HaiBunda

PARENTING

Studi Ungkap Anak Laki-laki yang Lahir di Akhir Tahun Cenderung Kidal

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 15 Sep 2026 18:40 WIB
Ilustrasi Anak Laki-laki Kidal/ Foto: Getty Images/iStockphoto/RonTech2000
Jakarta -

Kidal merupakan kondisi ketika seseorang lebih dominan menggunakan sisi kiri tubuhnya saat beraktivitas. Kidal yang terjadi pada anak sering kali dikaitkan dengan kebiasaannya sehari-hari, Bunda.

Namun, studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Vienna beberapa waktu lalu mengungkap bahwa waktu kelahiran anak dapat meningkatkan kemungkinannya menjadi kidal. Menurut studi yang diterbitkan di jurnal Cortex tahun 2014 ini, anak laki-laki yang kidal cenderung lahir di akhir tahun.

"Laki-laki yang lahir pada bulan November, Desember, atau Januari lebih cenderung kidal dibandingkan dengan mereka yang lahir pada bulan-bulan lainnya. Meskipun dasar genetik dari kecenderungan penggunaan tangan masih diperdebatkan, para ilmuwan telah memperoleh bukti tidak langsung tentang mekanisme hormonal yang mendorong kecenderungan kidal pada laki-laki," demikian ringkasan hasil studi, dilansir laman Science Daily.


Studi yang dilakukan oleh psikolog Ulrich Tran dan rekan-rekannya ini terdiri dari dua sampel besar dan independen yang masing-masing berjumlah hampir 13.000 orang dewasa dari Austria dan Jerman. Studi menemukan bahwa 7,5 persen perempuan dan 8,8 persen laki-laki termasuk dalam kelompok kidal.

"Kami terkejut melihat bahwa ketidakseimbangan ini disebabkan oleh lebih banyak laki-laki kidal yang lahir khususnya selama bulan November, Desember, dan Januari. Setidaknya, 8,2 persen laku-laki kidal lahir selama periode Februari hingga Oktober. Selama November hingga Januari, angka ini meningkat menjadi 10,5 persen," kata Tran.

Penyebab: faktor hormonal selama perkembangan embrio

Kecenderungan anak laki-laki yang lahir di akhir tahun menjadi kidal dikaitkan dengan faktor hormonal selama perkembangan embrio, terutama di Austria dan Jerman. Sebuah teori, yang dikemukakan pada tahun 1980-an oleh ahli neurologi AS Norman Geschwind dan Albert Galaburda, menyatakan bahwa testosteron menunda pematangan belahan otak kiri selama perkembangan embrio.

Belahan otak kiri dominan di antara orang yang menggunakan tangan kanan, sedangkan belahan otak kanan dominan di antara orang yang menggunakan tangan kiri.

Perlu diketahui, kadar testosteron intrauterin lebih tinggi pada janin laki-laki karena sekresi testosteron, dibandingkan pada janin perempuan. Namun, kadar testosteron ibu dan faktor eksternal juga dapat memengaruhi kadar testosteron intrauterin. Secara khusus, lebih banyak sinar matahari dapat meningkatkan kadar testosteron, sehingga efek musiman dikaitkan dengan kecenderungan anak kidal.

"Kegelapan relatif selama periode November hingga Januari diduga tidak berhubungan langsung dengan musim kelahiran dominasi tangan ini. Kami berasumsi bahwa kecerahan relatif selama periode Mei hingga Juli, setengah tahun sebelumnya, adalah penyebab tidak langsungnya," ungkap Tran.

Studi-studi sebelumnya mengenai subjek ini memberikan bukti yang beragam dan tidak konsisten. Tidak ada indikasi yang jelas musim mana yang berpengaruh, dan apakah musiman memengaruhi laki-laki, perempuan, atau kedua jenis kelamin secara sama.

Menurut temuan saat ini, terdapat pengaruh kecil dari musim kelahiran terhadap dominasi tangan, yang hanya memengaruhi anak laki-laki. Hasil ini konsisten dengan dasar hormonal dari dominasi tangan, sehingga menguatkan teori lama yang kontroversial. Namun, hubungan antara keduanya perlu diteliti lebih lanjut dalam studi mendatang.

Bunda perlu tahu, berbagai tugas manual dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan penggunaan tangan kanan atau dioptimalkan untuk pengguna tangan kanan. Sekitar 90 persen populasi umum adalah pengguna tangan kanan, hanya sekitar 10 persen yang kidal.

Demikian ulasan tentang studi yang mengungkap bahwa waktu kelahiran anak laki-laki dapat memengaruhi kecenderungannya menjadi kidal. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Balita Cukup 1 Jam Screen Time, Ini Alasannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Stylish Vera Wang yang Kini Berusia 77 Tahun, Masih Rajin Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Kisah Ayah Nabi Ibrahim Bernama Azhar untuk Diceritakan ke Anak

Parenting Annisa Karnesyia

Bunda Tidur Jam Berapa? Ternyata Jam Tidur Ideal Menurut Gen Z, Milenial, Gen X, dan Boomers Beda Jauh

Mom's Life Amira Salsabila

7 Resep MPASI Olahan Tahu untuk Menu Makan Bayi 7 Bulan ke Atas

Parenting Kinan

Eks Member T-ara Soyeon Umumkan Tengah Hamil saat Rayakan Ultah Pernikahan Ke-4

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Stylish Vera Wang yang Kini Berusia 77 Tahun, Masih Rajin Olahraga

Kisah Ayah Nabi Ibrahim Bernama Azhar untuk Diceritakan ke Anak

Bunda Tidur Jam Berapa? Ternyata Jam Tidur Ideal Menurut Gen Z, Milenial, Gen X, dan Boomers Beda Jauh

7 Resep MPASI Olahan Tahu untuk Menu Makan Bayi 7 Bulan ke Atas

Eks Member T-ara Soyeon Umumkan Tengah Hamil saat Rayakan Ultah Pernikahan Ke-4

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK