HaiBunda

PARENTING

40 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Menarik dan Seru untuk Anak Sebelum Tidur

Dilla Atqia Rahmah   |   HaiBunda

Sabtu, 03 Oct 2026 19:00 WIB
Cerita fantasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Maciej Sojka

Bunda, mendongeng sebelum tidur bisa jadi momen spesial buat mempererat kedekatan dengan Si Kecil, apalagi kalau ceritanya seru dan penuh imajinasi.

Cerita fantasi bahasa Indonesia biasanya jadi pilihan favorit, karena dunia yang diciptakan bisa sebebas mungkin, mulai dari kerajaan ajaib, hewan yang bisa bicara, sampai petualangan ke negeri antah berantah.

Ada berbagai jenis cerita fantasi yang bisa Bunda pilih sesuai selera Si Kecil, mulai dari yang bernuansa petualangan, persahabatan, sampai cerita dengan pesan moral yang ringan namun tetap mudah dipahami anak. Hal yang terpenting dari cerita fantasi adalah alur cerita yang sederhana tetapi tetap membuat anak penasaran sampai akhir cerita.


Nah, kalau Bunda sedang butuh referensi cerita fantasi pendek untuk dibacakan malam ini, berikut kumpulan 40 contoh cerita yang bisa langsung dibacakan, lengkap dengan berbagai tema seru yang cocok menemani waktu tidur Si Kecil.

Mengenal apa itu cerita fantasi

Cerita fantasi merupakan cerita hasil khayalan atau rekaan pengarangnya saja. Cerita fantasi biasanya memiliki alur cerita yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata.

Karena cerita fantasi dibuat berdasarkan khayalan semata, hal ini bisa menarik perhatian bagi anak-anak. Dengan imajinasi anak yang tinggi, ia mungkin saja semangat mendengar cerita-cerita fantasi seperti hewan yang bisa bicara atau  petualangan di dunia lain.

Jenis cerita fantasi

Pada dasarnya, pengarang membuat cerita fantasi yang mustahil terjadi di kehidupannya. Namun, ada juga pengarang yang masih menyisipkan unsur-unsur kehidupan nyata di dalam cerita.

Berdasarkan Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTS Kelas VII, ada dua jenis cerita fantasi yaitu cerita fantasi total (keseluruhan) dan cerita fantasi sebagian (irisan).

Cerita fantasi total (keseluruhan)

Cerita fantasi total (keseluruhan) adalah cerita fantasi yang isinya secara keseluruhan dibuat berdasarkan hasil khayalan penulis terhadap suatu objek.

Jenis cerita fantasi ini semua hal dalam cerita tidak ada dalam dunia nyata. Salah satu cerita fantasi total yang terkenal adalah novel Harry Potter.

Novel ini benar-benar menampilkan kisah yang tidak ada di kehidupan nyata. Mulai dari nama, tempat, hingga peristiwa, semua hanyalah karangan penulis.

Cerita fantasi sebagian (irisan)

Jenis cerita fantasi sebagian (irisan) merupakan cerita hasil khayalan pengarang, namun masih ada unsur cerita yang ada dalam dunia nyata. Misalnya nama, tempat, atau peristiwa yang pernah terjadi.

Unsur-unsur intrinsik cerita fantasi

Dalam membuat cerita fantasi, ada berbagai unsur intrinsik yang membangun cerita.  Sama seperti unsur intrinsik pada jenis cerita lainnya, unsur intrinsik cerita fantasi terdiri atas tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat.

Tema adalah inti sebuah cerita yang jadi penentu konflik dalam cerita. Tema bisa meliputi persahabatan, keluarga, pendidikan, dan lainnya. Tokoh merupakan orang yang terlibat dalam cerita. Sementara penokohan adalah karakter atau watak setiap tokoh.

Alur adalah urutan atau jalannya cerita. Tahapan cerita dimulai dari perkenalan, penanjakan, klimaks, antiklimaks, dan penyelesaian.

Latar adalah tempat, suasana, dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita. Sedangkan sudut pandang merupakan cara pengarang menempatkan dirinya dalam cerita.

Gaya bahasa adalah ciri khas pengarang dalam menyampaikan cerita. Sementara amanat adalah pesan moral yang disampaikan melalui cerita.

10 Cerita fantasi pendek tentang hewan yang menarik dan seru

Dikutip dari buku Dongeng Sebelum Tidur Fabel Nusantara 30 Dongeng Binatang Seru dari Seluruh Indonesia penerbit Wahyu Media dan buku Pelangi Dongeng Anak Indonesia penerbit Jejak Pustaka, berikut ini berbagai contoh cerita fantasi pendek tentang hewan. Ini bisa Bunda bacakan untuk Si Kecil sebelum tidur.

1. Dua Tupai dan Seekor Ular Pohon

Pada sebuah kebun luas, hidup dua ekor tupai yang ingin membuat sarang di pohon durian. Mereka adalah tupai yang pemarah dan sombong. Tupai Pertama dan Tupai Kedua sama-sama tidak mau mengalah soal sarang di pohon durian.

Mereka terus berteriak satu sama lain. Tupai Pertama berkata pohon durian adalah miliknya, sedangkan Tupai Kedua berkata ia yang menemukan pohon durian itu pertama kali.

Karena tidak ada yang mau mengalah, akhirnya mereka memutuskan untuk bertarung. Mereka bertarung selama berjam-jam hingga akhirnya Tupai Kedua kelelahan.

Tupai Kedua memutuskan untuk mengalah dan pergi. Mengetahui dirinya menang, Tupai Pertama bersikap sombong dan terus menghina Tupai Kedua.

“Dasar lemah, begitu saja menyerah. Hahaha, aku pasti menang,” teriak Tupai Pertama.

Tupai Kedua turun dari pohon durian tanpa menggubris ucapan Tupai Pertama. Tupai Pertama tidak tahu bahwa sejak tadi ada ular penghuni pohon durian yang sedang memperhatikannya. Tiba-tiba, ular besar itu melilit Tupai Pertama.

“Hahaha, dasar tupai sombong! Akulah yang berhak bersarang di pohon durian ini,” kata ular besar itu. Tupai Pertama meminta tolong namun tidak ada yang menolong.

2. Si Naga Kecil

Pada zaman dahulu, hiduplah seekor bayi naga bernama Operna. Ia tinggal di hutan ajaib bersama kakaknya, Emika. Operna sangat membenci manusia karena ibunya telah dibunuh oleh pemburu.

Karena itulah, Emika tidak pernah mengizinkan Operna keluar gua agar tidak bertemu dengan pemburu manusia.

Suatu hari, saat Emika pergi berburu, seorang pemburu tanpa sengaja menemukan gua tempat tinggal mereka. Melihat Emika pergi dari sana, pemburu itu menduga masih ada naga lain di dalam gua. 

Ia pun segera mengambil senjata dan masuk. Di dalam, ia melihat Operna sedang memasak, lalu langsung memanah sayap kiri Operna hingga membuatnya jatuh pingsan sambil menjerit kesakitan. Pemburu itu tertawa kegirangan karena berhasil melukai seekor naga.

Sementara itu, Emika yang sudah kembali ke gua sempat kaget karena tidak melihat Operna, namun ia mengira adiknya sedang berada di kamar. Karena kelelahan, Emika pun langsung beristirahat.

Keesokan paginya, ia mengetuk pintu kamar Operna, namun tidak ada jawaban. Setelah masuk dan mendapati kamar itu kosong, Emika mulai panik dan segera mencarinya.

Saat mencari, Emika menemukan bercak darah di lantai dapur dan langsung menyadari itu darah Operna. Ia mengikuti jejak darah tersebut hingga sampai ke sebuah kota manusia. Di sana, ia melihat Operna akan dibakar untuk dijadikan hidangan pesta.

Tanpa berpikir panjang, Emika segera menukik, menyambar tubuh Operna, dan terbang menjauh membawanya kembali ke gua.

Setibanya di gua, Emika merawat luka Operna, memasak makanan, dan menyuapinya dengan penuh kasih sayang. Berkat ramuan warisan nenek moyang naga, Operna pun sembuh dengan cepat.

Setelah kejadian itu, mereka membuat parit berapi di sekeliling gua agar tidak ada pemburu yang bisa menangkap mereka lagi. Akhirnya, Emika dan Operna hidup bahagia selamanya.

3. Ulat Bulu yang Usil

Ulat Bulu adalah hewan yang usil, ia suka menjahili binatang lain. Suatu hari, Ulat Bulu menemukan sarang kelinci yang kosong. Ia menyiapkan keusilannya untuk mengerjai Kelinci. 

Ketika Kelinci tiba di sarangnya pada siang hari, ia terkejut melihat sebuah tapak kaki masuk ke sarangnya. Hal ini membuat Kelinci marah.

“Hei siapa yang berada di dalam sarangku?” teriak Kelinci.

“Aku adalah hewan yang bisa menghancurkan Gajah dan Badak,” sahut Ulat Bulu sambil menahan tawa.

Jawaban itu membuat kelinci takut. Karena suara itu terdengar besar akibat gema di dalam sarang Kelinci. Ia pun pergi meminta bantuan binatang lain.

Beberapa saat kemudian, Badak tiba di sarang Kelinci. “Siapa yang berada di dalam sarang Kelinci?” tanya Badak. 

“Aku adalah hewan yang bisa menghancurkan Gajah dan Badak,” ucap Ulat Bulu sekali lagi.

Mendengar hal itu, Badak langsung berlari. Kelinci mencari binatang lain. Namun usahanya gagal, karena Serigala yang kuat juga ketakutan

Akhirnya Kelinci mengumpulkan seluruh hewan di depan sarangnya. Ketika katak bertanya tentang siapa yang ada di dalam sarang Kelinci, jawaban Ulat Bulu tetaplah sama.

“Apakah hanya itu kemampuanmu? Aku bisa mengalahkan siapa saja. Termasuk yang bisa menghancurkan Gajah dan Badak,” ucap Katak.

Akhirnya Ulat Bulu keluar dari sarang sambil ketakutan. Semua hewan yang ada di situ sangat kesal. Ulat Bulu pun meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

4. Kisah Domba Garut

Di sebuah lahan kacang yang dipanen terdapat Ayam, Kerbau, Bebek dan Domba Besar yang sedang makan kacang dengan lahap. Saat sore tiba, mereka pulang ke kandang masing-masing.

Domba Besar yang sombong dan kuat ingin sekali tidur di kandang para binatang yang tadi ada di lahan kacang. Ia pun pergi ke kandang-kandang binatang tersebut.

Ketika melihat kandang ayam, Domba Besar merasa itu tidak cocok dengannya karena terlalu kecil. Begitu pula kandang bebek.

Domba Besar merasa nyaman di kandang Kerbau karena banyak jerami yang membuat tubuhnya hangat. Ia tertidur pulas di sana.

Ketika Kerbau kembali ke kandang, mereka terkejut melihat Domba Besar. Mereka membangunkan domba itu.

“Permisi Domba, maaf. Ini kandang kami. Bisakah kamu pulang ke kandangmu? Kami ingin istirahat,” ucap Kerbau pelan-pelan. Namun, Domba Besar terbangun dan marah.

Ketika para kerbau mencoba bicara lagi, Domba  tetap marah dan malah mengusir para kerbau. Hal itu membuat Kerbau kesal dan terjadi keributan.

Suara bising mereka terdengar oleh Anjing Gembala. Ia marah dan langsung mengusir Domba Besar ke kandangnya. Para Kerbau berterima kasih pada Anjing Gembala.

5. Beruang dan Lebah Madu

Beruang hidup di dalam hutan dan memiliki banyak persediaan makanan. Namun, lama-kelamaan persediaan makanan itu habis. Ia berusaha mencari makan, tetapi ia tidak mendapatkan makanan, bahkan sampai sore sekalipun.

Ketika melintas di perjalanan dekat sungai, beruang melihat sarang lebah yang tergantung di pohon. Ia mendekat ke arah sarang itu dan berpikir akan mendapat banyak madu.

Tiba-tiba kawanan lebah datang dari belakang. Mereka menggigit punggung beruang hingga beruang teriak kesakitan. Karena sangat marah, beruang menendang sarang itu hingga para lebah semakin menggigit tubuhnya.

Para lebah mengikuti beruang yang berlari. Beruang akhirnya menceburkan diri ke sungai agar terhindar dari sengatan lebah.

6. Bulu Burung Gagak

Burung Hantu membuka toko pewarna bulu untuk binatang. Tokonya sangat terkenal ke seluruh penjuru dunia. Burung Gagak tertarik untuk datang demi memiliki bulu yang gagah dan berbeda dari bulu binatang lainnya.

Burung Gagak meminta Burung Hantu mewarnai bulunya dengan nada bicara yang sombong. “Hei, Burung Hantu, tolong warnai bulu yang indah ini,” ucapnya.

Burung Gagak berniat mewarnai bulunya dengan warna biru dan nila. Ia ingin jadi burung paling gagah di hutan. Burung Hantu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kesombongan Burung Gagak.

Ia segera menyiapkan warna biru dan nila. Namun, Burung Hantu salah memperkirakan ukuran takaran warna. Ia memasukkan banyak warna nila, kemudian dicampur warna biru.

Jadi Gagak hanya sebentar saja berwarna biru nila, kemudian berubah jadi hitam mengkilap selamanya. Burung Gagak tidak tahu hal itu, ia segera menceburkan dirinya ke tempat berendam.

Ketika bercermin, ia sempat mengagumi bulu indahnya. Namun, bulu itu kemudian menghitam. Burung Gagak pun marah, sedangkan Burung Hantu ketakutan. Ia baru menyadari kesalahannya.

7. Belalang Sombong dan Semut

Semut selalu hidup kompak dan hidup bahagia. Ketika sedang bergotong royong memindahkan buah untuk makan malam, ada belalang yang memperhatikan.

Belalang berkata “Hai, para semut. Mengapa kalian bisa membawa buah sebesar ini? Padahal tubuh kalian kecil dan tidak kuat?”

Semut menjawab bahwa meskipun mereka kecil, mereka bergotong-royong untuk agar buahnya bisa dibawa. Belalang menjawab ia bisa mengangkat lima buah sendirian.

Para semut tidak menghiraukan ucapan Belalang. Mereka terus Bekerja.

“Bahkan aku bisa mengangkat seekor gajah, kalian pasti percaya,” ucap Belalang.

Semut tidak percaya dan Belalang berusaha membuktikannya. Ketika semut berhenti bekerja, mereka mengikuti Belalang yang menghampiri kawanan gajah.

Belum juga Belalang mendekat, gajah tidak sengaja menghempaskan belalainya. Ini membuat Belalang kesakitan dan tubuhnya patah.

Semut hanya bisa geleng-geleng kepala, mereka mengobati Belalang. Belalang pun berjanji tidak akan sombong lagi.

8. Burung Kasuari

Burung Kasuari adalah burung yang kuat, pandai terbang, dan pandai mencari makan. Namun, ia sangat sombong.

Ia mengambil hampir semua buah-buahan di hutan, sehingga burung lain tidak kebagian. Semua burung menjadi resah karena ini.

Burung Pipit mengeluh kepada Burung Dara. Rupanya Burung Dara punya rencana membuat Burung Kasuari jera.

Burung Dara mengumpulkan semua bangsa burung. Ia menantang Burung Kasuari lomba terbang. Awalnya burung lain ragu akan kemampuan Burung Dara, bahkan Burung Kasuari juga meragukannya. Namun, Burung Dara memiliki strategi. 

Ia meletakkan ranting di setiap sayapnya untuk mengelabui Burung Kasuari. “Jangan banyak bicara, Burung Kasuari. Peraturan lomba ini adalah lawan boleh mematahkan satu sayap lawannya ketika terbang,” ucap Burung Dara.

Burung Kasuari setuju. Saat lomba akan dimulai, ia mematahkan sayap Burung Dara yang ternyata hanyalah ranting. Burung Kasuari mengira sayap lawannya telah patah.

Burung Dara juga mematahkan sayap Kasuari sampai ia kesakitan. Namun, Kasuari berusaha terbang walau kesulitan. Akhirnya Burung Dara menang. Kini, Burung Kasuari tidak dapat terbang dan hanya bisa mencari makanan di tanah.

9. Ikan dan Cicak

Ikan-ikan koi di dalam kolam berenang tak tentu arah, bahkan ada yang melompat sampai membuat air kolam bergelombang.

Di tengah keramaian itu, Ikan Koi Kuning yang menjadi ikan tertua di kolam berusaha menenangkan teman-temannya. Lalu ia bertanya apa sebenarnya yang terjadi.

Ternyata biang keladinya adalah Ikan Koi Merah. Ia bosan dengan makanan yang selalu diberikan majikannya, dan diam-diam sering memperhatikan cicak di pinggir kolam yang dengan lahap memakan nyamuk yang terbang.

Menurutnya, nyamuk itu pasti terasa lezat, dan ia pun ingin mencobanya. Setiap hari, cicak selalu berhasil menangkap beberapa nyamuk dengan mudah.

Setiap pagi dan sore, ikan-ikan di kolam senang bukan main karena majikan mereka menaburkan makanan yang lezat dan banyak, membuat semua ikan kenyang.

Mereka juga suka bermain dengan majikannya, begitu tangan majikan menyentuh permukaan air, ikan-ikan langsung berkerumun mendekat dan menggigit tangannya dengan senang.

Namun di siang hari, saat ikan lain sibuk bermain atau tertidur, Ikan Koi Merah lebih memilih memperhatikan sekeliling kolam, mulai dari rumput dan bunga, sampai laba-laba, kupu-kupu, lebah, semut, dan tentu saja cicak. 

Ia terus mengamati bagaimana cicak dengan cepat menangkap setiap nyamuk yang terbang di atas kolam. Makin lama makin penasaran, Koi Merah ingin merasakan sendiri kelezatan nyamuk itu.

Ikan Koi Merah akhirnya mencoba melompat ke permukaan air. Namun tanpa disadari, cicak juga sedang mengintai dari balik rumput.

Saat Ikan Koi Merah melompat, cicak dengan cepat menjulurkan lidahnya dan lebih dulu menangkap nyamuk yang sama. 

Ikan Koi Merah pun gagal, kecewa, tapi diam-diam kagum dengan kecepatan cicak. Meski begitu, ia bertekad terus berlatih dan mencoba lagi, walau tahu usahanya bisa saja ditegur Ikan Koi Kuning karena membuat kolam ribut lagi.

Walau belum berhasil merasakan lezatnya nyamuk, Ikan Koi Merah tetap bersyukur karena setiap hari masih diberi makan oleh majikannya.

Ia bahkan sudah berhasil menangkap beberapa semut di pinggir kolam lewat lompatan kecilnya. 

Baru satu kali mencoba menangkap nyamuk memang belum berhasil, tapi ia yakin suatu saat nanti bisa melompat dan menangkap nyamuk secepat cicak. Sampai saat itu tiba, Ikan Koi Merah akan terus berlatih dan pantang menyerah.

10. Hari Ulang Tahun Kancil

Di sebuah hutan, hiduplah seekor Kancil yang cerdik. Hari itu adalah hari ulang tahunnya, dan ia mengundang semua temannya untuk berpesta. 

Kancil sudah menyiapkan buah-buahan dan sayuran, tapi ia baru sadar lupa membawa wortel. Letaknya ada di seberang sungai penuh buaya.

Meski takut, Kancil akhirnya nekat pergi bersama Kerbau dan Kelinci. Mereka menemukan sebuah jembatan tua yang harus dilewati agar tidak dimangsa buaya. Kelinci berjalan lebih dulu, disusul Kancil, lalu Kerbau di belakang. 

Karena Kerbau ragu melintasi jembatan yang sudah rapuh, Kancil menyarankannya untuk berlari cepat. Begitu Kerbau selesai berlari, jembatan itu langsung roboh. Untungnya, mereka berhasil mendapatkan banyak wortel di sekitar mulut gua di seberang sana.

Sayangnya, mereka justru terjebak di dalam gua. Kerbau yang tertarik dengan cahaya di dalam gua tanpa sengaja mendorong batu penahan pintu gua, sehingga batu-batu berjatuhan dan menutup jalan keluar mereka. 

Kancil pun berpikir keras mencari cara untuk keluar, sementara Kerbau menangis karena khawatir tubuhnya terlalu besar untuk melewati celah sempit yang mungkin mereka temukan.

Kelinci akhirnya berhasil menemukan lubang cukup besar di dalam gua, dan mereka semua berhasil keluar, termasuk membantu Kerbau melewatinya.

Setelah keluar, Kancil mengajak teman-temannya membuat jembatan baru. Kerbau bertugas mendorong pohon tumbang, sementara Kelinci mengumpulkan tanaman merambat untuk dijadikan tali pengikat.

Percobaan pertama mereka sempat gagal karena tali yang digunakan hampir putus dan membuat Kelinci nyaris jatuh ke sungai. Setelah beberapa kali mencoba dengan sisa bahan yang ada, mereka akhirnya berhasil membangun jembatan baru. 

Kerbau pun diminta menyeberang lebih dulu untuk memastikan jembatan itu aman, sebelum akhirnya Kancil dan Kelinci ikut melintas.

Setelah perjalanan panjang itu, mereka akhirnya sampai kembali di rumah Kancil untuk merayakan ulang tahunnya, lengkap dengan wortel hasil petualangan mereka. 

Sebelum pulang, Kancil membagikan sisa wortel kepada teman-temannya dan mengucapkan terima kasih. Karena tanpa bantuan mereka, semua ini tidak akan mungkin terjadi.

10 Contoh cerita fantasi pendek tentang persahabatan untuk anak sebelum tidur

Contoh cerita fantasi tentang persahabatan umumnya menyoroti hubungan, petualangan, dan konflik pertemanan  yang dialami tokoh utama. Berikut ini berbagai cerita fantasi persahabatan yang dikutip dari buku Pelangi Dongeng Anak Indonesia penerbit Jejak Pustaka.

1. Persahabatan Kancil dan Ikan Paus

Persahabatan Kancil dan Paus terjadi setelah Kancil menolong Ikan Paus yang terdampar di pinggir kali. Setiap hari, Kancil selalu dibawa keliling laut oleh Paus. Ia duduk di atas Ikan Paus. Ikan Paus senang melihat Kancil bahagia.

Akan tetapi, sore ini Kancil tidak melihat Ikan Paus. Begitu pula hari berikutnya. Ini membuat Kancil khawatir.

Keesokan harinya, Kancil kembali ke pantai. Tak lama kemudian Ikan Paus datang. Kancil bertanya tentang kemana Ikan Paus kemarin.

“Hai, Kancil. Aku minta maaf, ya, kemarin tidak datang. Di dalam laut sedang ada masalah. Raja Ikan Paus sedang sakit keras. Aku harus mencari tabib yang bisa mengobati rajaku itu,” kata Ikan Paus.

Mendengar hal itu Kancil iba dan berniat untuk membantu Paus. Ia bertekad mencari tabib. Paus memberi waktu selama dua hari.

Kancil segera kembali ke hutan. Ia mencari tabib tua yang sangat sakti. Kancil menanyakan tabib itu ke seluruh penghuni hutan. Namun, tidak ada yang tahu. Ia pun kembali ke rumahnya.

Menjelang pagi, Rusa membangunkan Kancil. Ia bilang tahu keberadaan tabib itu. Kancil pun langsung meminta antar Rusa ke rumah tabib.

Rusa memberi syarat kepada Kancil. Ia akan mengantarkan Kancil dengan syarat Kancil harus memberikan semua persediaan makanannya.

Kancil setuju. “Demi sahabatku, Ikan Paus, aku harus menemukan tabib itu untuk menyembuhkan Raja Ikan Paus,” ucap Kancil. Rusa tersebut seketika berubah menjadi tabib tua. Kancil pun terkejut.

“Aku tabib tua itu, aku hanya menjelma menjadi rusa, agar tahu kesungguhanmu menjaga persahabatan. Sekarang, mari kita ke laut. Kita obati Raja Ikan Paus,” kata tabib tua.

Setibanya di laut, Tabib Tua segera mengobati Raja Ikan Paus. Kemudian, Raja Ikan Paus sembuh. Paus sangat senang, persahabatan Kancil dan Paus semakin baik.

2. Ikan Gabus dan Tupai

Ikan Gabus dan Tupai adalah sahabat yang saling tolong menolong. Suatu hari, Ikan Gabus sakit dan Tupai membantunya sebagai seorang teman.

Suatu malam, Ikan Gabus menginginkan makan hati Ikan Hiu. Tupai berusaha mencarikannya. Ia bertekad mencari hati ikan hiu meski sulit didapatkan. Ikan Hiu hidup di lautan dan merupakan hewan buas.

Tupai menyusun rencana agar mendapat hati ikan hiu. Ia berusaha melompat ke setiap pohon dengan batang menjorok. Ia melubangi sebutir buah kelapa lalu dikeluarkan airnya. Tupai masuk dalam buah kelapa itu dan menggerogoti buah kelapa untuk mengisi perutnya.

Setelah itu, buah kelapa sudah berada di tengah laut lepas. Tak lama setelahnya, datang ikan hiu yang kelaparan. Hiu itu menelan biji kelapa.

Saat kelapa itu sudah di dalam perut Hiu, Tupai langsung menggigit hati Hiu. Hiu itu menggelepar menuju pantai lalu tak sadarkan diri.

Tupai langsung keluar dari perut Hiu sambil membawa hati ikan Hiu. Ia memberikan hati hiu untuk sahabatnya, Ikan Gabus. 

Setelah memakan hati Hiu, Ikan Gabus sembuh dari sakitnya. Tupai sangat bahagia dan Ikan Gabus berjanji akan membalas kebaikan Tupai.

3. Persahabatan Empat Ekor Binatang

Burung Gagak, Kura-Kura, Musang, dan Kijang adalah sahabat yang saling membantu dan menyayangi. Suatu hari, mereka akan bermain bersama, tetapi Burung Gagak dan Kura-Kura belum juga tiba.

Beberapa saat kemudian, Burung Gagak datang dengan wajah yang tegang. Ia meminta maaf karena terlambat, ia juga tidak menemukan kura-kura.

Keempat hewan itu segera berpencar untuk mencari Kura-Kura. Burung Gagak menemukan Kura-Kura dalam perangkap Pemburu di dekat sungai. Mereka pun mencari cara untuk melepaskan Kura-Kura.

Kijang dan Burung Gagak pura-pura berkelahi di dekat Pemburu, sedangkan Musang bersembunyi di semak-semak. Pemburu tertarik pada Kijang, ia berusaha menangkapnya.

Ketika Pemburu lengah, Musang segera menggigit jaring Kura-Kura. Kijang segera berlari ke semak-semak menyusul Musang setelah Kura-Kura Bebas. Sementara Burung Gagak secepatnya terbang. Pemburu itu terkejut melihat jaringnya kosong.

4. Balas Budi Seekor Ikan

Seorang pemuda miskin bernama Tigran hidup di sebuah desa pinggir pantai. Ia adalah seorang nelayan yang hidupnya serba kekurangan. Meskipun demikian, ia tetap mensyukurinya.

Suatu hari, ia mendapatkan satu ekor ikan kecil yang indah. Ikan kecil itu memohon untuk dilepaskan. Karena kasihan, Tigran melepaskannya.

Dalam perjalanan pulang, Tigran bertemu monster yang menunggangi seekor sapi. Monster itu akan memberikan sapinya kepada Tigran dengan satu syarat.

Monster tersebut berkata setelah tiga tahun, ia akan menemui Tigran lagi. Ia akan mengajukan pertanyaan. Jika tidak bisa menjawab, Tigran harus jadi budaknya.

Ia pun setuju dan hidupnya membaik setelah adanya sapi itu. Tiga tahun kemudian, di hari sebelum monster datang, Tigran terus berdoa agar bisa menjawab pertanyaan monster itu.

Malamnya, Tigran bertemu pemuda yang tersesat. Ia mengajak pemuda itu menginap. Ternyata, pemuda itu adalah jelmaan ikan yang Tigran lepaskan tiga tahun lalu. Ikan itu datang untuk membalas budi.

Esok harinya, monster itu datang dan memanggil Tigran ke luar rumah. Namun, pemuda itu melarangnya. Pemuda itu yang akan menjawab pertanyaan dari monster dari dalam rumah. Monster setuju dan tidak curiga sama sekali.

Semua pertanyaan dijawab dengan mudah oleh pemuda tersebut. Monster itu menyerah dan pergi.

5. Kisah Kancil dan Tikus

Pada suatu malam, Kancil mendengar suara kesakitan di belakang rumahnya. Ternyata ada Tikus yang kesakitan karena kakinya tertancap duri. Kancil pun berusaha mencabut duri itu.

Hari terus berganti. Ketika Kancil sedang bersantai di bawah pohon, ia tidak sadar ada Pemburu yang siap memanahnya.

Melihat kejadian itu, Tikus segera menggigit Pemburu sehingga gagal memanah Si Kancil. Kancil terkejut melihat Pemburu kesakitan, kemudian ia tahu Tikus telah menyelamatkannya.

6. Dug, Aduh!

"Dug!" Tiba-tiba terdengar suara keras yang mengagetkan semua hewan di kelas Sekolah Animalia. Pak Ruru pun menjelaskan bahwa hari itu ada murid baru bernama Jeji. 

Ternyata suara itu berasal dari kepala Jeji yang terbentur atap saat masuk kelas. Jeji, seekor jerapah kurus berleher panjang. Ia memperkenalkan diri sambil memegangi kepalanya, "Halo semua, perkenalkan namaku Jeji." 

Meski begitu, teman-teman sekelas tetap menerimanya dengan baik, dan sepanjang hari Jeji terpaksa merunduk agar tidak terbentur lagi.

Saat istirahat, Bebe si Beruang mendekati Jeji dan mengajaknya berkenalan, "Halo Jeji, perkenalkan aku Bebe." Keduanya pun langsung akrab.

Namun sepulang sekolah, Jeji mendapati benjolan merah di kepalanya, bekas benturan hari itu. Meski begitu, ia tetap bersemangat untuk masuk sekolah keesokan harinya.

Sayangnya, kejadian yang sama terulang lagi di hari kedua, bahkan hari ketiga. Setiap kali masuk kelas, kepala Jeji selalu terbentur atap, hingga benjolan di kepalanya bertambah. Teman-teman sekelas mulai merasa kasihan melihatnya. 

Sesampainya di rumah pada hari ketiga, Jeji menangis kesakitan dan mengadu pada mamanya, "Mama! Kepalaku sakit sekali. Setiap hari kepalaku terbentur atap kelas. Aku tidak mau ke sekolah lagi Mama!"

Keesokan harinya, Jeji pun memutuskan untuk istirahat di rumah. Namun siang harinya, Bebe datang menjenguk dan menanyakan kabarnya. Setelah mendengar keluhan Jeji soal atap kelas yang terlalu rendah untuknya.

Bebe langsung menceritakan hal itu kepada Pak Ruru dan teman-teman sekelas keesokan harinya. "Bagaimana kalau kita bergotong royong meninggikan atap kelas," usul Bebe, yang langsung disambut baik oleh Pak Ruru.

Mereka pun berdiskusi dan sepakat untuk bergotong royong meninggikan atap kelas. Bebe bertugas mengambil kayu dari Hutan Tromazon, sementara Keki bertugas memaku kayu untuk atap yang baru. 

Setelah pekerjaan selesai, Keki diminta menjemput Jeji dan mengajaknya kembali masuk sekolah, "Jeji, kamu besok ke sekolah lagi ya, kami punya kejutan untukmu."

Keesokan harinya, Jeji tiba di sekolah dengan perasaan gembira begitu melihat atap kelas yang sudah ditinggikan. Ia berterima kasih kepada Pak Ruru dan semua temannya. Sejak saat itu, kepala Jeji tidak lagi terbentur, dan suara "dug" pun tidak pernah terdengar lagi di kelas Sekolah Animalia.

7. Cerita Keluarga Hewan

Ada sebuah keluarga hewan yang hidup sejahtera. Mereka adalah Gagak, Kura-Kura, Tikus, dan Rusa. Setiap hari mereka bermain dan mencari makan bersama.

Namun, suatu sore ketika mencari makan dan bermain, Rusa menghilang di tangkap Pemburu. Ia dimasukkan dalam sebuah jaring perangkap. Pada malam hari, Gagak, Tikus, dan Kura-Kura pulang ke rumah. Mereka pikir Rusa telah pulang, tetapi ternyata tidak ada. 

“Rusa belum pulang juga. Aku takut terjadi apa-apa padanya,” kata Tikus.

“Iya, tidak biasanya seperti ini,” sahut Kura-Kura.

Gagak berusaha menenangkan sahabatnya, ia mengajukan diri untuk mencari Rusa. Dalam perjalanan, Gagak terkejut karena Rusa berada dalam jaring pemburu. Gagak langsung memberi tahu hal ini kepada dua sahabatnya.

Mereka mulai menyusun rencana untuk menyelamatkan Rusa. Tikus menggigit jaring Pemburu hingga terlepas. Ketika Rusa berhasil bebas, Pemburu tiba.

Mereka semua langsung bersembunyi dan Pemburu tidak menemukan mereka. Akhirnya keluarga hewan tersebut kembali ke rumah dengan selamat.

8. Si Burung Hantu Timmy dan Sahabatnya Pango si Tupai

Dua sahabat burung hantu, Timmy dan Pango si tupai tinggal hutan yang indah. Setiap hari mereka bermain di tepi sungai dan mencari makan bersama.

Suatu hari, saat sedang menangkap ikan, tiba-tiba muncul seekor ular hitam belang kuning menghampiri mereka. Keduanya terkejut dan lari ketakutan.

Sayangnya, ekor Pango terkena kayu dan terluka, sementara Timmy sudah lebih dulu terbang bersembunyi di balik dahan pohon.

Ikan hasil tangkapan mereka pun berserakan, dan Pango terpaksa pulang dengan tangan kosong serta ekor yang terluka. Ia merasa kesal dan kecewa karena Timmy terbang meninggalkannya.

Sementara itu, Timmy sendiri sebenarnya juga ketakutan saat itu dan merasa tidak diterima ketika Pango menyalahkannya. Akhirnya keduanya saling menyalahkan dan tidak mau bertegur sapa, hingga berhari-hari mereka tidak pernah bertemu lagi.

Lama-kelamaan, Timmy mulai merasa bersalah dan rindu pada sahabatnya. Kebetulan sore itu ibunya baru saja memetik buah-buahan segar dari kebun, dan Timmy meminta izin membawa sebagian buah itu ke rumah Pango. 

Ibunya mengizinkan dan berpesan agar Timmy memilih buah terbaik serta pulang sebelum makan malam. Sesampainya di depan rumah Pango, Timmy melihat lewat jendela kamar dan terkejut mendapati Pango sedang terbaring dengan perban di ekornya. 

Karena takut Pango masih marah, ia tidak berani masuk dan memilih pulang, lalu menceritakan apa yang ia lihat kepada ibunya. 

Keesokan harinya, sang ibu menasihati Timmy bahwa sebagai sahabat, mereka harus saling memberi perhatian, terlebih saat salah satu sedang sakit, sudah seharusnya datang menjenguk dan menghibur.

Mendengar nasihat itu, Timmy akhirnya memutuskan pergi menjenguk Pango. Setibanya di sana, ia mengetuk pintu dan disambut oleh ibu Pango. Ibunya mempersilahkan Timmy masuk menemui Pango di kamar. 

Awalnya Pango masih terlihat kesal karena harus beristirahat cukup lama akibat lukanya, Timmy datang dan meminta maaf dengan tulus. Ia menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud menyakiti atau meninggalkan Pango, dan berharap sahabatnya bisa segera sembuh serta memaafkannya.

Mendengar permintaan maaf yang tulus itu, Pango pun luluh dan memaafkan Timmy. Ia bahkan berjanji begitu ekornya sembuh, mereka akan kembali menangkap ikan bersama seperti biasa. Timmy dan Pango pun akhirnya berpelukan, kembali menjadi sahabat seperti sedia kala.

9. Kisah Kucing Hitam dan Kucing Oren

Dua ekor kucing bernama Kucing Hitam dan Kucing Oren hidup di perkampungan kecil Bukit Pelangi. Suatu pagi, Kucing Hitam bersiap pergi memancing ke danau lengkap dengan topi cokelat, kacamata hitam, celana selutut, dan peralatan pancingnya. Ia berjalan dengan penuh percaya diri.

Kucing Oren yang baru selesai menyiram kebun menyapa dan mengajaknya mampir untuk minum cokelat hangat serta menyantap kue ikan buatannya.

Namun Kucing Hitam menolak dengan ketus, mengatakan masakan Kucing Oren tidak enak, lalu pergi begitu saja menuju danau. Meski sedih ditolak, Kucing Oren tidak menaruh dendam dan tetap masuk ke rumah untuk memasak.

Sesampainya di danau, Kucing Hitam mencari tempat memancing yang nyaman, lalu melempar joran dengan penuh keyakinan akan mendapat banyak ikan. Namun setelah hampir satu jam menunggu tanpa hasil, ia mulai tidak sabar dan lapar. 

Tanpa berpikir panjang, Kucing Hitam nekat menceburkan diri ke danau untuk menangkap ikan langsung. Sayangnya, ia yang tidak bisa berenang justru mulai tenggelam dan berteriak minta tolong, namun tidak ada yang mendengar.

Di saat bersamaan, Kucing Oren yang membawa keranjang piknik berniat menyusul Kucing Hitam untuk makan bersama. Betapa terkejutnya ia mendapati kursi dan alat pancing Kucing Hitam kosong.

Ia pun bergegas mencari sumber suara minta tolong yang samar-samar terdengar, dan menemukan Kucing Hitam yang sudah kehabisan tenaga di dalam air. Dengan cepat, Kucing Oren mengambil dahan patah dan menjulurkannya agar Kucing Hitam bisa berpegangan dan naik ke tepian.

Setelah berhasil diselamatkan, Kucing Oren khawatir menanyakan keadaan Kucing Hitam. Setelah mengatur napas, Kucing Hitam berterima kasih dan meminta maaf atas sikapnya yang sombong sebelumnya.

Kucing Oren pun memaafkannya dengan lapang dada, asal kejadian itu tidak terulang lagi. Mereka kemudian menikmati cokelat hangat dan kue ikan bersama-sama, dan Kucing Hitam mengakui bahwa menerima kebaikan Kucing Oren jauh lebih mudah daripada bersikap sombong dan keras kepala.

10. Panji dan Merina

Alkisah, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Panji. Ia adalah anak nelayan yang  suka sekali bermain ke pantai setiap hari.

Sayangnya, Panji suka membuang sampah sembarangan ke laut. Hampir setiap hari, ia makan dan bermain di pantai, ia selalu lupa membuang sisa sampahnya, sehingga sampah itu berakhir di laut.

Sampai suatu hari, saat Panji sedang bermain seperti biasa, ia tiba-tiba bertemu makhluk aneh. Sempat ingin lari karena kaget, rasa penasarannya justru membuatnya mendekat.

Ternyata makhluk itu adalah seekor duyung cantik bernama Merina, yang berasal dari kerajaan bawah laut dan bisa berbicara bahasa manusia. Keduanya pun berkenalan.

Merina mengaku sudah lama mengenali wajah Panji karena sering melihatnya bermain di pantai. Panji terkejut karena tidak pernah menyadari hal itu. Ia pun bertanya kenapa Merina baru menghampirinya sekarang. 

Merina menjelaskan bahwa ia sebenarnya sudah lama marah dan tidak tahan melihat kebiasaan Panji membuang sampah sembarangan ke laut, rumahnya sendiri. Ia pun menegur Panji dan memintanya untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan.

Mendengar teguran itu, Panji langsung sadar akan kesalahannya. Ia meminta maaf kepada Merina dan berjanji tidak akan membuang sampah sembarangan lagi. Merina pun senang dan berterima kasih atas kesediaan Panji berubah. 

Setelah itu, mereka mengobrol dan bermain bersama hingga hari mulai gelap. Sebelum Merina pamit pulang, Panji sempat menahannya sebentar dan bertanya apakah mereka bisa bertemu lagi. Merina hanya tersenyum dan berkata bahwa semua ini hanyalah mimpi.

Tiba-tiba, Panji terbangun dengan kaget. Orang tuanya yang mendengar itu langsung menghampiri dan bertanya apa yang terjadi. Panji pun menceritakan seluruh mimpinya. Ibunya menenangkannya sambil berkata, 

"Tidak usah khawatir, Nak, itu semua hanyalah mimpi. Mungkin kamu memimpikan hal seperti itu untuk mengingatkanmu agar selalu buang sampah pada tempatnya. Lain kali kamu harus lebih menjaga kebersihan lingkungan ya."

Sejak saat itu, Panji tidak pernah lagi membuang sampah sembarangan dan tumbuh menjadi anak yang selalu menjaga kebersihan.

10 Contoh teks cerita fantasi tentang kerajaan, putri, dan pangeran

Ini dia berbagai cerita fantasi berupa dongeng kerajaan, putri, dan pangeran. Kumpulan cerita fantasi ini dikutip dari buku Kumpulan Dongeng Anak penerbit Stiletto Book, Kumpulan Dongeng Dunia Seri Kerajaan penerbit Wahyu Media, dan buku Pelangi Dongeng Anak Indonesia penerbit Jejak Pustaka.

1. Historia dan Penyihir Salimara

Ratu Historia memimpin  sebuah istana bernama Daywah. Dalam kerajaan ini, ia tinggal bersama adiknya, Miku. Miku memiliki sikap yang angkuh sehingga banyak rakyat yang tidak menyukainya. Selain itu, Miku juga ingin menjadi ratu dan iri sekali pada Ratu Historia.

Demi menjadi ratu, Miku membuat kakaknya sakit. Ia memanggil Penyihir Salimara agar memberikannya ramuan gatal untuk Historia. Penawarnya hanyalah air mata kuda Mikamanajalakasanayami. 

Saat kembali ke istana, Miku melihat Historia sedang berada di kebun. Miku langsung mengambil air dan mencampurkan ramuan gatal pada air tersebut. Air racun tersebut kemudian diberikan pada Historia.

Namun, ketika memberikan air itu pada Historia, Historia menolak karena ia tidak haus. Sehingga, rencana Miku gagal.

Tak kehabisan akal, Miku menaruh ramuan gatal itu ke ayam goreng Historia, tetapi usahanya juga gagal. Miku juga menaruh racun itu ke dalam madu yang dipesan Historia, tetapi Miku masih gagal juga.

Miku akhirnya menaruh satu bom asap obat tidur. Cara ini berhasil, namun ini membuat semua orang di istana ikut tertidur, termasuk Miku. Mereka semua tertidur hingga 14 tahun.

Setelah 14 tahun kemudian, seorang pangeran sihir datang ke istana tersebut. Ia merapal mantra untuk menghilangkan bom asap obat tidur dan menyelamatkan Ratu Historia. Miku akhirnya menyesali perbuatannya dan meminta maaf.

2. Enaja dan Ikyna

Zaman dahulu ada seekor naga kecil bernama Ikyana yang tinggal di kota bersama kakaknya, Enaja. Mereka berdua memiliki sifat yang berbeda.

Enaja sombong, pemarah, dan suka mencuri kambing milik warga. Sementara Ikyana sabar dan suka membantu hewan lain.

Suatu hari, Enaja marah pada Ikyana karena telah menumpahkan saus pada sisik putihnya. Itu membuat sisiknya terlihat kusam. Ejana kemudian pergi dari guanya.

Karena sudah beberapa hari Enaja tidak pulang ke gua, Ikyana pergi mencarinya. Ternyata Enaja telah ditangkap manusia.

Manusia itu  membawa Enaja pergi ke gudang bawah tanah untuk diambil permatanya. Permata tersebut terbuat dari kristal yang ada di matahari.

Permata itu adalah  jimat yang bisa menghindarkan pemiliknya dari nasib sial. Sebab itu para manusia sangat ingin mengambil permata tersebut.

Ikyana segera menyelamatkan Enaja. Ia menakut-nakuti para warga dengan menyemburkan api sehingga mereka melarikan diri. Ikyana pun membawa Enaja pergi kembali ke gua dan mengobatinya. 

Enaja menyadari bahwa Ikyana sangat menyayanginya. Dia berjanji untuk mengubah sifatnya menjadi lebih baik.

2. Orewa dan Para Warga

Putri Orewa tinggal bersama ibu, ayah, dan adiknya di sebuah istana besar di tengah hutan. Sejak kecil, Orewa sudah diajari berburu oleh orang tuanya.

Suatu hari, Orewa ingin pergi ke kota dekat kerajaannya. Awalnya  Ibu dan ayahnya awalnya tidak setuju. Namun,  Orewa membujuk sehingga kedua orang tuanya mengizinkannya. Syaratnya Orewa harus kembali ke kerajaannya sebelum pukul 00:37.

Orewa pun menyetujuinya. Sesampainya di kota, ia melihat banyak sekali orang yang meminta uang padanya karena kelaparan. 

Orewa bingung karena di kerajaannya semua orang bisa mengambil makanan di hutan area kerajaan secara gratis. Ia pun bertanya kepada salah satu warga tentang apa yang terjadi.

"Ini semua gara-gara walikota yang menaikkan pajak menjadi 70 kali lipat."

Mendengar hal itu Orewa merasa sangat marah,  lalu memutuskan untuk segera kembali ke kerajaannya.

Sesampainya di kerajaannya, Orewa segera meminta bantuan ayahnya untuk memeriksa walikota itu. Ayah dan ibunya awalnya merasa bingung, tetapi mereka menyetujui hal tersebut.

Setelah mengumpulkan pasukan, mereka segera pergi ke kota. Sesampainya di kota, mereka segera menemui walikota dan memintanya agar berhenti menaikkan pajak. Melihat raja, walikota tersebut sangat ketakutan dan segera setuju.

Walikota itu mengembalikan seluruh harta warga. Ia juga harus membagikan makanan secara gratis selama satu hari untuk warga kota. Orewa dan keluarganya serta pasukannya kembali ke kerajaan.

4. Si Penculik Anak

Pada zaman dahulu,putri Uraika tinggal di sebuah kerajaan bernama Oraspakana. Di sana ia tinggal bersama ibu, ayah, serta adiknya yang bernama Esdalo.

Suatu hari Uraika dan ibunya sedang berselisih paham karena Uraika telah membawa seekor kucing masuk ke istana. Kucing tersebut mengotori istana. 

Uraika pun memutuskan untuk kabur ke taman bersama kucing. Di sana ia melihat ada anak kecil yang meminta tolong padanya. Tidak hanya itu, dari kejauhan juga terlihat seorang yang mengaku ibu anak kecil tersebut mengajaknya pergi.

Uraika merasa bingung dan segera kembali ke kerajaannya. Namun, ia tak bisa berhenti memikirkan anak itu. Ia merasa bahwa anak tersebut dalam bahaya.

Esok harinya, Uraika memutuskan pergi ke taman itu lagi pada pukul 04:30. Sesampainya di taman, ia mendengar suara teriakan anak kecil itu.

Ketika mendatangi sumber suara, ia mendapati bahwa anak kecil itu akan dijual pada seseorang. Uraika segera menemui si penculik. la rela menukar mahkota emasnya agar anak kecil tersebut dilepaskan.

Penculik itu setuju karena mahkota tersebut sangat mahal. Kemudian Uraika segera membawa anak itu untuk tinggal di istana untuk sementara waktu.

Anak yang diculik itu bernama Nina. Ia  diculik saat sedang pergi ke taman bermain bersama ibunya. Setelah Uraika mengetahui semuanya, ia segera memerintahkan pengawal untuk mencari ibu Nina. 

Setelah 20 hari pencarian, akhirnya ibu Nina ditemukan. Ibu Nina pun mengucapkan terima kasih kepada Uraika. Nina dan ibunya berpamitan pergi. 

Uraika memberi  Nina anak kucing sebagai kenang-kenangan. Ketika senyuman dari wajah Nina, Uraika seperti melihat wajahnya dulu sebelum ibunya membenci kucing. 

Setelah berpamitan, ia segera pergi menemui ibunya dan meminta maaf karena telah membawa kucing masuk ke istana. Begitu pula ibunya yang meminta maaf karena telah memarahi Uraika. Mereka pun berjanji akan merawat kucing yang telantar di jalan dengan membuatkan taman kucing.

5. Ratu Basilia

Suatu hari, Ratu Basilia sedang marah besar. Ada proyek kerajaan yang tertunda tiga hari, dan Ratu Basilia sama sekali tidak suka itu. Ia memarahi dua prajuritnya dengan keras sampai mereka takut dan tidak berani bicara. 

Ratu Basilia memang hanya suka memikirkan harta dan kekayaan, tidak peduli hal lain. Malam itu, ia tidur sambil membayangkan harta yang akan ia dapatkan esok hari.

Tapi keesokan paginya, terjadi hal aneh. Saat Ratu Basilia bangun, ia melihat dirinya di cermin, dan ternyata tubuhnya berubah menjadi seorang anak kecil.

Ia sangat kaget dan bingung. Belum sempat ia mengerti apa yang terjadi, seorang pria besar tiba-tiba masuk ke kamarnya dan menyuruhnya bekerja, memindahkan batu bata yang sangat berat ke atas gunung.

Di sana, Basilia melihat banyak orang bekerja keras sampai kelelahan. Mereka kurus, lelah, bahkan ada yang menangis kesakitan, tapi tetap dipaksa terus bekerja.

Basilia sendiri berusaha menarik gerobak batu yang sangat berat untuknya, sampai akhirnya ia terjatuh dan terluka. Karena berhenti sebentar, ia malah dimarahi tentara dan disuruh cepat bangkit lagi.

Basilia jadi takut dan sedih. Ia bersembunyi sambil bertanya-tanya, apakah selama ini rakyatnya diperlakukan sekejam ini? Sayangnya, ia segera ditemukan lagi dan disuruh mengangkut air dari sumur.

Basilia menatap kosong sepasang benda tersebut. Tentara yang geram dengan tingkahnya memukul kuat dahi Basilia hingga linglung. Ya Tuhan, semua ini keterlaluan! Tubuh dan mentalnya sudah lebih dari kelelahan.

Karena sudah terlalu lelah, badannya lemas dan pandangannya menjadi gelap. Saat ia membuka mata lagi, ternyata ia sudah kembali di kamarnya sendiri! Semua kejadian tadi ternyata seperti mimpi, tapi terasa sangat nyata. 

Basilia jadi sadar bahwa selama ini rakyatnya bekerja sangat keras dan menderita. Ia pun segera bangun dan berlari menemui para penasihat kerajaan untuk mengubah semua aturan yang tidak adil. Sejak hari itu, Ratu Basilia yang dulu galak dan serakah berubah menjadi ratu yang baik hati dan sangat disayangi oleh rakyatnya.

6. Raja Jahat yang Bertobat

Dahulu kala, ada seorang raja yang sangat jahat kepada rakyatnya. Rakyat yang sengsara itu setiap hari berdoa agar sang raja mati saja.

Suatu hari, raja memanggil rakyatnya untuk berkumpul di lapangan. Meski takut, mereka terpaksa datang. 

Setelah semua berkumpul, raja pun berdiri dan berkata, "Rakyatku yang baik, selama ini aku memang telah berbuat jahat pada kalian. Tapi, mulai sekarang aku akan membuat kalian lebih damai dan bahagia."

Raja pun menepati janjinya. Ia mengirim orang-orangnya ke seluruh penjuru negeri untuk mencari tahu apa yang bisa membuat rakyatnya hidup bahagia. 

Ia membangun jalan dan jembatan, mengurangi pajak, serta menetapkan hari libur kerja. Perlahan, rakyat pun mulai mencintai raja mereka.

Suatu hari, salah satu rakyat bertanya, "Rajaku, katakan mengapa engkau jadi baik sekali sekarang? Padahal, dulu engkau sangat jahat." 

Raja pun menjawab bahwa suatu kali ia pergi ke hutan dan melihat seekor anjing mengejar rubah hingga menggigitnya sampai pincang. Namun ketika anjing itu pulang, seorang laki-laki mengangkat dan menghempaskan tubuhnya ke tanah hingga kakinya juga pincang. 

Tak lama kemudian, saat laki-laki itu menunggang kuda, ia justru dijatuhkan sampai kakinya patah. Kuda itu pun lari, tapi salah satu kakinya terperosok ke dalam lubang hingga patah juga.

Raja pun melanjutkan, "Lalu, aku duduk dan berkata pada diriku sendiri, 'Siapa pun yang berbuat jahat terhadap makhluk hidup lain, ia akan mendapat balasan cepat atau lambat'. Itulah mengapa aku menjadi raja yang baik sekarang," kata raja sambil menarik napas lega.

7. Raja yang Baik, Ratu yang Pelit, dan Seorang Nelayan

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan dekat aliran Sungai Tigris di Irak. Sang raja kerajaan itu sangat gemar memakan ikan.

Suatu hari, raja duduk bersama ratu di taman istana yang menghadap langsung ke Sungai Tigris. Setiap nelayan yang lewat selalu memberi hormat pada sang raja. 

Kemudian, seorang nelayan menepikan perahunya dan memohon agar raja mau menerima seekor ikan besar sebagai hadiah. Raja pun senang sekali dan memerintahkan pelayannya memberi uang banyak kepada nelayan itu.

Ratu tidak suka dengan tindakan raja. "Kau telah melakukan sesuatu yang bodoh. Tidak seharusnya kamu memberikan uang sebanyak itu," katanya sambil cemberut.

Ratu menjelaskan, "Berita bahwa kamu memberikan uang yang banyak akan cepat menyebar ke seluruh kerajaan. Nelayan yang lain akan datang kepadamu. Apabila mereka tidak dibayar sebesar nelayan tadi, mereka akan pergi dengan rasa tidak puas. Lalu, mereka akan berbicara jelek tentang kamu."

Raja terdiam sejenak, lalu mengakui, "Kamu benar. Tetapi, aku tidak mungkin menarik kembali uang itu. Sudahlah, lupakan saja!"

Namun ratu bersikeras ingin menangani sendiri masalah itu dan meminta raja memanggil kembali nelayan tersebut. Meski sebenarnya tidak suka dengan sikap ratu yang terlalu mempermasalahkan uang, raja tetap membiarkannya.

Diam-diam, ratu sudah menyusun siasat. Ia berencana bertanya jenis kelamin ikan yang diberikan nelayan, lalu memanfaatkan jawabannya untuk membatalkan pemberian uang tersebut, apa pun jawaban si nelayan. 

Ketika nelayan datang, ratu bertanya, "Hei, Nelayan, apakah ikan ini jantan atau betina?" Menyadari maksud tersembunyi di balik pertanyaan itu, nelayan menjawab dengan cerdik, "Ikan tersebut bukan jantan dan bukan betina."

Mendengar jawaban itu, raja justru tersenyum kagum dan memerintahkan bendahara istana untuk menambah lebih banyak uang untuk nelayan tersebut. Ratu semakin cemberut melihat keputusan itu, namun raja menenangkannya, "Sudahlah, Ratuku. Uang itu sudah menjadi rezekinya. Kita tidak boleh terlalu kikir pada rakyat sendiri."

8. Prajurit-prajurit Tusuk Gigi

Di negeri Jepang, hiduplah seorang putri yang mempunyai kebiasaan membuang tusuk gigi sembarangan di kamar tidurnya. Kebiasaan itu ia lakukan setiap malam, sampai banyak sekali tusuk gigi berserakan di lantai kayu kamarnya.

Suatu malam, sang putri terbangun mendengar suara gaduh perkelahian, teriakan, dan denting pedang beradu. Ia sangat ketakutan. 

Saat lampu dinyalakan, betapa terkejutnya ia melihat banyak prajurit mini sedang saling berkelahi di kamarnya. Awalnya ia mengira sedang bermimpi, sampai ia mencubit tangannya sendiri dan merasakan sakit yang nyata. Prajurit-prajurit mini itu terus membuat onar hingga sang putri tidak bisa tidur semalaman.

Kejadian yang sama terus berulang setiap malam. Karena berhari-hari tidak bisa tidur nyenyak, sang putri akhirnya jatuh sakit dan menceritakan semua yang ia alami kepada ayahandanya, sang raja.

Penasaran dengan cerita itu, raja memutuskan untuk tidur di kamar sang putri malam itu. Namun meski begadang semalaman, ia sama sekali tidak melihat prajurit-prajurit mini seperti yang diceritakan putrinya. Yang ia lihat justru banyak tusuk gigi berserakan di lantai kamar tersebut.

Keesokan harinya, raja memanggil sang putri dan menunjukkan tusuk gigi-tusuk gigi yang berserakan itu. Raja menjelaskan, "Prajurit-prajurit mini itu datang ke kamarmu untuk mengambil tusuk gigi dan menjadikannya gagang pedang."

Mendengar penjelasan itu, sang putri merasa sangat malu dengan kebiasaan buruknya. Ia mengaku sering membuang tusuk gigi sembarangan karena malas membuangnya ke tempat sampah, lalu meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sejak saat itu, kamar sang putri selalu bersih, dan prajurit-prajurit mini itu tidak pernah lagi muncul.

9. Gadis Cantik dan Pangeran

Dahulu kala, hiduplah seorang gadis cantik bernama Sarah. Ia tinggal bersama ayah dan ibu tirinya. Sayangnya, ibu tirinya adalah orang yang sombong dan mementingkan diri sendiri. Ia sangat membenci Sarah karena sang ayah lebih memperhatikan Sarah dibanding dirinya.

Suatu hari, saat ayah Sarah sedang pergi ke luar kota, ibu tiri memukuli Sarah dan mengusirnya dari rumah. Dengan sedih, Sarah pun pergi meninggalkan rumah yang penuh kenangan tentang ibunya yang sudah meninggal. Ia berjalan terus tanpa tahu harus ke mana.

Di pinggir hutan, Sarah menemukan sebuah ladang melon. Karena lapar, ia memetik dan memakan sebutir melon. Saat itu, ia melihat ada melon yang sangat besar. Ia pun membelahnya menjadi dua, mengeluarkan isinya, lalu tinggal di dalamnya. Malam harinya, ia menutup melon itu dan tidur nyenyak di dalam sana.

Suatu hari, seorang pangeran dan rombongannya lewat di ladang melon tersebut. Pangeran melihat melon besar itu dan menyuruh pembantunya membelahnya. Namun begitu hendak dibelah, terdengar suara dari dalam, "Jangan belah aku!" Ternyata itu suara Sarah.

Pangeran dan rombongannya sangat terkejut. "Siapa engkau? Keluarlah, jangan takut!" kata sang pangeran. Sarah pun keluar dari dalam melon, dan pangeran langsung terpukau melihat kecantikannya. Ia pun membawa Sarah ke istana dan menikahinya. Sejak saat itu, Sarah hidup bahagia bersama sang pangeran.

10. Kucing jadi Ratu

Raja Kashmir sudah lama ingin punya anak. Ia sampai mengancam istri-istrinya agar segera memberinya keturunan, atau mereka akan diusir dari istana.

Para istri Raja Kashmir pun berdoa kepada Dewa Shiwa agar diberi anak, namun doa itu belum juga dikabulkan. Akhirnya mereka menyusun siasat untuk mengelabui sang raja.

Kebetulan saat itu ada seekor kucing yang baru saja melahirkan banyak anak, mereka pun menyebarkan kabar bahwa telah lahir seorang putri.

Raja Kashmir sangat senang mendengar kabar itu. Namun para istri berkata bahwa raja tidak diperbolehkan melihat putrinya sampai sang putri menikah, sesuai "pesan dewa" yang mereka karang. Raja pun percaya begitu saja.

Bertahun-tahun berlalu, dan tibalah waktunya bagi Raja Kashmir untuk menikahkan putrinya. Seorang pangeran yang baik dan tampan pun dipilih sebagai calon suami. Karena takut kebohongan mereka terbongkar, para istri raja diam-diam menemui sang pangeran dan menjelaskan bahwa putri raja sebenarnya adalah seekor kucing.

Hari pernikahan pun tiba. Sang pangeran tetap merawat kucing itu dengan baik dan menguncinya di dalam kamar. Namun ibu sang pangeran penasaran dengan menantunya dan memanggilnya untuk keluar kamar. 

Mendengar itu, kucing menangis seperti manusia, dan tangisannya terdengar oleh Dewi Parwati, istri Dewa Shiwa. Dewi Parwati pun meminta suaminya menolong si kucing. 

Dewa Shiwa memberikan minyak khusus yang bisa mengubah kucing menjadi manusia, dan setelah dioleskan, kucing itu pun berubah menjadi wanita yang sangat cantik.

Ketika sang pangeran masuk ke kamar, ia kaget sekaligus bahagia melihat istrinya kini menjelma menjadi wanita cantik. Ia pun langsung mengajaknya menemui Raja Kashmir. 

Sang raja begitu bahagia melihat putrinya, dan para istri raja akhirnya bisa bernapas lega karena rahasia mereka tetap terjaga. Sejak saat itu, mereka semua hidup bahagia selamanya.

10 Contoh cerita fantasi singkat 3 hingga 5 paragraf tentang beragam tema

Ini dia contoh cerita fantasi singkat tentang beragam tema mulai dari lingkungan hingga cerita hewan dikutip dari buku Kumpulan Dongeng Anak penerbit Stiletto, Kumpulan Cerita Anak penerbit Kyta. Cerita fantasi ini bisa dibacakan menjelang waktu tidur Si Kecil.

1. Emma dan Daun Bunga Leverna

Emma dan Shasa  adalah ilmuwan terkenal. Keduanya berteman namun Shasa diam-diam membenci Emma karena penemuan Emma selalu berhasil.  Shasa memutuskan untuk menjebak Emma.

Ia membuat berita bahwa ada penyakit aneh di desa saudara Emma. "Saat perjalanan ke sini, tidak sengaja aku mendengar pengemis berbincang-bincang tentang desa saudaramu," kata Shasa. Emma berusaha mencari ramuan penawar penyakit itu.

Saat di perjalanan, pengemis itu juga mengatakan bahwa obat penawar penyakit aneh itu adalah daun bunga levera yang ada di Gunung Biru. Emma pun bergegas kesana.

Ketika sampai di kaki gunung tersebut, dia bertemu seorang peri. Ia sempat bertanya alasan Emma pergi ke Gunung Biru. "Saya ingin membuat obat untuk dean saudaraku," jawab Emma.

Setelah 3 hari 3 malam berjalan, akhirnya sampailah dia di puncak Gunung Biru. Emma akhirnya menemukan daun bunga levera itu. Emma bergegas kembali ke kota dan segera membuat obat untuk saudaranya.

Setelah obat itu jadi, dia bergegas menuju desa saudaranya. Saat sampai, saudaranya bertanya, "Kenapa kamu ke sini?" Emma kemudian sadar isu penyakit aneh itu hanya rekayasa. Semua ini adalah tipuan jahat Shasa.

2. Rubah yang Rakus

Pada zaman dahulu, ada Rubah yang sedang mencari makan. Awalnya ia melihat seekor burung bangau yang terbang di udara. Ketika Rubah mendekat, bangau tersebut segera meloncat. Hal itu membuat Rubah amat kesal karena ia kelaparan dan belum mendapat makanan.

Kemudian, Rubah lanjut mencari makan. Ketika sampai di persimpangan jalan, Rubah mencium bau daging. Daging itu adalah hasil perburuan serigala. Rubah segera mengambil daging itu dengan hati-hati. Ia melanjutkan perjalanan dengan membawa daging di mulutnya

Namun, ketika ia menyeberangi sungai, Rubah melihat ada hewan lain sedang membawa daging besar juga. Rubah berpikir untuk mengambil daging itu agar lebih kenyang.

Rubah segera melepaskan daging bawaanya ke bawah sungai. Namun, ketika daging itu terlepas, ternyata rubah di bawah sungai tidak lagi menggigit daging besar itu.

Sekarang Rubah sadar bahwa itu hanyalah bayangannya. Ia menyesal karena kerakusannya.

3. Naomi si Anak Pemberani

Naomi adalah anak sulung yang tinggal di rumah besar dan mewah dekat balai kota. Ia cantik, baik hati, pintar, berani, dan suka tantangan. Naomi berusia 13 tahun, sedangkan adiknya, Emi, berusia 10 tahun.

Berbeda dari kakaknya, Emi anaknya nakal dan penakut, tapi tetap suka membantu. Di rumah mereka juga ada penjaga muda bernama Sanset. Setiap akhir bulan, orang tua Naomi dan Emi biasa pergi ke luar kota untuk urusan bisnis, tapi kali ini mereka harus ke luar negeri menemui relasi bisnis, sehingga Naomi dan Emi terpaksa tinggal di rumah bersama Sanset.

Ternyata Sanset tidak sebaik yang mereka kira. Ia justru sering pergi keluar bersama teman-temannya ke Kafe Neon, meninggalkan Naomi dan Emi tanpa pengawasan. Suatu hari, Naomi melihat ada perampok yang berusaha masuk ke rumah mereka. Ia langsung bergegas ke kamar Emi yang saat itu sedang asyik menonton TV.

Naomi mendengar suara langkah kaki di lantai bawah dan sadar kalau perampok sudah masuk ke dalam rumah. Ia segera menarik tangan Emi untuk bersembunyi di dalam lemari. Namun Emi malah kesal karena merasa terganggu saat sedang menonton acara favoritnya. Ia pun nekat keluar dari lemari, dan sialnya, saat itu juga perampok sudah masuk ke kamarnya.

Perampok itu langsung menangkap Emi dan membawanya ke bungker persembunyian mereka. Melihat adiknya diculik, Naomi memutuskan untuk pergi sendirian menyelamatkan Emi. Ia diam-diam mengikuti perampok itu sampai ke bungker, lalu membuka pintunya menggunakan obeng. Berkat keberanian Naomi, mereka berdua akhirnya berhasil kabur bersama.

Sesampainya di rumah, Naomi dan Emi mendapati ayah dan ibu mereka sedang memarahi Sanset. Mereka pun menceritakan semua kejadian yang baru saja dialami. Ayah sangat marah dan langsung memecat Sanset, sementara perampok tersebut dilaporkan ke polisi dan berhasil ditangkap, sehingga semua barang berharga keluarga bisa kembali. Sanset sendiri merasa sangat menyesal dan akhirnya memilih pulang ke kampung halamannya.

4. Pemburu dan Penebang Kayu

Seorang pemburu yang tidak terlalu pemberani sedang mencari jejak seekor singa. Di dalam hutan, ia bertemu seorang penebang kayu dan bertanya apakah orang itu pernah melihat tanda-tanda jejak singa atau tahu di mana singa itu bersarang.

"Saya tahu," kata penebang kayu itu, "sekaligus saya bisa menunjukkan dan memperlihatkan kamu dimana Singa itu berada sekarang."

Sang Pemburu berubah menjadi sangat pucat hingga giginya berbunyi karena gemetaran akibat rasa takut. la pun menjawab, "Tidak, terima kasih, saya tidak meminta semua itu, saya hanya mencari jejak kakinya, dan bukan singanya."

5. Rusa dan Anak Rusa

Seekor anak rusa bertanya kepada ayahnya, "Ayah lebih besar, lebih kuat, dan lebih lincah daripada seekor anjing, dan Ayah punya tanduk yang tajam. Tapi kenapa Ayah selalu lari menghindar setiap kali mendengar gonggongan anjing?"

"Anakku," jawab sang Rusa, "Sifat amarahku tidak menentu, bisa saja saat aku berdekatan dengan anjing yang ribut menggonggong itu, aku kehilangan kesabaran dan malah menyakiti anjing tersebut."

6. Murid Nakal, Kepala Sekolah dan Pemilik Kebun 

Ada seorang murid sekolah yang sangat nakal dan sering membolos. Suatu hari ia berencana mengambil buah-buahan dari sebuah kebun tanpa sepengetahuan pemiliknya. 

Sementara itu, pemilik kebun selalu bangga dengan hasil panennya setiap musim, di musim semi ia bisa memamerkan bunga-bunga yang mekar di pohonnya, dan di musim gugur ia bisa memetik apel-apel yang sudah ranum.

Suatu hari, pemilik kebun memergoki murid nakal itu memanjat pohon buah sembarangan. Anak itu menjatuhkan buah yang sudah matang maupun yang belum, bahkan sampai mematahkan beberapa dahan pohon. Hal tersebut membuat pemilik kebun melapor  kepada kepala sekolah tempat anak itu bersekolah.

Kepala sekolah pun segera datang ke kebun bersama murid-murid lainnya, dengan niat memarahi dan menghukum murid nakal tersebut sebagai contoh bahwa setiap perbuatan buruk akan mendapat konsekuensi. 

Namun, begitu murid-murid lain melihat pohon apel yang ranum, mereka malah ikut menyerbu kebun, memanjat pohon, dan memetik buah apel tanpa izin.

7. Pohon Bicara

Lina sedang duduk di ayunan, asyik membaca buku tentang sedihnya pohon-pohon yang ditebang sembarangan, sampai tidak terusik oleh suara motor yang melintas kencang di dekatnya. Karena matanya mulai perih dan lelah, ia menguap sambil berjalan mendekati salah satu pohon di taman, meraba kulitnya sambil berandai-andai.

"Coba saja kalau aku bisa ngobrol sama kalian, pohon-pohon malang. Banyak daun yang rontok karena kering, dahan kalian juga kecil-kecil, banyak yang patah."

Tanpa disangka, sebuah suara kecil menjawab perkataan Lina, membuatnya terkejut dan melangkah mundur. Setelah rasa kagetnya reda, Lina justru melompat kegirangan karena ternyata benar-benar bisa berbicara dengan pohon. 

Ia pun mulai bertanya banyak hal, salah satunya apakah pohon merasa sakit saat dahannya dipotong sambil memotong dahan kering yang sudah jatuh ke tanah. Pohon itu menjawab dengan suara gemetar, mengaku memang sangat sakit, apalagi banyak manusia yang bahkan tidak berpikir sejauh itu, malah menebang mereka habis-habisan, atau membiarkan mereka mati kehausan tanpa disiram berhari-hari.

Merasa iba, Lina bergegas pulang mengambil alat penyiram tanaman dan mengisinya penuh air. Sang ayah yang bingung melihatnya bertanya apa yang ia lakukan, karena tanaman di rumah sudah disiram semua. Lina menjelaskan bahwa pohon-pohon di taman yang meminta disiram karena kepanasan. Kemudian, ia membawa alat penyiram itu ke taman dan menyiram pohon-pohon sambil tersenyum lebar, "Ini airnya, minum yang banyak ya pohon!"

Namun tiba-tiba muncul tawa dari balik salah satu pohon, ternyata itu Kak Alin, kakak laki-laki Lina, yang mengaku sengaja mengerjainya sambil berkata mana mungkin ada pohon yang bisa bicara. Lina yang merasa dipermainkan langsung cemberut dan berlari pulang sambil menangis. Melihat Lina menangis, Bunda menegur Kak Alin. Kak Alin pun menjelaskan bahwa niatnya sebenarnya baik, ingin mengajarkan Lina soal pentingnya menjaga lingkungan, hanya saja caranya yang salah.

Kak Alin pun meminta maaf pada Lina dan mengajaknya kembali ke taman untuk membaca buku bersama sambil membersihkan daun-daun yang berguguran. Ia berjanji akan mengajari Lina dengan cara yang benar tentang cara menjaga dan melestarikan pohon. 

Sore itu, keduanya menghabiskan waktu bersama, Lina membaca sambil bermain ayunan, sementara Kak Alin menyapu daun-daun kering di sekitar mereka, dan dari momen sederhana itulah keduanya bertekad menjaga lingkungan mulai dari sekitar rumah, dengan harapan semangat itu suatu saat bisa menyentuh hati semua orang di dunia.

8. Kuda dan Keledai yang Sarat akan Beban

Pernah ada seorang pria yang memelihara seekor kuda dan seekor keledai untuk mengangkut beban. Sudah jadi kebiasaannya untuk memuati keledai dengan beban yang sangat berat sampai terhuyung-huyung, sementara sang Kuda dibiarkan berjalan santai dengan beban yang jauh lebih ringan.

Suatu hari saat mereka melakukan perjalanan, sang Keledai yang sudah sakit selama beberapa hari berkata kepada sang Kuda, "Maukah kamu mengangkut sebagian dari beban saya untuk beberapa kilometer saja? Aku merasa sangat tidak enak badan, tetapi jika kamu mau membawa sebagian bebanku hari ini, mungkin saya akan cepat sembuh kembali. Beban yang terlalu berat ini bisa membunuhku." 

Namun sang Kuda hanya menendang-nendangkan kakinya dan menyuruh sang Keledai berhenti mengeluh dan mengganggunya dengan keluhan semacam itu. Sang Keledai pun terus berjalan terhuyung-huyung selama setengah kilometer lagi, sampai akhirnya jatuh ke tanah dan mati.

Sang pemilik yang datang tak lama kemudian hanya bisa pasrah melihat kejadian itu. Ia melepas beban dari tubuh keledai yang sudah tak bernyawa, lalu memindahkan seluruh beban itu ke punggung sang Kuda. 

"Aduh," keluh sang Kuda saat merasakan beban berat itu menimpa punggungnya, ditambah lagi dengan berat tubuh sang Keledai yang telah mati, "Sekarang saya mendapatkan ganjaran karena sifat saya yang jelek. Dengan menolak menanggung sebagian beban sang Keledai, sekarang saya harus membawa seluruh beban tersebut, ditambah dengan berat tubuh teman saya yang malang ini."

9. Sarung Man

Seorang profesor jahat berencana menghancurkan Desa Tenun untuk dijadikan markas penelitian virus berbahaya. Desa ini dikenal memiliki alam yang asri, sungai jernih penuh ikan, serta penduduk yang jujur, ramah, dan suka menolong. Salah satu anak di desa itu adalah Sarung Man. Ia adalah bocah pemberani yang memiliki kekuatan super tersembunyi di sarungnya.

Suatu hari libur, saat anak-anak sedang asyik bermain di lapangan desa, tiba-tiba warga berhamburan ketakutan karena pasukan Profesor Jahat datang membawa alat penghancur. Rerumputan hijau langsung hangus terbakar. Sarung Man yang menyadari situasi ini berusaha menghentikan aksi tersebut, namun sudah terlambat karena sang Profesor telah meminum cairan yang mengubahnya menjadi raksasa. Kepala desa yang mencoba mencegah dengan menanyakan izin resmi justru ditangkap dan disingkirkan begitu saja.

Geram melihat kekacauan itu, Sarung Man melawan sang raksasa dengan berbagai kekuatan supernya, mulai dari lompatan tinggi hingga pecutan sarung berkekuatan besar yang hanya bisa digunakan orang baik. Meski sempat membuat Profesor terhuyung, serangan balasan sang Profesor jauh lebih kuat hingga membuat Sarung Man terpental. Sarung Man menyadari bahwa melawan sendirian tidak akan cukup.

Ia pun meminta seluruh warga untuk ikut menggunakan sarung masing-masing melawan sang Profesor bersama-sama. Beberapa orang melilitkan sarung di kaki Profesor, sebagian memecut tumitnya hingga jatuh, dan lainnya mengikat tangannya. Setelah tenaganya pulih, Sarung Man memecut bagian kening Profesor hingga tubuhnya kembali menyusut ke ukuran semula. Meski awalnya masih marah, amarah Profesor perlahan mereda setelah dipakaikan sarung super oleh Sarung Man.

Polisi pun datang untuk mengamankan Profesor beserta pasukannya. Melihat desa yang porak-poranda, Profesor teringat kampung halaman dan ibunya sendiri, hingga akhirnya ia menyesal dan meminta maaf kepada seluruh warga. Ia berjanji akan memperbaiki desa dan menggunakan ilmunya untuk kebaikan. Warga desa dan Sarung Man pun bersorak gembira, merayakan kemenangan bersama sekaligus penyesalan dari sang Profesor Jahat.

10. Cara Mengetahui Putri yang Asli

Pangeran ingin menikah, tapi ia hanya ingin menikah dengan seorang perempuan yang benar-benar putri asli.  Selama bertahun-tahun, ia bertemu banyak perempuan yang mengaku sebagai putri, namun tidak satu pun yang lolos setelah diuji. 

Pada suatu malam, badai besar melanda kota, guntur dan kilat saling menyambar membuat suasana sangat menakutkan. Tiba-tiba, pangeran dan ratu mendengar suara ketukan di gerbang. Saat gerbang dibuka, seorang perempuan berdiri di sana dalam kondisi basah kuyup oleh air hujan. Ia mengaku sebagai putri yang asli.

Mendengar pengakuan itu, ratu ingin mengujinya. Ia diam-diam menaruh sebutir kacang polong di bawah kasur, lalu melapisinya dengan 20 matras dan 20 selimut. Malam itu, sang putri diminta tidur di atas kasur tersebut.

Keesokan harinya, ratu bertanya bagaimana tidurnya semalam. "Oh, buruk sekali," jawab sang putri. "Aku tidak bisa menutup mata semalaman. Aku tidak tahu ada apa di bawah kasur. Aku menindih sebuah benda yang keras. Badanku memar-memar karenanya. Pokoknya sangat mengerikan," katanya mengeluh.

Ratu dan pangeran pun yakin bahwa perempuan itu benar-benar putri asli, karena hanya putri sejati yang bisa merasakan kacang polong meski sudah tertutup 20 matras dan 20 selimut. Akhirnya, pangeran menikahi sang putri, dan mereka hidup bahagia selamanya. Kacang polong yang menjadi alat uji itu pun kemudian disimpan di museum kerajaan.

Itulah berbagai kumpulan cerita fantasi singkat dari berbagai tema, mulai dari cerita fantasi hewan hingga kerajaan. Ini bisa jadi referensi bacaan untuk menemani Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Cerita Fabel Animasi: Beruang dan Lebah

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kisah Bunda Handstand saat Hamil Besar Berujung Melahirkan Prematur di Toilet

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

40 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Menarik dan Seru untuk Anak Sebelum Tidur

Parenting Dilla Atqia Rahmah

AI Butuh Banyak Air untuk Beroperasi, Ini Besaran Penggunaannya

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

10 Ciri Anak yang Tanpa Sadar Dipaksa Memikul Peran Orang Tua

Parenting Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf D

Mom's Life Melly Febrida

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cerita Daniel Ekaputra Aktor Keturunan Prancis yang Banting Setir Jadi Sopir Taksi Online

40 Contoh Cerita Fantasi Pendek yang Menarik dan Seru untuk Anak Sebelum Tidur

Kisah Bunda Handstand saat Hamil Besar Berujung Melahirkan Prematur di Toilet

AI Butuh Banyak Air untuk Beroperasi, Ini Besaran Penggunaannya

10 Ciri Anak yang Tanpa Sadar Dipaksa Memikul Peran Orang Tua

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK