parenting
Mendikbud Putuskan Sekolah PJJ Imbas Hujan Abu Anak Krakatau, Utamakan Keselamatan & Kesehatan Siswa
HaiBunda
Senin, 07 Sep 2026 11:05 WIB
Sekolah menerapakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) imbas hujan abu dari Anak Krakatau. Keputusan ini diambil setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, mengeluarkan arahan untuk melaksanakan PJJ atau daring.
"Di daerah yang terdampak berat, maka pembelajaran dapat dilaksanakan melalui pembelajaran di rumah melalui daring atau dilaksanakan di tempat tertentu yang aman melalui sarana pembelajaran yang daring atau PJJ," imbau Mu'ti dalam Konferensi Pers Update Situasi Terkini Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau di YouTube Badan Komunikasi (Bakom), dikutip dari detikcom, Senin (7/6/2026).
Menindaklanjuti hal ini, Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta mengeluarkan surat edaran untuk menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi terhadap dampak penyebaran abu vulkanik dari gunung Anak Krakatau.Â
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembelajaran Jarak Jauh mulai dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026 hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini berlaku bagi seluruh satuan pendidikan di Jakarta, mulai dari PAUD, SKB/PKMB, SLB, SD, SMP, SMA, dan SMKÂ
Kebijakan ini diambil dari peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 tahun 2019 yang berisi tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana serta Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pembelajaran dalam Situasi Darurat.
Keselamatan dan kesehatan anak yang utama
Sikap ini dilakukan untuk memprioritaskan kesehatan anak dari paparan polusi abu vulkanik yang sejak kemarin sudah tersebar di beberapa wilayah, terutama Kota Jakarta. Abu vulkanik sendiri merupakan partikel yang berukuran sangat kecil yang dihasilkan dari eruspi gunung berapi.
Material tersebut dapat terbawa angin dan menyebar sehingga berpotensi menurunkan kualitas udara. Apabila partikel tersebut terhirup maka dapat berdampak bagi kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.
Di tengah kondisi tersebut, kegiatan pembelajaran harus tetap berjalan dengan tetap memperhatikan kesehatan anak sebagai prioritas utama. Sekolah pun dapat menyesuaikan pelaksanaan belajar mengajar dengan situasi dan kondisi terkini. Artinya, sekolah bisa menerapkan pembelajaran selama setengah hari maupun jadwal normal, tergantung pada kondisi masing-masing sekolah.
Menurut Mendikbud, keselamatan dan kesehatan siswa menjadi poin utama yang harus diperhatikan. Menimbang hal ini, maka pembelajaran harus tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keamanan juga.
"Kami pastikan keselamatan warga sekolah menjadi prioritas. Kami juga meminta sekolah terus mengikuti informasi dan kebijakan dari pihak berwenang," kata Mu'ti.
Ditambahkan Mu'ti, untuk pelaksanaan PJJ ini, sekolah boleh menyesuaikan jam pelajaran. Sekolah bisa melihat situasi dan kondisi terkini dahulu saat PJJ berlangsung.
"Nah, untuk lama dan jam belajar dapat disesuaikan. Jam belajar dapat disesuaikan sesuai dengan situasi dan kondisi, tidak harus dilaksanakan penuh sebagaimana jadwal kegiatan pembelajaran yang normal," tuturnya.
Para guru juga diharapkan untuk mengedukasi siswa mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan agar siswa terlindungi selama paparan abu vulkanik berlangsung.
Anjuran untuk menjaga kesehatan anak selama hujan abu
Guna menghindari dan mengurangi risiko anak menghirup abu vulkanik, orang tua dianjurkan untuk memastikan Si Kecil selalu mengenakan masker ketika berada di luar ruangan. Sebisa mungkin, Bunda perlu membatasi kegiatan di luar rumah serta pastikan pintu dan jendela tetap tertutup untuk mencegah masuknya abu ke dalam rumah.
Dengan begitu, risiko paparan abu vulkanik diharapkan dapat diminimalkan dan kesehatan anak tetap terjaga. Semoga Bunda dan Si Kecil selalu sehat terlindungi, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Wacana Siswa Belajar dari Rumah Batal, Sekolah Tetap Tatap Muka April 2026
Parenting
Anak Kembali PJJ, Ini 4 Cara Melihat Nilai Tugas di Google Classroom
Parenting
Tak Ada PJJ, Disdik Jakarta Imbau Anak Naik Bus Sekolah untuk Kurangi Polusi Udara
Parenting
7 Aturan Baru Disdik DKI soal Polusi Udara di Jakarta, Tak Ada PJJ Bun
Parenting
6 Aturan PTM Terbaru Kemendikbudristek, Sekolah Dihentikan Jika Ada Kasus COVID-19
7 Foto
Parenting
7 Potret Natarina Anak Taufik Hidayat yang Kini Beranjak Dewasa
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Anak Kembali PJJ, Ini 4 Cara Melihat Nilai Tugas di Google Classroom
5 Tips Jaga Mental Bunda Bekerja agar Tetap Stabil saat Anak PJJ & Ramai Berita Demo
Dilema Orang Tua, Anak Batuk Pilek Sebaiknya Tetap Sekolah atau Istirahat di Rumah?