PARENTING
9 Jenis Kecerdasan Anak dan Cara Mengasahnya Sejak Dini, Bunda Perlu Tahu
Kinan | HaiBunda
Rabu, 16 Sep 2026 09:20 WIBTak melulu soal akademik, sejauh ini diketahui setidaknya ada sembilan jenis kecerdasan anak. Masing-masing punya cara mengasah yang berbeda juga, Bunda.
Teori kecerdasan majemuk (multiple intelligences) yang dikemukakan oleh psikolog Howard Gardner mengidentifikasi ada beberapa jenis kecerdasan yang berbeda.
Dikutip dari Cambridge University Press, teori ini berbeda dari pandangan lama yang menganggap kecerdasan seseorang hanya ditentukan oleh IQ (Intelligence Quotient) saja.
Gardner mengemukakan bahwa setiap orang memiliki cara yang beragam dalam belajar dan memecahkan masalah, misalnya melalui kemampuan bahasa, logika, maupun spasial.
Memahami teori jenis-jenis kecerdasan
Teori jenis kecerdasan dari Gardner menyatakan bahwa pandangan psikometri 'kuno' mengenai kecerdasan masih terlalu terbatas.
Gardner pertama kali memperkenalkan teorinya dalam bukunya yang terbit pada 1983, Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences.
Dalam buku tersebut, ia menyatakan bahwa setiap orang memiliki berbagai jenis 'kecerdasan', bukan melulu soal akademik saja. Pada awalnya disebutkan ada 8 jenis saja, namun kini bertambah dengan adanya 'kecerdasan eksistensial'.
Meskipun seseorang mungkin memiliki kemampuan yang sangat menonjol pada bidang tertentu, seperti kecerdasan musikal, kemungkinan besar ia tetap memiliki beragam kemampuan lainnya.
Jenis-jenis kecerdasan anak dan cara mengasahnya
Berikut jenis-jenis kecerdasan anak berdasarkan teori Gardner dan cara mengasahnya, seperti dikutip dari Very Well Mind:
1. Kecerdasan visual-spasial
Anak dengan kecerdasan visual-spasial umumnya unggul dalam memvisualisasikan sesuatu serta memiliki kemampuan yang baik dalam memahami arah, peta, grafik, video, dan gambar.
Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tersebut berperan penting dalam membaca, berhitung, dan pencapaian akademis.
Ciri-ciri anak dengan kecerdasan visual-spasial:
- Suka membaca dan menulis
- Pandai menyusun kepingan puzzle
- Mampu memahami gambar, grafik, dan bagan dengan baik
- Senang menggambar, melukis, dan melakukan aktivitas seni visual
- Mudah mengenali pola
Cara mengasah kecerdasan visual-spasial pada anak:
- Bermain puzzle sesuai usia
- Bermain balok atau permainan konstruksi
- Mengajak anak membuat bentuk menggunakan plastisin atau clay
2. Kecerdasan linguistik-verbal
Pada kecerdasan linguistik-verbal, mereka unggul dalam penggunaan bahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Anak juga pandai menulis cerita, mengingat informasi, dan membaca.
Ciri-ciri anak dengan dengan kecerdasan linguistik-verbal:
- Mudah mengingat informasi yang disampaikan secara tertulis maupun lisan
- Senang membaca dan menulis
- Suka berdebat atau menyampaikan pidato yang persuasif
- Mampu menjelaskan sesuatu dengan baik
Cara mengasah kecerdasan linguistik-verbal pada anak:
- Bacakan buku cerita secara rutin
- Banyak mengajak ajak mengobrol dan berbicara tentang kegiatan sehari-hari
- Tanyakan pendapat anak secara jelas, bukan hanya pertanyaan yang jawabannya 'ya' atau 'tidak'
- Berikan kesempatan kepada anak untuk bercerita tentang pengalaman mereka
- Kenalkan berbagai kosakata baru melalui percakapan sehari-hari
3. Kecerdasan logis-matematis
Anak yang memiliki kecerdasan logis-matematis memiliki kemampuan baik dalam bernalar, mengenali pola, dan menganalisis masalah secara logis. Si Kecil juga cenderung berpikir secara konseptual mengenai angka, hubungan, dan pola.
Ciri-ciri anak dengan kecerdasan logis-matematis:
- Memiliki kemampuan memecahkan masalah yang sangat baik
- Senang memikirkan ide-ide abstrak
- Suka melakukan eksperimen ilmiah
- Mampu menyelesaikan perhitungan yang kompleks
Cara mengasah kecerdasan logis-matematis pada anak:
- Bermain puzzle dan permainan mencocokkan bentuk
- Mengajak anak mengelompokkan benda berdasarkan warna, ukuran, atau bentuk
- Membuat pola sederhana menggunakan balok atau mainan
- Bermain board game yang menggunakan strategi, seperti catur
4. Kecerdasan kinestetik
Kekuatan utama dari kecerdasan ini yakni gerakan fisik dan kontrol motorik. Anak mampu mengendalikan gerakan tubuh, melakukan berbagai aktivitas fisik, dan mengoordinasikan tubuhnya dengan sangat baik.
Orang yang kuat dalam bidang ini cenderung memiliki koordinasi mata dan tangan, serta ketangkasan yang sangat baik.
Ciri-ciri anak dengan kecerdasan kinestetik-jasmani:
- Terampil dalam menari dan berolahraga
- Memiliki koordinasi fisik yang sangat baik
- Lebih mudah mengingat sesuatu melalui praktik langsung daripada hanya mendengar atau melihat
Cara mengasah kecerdasan kinestetik-jasmani pada anak:
- Berikan anak banyak kesempatan bermain di luar rumah
- Bermain lempar tangkap bola
- Ajak anak bermain keseimbangan
- Berikan aktivitas seperti menggunting, melipat, meronce, atau membentuk plastisin
- Bermain permainan yang membutuhkan koordinasi tubuh
5. Kecerdasan musikal
Anak dengan kecerdasan musikal yang kuat biasanya mampu berpikir dalam pola, irama, dan bunyi. Mereka memiliki apresiasi yang tinggi terhadap musik dan sering kali memiliki kemampuan baik dalam menciptakan maupun memainkan musik.
Ciri-ciri anak dengan kecerdasan musikal:
- Senang bernyanyi dan memainkan alat musik
- Mudah mengenali pola dan nada musik
- Mudah mengingat lagu dan melodi
- Memiliki pemahaman yang baik mengenai struktur musik, irama, dan notasi
Cara mengasah kecerdasan musikal pada anak:
- Bermain tepuk tangan mengikuti irama
- Mengenalkan berbagai jenis musik dan alat musik
- Bermain alat musik sederhana
6. Kecerdasan interpersonal
Kecerdasan interpersonal yang kuat merupakan kemampuan untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain dengan baik. Dengan begitu, anak dengan kemampuan ini akan terampil dalam memahami emosi, motivasi, dan keinginan orang-orang di sekitarnya.
Ciri-ciri anak dengan kecerdasan interpersonal:
- Mampu berkomunikasi secara verbal dengan baik
- Terampil dalam komunikasi nonverbal
- Mampu melihat suatu situasi dari berbagai sudut pandang
- Mampu membangun hubungan yang positif dengan orang lain
- Mampu menyelesaikan konflik dalam kelompok
Cara mengasah kecerdasan interpersonal pada anak:
- Ajak anak sering bermain bersama saudara atau temannya
- Bermain permainan kelompok
- Ajarkan anak mengenali ekspresi dan perasaan orang lain
- Berikan contoh cara meminta bantuan, mengucapkan terima kasih, dan meminta maaf
7. Kecerdasan intrapersonal
Anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal biasanya mampu menyadari kondisi emosional, perasaan, dan motivasi dirinya sendiri. Si Kecil senang melakukan refleksi dan analisis diri, termasuk mengeksplorasi hubungan dan mengenali kekuatan dirinya sendiri.
Ciri-ciri anak dengan kecerdasan intrapersonal:
- Mampu menganalisis kekuatan dan kelemahan diri dengan baik
- Senang menganalisis teori dan gagasan
- Memiliki kesadaran diri yang sangat baik
- Memahami dasar dari motivasi dan perasaan dirinya sendiri
Cara mengasah kecerdasan intrapersonal pada anak:
- Bantu anak mengenali dan memberi nama pada emosinya
- Tanyakan bagaimana perasaannya setelah melakukan suatu aktivitas
- Berikan pilihan sederhana agar anak belajar mengambil keputusan
- Berikan waktu bermain mandiri
8. Kecerdasan naturalis
Kecerdasan naturalis awalnya mendapat lebih banyak penolakan dibandingkan tujuh jenis kecerdasan yang pertama kali dikemukakan oleh Gardner.
Menurutnya, orang yang memiliki kecerdasan naturalis tinggi cenderung lebih peka terhadap alam dan sering kali tertarik untuk merawat, mengeksplorasi lingkungan, serta mempelajari berbagai spesies.
Mereka juga cenderung mampu menyadari perubahan kecil sekalipun di lingkungan sekitarnya.
Ciri-ciri anak dengan kecerdasan naturalis:
- Tertarik pada bidang seperti botani, biologi, dan zoologi
- Mudah mengelompokkan dan mengategorikan informasi
- Senang berkemah, berkebun, mendaki, dan menjelajahi alam terbuka
- Tidak menyukai mempelajari topik yang tidak dikenal dan tidak memiliki kaitan dengan alam
Cara mengasah kecerdasan naturalis pada anak:
- Ajak anak bermain di taman
- Membaca buku tentang hewan dan tumbuhan
- Membuat kebun kecil dan merawat tanaman bersama di rumah
- Membicarakan pentingnya menjaga lingkungan
9. Kecerdasan eksistensial
Kekuatan utama dari kecerdasan eksistensial yakni mereka mampu melihat sesuatu secara lebih luas.
Kecerdasan eksistensial merupakan jenis kecerdasan paling baru yang diusulkan sebagai tambahan dari teori awal Gardner. Ia menggambarkan kecerdasan eksistensial sebagai kemampuan untuk menggali pertanyaan-pertanyaan mendalam mengenai kehidupan dan keberadaan manusia.
Orang dengan jenis kecerdasan ini cenderung memikirkan pertanyaan-pertanyaan besar mengenai berbagai hal, seperti makna hidup dan bagaimana tindakan seseorang dapat berkontribusi terhadap tujuan yang lebih luas.
Ciri-ciri anak dengan kecerdasan eksistensial:
- Memiliki cara pandang jangka panjang
- Mempertimbangkan bagaimana tindakan saat ini dapat memengaruhi hasil di masa depan
- Tertarik pada pertanyaan mengenai makna kehidupan dan kematian
- Memiliki ketertarikan dan kepedulian yang kuat terhadap orang lain
- Mampu melihat suatu situasi dari sudut pandang di luar dirinya
Cara mengasah kecerdasan eksistensial pada anak:
- Bacakan cerita yang mengandung nilai moral dan kemanusiaan
- Ajak anak mengenal tentang kebaikan, tanggung jawab, dan rasa syukur
- Ajak anak berdiskusi tentang bagaimana tindakan seseorang dapat memengaruhi orang lain
Itulah penjelasan tentang jenis kecerdasan anak dan cara mengasahnya sejak dini. Sebagai orang tua, penting untuk memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan dan cara belajar yang berbeda.
Alih-alih hanya berfokus pada nilai akademis, Bunda dapat mengamati minat, kekuatan, dan cara anak bereksplorasi untuk memberikan stimulasi yang sesuai. Semoga bermanfaat!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Ciri-Ciri Anak Dijauhi Teman di Sekolah
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara Membujuk Anak agar Mau Sekolah, Coba Dampingi Bun
Lebih Penting dari Sekolah Mahal, Ini 5 Kunci Kesuksesan Anak di Masa Depan
Risiko Tersembunyi bila Si Kecil Sekolah Terlalu Dini, ADHD dan Gangguan Mental
Merencanakan Pendidikan Anak Sebaiknya sejak Si Kecil Lahir, Simak Alasannya Bun
TERPOPULER
9 Jenis Kecerdasan Anak dan Cara Mengasahnya Sejak Dini, Bunda Perlu Tahu
Orang Pendiam dengan Kecerdasan Tinggi Punya Ciri Kepribadian Ini
Benarkah Ibu Menyusui Makan Pedas Bikin Bayi Sering Gumoh?
Terpopuler: Potret Poppy Bunga Dampingi Suami Pengacara Wisuda S3
Kenali Kebutuhan Kalsium Ibu Hamil dan Cara Memenuhinya
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Air Purifier dengan HEPA Filter, Jaga Kualitas Udara dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Mini Vacuum Cleaner, Ukuran Kecil tapi Daya Isap Kuat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Selamat, Adinda Thomas dan Raka Akmal Sambut Kelahiran Anak Pertama
Keseruan Bebi Romeo Bikin Konten Mukbang Mie Ayam di Mobil, Afgan hingga Feni Rose Jadi Bintang Tamu
9 Jenis Kecerdasan Anak dan Cara Mengasahnya Sejak Dini, Bunda Perlu Tahu
Benarkah Ibu Menyusui Makan Pedas Bikin Bayi Sering Gumoh?
15 Drama China Liu Xie Ning Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'Blossom through the Cloud'
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Butuh Kaos Kaki Ankle Untuk Beraktivitas? Coba Pilih 3 Kaos Kaki ini
-
Beautynesia
Satwa Jadi Korban Karhutla, dari Bekantan hingga Orang Utan
-
Female Daily
Sering Ganti Belahan Rambut, Benarkah Bisa Cegah Rambut Menipis?
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Gaya Couple Katie Holmes dan Pacar Berondong di NYFW Hingga US Open
-
Mommies Daily
10 Hair & Body Wash Bayi Favorit Mommies 2026, Ada yang 2-in-1