Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Anak Bersin Terus Menerus Setiap Pagi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 28 Aug 2026 18:20 WIB

Anak Bersin Terus Menerus Setiap Pagi
Ilustrasi Anak Bersin Terus Menerus Setiap Pagi/Foto: Getty Images/Kunlathida Petchuen
Daftar Isi
Jakarta -

Apakah anak pernah terbangun di pagi hari dengan hidung meler, bersin terus-menerus? Jika ya dan frekuensinya sering, mungkin anak mengidap alergi di pagi hari yang membuatnya tak nyaman.

Sering kali, penderita alergi terbangun dengan gejala alergi, bahkan terkadang mengalaminya setiap pagi. Gejala-gejala ini muncul ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen di udara, yang menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada hidung.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Ada beberapa gejala umum alergi pagi hari selain bersin terus-menerus yang mungkin anak alami. Gejalanya bisa berupa mata gatal atau berair, tenggorokan gatal atau perih, batuk, hingga hidung tersumbat. Jika alerginya parah, Si Kecil juga bisa mengalami kelelahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh alergi terhadap berbagai hal. Gejala-gejala ini muncul ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen di udara, yang menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada hidung.

Terbangun dengan gejala alergi setiap pagi bisa menjadi kondisi yang menyulitkan, namun memahami penyebab alergi anak adalah langkah awal yang sangat penting untuk mendapatkan kelegaan. Jika anak mengalami alergi pagi hari, penting untuk mengidentifikasi alergen atau pemicu spesifik yang menyebabkan gejala tersebut.

Penyebab anak bersin terus-menerus setiap pagi

Hal ini bisa dilakukan dengan mencatat gejala dan potensi paparan dalam buku harian, atau menjalani tes alergi untuk mengetahui sumber alergi anak secara pasti.

Setelah mengetahui penyebabnya, Bunda dapat mengambil langkah-langkah untuk menghindari atau meminimalkan paparan terhadap alergen tersebut, serta menjajaki berbagai pilihan pengobatan untuk mengatasi gejala anak.

Berikut beberapa kemungkinan penyebab anak bersin terus-menerus setiap pagi seperti dikutip berbagai sumber:

1. Faktor lingkungan

Dilansir dari Verywell Health, tidak semua gejala alergi pagi hari disebabkan oleh alergen seperti serbuk sari atau tungau debu. Bagi sebagian orang, faktor lingkungan dapat memicu gejala serupa tanpa melibatkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini disebut rhinitis vasomotor.

Pemicu umum meliputi bau yang menyengat seperti parfum atau produk pembersih, asap rokok, perubahan suhu, kelembapan udara, angin. Paparan-paparan ini dapat menyebabkan hidung tersumbat, bersin, dan hidung meler, terutama di pagi hari saat tubuh mungkin lebih sensitif terhadap rangsangan fisik.

2. Jamur

Ada noda kehitaman atau cat tembok yang menggelembuk dan berwarna kuning pada tembok? Itu adalah jamur. Bisa jadi, ni salah satu penyebabnya.

Jamur terdapat di dalam maupun di luar ruangan, sehingga alergi jamur dapat terjadi sepanjang tahun. Gangguan pada jamur dapat melepaskan spora ke udara, yang dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif. Di dalam ruangan, jamur cenderung tumbuh di area lembap seperti kamar mandi, dapur, dan gudang.

3. Tungau debu

Alergi tungau debu dipicu oleh protein dalam kotoran tungau, bukan oleh tungau itu sendiri. Berbeda dengan alergi serbuk sari, alergi ini dapat terjadi sepanjang tahun karena tungau debu hidup di dalam ruangan.

Tungau debu berkembang biak dengan subur di area seperti karpet, tempat tidur, gorden, dan perabotan berlapis kain. Meskipun jumlahnya dapat dikurangi, hampir mustahil untuk membasminya sepenuhnya. Gejala cenderung memburuk di pagi hari karena anak terpapar alergen tersebut sepanjang malam.

4. Ritme sirkadian

Jam biologis tubuh yang dikenal sebagai ritme sirkadian, memengaruhi banyak proses biologis, termasuk cara sistem kekebalan tubuh merespons alergen. Gejala alergi seperti bersin, hidung tersumbat, dan hidung meler mungkin terasa lebih parah di pagi hari karena kadar zat kimia kekebalan tubuh tertentu (seperti histamin) cenderung mencapai puncaknya pada malam hari atau dini hari.

Ritme alami ini dapat membuat tubuh lebih reaktif terhadap alergen tepat setelah bangun tidur. Meskipun lingkungan tidak berubah, pengaturan waktu biologis tubuh dapat membuat gejala lebih terasa pada jam-jam awal hari.

5. Ketombe hewan peliharaan

Alergi terhadap hewan peliharaan merupakan hal yang umum terjadi, terutama pada orang yang sudah memiliki riwayat alergi atau asma. Hingga 30 persen penderita alergi memiliki sensitivitas terhadap ketombe (serpihan kulit mati) kucing atau anjing.

Reaksi ini dipicu oleh protein dalam air liur, urine, atau ketombe hewan peliharaan, bukan oleh bulunya itu sendiri, meskipun bulu dapat membawa alergen tersebut.

Gejala di pagi hari lebih mungkin muncul jika hewan peliharaan tidur di kamar anak. Menjaga hewan peliharaan agar tidak masuk ke kamar tidur dan mengganti pakaian sebelum tidur dapat membantu mengurangi paparan.

6. Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan gejala yang menyerupai alergi di pagi hari, meskipun anak tidak memiliki alergi terhadap apa pun di lingkungan sekitar. Kondisi ini disebut rhinitis non-alergi akibat obat. Penyebab umum meliputi:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen
  • Penghambat ACE (ACE inhibitor) yang digunakan untuk mengatasi gangguan jantung
  • Beberapa obat kesehatan mental, seperti SSRI dan benzodiazepin
  • Obat tiroid
  • Obat-obatan ini dapat menyebabkan hidung tersumbat, hidung meler, atau bersin, terutama yang terasa jelas pada pagi hari. Jika gejala muncul setelah mulai mengonsumsi atau mengganti obat, konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan alternatifnya.

Cara mengatasi anak bersin-bersin setiap pagi

Tidak perlu khawatir jika memang penyebabnya alergi, artinya kita perlu mengurangi atau menghilangkan paparan alergen. Berikut cara mengatasinya seperti dilansir Healthline:

  • Singkirkan karpet dari kamar tidur dan ganti dengan lantai kayu atau ubin.
  • Jangan tidur bersama hewan peliharaan atau membiarkan mereka naik ke tempat tidur anak. Mandikan hewan peliharaan setidaknya seminggu sekali untuk mengurangi alergen di dalam rumah.
  • Gunakan alat penyerap kelembapan (dehumidifier) untuk menurunkan tingkat kelembapan di kamar tidur hingga di bawah 50 persen. Hal ini membantu membasmi tungau debu.
  • Pasang pelindung anti-tungau debu pada kasur dan bantal anak.
  • Minum obat antihistamin setiap malam sebelum tidur.
  • Bersihkan debu dari permukaan keras setidaknya seminggu sekali, dan jaga kamar tidur tetap rapi serta bebas dari barang-barang yang menumpuk untuk mengurangi penumpukan debu.
  • Bersihkan karpet dengan penyedot debu (vacuum cleaner) yang dilengkapi filter HEPA setidaknya seminggu sekali. Cuci perlengkapan tidur, termasuk seprai dan sarung bantal, seminggu sekali menggunakan air panas (suhu minimal 54°C).
  • Jangan tidur dengan jendela terbuka. Langkah ini dapat membantu mencegah masuknya serbuk sari ke dalam kamar tidur.

Itulah penjelasan tentang anak yang bersin terus-menerus setiap pagi yang dimulai dari kenali penyebab dan cara mengatasinya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda