawabannya tidak aman dan tidak disarankan, Bunda. Dilansir Happiest Health, produk penolak serangga dalam bentuk obat nyamuk bakar (spiral), diffuser elektrik, dan alat elektrik dengan isi ulang tidak aman bagi bayi. Produk yang diaplikasikan pada kulit lebih disarankan dibandingkan obat nyamuk bakar, karena asap dari obat nyamuk bakar berpotensi membahayakan paru-paru.

"Asapnya dapat menyebabkan saluran pernapasan menjadi hiperreaktif pada anak-anak, serta memicu alergi, mengi, dan batuk," ujar dokter anak dr. Asmita Mahajan.

Produk-produk ini tidak boleh diletakkan di tempat yang mudah dijangkau anak-anak. Mahajan menceritakan kejadian di mana anak-anak menelan obat nyamuk bakar atau membuka dispenser dan meminum cairan di dalamnya.

Ia menambahkan bahwa penggunaan diffuser umumnya aman setelah bayi berusia dua tahun, asalkan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan telah dilakukan.

Kandungan produk penolak nyamuk yang aman  

Untuk menghindari gigitan nyamuk, lebih baik pilih yang memang aman untuk bayi, Bunda. Terdapat dua jenis produk penolak nyamuk, yaitu yang berbahan kimia dan yang berasal dari tanaman.

Terkait produk penolak serangga berbahan kimia, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bahan-bahan yang meliputi:

  • DEET (diethyltoluamide)
  • Picaridin
  • IR3535 (ethyl butylacetylaminopropionate)
  • Minyak lemon eucalyptus atau OLE (tidak disarankan untuk anak di bawah usia tiga tahun)
  • Para-menthane-3,8-diol atau PMD (tidak disarankan untuk anak di bawah usia tiga tahun)

Produk yang mengandung DEET adalah yang paling efektif. Konsentrasi bahan kimia tersebut menentukan seberapa lama efektivitas perlindungannya.

Sebagai contoh, DEET 10 persen memberikan perlindungan selama sekitar dua jam, sedangkan DEET 30 persen memberikan perlindungan selama sekitar lima jam. Menurut AAP, produk penolak serangga untuk anak sebaiknya tidak mengandung DEET lebih dari 30 persen.

Para ahli juga menyatakan bahwa konsentrasi produk penolak nyamuk yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan durasi waktu anak berada di luar ruangan. Dr. Divya Srirangarajan, seorang konsultan pediatri dan kegawatdaruratan anak di Hebbal, Bangalore, menyebutkan bahan-bahan alami berikut yang dapat berfungsi sebagai penolak nyamuk:

  • Minyak mimba (neem)
  • Citronella (serai)
  • Eukaliptus
  • Rosemary
  • Kemangi (basil)
  • Mint

Bahan penolak nyamuk yang berasal dari tanaman memiliki efikasi yang terbatas, kebanyakan bertahan sekitar dua jam, dibandingkan dengan bahan kimia, serta cenderung cepat menguap.

Demikian pembahasan mengenai keamanan obat nyamuk elektrik untuk bayi. Mengingat bahayanya untuk anak, pakar lebih menyarankan pemakaian obat nyamuk oles ya!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda