HaiBunda

PARENTING

Puisi Akrostik: Pengertian, Ciri, Cara Membuat & Contohnya untuk Tugas Sekolah

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 22 Sep 2026 09:20 WIB
Puisi Akrostik beserta contohnya/ Foto: Getty Images/Young777

Dalam belajar bahasa, teknik penulisan puisi ada berbagai jenisnya. Pernah dengar tentang puisi akrostik? Puisi akrostik merupakan puisi yang disusun dari teknik penulisan puisi acrostichon atau akrostik.

Kata akrostik artinya sebuah sajak yang huruf awal baris-barisnya menyusun sebuah atau beberapa kata. Inilah keunikan dari akrostik, berbeda dengan puisi lainnya.

Puisi akrostik berbeda dengan puisi lainnya karena dalam penulisannya, huruf-huruf pertama tiap baris mengeja sebuah kata yang dapat dibaca secara vertikal. Tidak jarang, penulisan puisi dengan teknik puisi akrostik ini memudahkan siswa dalam membuatnya.


Dalam artikel kali ini akan memuat materi puisi akrostik. Mulai dari pengertian, ciri-ciri puisi akrostik, cara membuat puisi akrostik, hingga contoh puisi akrostik yang singkat. Simak selengkapnya mengenai puisi akrostik berikut ini!

Mengenal apa itu puisi akrostik

Dikutip dari buku Puisi Akrostik Cara Mudah Membuat Puisi karya Eka Maharani Putri, Sp.D., istilah akrostik berasal dari Bahasa Prancis, acrostiche dan Bahasa Yunani, akrostichis, yang artinya sajak dengan huruf awal baris menyusun sebuah kata atau kalimat.

Puisi akrostik adalah jenis puisi yang menggunakan huruf awal pada setiap baris untuk membentuk sebuah kata atau kalimat tertentu. Di dalam puisi akrostik menggunakan huruf dalam sebuah kata untuk memulai tiap-tiap baris dalam puisi. Semua baris dalam puisi menceritakan atau mendeskripsikan topik kata yang penting.

Seperti yang telah sedikit dibahas sebelumnya, puisi akrostik berbeda dengan puisi lain karena huruf-huruf pertama tiap baris mengeja sebuah kata yang dapat dibaca secara vertikal. Pola rima dan jumlah baris dalam puisi akrostik dapat bervariasi karena puisi akrostik lebih dari puisi deskriptif yang menjelaskan kata yang dibentuk.

Ciri-ciri puisi akrostik

Puisi akrostik merupakan sajak yang huruf awal setiap barisnya disusun sehingga membentuk satu atau beberapa kata. Dengan demikian, ciri-ciri puisi akrostik adalah sebagai berikut:

  • Huruf awal setiap baris membentuk suatu kata atau kalimat yang dapat dibaca secara vertikal.
  • Setiap huruf awal baris ditulis dengan huruf kapital.
  • Memiliki pola rima dan jumlah baris yang bebas atau bervariasi.
  • Isi puisi menjelaskan atau mendeskripsikan makna kata yang terbentuk dari huruf awal baris.
  • Adanya keterkaitan antara judul puisi dengan pola kata atau kalimat yang terbentuk.
  • Pola kata dan isi puisi harus saling berhubungan

Cara membuat puisi akrostik

Untuk membuat puisi akrostik, kita bisa mengikuti beberapa cara. Berikut caranya, langkah demi langkah:

  • Carilah nama seseorang atau nama tempat atau nama apapun yang akan kita jadikan sebuah gagasan.
  • Susunlah kalimat atau kata tersebut secara vertikal.
  • Carilah diksi yang tepat untuk mengembangkan kata.
  • Renungkan diksi tersebut apakah sesuai dengan gagasan yang kita usung.
  • Susunlah diksi-diksi jadi ke dalam huruf-huruf yang telah kita susun secara vertikal.

7 Contoh puisi akrostik

Berikut beberapa contoh puisi akrostik yang di antaranya mengutip buku Pintar Berbahasa Indonesia (Buku Pelajaran untuk Kelas 5 SD/MI) karya Syamzah Ayuningrum, dkk., Pintar Bahasa Indonesia Super Lengkap oleh Hasta Indriyana, S.Pd , Sri Handayaningsih, S.Pd., dan laman detikcom:

1. Denpasar

Denpasar mengikat rinduku hari ini
Ekspresiku terngiang-ngiang atas kisahnya
Nantikan waktu tuk kunjung kembali
Pasti hati ini bahagia sepanjang kenangan
Akankah terulang kembali kisah klasikku bersamanya?
Seperti empat tahun yang lalu
Aku merangkai kisah klasik di Denpasar
Raga ini bergetar mesra tatkala menikmati keindahan di sekitarnya

2. Rindu

Rinduku padamu tak terhingga
Ingin rasanya aku bertemu denganmu
Namun aku tak rela kau pergi dariku
Dunia terasa senyap tak berbintang lagi
Untuk semua masa yang pernah kita lewati

3. Jenggala

Jalan tak lagi dapat terlihat
Endapan tanah menusuk jiwa yang mendekat
Nada embun siap mencegat
Gemuruh air membedah telinga yang tersesat
Garuda terbang di atas pohon yang terlihat jahat
Apakah ini hutan yang kau simpan rapat
Lihatlah kini, surgamu sudah dapat terlihat
Apakah kau hanya akan diam mengerat?

4. Arjuna

Akan ku tengadahkan doa dan harapan
Rasa khidmat selalu dikumandangkan
Jadilah penerang bagi keluargamu
Utamakan akhlak dan adabmu
Nak ... ingatlah pesan indungmu
Arjunaku sehat dan bahagialah selalu

5. Khatulistiwa

Kau terbentang di antara bumi dan langit
Hangat sinarmu menyapa sepanjang hari
Alam tropis tumbuh subur di tanahmu
Terhampar indah hutan dan lautan
Udara segar mengiringi kehidupan
Limpahan kekayaan alam menjadi anugerah
Indah negeriku di garis khatulistiwa
Semesta seakan tersenyum memandangnya
Tanah subur menjadi sumber kehidupan
Ibu pertiwi yang kaya akan pesona
Warna-warni budaya hidup berdampingan
Akan kujaga keindahanmu sepanjang masa

6. Di Kota Jogja

Di kota Jogja aku menikmati jalanan
Inilah jalan tak terperi oleh kenangan

Kita bergandengan menatap sliwer-sliwer andong
Oh, barisan baliho menawarkan dagangan
Tak kuasa pula kita balas senyum pelancong
Aku dan kamu menjadi satu dalam ramah kota tua

Jarak impian dan kehangatan ada di sini
Oh, alangkah teduh, alangkah renyah sungguh
Genggamlah, kasih, genggamlah kenangan ini
Juga tentang diri kita yang dihujani debu
Asap kendaraan dan kemacetan

7. Taufiq Ismail

Tuan, adakah yang lebih indah dari puisi dan lagu penyentuh kalbu?
Adakah yang lebih nyaring dari denting piano dan sayat celo?
Untuk diri yang hening, untuk hiruk-pikuk isi kepala dan sekelebat
Fatamorgana, inilah Sajadah Panjang yang membentang dan menyentil
Ingatan tentang sebuah masa: Puisi hakiki. Kembali aku ditarik sepi,
Quran dan senyap yang mengendap diam-diam tiap kalimat

Ilusi yang selama ini merajai, singsinglah
Singsingkanlah keakuanku dengan kata-kata dan irama
Meresap merayaplah di sendi dan nadi-nadi, mengalunlah sebagaimana
Ada Anak Bertanya pada Bapaknya yang rancak dan menghentak
Ingatlah aku akan sebuah masa ketika semua tiba-tiba menjadi senyap
Lengkaplah segala lagu dan kalimat.

Itulah penjelasan mengenai puisi akrostik, mulai dari pengertian, ciri-ciri, cara membuat, hingga contohnya. Puisi jenis ini bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk melatih kreativitas sekaligus membantu Si Kecil menuangkan ide dan perasaannya melalui kata-kata.

Dengan memilih kata yang sesuai dan menyusunnya secara kreatif, membuat puisi akrostik untuk tugas sekolah pun bisa jadi lebih mudah dan menyenangkan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Ciri-Ciri Anak Dijauhi Teman di Sekolah

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tetap Kompak, Ini Potret Acha Septriasa & Mantan Suami Rayakan Ultah Sang Putri Bridgia di Australia

Mom's Life Annisa Karnesyia

Momen Adinda Thomas MengASIhi Anak Pertama, Terharu Lihat Hasil ASI Perah

Menyusui Amrikh Palupi

Puisi Akrostik: Pengertian, Ciri, Cara Membuat & Contohnya untuk Tugas Sekolah

Parenting Asri Ediyati

Spanyol Bakal Biayai Program Egg Freezing para Atlet agar Karier dan Promil Seimbang

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Ciri Kepribadian Orang yang Tumbuh dengan Rasa Takut, Salah Satunya Susah Minta Bantuan

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Kebiasaan Stimulasi Perkembangan Bahasa pada Anak, Bunda Perlu Tahu

150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Clover dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

Tetap Kompak, Ini Potret Acha Septriasa & Mantan Suami Rayakan Ultah Sang Putri Bridgia di Australia

Puisi Akrostik: Pengertian, Ciri, Cara Membuat & Contohnya untuk Tugas Sekolah

Momen Adinda Thomas MengASIhi Anak Pertama, Terharu Lihat Hasil ASI Perah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK