PARENTING
5 Cara Cepat Mengatasi Diare pada Anak di Rumah, Bunda Perlu Tahu
Kinan | HaiBunda
Kamis, 10 Sep 2026 16:00 WIBJangan langsung panik ketika anak mengalami diare ya, Bunda. Ada beberapa cara cepat yang bisa dilakukan untuk bantu mengatasi diare pada anak di rumah.
Sebelum itu, kenali terlebih dahulu tentang diare dan seperti apa gejalanya pada anak-anak.
Dikutip dari Cleveland Clinic, anak dikatakan mengalami diare ketika feses yang keluar saat buang air besar memiliki tekstur lebih encer dari biasanya. Kondisi ini juga sering disertai rasa tidak nyaman, termasuk nyeri atau sakit perut.
Pada umumnya, diare bersifat ringan dan dapat membaik sendiri dalam beberapa hari. Namun, pada kondisi tertentu, diare juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Jika tidak ditangani dengan tepat, diare dapat membuat tubuh anak kehilangan terlalu banyak cairan hingga menyebabkan dehidrasi. Bahkan diare juga rentan membuat kebutuhan nutrisi Si Kecil tidak terpenuhi dengan baik.
Penyebab diare pada anak
Diare dan muntah pada anak dapat terjadi secara bersamaan. Ada berbagai kondisi yang bisa menjadi pemicunya, mulai dari makanan yang terkontaminasi hingga infeksi virus dan bakteri:
1. Keracunan makanan
Keracunan makanan paling sering disebabkan oleh bakteri, tetapi kondisi ini juga bisa terjadi akibat parasit atau virus.
Anak termasuk kelompok yang cukup rentan mengalami keracunan makanan karena lebih mungkin mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi. Misalnya karena makanan tidak diolah dengan bersih atau kurang matang.
Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan antara lain E. coli, Listeria monocytogenes, dan Salmonella.
Ketika mengalami diare dan muntah akibat keracunan makanan, anak dapat menunjukkan beberapa gejala seperti sakit perut, mual, demam, hingga buang air besar yang disertai darah.
2. Infeksi virus
Diare juga bisa disebabkan oleh virus, yakni disebut sebagai viral gastroenteritis. Kondisi infeksi ini terjadi pada lambung dan usus.
Beberapa virus yang paling sering menjadi penyebabnya adalah rotavirus, adenovirus, dan astrovirus.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, ketiga virus tersebut termasuk penyebab umum gangguan pencernaan pada bayi dan balita.
Selain diare dan muntah, anak yang mengalami gangguan pencernaan akibat infeksi virus juga dapat merasakan sakit perut, mual, dan terkadang disertai demam.
3. Infeksi bakteri
Selain virus, infeksi bakteri juga dapat menyebabkan anak mengalami diare dan muntah. Sebagian besar kasus diare akibat bakteri dapat sembuh sendiri, tapi pada kondisi tertentu juga bisa berkembang menjadi masalah lanjutan pada usus besar.
"Usus besar dirancang untuk menyerap air. Tapi terkadang, feses menyerap terlalu banyak air sehingga mengakibatkan diare," ungkap dokter spesialis gastroenterologi anak, Lauren Lazar, MD.
Menurutnya, anak kemungkinan mengalami diare jika fesesnya memiliki tekstur encer atau berair dan terjadi setidaknya tiga kali atau lebih dalam sehari.
Gejala diare pada anak
Feses yang encer memang menjadi tanda utama diare. Namun, kondisi ini juga dapat disertai sejumlah gejala lainnya seperti:
- Demam
- Menggigil
- Feses mengandung darah
- Sakit atau nyeri pada perut
- Mual atau muntah
- Buang air besar yang tidak dapat dikontrol
- Perut terasa kembung
- Dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh
Jika diare atau mencret pada anak tampak semakin mengganggu atau justru bertambah parah, sebaiknya segera konsultasikan kondisinya kepada dokter.
Jenis diare pada anak
Jika dilihat dari berapa lama kondisi tersebut berlangsung, diare pada anak secara umum dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni:
1. Diare akut
Diare akut biasanya berlangsung selama 1-2 hari dan kemudian dapat membaik dengan sendirinya.
Kondisi ini dapat terjadi setelah anak mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, maupun saat anak mengalami infeksi virus.
2. Diare kronis
Berbeda dengan diare akut, diare kronis dapat berlangsung selama beberapa minggu. Kondisi ini dapat berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu, seperti sindrom iritasi usus besar, penyakit Crohn, penyakit celiac, atau gangguan usus lainnya.
Cara mengatasi diare pada anak di rumah
|
|
Penanganan diare pada anak perlu disesuaikan dengan gejala, kondisi kesehatan secara umum, serta tingkat keparahan diare yang dialami.
Berikut beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk membantu mengatasi diare pada anak:
1. Berikan larutan elektrolit-glukosa
Dikutip dari laman Kemenkes RI, saat anak diare sebaiknya orang tua jangan hanya mengandalkan air mineral untuk menggantikan cairan yang hilang.
Bunda juga dapat memberikan larutan elektrolit-glukosa yang mengandung air, garam, dan gula dalam komposisi seimbang, seperti oralit. Selain itu, air kelapa juga dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan.
Dehidrasi merupakan salah satu masalah utama yang perlu diwaspadai ketika anak mengalami diare. Pemberian larutan elektrolit-glukosa dapat membantu menggantikan cairan yang hilang dan mengatasi dehidrasi.
2. Berikan ASI untuk bayi di bawah 6 bulan
Jika Si Kecil masih berusia di bawah 6 bulan, tetap berikan ASI atau susu formula untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisinya ketika mengalami diare maupun muntah.
3. Atur pola makan
Pastikan anak tetap mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi seimbang.
Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin menyarankan pemberian makanan bebas susu atau rendah gula untuk sementara waktu. Tapi jika sudah demikian diare terus berlangsung, Bunda dapat mencoba membuat catatan harian mengenai makanan yang dikonsumsi Si Kecil.
Sebab pada sebagian anak, makanan tertentu dapat memicu diare atau membuat kondisinya menjadi lebih parah. Konsumsi gluten atau produk susu juga dapat menjadi pemicu diare.
4. Berikan camilan yogurt
Yogurt bisa menjadi salah satu pilihan camilan untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan. Asupan ini memiliki kandungan yang dapat membantu melapisi usus, sekaligus memberikan perlindungan dari bakteri jahat.
Selain itu, yogurt juga dapat membantu menghasilkan asam laktat di dalam usus. Asam laktat ini dapat membantu membunuh bakteri dan meredakan gangguan pencernaan, termasuk diare pada anak.
5. Berikan buah-buahan segar
Memberikan buah sebagai camilan juga dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengatasi diare, terutama pada anak usia 1 tahun.
Selain semangka yang kaya kandungan air, Bunda juga dapat memberikan pisang saat anak sedang diare. Buah ini mengandung kalium yang dapat membantu menyeimbangkan elektrolit di dalam tubuh.
Lalu kapan perlu ke dokter?
Dikutip dari Mayo Clinic, diare yang tergolong berat, seperti buang air besar lebih dari 10 kali sehari atau ketika cairan yang hilang jauh lebih banyak daripada jumlah cairan yang masuk, dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Oleh karena itu, segera cari pertolongan medis jika Si Kecil memiliki tanda-tanda berikut ini:
- Diare tidak membaik setelah 24 jam.
- Tidak ada popok basah selama 3 jam atau lebih.
- Demam lebih dari 39 derajat celcius.
- Feses mengandung darah atau berwarna kehitaman.
- Mulut atau lidah tampak kering atau anak menangis tanpa mengeluarkan air mata.
- Anak terlihat sangat mengantuk, lesu, tidak responsif, atau menjadi lebih mudah marah.
- Perut, mata, atau pipi tampak cekung.
- Kulit tidak segera kembali seperti semula setelah dicubit dan dilepaskan.
Itulah berbagai cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi diare dan muntah pada anak di rumah, sekaligus tanda-tanda yang perlu Bunda waspadai.
Jika kondisi anak justru semakin memburuk atau muncul tanda dehidrasi, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Botol Pumping Dipakai Lagi Tanpa Dicuci, Amankah?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kenali Ciri-ciri Diare pada Anak yang Harus Diwaspadai
Zinc untuk Bayi: Cara Pemberian saat Anak Diare dan Dosis yang Tepat
Cara Lingkar Kepala Bayi Baru Lahir, Simak Angka Normal untuk Anak Laki-laki & Perempuan
6 Cara Merawat Gigi Bayi 6-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu
TERPOPULER
Karakter Orang yang Sering Unggah Curhatan Sedih di Media Sosial Menurut Pakar
5 Fakta Siswi Berprestasi di Karo yang Diduga Hilang Ingatan usai Keracunan MBG
5 Cara Cepat Mengatasi Diare pada Anak di Rumah, Bunda Perlu Tahu
11 Kalimat Perlu Didengar Anak laki-laki agar Tumbuh Baik Hati & Peduli
3 Mitos yang Ganggu Proses Menyusui, Benarkah?
REKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Sakit Perut saat Hamil Dikira Cuma Masuk Angin, Ternyata Tanda Kondisi Langka dan Berbahaya
Pamer Baby Bump, Brisia Jodie Umumkan Hamil Anak Pertama
Karakter Orang yang Sering Unggah Curhatan Sedih di Media Sosial Menurut Pakar
5 Cara Cepat Mengatasi Diare pada Anak di Rumah, Bunda Perlu Tahu
3 Mitos yang Ganggu Proses Menyusui, Benarkah?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
LANEIGE Neo Cushion Mewy 21W, Cushion Dual Tip Puff Buat Hasil Makeup Lebih Presisi
-
Beautynesia
Berdarah Seni, Simak 5 Fakta Menarik Jang Gyu Ri
-
Female Daily
Review Huda Beauty Easy Bake Loose Powder vs Pressed Powder
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kanebo Generating Essentials Treatment Lotion untuk Hidrasi Maksimal Kulit
-
Mommies Daily
Terlalu Banyak Skincare Bisa Bikin Kulit Bermasalah? Ini 6 Tandanya