PARENTING
Ayah Sering Bercanda & Bikin Anak Tertawa? Ternyata Bisa Perkuat Ikatan dengan Si Kecil
Annisya Asri Diarta | HaiBunda
Rabu, 26 Aug 2026 18:20 WIBSering kali, ayah dikenal sebagai sosok yang lucu dalam keluarga. Ketika ayah mengajak anak bercanda, meski candaan tersebut terdengar receh atau bahkan garing, ternyata bisa memperkuat hubungan dengan anak.
Bagi anak, sosok ayah yang senang bercanda dan menikmati waktu bersama dapat menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan. Dari interaksi tersebut, rasa nyaman dan kedekatan emosional antara ayah dan anak pun dapat tumbuh secara alami.
Momen bermain dan bercanda bersama anak bukan hanya cara untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, tetapi juga dapat membantu mempererat hubungan dalam keluarga. Hal ini sejalan dengan studi yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Child Psychology yang menemukan bahwa bunda dan ayah menggunakan strategi bermain serupa, untuk membuat anak-anak prasekolah tertawa.
Meski begitu, tawa yang muncul dalam interaksi bersama ayah diketahui memiliki peran penting dalam membangun ikatan emosional yang aman antara ayah dan anak. Dalam teori keterikatan, hubungan emosional antara anak dan pengasuh merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk rasa aman.
Dengan ikatan yang kuat bisa menjadi landasan bagi anak untuk lebih percaya diri saat mengenali lingkungan di sekitarnya, sekaligus belajar mengelola berbagai emosi. Selama ini, penelitian lebih banyak menyoroti bagaimana orang tua merespons anak ketika mereka berada dalam kondisi tertekan, seperti saat bayi menangis, merasa takut, atau membutuhkan kenyamanan.
Studi ungkap manfaat ayah sering bercanda bagi hubungan dengan anak
Seorang profesor di Universitas Ottawa sekaligus penulis studi, Jean-Francois Bureau menjelaskan bahwa penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh dua hal. “Motivasi untuk penelitian ini berasal dari dua sumber,” ungkapnya, seperti dikutip dari PsyPost.
"Pertama, sebagian besar intervensi dalam pengasuhan selama ini lebih banyak diarahkan untuk mengurangi perilaku anak yang dianggap bermasalah. Padahal, menjadi orang tua yang baik tidak hanya berkaitan dengan bagaimana mencegah atau mengatasi perilaku negatif. Membangun hubungan yang positif, menciptakan kedekatan, dan menikmati waktu bersama anak juga menjadi bagian penting dalam pengasuhan. Hal inilah yang kemudian mendorong para peneliti untuk melihat lebih jauh sisi positifnya pada hubungan antara orang tua dan anak."
“Kedua, ada perdebatan mengenai peran ibu dan ayah dalam mengasuh anak. Aktivitas bermain, seperti bercanda, bermain secara aktif, hingga membuat anak tertawa, kerap dianggap lebih identik dengan sosok ayah. Namun, anggapan tersebut belum tentu sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah perbedaan peran tersebut benar-benar didukung oleh bukti ilmiah,” ucapnya, seperti dikutip dari sumber yang sama.
Hasil penelitian kemudian menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bureau juga menambahkan, “Salah satu hasil penting penelitian kami menunjukkan bahwa ibu dan ayah umumnya menerapkan cara yang hampir sama untuk membuat anak tertawa. Metode yang paling sering digunakan adalah menggelitik dan mengejar anak, dan kedua cara tersebut terbukti sama efektifnya bagi ibu maupun ayah,” ungkapnya, seperti dikutip dari PsyPost.
Selain itu, kebiasaan ayah mengajak anak bercanda dan tertawa juga memiliki beberapa manfaat yang dikutip dari The Positive Psychology People. Simak selengkapnya.
1. Tertawa dorong emosi positif dan menjadi cara untuk mengatasi masalah
Ketika tertawa dilakukan bersama dalam kelompok dapat menciptakan rasa kebersamaan, kepedulian, serta memperkuat hubungan dan ikatan emosional. Bagi anak-anak dan remaja, aktivitas bermain yang disertai tawa juga dapat membantu mengurangi rasa kesepian dan perasaan terasing dari lingkungan sosial.
2. Menambah ide aktivitas fisik
Saat ini anak-anak cenderung kurang bergerak karena banyak menghabiskan waktu dengan ponsel dan permainan digital. Selain itu, mereka juga kerap dituntut untuk duduk dalam waktu lama dan berkonsentrasi sejak usia dini. Kondisi tersebut dapat membuat aktivitas fisik anak semakin terbatas.
Tertawa bersama anak, menjadi salah satu aktivitas yang dapat membantu mengatasi hal tersebut. Latihan ini melibatkan aktivitas tertawa yang dapat meningkatkan asupan oksigen ke dalam tubuh, sehingga membantu tubuh terasa lebih segar, berenergi, dan bugar.
3. Rendahnya konsentrasi
Sejumlah penelitian menunjukkan adanya peningkatan kasus Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Umumnya, anak dengan kondisi ini mengalami kesulitan mempertahankan konsentrasi, cenderung hiperaktif, dan dapat bertindak secara impulsif tanpa mempertimbangkan risiko di sekitarnya.
Saat ayah mengajak anak tertawa tentu bisa menjadi salah satu cara untuk menyalurkan energi tersebut. Tawa yang dilakukan secara aktif dan berkelanjutan dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah serta mendukung proses pernapasan. Dengan begitu, aktivitas ini berpotensi membantu meningkatkan konsentrasi, kemampuan belajar, dan prestasi akademik anak.
Pada akhirnya, ungkapan bahwa “tertawa adalah obat terbaik” menggambarkan bahwa tawa bisa menjadi bagian dari aktivitas yang bermanfaat untuk kualitas hubungan antara anak dan orang tua.
5 Cara mengajak anak tertawa untuk mempererat hubungan
Tertawa bersama anak bisa menjadi cara sederhana untuk menciptakan suasana hangat sekaligus mempererat hubungan orang tua dan anak. Tidak perlu aktivitas yang rumit, berbagai permainan sederhana di rumah pun dapat menjadi momen untuk tertawa dan bersenang-senang bersama. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:
1. Berikan apresiasi dengan cara yang menyenangkan
Saat anak berhasil melakukan sesuatu, berikan pujian dengan penuh semangat. Ucapkan, “Bagus sekali! Hore!” sambil bertepuk tangan atau mengangkat kedua tangan ke atas. Coba respons positif ini, untuk membuat anak merasa dihargai dan semakin percaya diri.
2. Ajarkan anak bahwa melakukan kesalahan itu wajar
Ketika anak melakukan kesalahan, merusak sesuatu, atau lupa melakukan hal tertentu, cobalah untuk tidak langsung memarahinya. Tanggapi dengan santai dan gunakan humor yang sesuai. Cara ini membantu mengurangi rasa takut anak terhadap kesalahan, dan membuatnya memahami bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses belajar.
3. Buat suasana tetap positif saat anak terjatuh
Ketika anak terjatuh atau mengalami kejadian kecil, berikan perhatian dan pastikan kondisinya terlebih dahulu. Jika tidak mengalami cedera serius, orang tua dapat mencairkan suasana dengan humor ringan. Dengan respons positif ini dapat membantu anak merasa lebih tenang dan tidak terlalu larut dalam rasa takut atau kaget.
4. Dorong anak untuk bebas mengekspresikan diri
Ajak anak melakukan permainan yang membuatnya bebas bergerak, berekspresi, dan tertawa bersama. Bunda atau Ayah juga bisa ikut menunjukkan ekspresi lucu atau berpura-pura keluar dari “cangkang”. Aktivitas seperti ini dapat membantu anak merasa nyaman menjadi dirinya sendiri serta membangun rasa percaya diri.
5. Mengajak anak bermain sambil bergerak
Cobalah permainan imajinatif, seperti berpura-pura mengendarai sepeda motor sambil membuat suara dan tertawa bersama. Selain menyenangkan, permainan ini juga membuat anak lebih banyak bergerak dan membantu menyalurkan energinya.
Nah, ternyata kebiasaan Ayah mengajak anak bercanda dan tertawa bersama memberikan banyak manfaat. Dengan tertawa, Ayah tidak hanya menciptakan suasana yang menyenangkan, tetapi juga membantu membangun rasa aman, kedekatan emosional, dan hubungan yang lebih harmonis antara anak dan orang tua.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Tips Menyiapkan Mental Orang Tua dan Anak Sebelum Masuk SD Menurut Psikolog
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Sifat Anak yang Sukses di Masa Depan, Salah Satunya Berani Ambil Risiko
Wah! Ternyata Kata Psikolog Karakter Anak Bisa Terbentuk dari Perasaan Bahagia
14 Quotes Pendidikan yang Bisa Bunda Bagikan pada Anak
Mengenal Kepribadian Anak Introvert, Begini Ciri-cirinya Bunda
TERPOPULER
Melahirkan Kembar 3 Th Lalu, Hillary Swank Kini Hamil Anak Ketiga di Usia 52 Th
Bikin Pangling! Intip Transformasi Sekolah Jakarta
Ya Hayyu Ya Qayyum: Arti, Keutamaan & Waktu Membacanya saat Dilanda Masalah dan Kesedihan
Kebiasaan Sederhana Orang Tua Ini Ternyata Bisa Bikin Nilai Sekolah Anak Lebih Tinggi
62.400 Balita Alami ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, Tercatat di 7 Provinsi
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kemenkes Ungkap Hampir 10% Anak RI Alami Masalah Kesehatan Mental, Kenali Tanda Cemas & Depresi
62.400 Balita Alami ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, Tercatat di 7 Provinsi
Bikin Pangling! Intip Transformasi Sekolah Jakarta
Deretan Artis Kelahiran Kalimantan yang Suarakan Karhutla di Media Sosial
Melahirkan Kembar 3 Th Lalu, Hillary Swank Kini Hamil Anak Ketiga di Usia 52 Th
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Printer Thermal Mini Tanpa Tinta, Benarkah Lebih Hemat untuk Cetak Label Pedagang Online?
-
Beautynesia
5 Potret Lee Se Young Perankan Tokoh Antagonis di Drakor The Remarried Empress
-
Female Daily
MEOVV Comeback dengan ‘GO HARD’, Ini Makna Lagu dan Pesan di Baliknya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Foto: Intip Seragam Terbaru Pemain Real Madrid, Mewah Buatan Louis Vuitton
-
Mommies Daily
Keselamatan Anak di Hotel: 7 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Menginap Bareng Si Kecil