parenting
17 Tanda Anak Punya Kecerdasan Tinggi Menurut Mensa, Organisasi untuk Orang IQ Tinggi
HaiBunda
Kamis, 27 Aug 2026 18:20 WIB
Daftar Isi
-
Tanda-tanda anak punya kecerdasan tinggi
- 1. Memori yang luar biasa
- 2. Melewati tahap perkembangan intelektual lebih awal
- 3. Membaca sejak dini
- 4. Memiliki hobi atau minat yang tak biasa
- 5. Intoleransi terhadap anak-anak lain
- 6. Memiliki kesadaran akan peristiwa dunia
- 7. Menetapkan standar yang tinggi untuk diri sendiri
- 8. Tidak selalu memiliki prestasi tinggi
- 9. Suka berbicara
- 10. Suka bertanya
- 11. Mudah belajar
- 12. Selera humor yang berkembang
- 13. Memiliki jiwa musikal yang baik
- 14. Suka mengontrol
- 15. Suka membuat aturan tambahan
- 16. Suka menghabiskan waktu dengan orang dewasa
- 17. Introvert atau ekstrovert
Anak yang memiliki kecerdasan tinggi tidak selalu terlihat dari nilai akademis yang tinggi, Bunda. Kecerdasan anak juga bisa diketahui dari caranya memecahkan masalah dan minatnya pada bidang tertentu.
Menurut organisasi internasional yang menaungi orang-orang dengan skor IQ tinggi, Mensa, ada sejumlah tanda yang dapat mencerminkan kemampuan intelektual seorang anak. Tanda-tanda tersebut ternyata bisa dikenali sejak dini oleh orang tua.
Simak tanda-tanda anak punya kecerdasan tinggi menurut Mensa berikut ini!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanda-tanda anak punya kecerdasan tinggi
Melansir dari laman Gulf News, berikut 17 tanda seorang anak memiliki kecerdasan tinggi menurut Mensa:
1. Memori yang luar biasa
Psikolog di Amerika Serikat, Joanne Ruthsatz telah mempelajari apa yang disebutnya sebagai 'sampel terbesar' anak-anak jenius modern yang pernah tercatat. Ia mengatakan bahwa memori kerja yang luar biasa adalah satu-satunya faktor konsisten ditunjukkan pada anak-anak dengan kecerdasan tinggi, Bunda.
"Saya pikir itu adalah bagian yang memungkinkan dari kemampuan mereka," kata Ruthsatz.
2. Melewati tahap perkembangan intelektual lebih awal
Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak-anak berbakat cenderung mulai berbicara lebih awal. Menurut Davidson Institute, anak rata-rata akan mengucapkan kata bermakna pertamanya sekitar usia 12 bulan. Namun, anak berbakat mulai berbicara rata-rata sekitar dua bulan lebih awal.
Pada umumnya, anak-anak sudah mulai mendapatkan kosakata bicara di usia 18 bulan, dengan jumlah kosakata yang bisa diucapkan sekitar 3 hingga 50 kata. Pada anak-anak berbakat, menghubungkan kata-kata menjadi frasa dapat dimulai sejak usia 12 bulan.
3. Membaca sejak dini
Anak-anak berbakat atau cerdas mungkin belajar membaca pada usia 3 atau 4 tahun dan membaca untuk kesenangan pada usia 5 tahun. Pada kebanyakan anak, mereka biasanya baru bisa membaca sekitar usia 5 tahun.
Namun, tidak semua anak yang jenius membaca sejak dini ya. Faktanya, jenius disleksia terkenal seperti Stephen Hawking dan Einstein baru bisa membaca pada usia 8 dan 9 tahun, Bunda.
4. Memiliki hobi atau minat yang tak biasa
Tanda anak punya kecerdasan tinggi juga dapat dilihat dari hobi atau minatnya. Mereka yang cerdas biasanya memiliki hobi atau minat yang tidak biasa atau pengetahuan mendalam tentang subjek tertentu.
Sebagai contoh, sejak dini Si Kecil sudah menunjukkan ketertarikan tentang dinosaurus atau sangat menyukai luar angkasa.
5. Intoleransi terhadap anak-anak lain
Tidak semua tanda anak cerdas dikaitkan dengan hal positif. Ada sisi gelap menjadi anak jenius, yang dapat mencakup ketidakmampuan untuk berhubungan dengan anak-anak seusia mereka.
Anak-anak jenius terbukti lebih mungkin mengalami kecemasan dan depresi. Hal itu karena mereka memiliki sikap intoleransi terhadap anak-anak lain.
6. Memiliki kesadaran akan peristiwa dunia
Banyak anak berbakat menunjukkan bukti kepekaan moral. Anak-anak ini memiliki kesadaran akan isu sosial yang tengah terjadi di dunia.
Anak dengan kecerdasan tinggi cenderung peduli terhadap orang lain, ingin meringankan rasa sakit dan penderitaan, atau menunjukkan kemampuan tingkat lanjut untuk memikirkan ide-ide abstrak seperti keadilan bagi orang-orang kurang beruntung.
7. Menetapkan standar yang tinggi untuk diri sendiri
Anak yang punya kecerdasan tinggi biasanya suka menetapkan standar yang sangat tinggi dan mustahil untuk dirinya sendiri. Hal ini bisa menjadi salah satu sisi negatif dari kejeniusan.
Ketika seorang anak merasa dirinya menonjol, mereka mungkin akan menetapkan preseden atau target yang selalu harus harus dicapai. Target ini sering kali dianggap mustahil bagi banyak orang.
8. Tidak selalu memiliki prestasi tinggi
Orang yang berprestasi tinggi tidak selalu berbakat, meskipun beberapa orang yang berprestasi tinggi juga berbakat. Namun, orang yang berprestasi tinggi sering kali termotivasi secara eksternal oleh keinginan untuk mendapatkan nilai bagus atau pujian.
Sementara itu, beberapa anak berbakat mungkin berprestasi rendah karena mereka termotivasi secara internal. Jenius ilmiah seperti Stephen Hawking tidak begitu bersinar di lingkungan akademis dan ia bahkan mengaku 'malas' di sekolah.
9. Suka berbicara
Anak yang jenius suka bereksplorasi dan punya kebiasaan suka berbicara. Sejak kecil, anak-anak ini sudah suka bertanya tentang segala hal yang membuatnya penasaran.
Ketika menemukan satu topik, mereka tak malu untuk mengutarakan pendapat. Meski pendapat itu terkadang tidak masuk akal, mereka tetap semangat untuk mengutarakannya.
10. Suka bertanya
Selain suka bicara, anak yang punya kecerdasan tinggi juga biasanya suka bertanya. Pertanyaan mereka dapat beragam dan bisa berubah topik dalam waktu.
Terus mendengar pertanyaan anak mungkin menjengkelkan ya, Bunda. Tetapi, penting bagi orang tua untuk menjawabnya guna mendorong rasa ingin tahu Si Kecil.
11. Mudah belajar
Anak-anak berbakat umumnya mampu memahami hal yang baru dipelajari. Mereka dapat menggunakan pemahaman baru yang kompleks dengan cepat dan mudah.
Anak-anak ini memiliki daya ingat yang kuat. Sebagian besar juga memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa saat mempelajari hal baru.
12. Selera humor yang berkembang
Anak-anak jenius sering kali memiliki selera humor yang luar biasa. Meski begitu banyak yang memandang humor ini aneh atau tidak masuk akal.
Mereka juga dapat menikmati lelucon yang dianggap aneh dan absurd. Beberapa di antaranya bahkan mampu menemukan lelucon dari situasi yang mungkin tidak terpikirkan oleh anak seusianya.
13. Memiliki jiwa musikal yang baik
Anak dengan kecerdasan tinggi juga dapat menunjukkan jiwa musikal sejak dini. Mereka lebih peka terhadap nada, ritme, melodi, atau perubahan bunyi, serta cepat mengingat lagu dan pola musik. Ketertarikan yang kuat pada musik bisa menjadi salah satu tanda kemampuan kognitif.
Sebagai contoh, komposer cerdas Wolfgang Amadeus Mozart, terkenal karena memainkan lagu-lagu di harpsichord pada usia 4 tahun. Ia bahkan mampu menggubah musik di usia 5 tahun.
14. Suka mengontrol
Anak dengan kecerdasan tinggi kadang terlihat suka mengontrol. Hal ini mungkin karena mereka memiliki gagasan yang kuat tentang bagaimana sesuatu seharusnya dilakukan.
Mereka mungkin senang mengambil alih situasi atau menentukan aturan permainan. Mereka ingin sesuatu berjalan sesuai keinginan mereka, Bunda.
15. Suka membuat aturan tambahan
Anak-anak berbakat sering menyukai aturan permainan yang kompleks. Tak heran bila anak-anak ini suka membuat aturan tambahan, Bunda.
Anak-anak yang cerdas memiliki kemampuan untuk melihat hubungan antar ide yang dapat mendorong mereka untuk membuat aturan tambahan lebih kompleks. Mereka biasanya melakukan itu murni untuk bersenang-senang.
16. Suka menghabiskan waktu dengan orang dewasa
Anak yang cerdas biasanya lebih suka menghabiskan waktu dengan orang dewasa atau terlibat dalam kegiatan sendiri. Mereka bisa merasa tertarik pada percakapan, topik, atau aktivitas yang dianggap lebih menantang dan sesuai dengan rasa ingin tahunya.
Anak-anak ini juga mampu melakukan pekerjaan pada tingkat yang jauh di atas teman sebaya. Oleh karena itu, mereka mungkin terlihat nyaman berdiskusi dengan orang yang lebih tua dibandingkan hanya bermain dengan teman sebaya.
17. Introvert atau ekstrovert
Anak dengan kecerdasan tinggi bisa memiliki kepribadian introvert atau ekstrovert, Bunda. Mereka mungkin nyaman menyendiri dan menikmati waktu untuk berpikir, tetapi ada juga yang justru senang bersosialisasi dan berinteraksi dengan banyak orang.
Meski begitu, penelitian menunjukkan bahwa sifat introvert lebih sering ditemukan pada anak-anak berbakat.
Itulah penjelasan tanda-tanda anak punya kecerdasan tinggi menurut Mensa. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Bunda, Kenali 5 Tahap Perkembangan Empati pada Anak
Parenting
Masih Banding-bandingkan Anak? Coba Simak Pesan Kak Seto Soal Inner Strength
Parenting
9 Kecerdasan Majemuk yang Perlu Diketahui, Adakah Potensi pada Anak Bunda?
Parenting
6 Cara Optimalkan Kecerdasan Interpersonal Anak agar Sukses di Masa Depan
Parenting
5 Cara Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal Anak
5 Foto
Parenting
Bagikan Foto Lebaran, Deretan Artis Ini Masih Rahasiakan Wajah Anak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
20 Ciri-ciri Anak Cerdas Istimewa dan Cara Orang Tua Mengembangkannya
13 Tanda Anak Cerdas Menurut Sains, Apakah Si Kecil Salah Satunya?
Cara Mengenali Tanda Anak Cerdas dari Gambar yang Dibuatnya