PARENTING
Pakar Ungkap Kecemasan yang Dialami Anak Ternyata Bantu Bangun Kepercayaan Diri
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Senin, 24 Aug 2026 16:00 WIBKecemasan pada anak sering kali dianggap sebagai suatu masalah yang harus dihilangkan. Padahal, rasa cemas dalam kadar dan situasi tertentu justru dapat menjadi bagian dari proses anak belajar menghadapi tantangan, Bunda.
Menurut psikolog klinis anak Kathryn Hecht, masih banyak orang tua menganggap kecemasan yang dialami anak sebagai musuh. Padahal, kecemasan dapat menjadi kunci untuk membangun kepercayaan diri yang dibutuhkan anak-anak agar tumbuh menjadi orang dewasa yang tangguh, bahagia, dan sukses.
"Kecemasan adalah emosi dasar manusia dan hadir pada setiap orang kapan pun ada sesuatu yang baru atau tidak pasti," ungkap Hecht, dilansir CNBC Make It.
"Cara terbaik untuk membantu anak-anak mengelola kecemasan adalah dengan menciptakan lingkungan yang memungkinkan mereka untuk menghadapi ketakutan dengan aman," sambungnya.
Hecht menggunakan formula sederhana untuk membantu anak-anak menggunakan kecemasan secara produktif. Formula ini adalah 'Kecemasan + Keberanian = Kepercayaan Diri'.
"Ketika anak-anak menyadari bahwa mereka dapat mengatasi sesuatu yang dulunya menakutkan, tanpa campur tangan orang tua, mereka dapat memperoleh peningkatan kepercayaan diri yang besar," ujarnya.
Orang tua harus membiarkan anak-anak mereka merasa cemas
Menurut Hecht, orang tua secara naluriah terprogram untuk menanggapi anak-anak yang sedang dalam kesulitan. Padahal, ketika kita langsung turun tangan untuk menyelamatkan Si Kecil, tanpa disengaja kita merampas kesempatan mereka untuk mengetahui apakah situasi tersebut aman.
Tanpa disadari, perilaku orang tua tersebut juga dapat memberi sinyal kepada anak-anak bahwa orang tua tidak mempercayai mereka untuk menyelesaikan masalah sendiri. Hecht mengatakan dia berpesan kepada orang tua untuk mengingat bahwa kecemasan itu aman, dapat ditoleransi, dan bersifat sementara.
"Mengalami perasaan-perasaan tersebut adalah langkah penting untuk melewatinya," ujar Hecht.
Meski begitu, jangan terlalu berlebihan membiarkan kecemasan yang dialami anak ya, Bunda. Kita tidak bisa memaksa Si Kecil untuk berani, karena mereka akan merasakan pencapaian yang lebih besar dari menghadapi rasa takut ketika itu adalah hasil dari motivasi dan tindakan mereka sendiri.
"Jika orang tua mencoba membujuk seorang anak untuk melompat dari papan loncat tinggi atau mendorong mereka ke kolam renang, itu tidak akan membuat mereka lebih berani," kata Hecht.
"Agar kepercayaan diri terbangun, anak tersebut perlu mengambil langkah sendiri ke arah hal yang sulit tersebut," lanjutnya.
Cara mengubah kecemasan anak menjadi keberanian
Orang tua dapat meningkatkan peluang keberhasilan anak menghadapi kecemasan dengan menciptakan kesempatan untuk menunjukkan keberanian. Jika anak mengalami kecemasan sosial, maka Bunda dapat membantu mereka membuat kemajuan dalam situasi yang tidak terlalu berisiko. Misalnya, saat Bunda berada di restoran, kita dapat bertanya kepada anak apakah mereka ingin memesan makanan penutup untuk keluarga.
Selain itu, orang tua juga dapat menjadi teladan keberanian bagi anak-anaknya. Contohnya, jika Bunda takut pada lebah, maka Bunda dapat menguatkan diri untuk dengan tenang mengusir lebah keluar jendela di depan Si Kecil.
Hal lain yang dapat dilakukan orang tua adalah merayakan dan menghargai langkah-langkah yang diambil anak untuk menghadapi ketakutannya, sekecil apa pun itu.
"Setiap langkah menuju lompatan tinggi adalah sesuatu yang dapat kita beri banyak perhatian dan soraki," ungkap Hecht.
"Hal itu dapat membuat anak mulai bergerak ke arah yang kita harapkan, karena sering kali keberanian dibangun di atas keberanian."
Hecht mendorong orang tua untuk menciptakan suasana menyenangkan dan penuh petualangan untuk menumbuhkan keberanian. Misalnya, Bunda dapat mengubah menghadapi rasa takut menjadi sebuah permainan dan biarkan anak memimpin dengan berfokus pada minat pribadi mereka.
Jika anak merasa cemas berteman dengan orang baru, maka mereka dapat melakukan jajak pendapat untuk melihat berapa banyak anak di kelas yang juga menyukai acara televisi favorit mereka. Tidak ada batasan usia untuk menggunakan sikap bermain-main guna menghadapi ketakutan.
"Ini adalah seperangkat alat dan pendekatan yang akan berhasil di seluruh spektrum usia hingga dewasa," kata Hecht. Demikian cara mengubah kecemasan yang dialami anak menjadi keberanian. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Kalimat yang Terlihat Baik tapi Justru Bikin Anak Cemas Menurut Psikolog
5 Cara Menjelaskan ke Anak tentang Bencana Alam
Psikolog Ungkap Anak Perfeksionis Lebih Rentan Cemas, Ini Cara Orang Tua Membantunya
Anak Sering Gigit Kuku Tanda Alami Kecemasan? Ini Penjelasan Psikolog
TERPOPULER
Pasangan Atlet Bulu Tangkis Ribka Sugiarto & Rian Ardianto Tengah Nantikan Kelahiran Anak Kedua
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf C
Apakah Anak Kecil Bisa Terkena Kanker Payudara? Ini Faktanya
Benarkah Ibu Hamil Makan Keong Bisa Bikin Bayi Jadi Lamban? Ini Kata Ahli Gizi
Felicya Angelista & Hito Caesar Bagikan Momen Pertama Kali Saksikan Aurora Borealis
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Loose Powder untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
15 Ciri Anak Jadi Sasaran Grooming, Termasuk di Dunia Maya
Pasangan Atlet Bulu Tangkis Ribka Sugiarto & Rian Ardianto Tengah Nantikan Kelahiran Anak Kedua
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf C
Apakah Anak Kecil Bisa Terkena Kanker Payudara? Ini Faktanya
Benarkah Ibu Hamil Makan Keong Bisa Bikin Bayi Jadi Lamban? Ini Kata Ahli Gizi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
iPhone 16 Cocok untuk Siapa? 5 Tipe Pengguna yang Layak Upgrade
-
Beautynesia
4 Film Korea Terbaru Tayang Oktober 2026, Ada Thriller hingga Komedi
-
Female Daily
Parfum Punya Masa Kedaluwarsa? Kenali 5 Tanda Fragrance Favoritmu Sudah Berubah
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pangeran William dan Kate Middleton Beri Kejutan di IKEA, Ikut Layani Pembeli
-
Mommies Daily
8 Resep Menu Sehat Murah di Bawah Rp100 Ribu untuk Keluarga, Mudah Dibuat di Rumah