PARENTING
Bahaya Kabut Asap untuk Kesehatan Anak, Lakukan Ini untuk Mencegah Risikonya
Elia Amaliana | HaiBunda
Senin, 31 Aug 2026 16:00 WIBKebakaran hutan sangat berdampak di berbagai aspek, terutama bagi lingkungan dan kesehatan. Pasalnya, asap tebal tersebut dapat menyebar ke berbagai wilayah dan bisa menimbulkan penurunan kualitas udara.
Kesehatan anak-anak perlu sangat diperhatikan saat kabut asap terjadi. Paru-paru mereka masih dalam tahap perkembangan sehingga rentan mengalami gangguan kesehatan dalam kondisi udara yang tidak sehat.
Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau Environmental Protection Agency (EPA), asap, abu, dan partikel lain hasil kebakaran hutan sangat berpengaruh dan rentan terhadap paru-paru anak karena dapat mengganggu sistem pernafasan.
“Mereka (anak) menghirup lebih banyak udara, minum lebih banyak air, dan makan lebih banyak daripada orang dewasa.” kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.
Karena anak masih dalam masa pertumbuhan, mereka membutuhkan lebih banyak udara dan asupan setiap hari. Kondisi ini juga membuat anak berisiko terpapar polutan dalam jumlah yang lebih besar. Paparan polusi, terutama akibat kebakaran hutan, tentu tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan anak.
Dampak kebakaran hutan bagi anak-anak
Simak ulasan selengkapnya berikut ini!
1. Polusi beracun
Asap dari kebakaran hutan mengandung bahan kimia beracun yang berasal dari rumah, kendaraan, atau material lain yang terbakar. Dikutip dari detikcom, UNICEF menyatakan kebakaran hutan dapat melepaskan campuran polutan beracun, termasuk karbon monoksida, nitrogen oksida, senyama organik volatil, logam berat, dan partikel halus (PM2.5).
Dikutip dari USA Today, Asap kebakaran hutan mengandung partikel yang sangat kecil yang berupa campuran dari partikel padat dan tetesan cairan yang kecil yang cukup untuk menembus jauh ke dalam paru-paru. Sehingga ketika dihirup, paru-paru anak dapat menyebabkan iritasi dan masalah pernapasan, termasuk asma atau alergi.
UCHealt University of Colorado Hospital, juga menyatakan bahwa asap kebakaran dapat menyebabkan peradangan yang mempersempit saluran pernafasan. Hal ini dapat menyebabkan seseorang merasa sesak nafas dan sesak di dada.
Catatan dari UNICEF menunjukkan bahwa asap kebakaran lahan secara global telah menelan hampir 27.000 nyawa anak di bawah usia lima tahun.
2. Perkembangan otak dan kesehatan terganggu
Dokter spesialis Pulmonologi Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Sumardi, Sp PD-KP, mengatakan jika kabut asap bisa mengganggu perkembangan otak anak sehingga kecerdasan bisa terkena dampaknya.
Selain itu, asap kebakaran hutan dapat mengganggu kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Ibu hamil terancam terkena gangguan hipoksia, yang membuat pasokan oksigen dalam tubuh berkurang.
“Perkembangan otak maupun organnya terganggu dan kebanyakan terlahir dengan berat badan lahir rendah.” ucap dr. Sumardi.
Selain itu, EPA menyebutkan jika asap kebakaran hutan dapat mengganggu kesehatan anak. Ketika anak menghirup asap tersebut, kemungkinan besar anak akan mengalami sesak dada, kesulitan bernafas, batuk, pusing, sensasi terbakar di hidung dan tenggorokan, dan mata yang terasa panas.
Cara melindungi anak dari asap kebakaran hutan
Karena kebakaran hutan bukan hal yang lumrah terjadi, mungkin kebanyakan orang tua banyak yang tidak mengalaminya sehingga tidak memikirkan cara menanggulangi atau mencegah hal tersebut.
Kini, orang tua perlu melindungi anak mereka dengan menciptakan ruang aman. Dengan begitu, diharapkan Si Kecil bisa jauh dari dampak asap kebakaran yang bisa merugikan kesehatannya. CDC memiliki saran untuk menjaga keselamatan anak, dengan penjelasan sebagai berikut.
- Pantau indeks kualitas udara: Bunda perlu memantau kualitas udara melalu iqair.com atau aplikasi serupa lainnya untuk melihat kualitas udara di daerah Bunda. Ketika udara memburuk sebaiknya pantau atau ubah aktivitas Si Kecil untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan.
- Jaga anak tetap berada di dalam ruangan: Jika anak memiliki asma, alergi, atau masalah pernapasan lainnya, alangkah lebih baik menjaga anak untuk tetap berada di dalam ruangan ketika udara semakin buruk.
- Jaga kebersihan udara di dalam ruangan: Pastikan Bunda menutup jendela dan matikan saluran udara segar pada AC.
- Waspadai masalah: gejala yang menjadi penanda paparan asap kebakaran hutan pada anak, meliputi batuk, sesak dada, kesulitan bernafas, mata atau tenggorokan terasa terbakar, dan tanda serupa lainnya. Jika Bunda merasa anak muncul gejala tersebut, segera cari perawatan medis, ya, Bunda.
Menurut EPA, anak tidak disarankan bergantung pada masker sebagai pelindung dari asap. Hal ini karena masker tidak dirancang untuk melindungi seseorang dari asap kebakaran hutan. Maka dari itu, orang tua harus menyadari masalah yang disebabkan oleh asap dan panas dari kebakaran hutan.
“Gabungan panas dan asap kebakaran hutan menciptakan risiko nyata bagi anak-anak karena dua hal itu terjadi bersamaan dan keduanya saling memengaruhi.” ucap Laura Schifter, peneliti senior di The Aspen Institute sekaligus pendiri dan direktur This Is Planet Ed.
Itulah bahaya kabut asap untuk kesehatan anak dan beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah risikonya. Semoga membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
Simak video di bawah ini, Bun:
5 Penyakit Berbahaya Akibat Polusi Udara, Salah Satunya ISPA
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Risiko Fatal pada Pernapasan Bayi Akibat Paparan Kabut Asap
Bahaya Terpapar Kabut Asap bagi Kesehatan Pernapasan Anak
Kabut Asap di Banjarbaru Kalimantan Selatan Makin Parah, Jam Masuk Sekolah Diundur
Review HaiBunda: Apa Itu Nebulizer? Kenali Fungsi dan Cara Pemakaiannya Yuk Bun
TERPOPULER
Ciri Orang yang Punya Pengaruh Positif, Mampu Bikin Orang Lain Jadi Lebih Baik
Ciri Kepribadian Orang Kreatif, Sering Punya Kebiasaan Ini
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Ini Aturan Baru Komdigi
Bahaya Kabut Asap untuk Kesehatan Anak, Lakukan Ini untuk Mencegah Risikonya
8 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Bilang "Aku Baik-baik Saja" Padahal Tidak Menurut Psikolog
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Membuat Roti Tawar Lembut dan Mengembang, Mudah untuk Pemula
Ciri Orang yang Punya Pengaruh Positif, Mampu Bikin Orang Lain Jadi Lebih Baik
Bahaya Kabut Asap untuk Kesehatan Anak, Lakukan Ini untuk Mencegah Risikonya
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Ini Aturan Baru Komdigi
Ciri Kepribadian Orang Kreatif, Sering Punya Kebiasaan Ini
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Pashmina Silk Gampang Melorot? Ini Cara Styling yang Benar Biar Tetap Rapi
-
Beautynesia
Mengenal Agnes Varda, Sutradara Perempuan yang Mengubah Dunia Sinema
-
Female Daily
Gaya Makin Fleksibel, Intip Cara Tantri Namirah, Ririn Ekawati hingga Ibnu Jamil Pakai UNIQLO Fall/Winter 2026
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ide Gaun Pengantin Unik Pila-Aulion, Rok Balon Berhias Bunga Warna-warni
-
Mommies Daily
Maxime Bouttier Ungkap Gaya Parenting yang Ingin Diterapkan pada Anak: “Lumayan Strict”