HaiBunda

PARENTING

Cara Mengenali Anak yang Kurang Kasih Sayang sejak Kecil dari Kebiasaannya

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Jumat, 25 Sep 2026 09:20 WIB
Cara Mengenali Anak yang Kurang Kasih Sayang/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Drazen Zigic

Kasih sayang dan perhatian dari orang terdekat menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Namun, tidak semua anak mendapatkan kebutuhan emosional yang cukup sejak kecil. Pengalaman tersebut terkadang baru terlihat melalui kebiasaan yang terbawa hingga dewasa.

Anak yang kurang mendapat kasih sayang mungkin menunjukkan kebiasaan tertentu dalam berhubungan dengan orang lain maupun dalam memandang dirinya sendiri. Misalnya, sulit menerima pujian, terlalu mandiri, atau sering meminta maaf meski tidak melakukan kesalahan.

Lantas, apa saja kebiasaan yang dapat menjadi tanda Anak yang Kurang Mendapat Kasih Sayang sejak kecil? Yuk, Bunda, simak cara mengenalinya berikut ini.


Cara mengenali anak yang kurang mendapat kasih sayang sejak kecil

Mengutip dari laman Bolde, berikut beberapa cara untuk mengenali anak yang kurang mendapat kasih sayang sejak kecil.

1. Sulit menerima pujian

Seseorang yang kurang mendapatkan kasih sayang sejak keci,l mungkin merasa tidak nyaman ketika mendapat pujian. Mereka cenderung langsung menolak atau meremehkannya dengan mengatakan bahwa hal tersebut bukan sesuatu yang istimewa atau hanya karena keberuntungan.

2. Terlalu mandiri

Anak yang sejak kecil merasa kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi dapat terbiasa mengandalkan diri sendiri dan enggan meminta bantuan.

Menurut penelitian tentang keterikatan, kebutuhan emosional yang terus-menerus tidak terpenuhi dapat berkaitan dengan avoidant attachment style, yaitu pola yang ditandai dengan kemandirian dan rasa tidak nyaman saat bergantung pada orang lain.

Akibatnya, mereka cenderung memilih menyelesaikan semuanya sendiri karena merasa bergantung pada orang lain merupakan sesuatu yang berisiko.

3. Sering meminta maaf

Anak yang kurang mendapat kasih sayang bisa terbiasa meminta maaf, bahkan untuk hal-hal sederhana. Mereka mungkin meminta maaf karena merasa merepotkan, memiliki kebutuhan, atau khawatir membuat orang lain tidak nyaman.

4. Terlalu melekat atau menjaga jarak

Selanjutnya, anak yang kurang mendapat kasih sayang dapat menunjukkan dua sikap yang berbeda. Sebagian mungkin terus mencari kepastian dan takut ditinggalkan ketika berjauhan dari orang lain.

Sebaliknya, ada pula yang cenderung menjaga jarak dan sulit membiarkan orang lain menjadi dekat, karena khawatir akan mengalami kekecewaan.

5. Sulit mengenali dan menyebutkan emosi sendiri

Kemampuan mengenali emosi berkembang ketika perasaan anak mendapat respons dari orang di sekitarnya. Pada 1975, psikolog perkembangan Edward Tronick menunjukkan pentingnya hal tersebut melalui eksperimen still face.

Ketika orang tua berhenti memberikan respons emosional selama beberapa menit, bayi awalnya berusaha mendapatkan respons, lalu menunjukkan penarikan diri dalam kondisi tertekan.

Kurangnya respons emosional dapat membuat perasaan anak terasa membingungkan sehingga mereka cenderung mengabaikan, mengecilkan, atau tidak memahami apa yang sedang dirasakan.

6. Meremehkan pencapaian sendiri

Ketika berhasil mencapai sesuatu, anak mungkin justru menganggapnya bukan hal besar dan membandingkan dirinya dengan orang lain. Kebiasaan ini dapat muncul, ketika mereka kurang mendapatkan penghargaan atau pengakuan secara emosional sejak kecil.

Menurut Webb, kurangnya pengakuan tersebut dapat membuat seseorang merasa dirinya memiliki kekurangan. Akibatnya, pencapaian yang diraih tidak selalu membuat mereka merasa mampu atau berharga dan justru dianggap sebagai keberuntungan semata.

7. Sulit menetapkan batasan

Anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dapat merasa tidak nyaman ketika harus mengatakan “tidak”. Mereka cenderung selalu mengiyakan sesuatu, mengambil terlalu banyak tanggung jawab, atau mendahulukan kebutuhan orang lain daripada dirinya sendiri.

8. Sering mencari pengakuan dari orang lain

Anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dapat terbiasa mencari pengakuan dari orang lain untuk merasa dirinya berharga. Mereka mungkin sangat membutuhkan pujian, persetujuan, atau perhatian.

Kebiasaan ini bisa terlihat dari sering memeriksa ponsel, berusaha terlalu keras, atau menyesuaikan diri dengan keinginan orang lain. Mereka mungkin merasa kasih sayang harus diperoleh melalui apa yang dapat diberikan kepada orang lain.

Demikian pembahasan mengenai ciri kepribadian anak yang lahir dan tumbuh di keluarga yang kurang kasih sayang. Semoga dapat menjadi panduan dalam mendidik anak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Anak Artis yang Ukir Prestasi di Kancah Internasional

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sweet! Maudy Koesnaedi & Suami Belanda Recreate Foto Pernikahan 25 Tahun Lalu

Mom's Life Annisa Karnesyia

Cara Mengenali Anak yang Kurang Kasih Sayang sejak Kecil dari Kebiasaannya

Parenting Azhar Hanifah

Studi Temukan Bayi ASI Miliki IQ di Atas Rata-Rata saat Berusia 8 Tahun

Menyusui Dwi Indah Nurcahyani

Terpopuler: Potret Gracia Indri Ditemani Suami Nonton Konser BIGBANG di Paris

Mom's Life Pritadanes

7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Benar-Benar Mencintai Pekerjaannya

Mom's Life Melly Febrida

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sweet! Maudy Koesnaedi & Suami Belanda Recreate Foto Pernikahan 25 Tahun Lalu

Cara Mengenali Anak yang Kurang Kasih Sayang sejak Kecil dari Kebiasaannya

Studi Temukan Bayi ASI Miliki IQ di Atas Rata-Rata saat Berusia 8 Tahun

5 Potret Xu Kai, Aktor Tampan Pemeran Shen Run di Drama China 'Spring of the Blade'

Makan Kacang dan Telur saat Hamil Bisa Cegah Alergi pada Anak Kelak? Simak Faktanya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK