parenting
Cara Mendidik Anak agar Nurut Tanpa Terus Mengomel Menurut Pakar
HaiBunda
Kamis, 01 Oct 2026 18:20 WIB
Daftar Isi
Menghadapi anak yang sulit menurut sering kali membuat orang tua tanpa sadar suka mengomel. Anak-anak umumnya memiliki banyak alasan hingga enggan menuruti perintah orang tuanya.
Sulit rasanya ketika anak-anak kita tidak mau bekerja sama. Terkadang hal itu bisa membuat orang tua kelelahan. Saat emosi sudah berada di puncak, banyak orang tua akhirnya menyerah karena menggagap semua omelan tidak membuahkan hasil.
Perlu diketahui, kepatuhan anak sebenarnya tidak selalu harus dibangun lewat teguran berulang atau suara yang meninggi, Bunda. Ada cara yang lebih tenang dan efektif untuk membantu anak memahami aturan serta mau bekerja sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada intinya, mengomel pada anak-anak dapat mengajarkan mereka untuk membalas sesuatu dengan omelan, bahkan ketika orang tua telah menolak permintaan mereka," kata pakar Sarina Behar Natkin, LICSW, dilansir laman Parent Map.
Lantas, bagaimana cara mendidik anak agar menurut tanpa terus mengomel?
Cara mendidik anak agar menurut dengan orang tuanya
Ada beberapa strategi yang dapat Bunda lakukan untuk membuat anak menurut tanpa mengomel. Berikut caranya menurut Natkin:
1. Ajukan pertanyaan
Seseorang biasanya lebih cenderung bisa diajak bekerja sama ketika ia memiliki kendali atas dirinya sendiri. Saat anak mulai emosi, Bunda dapat mengajukan sebuah pertanyaan yang bisa menempatkan fokus kendali di tangan anak kita.
"Cobalah katakan, 'Apa yang perlu kamu kenakan agar siap berangkat ke sekolah?'' atau 'Apa kesepakatan kita tentang waktu menonton TV?'," ungkap Natkin.
2. Pastikan pertanyaan kita terdengar
Tidak ada yang suka diperintah dengan suara keras atau diomeli di depan orang banyak. Untuk menghindari hal itu, Bunda dapat mengajak anak pergi ke tempat yang lebih tenang untuk mencegah emosi meluap.
"Saat mengajukan pertanyaan, sejajarkan pandangan dengan mereka, dan pastikan mereka siap berbicara sebelum memulai percakapan," kata Natkin.
3. Beritahu anak rencana Bunda
Sudah melakukan kontak mata dan mengajukan pertanyaan tetapi anak masih tidak kooperatif? Saatnya untuk mengakhiri percakapan dengan memberi tahu Si Kecil rencana yang sudah Bunda susun.
Misalnya, 'Sayang, sudah waktunya berangkat ke sekolah. Ibu akan berada di halaman depan saat kamu siap' atau 'Beritahu Ibu saat kamu sudah sikat gigi, lalu kita bisa membaca dongeng bersama sebelum tidur'.
4. Jangan diam saja
Berdiri saja dan membiarkan anak-anak mengabaikan kita hanya akan membuat kita semakin frustrasi. Saat anak kesal dan tak mau menurut, Bunda sebaiknya menjauhkan diri secara fisik atau terlibat dalam aktivitas lain.
Hal tersebut sama saja memberi tahu anak bahwa kita tidak ingin terlibat dalam perebutan kekuasaan. Kita juga mempercayai mereka untuk mengatasi situasi tersebut.
5. Buatlah rutinitas
Apakah Bunda sering terjebak dalam perebutan kekuasaan yang sama berulang kali dengan anak? Bila itu terjadi, maka ini saatnya untuk merencanakan dan membuat rutinitas bersama Si Kecil, sehingga setiap orang tahu apa yang diharapkan dari mereka.
Buatlah daftar bersama tentang semua hal yang perlu dilakukan di hari ini. Urutkan item-item tersebut dengan memberi anak pilihan sebanyak mungkin.
"Percayalah pada anak untuk menyelesaikan bagiannya dan hindari mengomel. Jika mereka kesulitan, coba ajukan pertanyaan, 'Apa yang perlu kamu lakukan selanjutnya agar kamu memiliki semua yang kamu butuhkan untuk sekolah?' Atau gunakan pernyataan 'jika-maka', seperti 'Setelah kamu menyimpan Lego, maka kita bisa pergi ke rumah kakek'," ujar Natkin.
Tetap tenang saat anak emosi atau acuh
Menghadapi anak yang emosi dan tidak mau menurut bisa jadi sulit, Bunda. Saat dihadapkan dengan hal tersebut, tetaplah tenang dan tarik napas dalam-dalam.
"Jika kita bisa tetap tenang, kata-kata kita kemungkinan besar akan didengar. Kemudian, lakukan kontak mata dan katakan, 'Aku mencintaimu, dan kita tidak akan pergi ke taman hari ini. Kita bisa memilih hari lain untuk pergi saat kita tenang'," kata Natkin.
"Tidak apa-apa jika anak marah atau sedih karenanya. Itu tidak berarti kita perlu menghilangkan emosi mereka. Jika kita ingin mereka mampu menghadapi kekecewaan di masa depan, mereka perlu berlatih merasakan emosi ini dan melewatinya."
Jika ragu untuk menghadapi anak, Bunda dapat berhenti berbicara dan putuskan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga diri sendiri. Anak akan belajar bahwa melanjutkan perdebatan tidak efektif dan bahwa perawatan diri adalah cara yang lebih baik untuk mengatasi kekecewaan.
"Kabar baiknya adalah, dengan sedikit latihan, kita dapat belajar berkomunikasi sebagai keluarga dengan cara yang membantu anak-anak dan orang tua merasa dihargai," ungkap Natkin.
Demikian cara mendidik anak yang tidak mau menurut tanpa terus mengomel. Semoga informasi ini bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
13 Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala agar Patuh dan Berhati Lembut Menurut Ahli
Parenting
Apakah Bunda Bisa Menjadi Orang Tua Sempurna untuk Anak? Ini Kata Psikolog
Parenting
7 Kondisi dan Sikap Orang Tua yang Bisa Merusak Mental Anak
Parenting
6 Tips Agar Anak Mau Memaafkan Kesalahan Bunda
Parenting
7 Kesalahan Orang Tua yang Dapat Merusak Mental Anak
5 Foto
Parenting
Bagikan Foto Lebaran, Deretan Artis Ini Masih Rahasiakan Wajah Anak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
4 Tips agar Anak Nurut Saat Diberi Tahu Orang Tua
Doa dan Amalan Orang Tua agar Anak Nurut Serta Mudah Diatur
11 Cara Cerdas Menghadapi Anak Tantrum, Jangan Panik & Kenali Penyebabnya