Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Kapan Tinggi Anak Laki-laki Berhenti Bertambah? Simak Cara untuk Maksimalkan Pertumbuhannya

Elia Amaliana   |   HaiBunda

Sabtu, 05 Sep 2026 19:00 WIB

Tinggi anak laki-laki
Kapan tinggi anak laki-laki berhenti tumbuh? / Foto: Getty Images/iStockphoto/DragonImages
Daftar Isi

Bunda pastinya penasaran kapan tinggi anak berhenti bertambah. Faktor genetik memegang peran penting dalam menentukan tinggi badan anak. Namun, ternyata ada faktor lain seperti lingkungan dan gaya hidup memiliki andil dalam pertumbuhan anak. 

Nutrisi, aktivitas fisik, pola tidur, dan kesejahteraan emosional sangat berpengaruh terhadap perkembangan. Maka dari itu, membangun kebiasaan yang sehat dapat mengoptimalkan pertumbuhan serta mencegah potensi masalah yang berdampak buruk pada tubuh anak.

Secara alami anak-anak memiliki pertumbuhan dengan kecepatan yang berbeda. Meskipun begitu, biasanya anak laki-laki mencapai tumbuh dewasa pada usia 18 tahun. Dikutip dari Parents, Pusat pengendalian dan Pencegahan penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyatakan jika tinggi rata-rata pria dewasa di atas 20 tahun di AS adalah 69 inci atau sama dengan 175 cm. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Akan tetapi, itu hanya rata-rata, artinya tinggi anak tetap berbeda-beda saat mencapai tinggi dewasa penuh, ada banyak anak laki-laki yang lebih tinggi maupun yang lebih pendek.  Beberapa anak juga akan mengalami tinggi dewasa penuh sebelum usia 18 tahun dan beberapa anak lainnya akan terus tumbuh hingga usia 20 atau 21 tahun. 

Pubertas mempengaruhi tinggi badan pada anak laki-laki

Menurut peneliti, anak laki-laki biasanya mulai memasuki masa pubertas pada usia 12 tahun atau bahkan lebih awal. Anak laki-laki biasanya tumbuh sekitar 3 inci atau setara 7 cm per tahun, selama pubertas dan terjadi rentang usia 9 hingga 14 tahun.

Namun, perlu dicatat bahwa sebagian besar anak mengalami pubertas dini dan pubertas lambat, hal ini bisa menentukan kecepatan waktu mereka dalam mencapai tinggi badan maksimal. Namun, ada penelitian yang menemukan bahwa pubertas dini bisa mencapai tinggi badan yang lebih tinggi.

Hal ini dikarenakan anak berpotensi mengalami pertumbuhan yang pesat, terutama anak yang mengonsumsi makanan kaya akan lemak dan protein hewani.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), ciri-ciri pubertas anak laki-laki meliputi pendalaman suara, pertumbuhan rambut di kemaluan, wajah, atau ketiak, pembesaran testis dan skrotum, muncul jerawat, bau badan meningkat, dan perkembangan pada otot 

Cara memaksimalkan pertumbuhan anak

Dikutip dari Times of India, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan tinggi badan pada anak. Simak penjelasan berikut. 

1. Prioritaskan pola makan sehat 

Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak bisa memengaruhi perkembangannya. Menurut studi Early Life Height and Weight Production Functions with Endogenous Energy and Protein Inputs, menyebutkan dampak positif dari asupan protein terhadap pertumbuhan tinggi badan pada anak rentang usia 6 hingga 24 bulan.

Penelitian ini menunjukkan pentingnya mendukung pertumbuhan anak dengan memberikan nutrisi yang cukup. Berikut ada beberapa makanan yang bisa disediakan untuk membantu mengawal periode kritis untuk pertumbuhan anak.

  • Produk susu: Susu, yogurt, dan keju, yang penting untuk kesehatan tulang.
  • Sayuran berdaun hijau: Bayam, kale, dan moringa yang kaya akan kalsium, zat besi, dan magnesium untuk mendukung perkembangan tulang.
  • Protein tanpa lamak: Telur, ayam, dan kacang-kacangan seperti lentil dan buncis, kandungan dalam makanan tersebut bisa membantu pertumbuhan otot dan jaringan.
  • Biji-bijian utuh: Beras merah dan gandum.
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian: Almond, kenari, dan biji chia.
  • Buah-buahan dan sayuran: Jeruk, berry, wortel, dan paprika.

2. Pastikan tidur yang cukup

Tidur yang cukup menjadi salah satu bagian terpenting dalam mendukung pertumbuhan anak. Ketika anak tidur, tubuh akan melepaskan hormon pertumbuhan dalam jumlah yang banyak. Sebuah jurnal yang diterbitkan The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, menemukan bahwa durasi tidur malam yang panjang berkaitan positif dengan tinggi badan optimal pada anak.

Tetapkan rutinitas tidur yang konsisten guna meningkatkan kualitas tidur. Istirahat yang cukup dapat mendorong proses pertumbuhan dan kesehatan tubuh secara alami. Selain itu, berikan ruang nyaman yang ideal dengan menjaga kamar tetap tenang, gelap, dan sunyi untuk mengoptimalkan pelepasan hormon pertumbuhan.

3. Pastikan anak rutin beraktivitas fisik

Aktivitas fisik merangsang pertumbuhan untuk meningkatkan kepadatan tulang dan perkembangan otot. Olahraga seperti berenang, bersepeda, berlari sangat dianjurkan untuk merangsang pelepasan hormon pertumbuhan. 

Sebuah studi The Journal of Bone and Mineral Research, menunjukkan bahwa aktivitas yang melibatkan beban benturan, seperti melompat, dapat meningkatkan kandungan mineral pada anak. Kondisi ini turut mendukung perkembangan dan pertumbuhan tulang secara optimal. 

Selain itu, sertakan juga aktivitas lain seperti, bola basket atau latihan peregangan untuk memperbaiki postur dan fleksibilitas tubuh. 

4. Jaga postur yang benar

Postur yang baik menciptakan kesan tinggi badan yang lebih besar serta mencegah masalah tulang belakang. Biasakan anak untuk berdiri dan duduk dengan tegap. Sertakan latihan seperti gerakan memutar bahu dan peregangan untuk memperkuat otot punggung dan meningkatkan keselarasan tubuh yang tepat. Dengan menjaga postur tubuh yang baik dapat meningkatkan kesehatan tulang belakang dan meningkatkan persepsi tinggi badan.

5. Batasi waktu menatap layar dan dorong untuk beraktivitas fisik

Waktu menatap layar yang berlebihan bisa menghambat perkembangan fisik. Dorong anak untuk melakukan aktivitas di luar ruang dan kenalkan anak dengan aktivitas fisik yang menyenangkan. Dengan memotivasi anak untuk mengurangi kebiasaan menatap layar, hal ini dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan yang sehat secara keseluruhan.

6. Menciptakan lingkungan emosional yang positif

Kesejahteraan emosional menjadi faktor yang harus diperhatikan orang tua. Pasalnya, stres dan kecemasan dapat mengganggu kesehatan fisik anak. Ciptakan lingkungan yang harmonis, penuh perhatian, dan komunikasi terbuka agar anak mudah dalam mengekspresikan perasaannya. Jurnal Pediatrics, menemukan jika hubungan keluarga yang positif sangat berkaitan dengan tingkat kesehatan fisik anggota keluarga, terutama anak. Maka dari itu, lingkungan emosional berpengaruh pada perkembangan secara keseluruhan.

Itulah penjelasan mengenai kapan tinggi anak laki-laki berhenti bertambah beserta cara untuk membantu memaksimalkan pertumbuhannya. Semoga membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda