PARENTING
Ingin Anak Jadi Pemimpin? Ini Cara Melatih Jiwa Kepemimpinan dari Usia 2-19 Tahun
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 04 Sep 2026 09:20 WIBMemiliki anak dengan jiwa kepemimpinan mungkin menjadi harapan banyak orang tua, Bunda. Anak yang mampu memimpin diharapkan bisa tumbuh menjadi pribadi yang bijaksana.
Kemampuan untuk memimpin sebenarnya bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja dalam diri anak. Kemampuan ini dapat dilatih sejak usia dini sesuai dengan tahap perkembangan Si Kecil.
Menurut penulis buku Inclusive Leadership, Ronald E. Riggio Ph.D., kepemimpinan dapat dipengaruhi oleh keterikatan seorang anak dengan orang tua. Keterikatan yang aman, yang memungkinkan anak untuk menjelajahi dunia luar dengan mengetahui bahwa mereka dapat kembali kepada orang tua untuk mendapatkan kenyamanan, dapat membantu membangun fungsi emosional dan sosial yang sehat.
"Seringkali, upaya serius untuk mengembangkan kepemimpinan dimulai pada usia dewasa, tetapi ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pengembangan kepemimpinan memang harus dimulai sejak dini," ungkap Riggio, dilansir Psychology Today.
"Orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya bertanggung jawab untuk memastikan bahwa para pemimpin masa depan memiliki bekal yang cukup untuk memimpin dengan baik," sambungnya.
Melatih jiwa kepemimpinan anak berdasarkan usia
Berikut cara melatih jiwa kepemimpinan anak berdasarkan usianya, dari masa kanak-kanak hingga remaja:
1. Prasekolah (usia 2-5 tahun)
Pada tahun-tahun prasekolah, bermain adalah sarana utama untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang sedang berkembang. Di usia ini, anak bisa belajar bagaimana bekerja sama dengan teman sebaya, menyelesaikan konflik, dan membangun keharmonisan dalam kelompok.
"Bermain menawarkan kesempatan bagi anak-anak, bahkan yang masih sangat kecil, untuk belajar tentang berbagai peran kepemimpinan dan memahami dinamika kekuasaan dan dominasi sosial," kata Riggio.
Simak cara-cara yang dapat dilakukan orang tua untuk melatih jiwa kepemimpinan anak usia prasekolah berikut:
- Penundaan kepuasan: mengajarkan anak menunda kepuasan bisa menjadi akar awal dari kecerdasan emosional. Anak-anak dapat belajar mengendalikan keinginan dan belajar menunggu imbalan.
- Keterampilan komunikasi: pada usia dini, Bunda dapat melatih dasar-dasar komunikasi emosional dan non-verbal anak, seperti membaca ekspresi wajah. Jangan lupa untuk mengajarkan keterampilan sosial, termasuk menggunakan kata-kata yang bisa memengaruhi orang lain dan untuk menyampaikan rasa suka dan kasih sayang kepada orang lain.
2. Sekolah Dasar (usia 6-11 tahun)
Pada masa sekolah dasar, anak-anak belajar membangun hubungan positif dengan teman sebaya, dan menganggap serius orang tua, guru, dan figur otoritas lainnya sebagai panutan kepemimpinan. Pengalaman belajar kooperatif di sekolah merupakan fondasi kepemimpinan orang dewasa yang positif.
"Di rumah, partisipasi dalam pekerjaan rumah tangga penting untuk mengembangkan rasa tanggung jawab dan dapat dikaitkan dengan cita-cita kepemimpinan yang positif," ungkap Riggio.
Nah, berikut beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak usia SD:
- Bekerja dalam tim: anak dapat diajarkan cara mengoordinasikan upaya dan bekerja sama dengan orang lain sejak usia SD.
- Berbicara di depan umum: anak diberikan bekal kemampuan untuk menyampaikan ide kepada orang lai. Hal tersebut juga dapat membantu Si Kecil mengembangkan keterampilan sosial dasarnya, Bunda.
- Etiket dan pemahaman situasi sosial: mempelajari cara berperilaku yang tepat serta tata krama dasar yang akan bermanfaat baik sekarang maupun di kemudian hari.
- Tugas kepemimpinan awal: anak bisa dilibatkan menjadi sukarelawan, pengawas kelas, asisten guru, atau untuk memimpin proyek siswa.
3. Awal masa remaja (usia 12-14 tahun)
Sepanjang masa remaja, pengalaman di rumah dan di sekolah terus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan para pemimpin. Salah satu area penting untuk pengembangan kepemimpinan terjadi melalui kegiatan ekstrakurikuler, partisipasi dalam olahraga, kegiatan sukarela, pengabdian masyarakat, dan partisipasi dalam klub dan perkumpulan.
Bunda bisa mengembangkan jiwa kepemimpinan anak di awal masa remaja dengan cara berikut ini:
- Keterampilan manajemen diri: Bunda dapat mengajarkan anak belajar untuk lebih memahami diri sendiri dan mengevaluasi diri sendiri secara kritis. Kemampuan manajemen diri ini juga mencakup penetapan tujuan.
- Tugas kepemimpinan: mengkoordinasikan anak memimpin temannya atau mendorong teman satu tim untuk berbicara di depan umum dalam peran kepemimpinan.
4. Akhir masa remaja (usia 15-19 tahun)
Hubungan dengan teman sebaya juga sangat penting karena penelitian menunjukkan bahwa remaja yang populer lebih sering dipandang sebagai pemimpin oleh teman-teman sebaya. Penting bagi orang tua, guru, dan 'mentor' dewasa lainnya untuk berperan dalam memperkuat perilaku positif pada para pemimpin muda remaja, dan mencegah bentuk kepemimpinan yang disfungsional.
Berikut cara menumbuhkan jiwa kepemimpinan untuk anak di akhir masa remaja:
- Keterampilan organisasi: anak bisa diminta untuk mengkoordinasikan dan memimpin proyek-proyek kompleks. Bunda juga bisa mendorong Si Kecil untuk melakukan pekerjaan tambahan sepulang sekolah dan musim panas.
- Keterampilan motivasi: anak dapat diajari cara memotivasi orang lain, mendelegasikan, dan memantau pekerjaan anggota tim lainnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Tak Perlu Bentak, Ini 6 Cara Mendisiplinkan Anak yang Susah Diatur
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Contoh Gambar Tema Kemerdekaan Indonesia untuk Lomba Mewarnai Anak HUT RI 17 Agustus
Rasa Bersalah Tantri 'Kotak' Kerja Tinggalin Anak, Tak Diduga Sang Putri Bilang Seperti Ini
3 Tips Mudah Tingkatkan Minat Baca Anak di Tengah Perkembangan Teknologi
Berapa Usia Ideal Anak Masuk TK A? Bunda Perlu Tahu Nih
TERPOPULER
Hailey Bieber Bagikan Foto Langka Baby Bump Saat Hamil Jack, Curi Perhatian
Lebih dari Separuh Bunda Cari Saran Menyusui dari AI, Dokter Ungkap Risikonya
Ciri Orang yang Sulit Dibohongi Menurut Psikologi, Peka Membaca Gerak-gerik Orang Lain
Ingin Anak Jadi Pemimpin? Ini Cara Melatih Jiwa Kepemimpinan dari Usia 2-19 Tahun
Terpopuler: Audi Marissa & Anthony Xie Bagikan Foto Terakhir Jelang Cerai
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ingin Anak Jadi Pemimpin? Ini Cara Melatih Jiwa Kepemimpinan dari Usia 2-19 Tahun
Lebih dari Separuh Bunda Cari Saran Menyusui dari AI, Dokter Ungkap Risikonya
20 Rekomendasi Anime Slice of Life Terbaik Rating Tertinggi, Seru dengan Alur Cerita Ringan
Hailey Bieber Bagikan Foto Langka Baby Bump Saat Hamil Jack, Curi Perhatian
Ciri Orang yang Sulit Dibohongi Menurut Psikologi, Peka Membaca Gerak-gerik Orang Lain
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Kulit Lebih Cerah dari Dalam? Kenali Natur-E GLOTHIONE
-
Beautynesia
Momen Terbaru 3 Artis Korea yang Berhasil Menuntaskan Studi Perguruan Tinggi
-
Female Daily
Takami Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Japanese Clinical Skincare dengan Teknologi Kakushitsu
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 4 September: Aries Lebih Profesional, Gemini Jangan Ragu
-
Mommies Daily
8 Event Seru di Jabodetabek 4–6 September 2026 untuk Keluarga