HaiBunda

PARENTING

Meja Sekolah Anak di China Dipasang Besi seperti Roller Coaster, Terlihat Aneh tapi Bermanfaat untuk Mata

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 23 Oct 2026 21:05 WIB
Meja sekolah di China/ Foto: Getty Images/iStockphoto/imtmphoto

Selain pendidikan dengan persaingan yang ketat, China tampaknya memiliki rencana jangka panjang untuk para generasi penerusnya. Miopia atau rabun jauh menjadi salah satu perhatian dalam kesehatan anak-anak muda di China. Melihat hal tersebut, ada inisiasi dan inovasi untuk mencegahnya.

Inovasi tersebut adalah memodifikasi meja sekolah dengan besi seperti roller coaster. Besi yang dipasang tak lain agar anak-anak memperbaiki postur tubuhnya saat belajar di kelas. Mereka tidak membaca ataupun menulis dengan jarak pandang yang melebihi standarnya sehingga dapat melindungi penglihatannya.

Dilansir Times of India, bilah logam yang menyerupai bagian dari roller coaster itu, dipasang pada meja sekolah memungkinkan siswa untuk menyandarkan dagu saat membaca atau mendorong bilah ke depan untuk menopang buku, sehingga mendorong kebiasaan membaca yang sehat.


Inisiasi ini digerakkan dan didanai oleh Kantor Anti-Miopia Remaja Kota (City Teen Anti-Myopia Office). Menurut artikel yang diterbitkan di Express UK, program yang disebut sebagai program "anti-menyipitkan mata" (squint-free) ini diuji coba di 19 sekolah dasar di Wuhan, China.

Menurut Kantor Anti-Miopia Remaja Kota, ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memerangi miopia pada anak melalui kebiasaan membaca dan postur tubuh yang lebih baik.

"Bilah-bilah ini diharapkan dapat membantu anak-anak mengembangkan kebiasaan membaca yang baik untuk masa depan mereka," ungkap Zhang Jianming, kepala sekolah dari salah satu sekolah yang berpartisipasi kala itu. 

Cerita ini telah diberitakan pada 2014 silam dan mungkin beberapa sekolah ada yang masih menerapkannya.  Meskipun tampilannya mungkin terlihat tidak biasa pada pandangan pertama, ini adalah ide sederhana yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan mata anak-anak, Bunda.

Miopia yang juga dikenal sebagai rabun jauh, atau ketidakmampuan melihat benda-benda yang letaknya jauh kini semakin umum terjadi pada anak-anak.

Sebagai orang tua, kita ingin anak terhindar dari miopia, meskipun miopia dapat dipicu oleh faktor genetik. Ya, sebab kondisi ini juga dapat berkembang akibat faktor lingkungan, seperti terbatasnya waktu yang dihabiskan di luar ruangan dan meningkatnya waktu yang dihabiskan di dalam ruangan untuk melakukan aktivitas seperti menggunakan perangkat elektronik. 

Dr. Kimberley Chan, seorang optometris di Departemen Oftalmologi Boston Children’s, meyakini bahwa miopia (rabun jauh) dapat dicegah, meskipun ada proyeksi yang menyebutkan bahwa separuh populasi dunia akan mengalaminya pada tahun 2050.

Menurut Chan, sama halnya dengan orang tua yang membimbing anak-anak mereka untuk rutin menyikat gigi dan menggunakan benang gigi (flossing), mereka juga sebaiknya membantu anak-anak membiasakan diri dengan kebiasaan yang baik bagi kesehatan mata sejak usia dini.

Masa-masa pembentukan dari lahir hingga usia enam tahun akan menentukan bentuk mata anak dan berpotensi mengurangi risiko mereka mengalami miopia.

Aktivitas di luar ruangan bisa cegah rabun jauh

Aktivitas anak di dalam ruangan juga berkaitan dengan peningkatan risiko miopia atau rabun jauh. Baik di rumah maupun di sekolah, anak-anak banyak melakukan kegiatan membaca, menulis, dan aktivitas lain yang mengharuskan mereka memfokuskan pandangan pada objek dalam jarak dekat (dalam jangkauan lengan).

Aktivitas jarak dekat semacam ini memang dikaitkan dengan rabun jauh, namun menurutnya, para optometris tidak akan pernah melarang anak belajar atau bermain hanya demi mencegah miopia. Sebaliknya, orang tua dapat membantu anak melakukan aktivitas jarak dekat sekaligus menerapkan rutinitas kesehatan mata yang baik melalui dua langkah sederhana, yaitu:

Beristirahat sejenak dari aktivitas jarak dekat

Beristirahat dari kegiatan belajar menggunakan perangkat elektronik atau bahkan saat membaca buku cetak, dapat bermanfaat. American Academy of Ophthalmology merekomendasikan agar setelah 20 menit melakukan aktivitas jarak dekat di depan layar digital, anak-anak melihat objek yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama setidaknya 20 detik.

Ajak anak beraktivitas di luar ruangan

Ajaklah anak bermain, berjalan-jalan, atau melakukan aktivitas menarik lainnya agar mereka bisa berada di luar ruangan setiap hari. "Jika mereka menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan, kemungkinan besar waktu yang dihabiskan di dalam ruangan untuk aktivitas jarak dekat pun berkurang," ujar Dr. Chan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu sekitar dua jam sehari di luar ruangan dapat mencegah miopia. Beraktivitas di luar ruangan juga dapat mendukung gaya hidup yang lebih sehat serta memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan fisik dan emosional.

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Mata Kiri Bawah Sering Kedutan, Ternyata..

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Frustrasi Dilihat dari Ucapannya saat Ngobrol

Mom's Life Annisa Karnesyia

Meja Sekolah Anak di China Dipasang Besi seperti Roller Coaster, Terlihat Aneh tapi Bermanfaat untuk Mata

Parenting Asri Ediyati

Potret Anissa Aziza Traveling ke Bangkok Bareng Sahabat, Jalan Santai hingga Kulineran

Mom's Life Amira Salsabila

Benarkah IVF Bikin Subur? Ini Fakta di Balik Bunda yang Hamil Alami setelah Bayi Tabung

Kehamilan Melly Febrida

Cara Mengenali Orang dengan Empati Kognitif Tinggi dari Ucapannya

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Frustrasi Dilihat dari Ucapannya saat Ngobrol

Meja Sekolah Anak di China Dipasang Besi seperti Roller Coaster, Terlihat Aneh tapi Bermanfaat untuk Mata

Benarkah IVF Bikin Subur? Ini Fakta di Balik Bunda yang Hamil Alami setelah Bayi Tabung

Potret Anissa Aziza Traveling ke Bangkok Bareng Sahabat, Jalan Santai hingga Kulineran

Cara Mengenali Orang dengan Empati Kognitif Tinggi dari Ucapannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK