HaiBunda

PARENTING

5 Cara Mengatasi Bayi MPASI Tidak BAB 3 Hari, Bunda Perlu Tahu

Kinan   |   HaiBunda

Senin, 26 Oct 2026 21:05 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Polina Strelkova
Jakarta -

Saat bayi mulai masuk di fase Makanan Pendamping ASI (MPASI), mereka mengalami berbagai proses adaptasi pada sistem pencernaannya. Mereka mungkin akan diare atau bahkan sembelit, bahkan bisa sampai tidak BAB sampai 3 hari.

Kondisi ini terkadang membuat orang tua khawatir, terutama jika bayi tampak mengejan atau rewel.

Meski tidak BAB selama 3 hari tidak selalu menandakan sembelit atau konstipasi, Bunda tetap perlu memperhatikan tekstur feses dan gejala lain yang menyertainya. 


Dengan begitu, Bunda dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan bayi sekaligus tahu kapan ia perlu dibawa konsultasi ke dokter.

Adaptasi sistem pencernaan bayi MPASI

Peralihan dari asupan yang sebelumnya hanya berupa cairan (ASI dan/atau susu formula) biasanya akan memerlukan proses adaptasi, termasuk pada sistem pencernaan bayi. Biasanya ini akan mengubah pola BAB bayi, baik dari segi frekuensi, warna, maupun tekstur.

Selain itu, sistem pencernaan bayi juga perlu menyesuaikan diri dengan jenis makanan dan kandungan nutrisi yang baru dikenalnya.

"Beberapa bayi bisa buang air besar berhari-hari tanpa mengalami masalah sama sekali, sementara yang lain mungkin buang air besar setiap hari tetapi kesulitan mengeluarkan fesesnya," ungkap dokter anak dan juru bicara American Academy of Pediatrics (AAP), Joanna Dolgoff, MD, dikutip dari Parents.

Apa itu sembelit?

Anak dikatakan mengalami sembelit ketika ia tampak kesulitan buang air besar (BAB) dengan ciri-ciri tinja yang keras, kering, dan terkadang anak terlihat kesakitan saat BAB. 

Dikutip dari John Hopkin's Medicine, frekuensi BAB bisa bervariasi pada setiap anak. Tapi secara umum, sembelit terjadi jika anak BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu. 

Gejala lain yang perlu diperhatikan orang tua termasuk seperti penurunan frekuensi BAB, tinja yang keras dan kadang-kadang berukuran agak besar, lalu anak juga tampak sakit saat mengeluarkan tinja.

Penyebab bayi MPASI tidak BAB berhari-hari

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan bayi mengalami perubahan pola BAB setelah mulai MPASI, seperti:

1. Perubahan pola makan

Saat mulai MPASI, bayi akan berkenalan dengan berbagai jenis makanan, tekstur, dan kandungan nutrisi yang berbeda dari sebelumnya. 

Perubahan ini dapat memengaruhi pola BAB dan membuat bayi tidak rutin BAB seperti biasanya. Selain itu, bayi yang mengonsumsi susu formula juga mungkin mengalami masalah BAB saat masa penyesuaian.

2. Kurang asupan serat

Buah dan sayuran merupakan sumber serat yang membantu menjaga feses tetap lunak. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), konstipasi pada anak di bawah usia 2 tahun dapat berkaitan dengan kurangnya asupan minum, buah, dan sayuran.

3. Kurang asupan cairan

Cairan yang cukup akan membantu menjaga konsistensi feses agar lebih mudah dikeluarkan. Saat bayi mulai mengonsumsi makanan padat, kebutuhan cairannya tetap perlu diperhatikan ya, Bunda.

4. Menu MPASI kurang bervariasi

Pola makan yang kurang bervariasi, terutama jika didominasi makanan rendah serat, dapat membuat BAB menjadi lebih sulit. 

Oleh karena itu, pastikan menu MPASI mengandung beragam kelompok makanan sesuai usia dan kemampuan makan Si Kecil.

Cara mengatasi bayi MPASI tidak BAB 

Jika bayi tidak BAB selama beberapa hari, perhatikan apakah ia masih mau aktif bermain dan mau menyusu. Bunda dapat melakukan beberapa langkah berikut sambil tetap memantau kondisinya:

1. Berikan makanan tinggi serat

Salah satu cara membantu melancarkan BAB bayi MPASI adalah dengan memberikan makanan yang mengandung serat. 

Beberapa pilihan yang dapat disesuaikan dengan usia dan tekstur MPASI bayi, misalnya seperti dari buah pir, pepaya, ubi jalar, atau brokoli.

Buah dan sayuran dapat disajikan dalam bentuk lumat atau tekstur lain yang sesuai dengan kemampuan makan bayi. Pastikan makanan dimasak hingga lunak untuk mencegah tersedak.

"Ketika bayi mulai mengonsumsi makanan padat, yang sering menjadi penyebab sembelit pada bayi usia 6 bulan ke atas, perubahan pola makan juga dapat membantu melancarkan pencernaan," ungkap dokter anak, Jennifer Shu, MD, yang juga merupakan co-author dari Heading Home With Your Newborn: From Birth To Reality. 

2. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi

Kekurangan cairan dapat membuat feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Untuk bayi yang sudah mulai MPASI pada usia sekitar 6 bulan, jangan lupa berikan air putih saat selesai makan sesuai usianya.

Hal yang tak kalah penting, ASI atau susu formula tetap menjadi sumber nutrisi dan minuman utama bayi hingga usia 12 bulan. Jangan mengganti pemberian susu dengan air putih dalam jumlah berlebihan ya, Bunda.

3. Lakukan pijat ILU pada perut bayi

Pijat Bayi Gerakan I Love You/Foto: HaiBunda/Dwi Rachmi

Salah satu yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi perut bayi kembung yakni teknik pijat 'I Love You' atau 'ILU'. Sesuai namanya, arah tekanan yang diberikan untuk melakukan pijatan ini membentuk huruf I, L dan U.

"Pertama-tama siapkan minyak, lalu tuang ke telapak tangan. Beberapa tetes saja, tidak perlu terlalu banyak. Dengan kondisi bayinya jangan menangis, ya," ungkap bidan dan founder Ayra Homecare, Laili Romdina, Amd.Keb, kepada HaiBunda dalam tayangan YouTube Tips dan Cara Pijat I Love You pada Bayi, Bisa Atasi Perut Kembung.

Setelah itu, ratakan minyak di telapak tangan dan kita sentuh area perut bayi. 

Huruf I

Pertama, siapkan 3 jari (telunjuk, jari tengah, dan jari manis) lalu letakkan di perut sebelah kiri bayi di bawah rusuk. Tekan secara perlahan, arahkan ke bawah sampai batas panggul atau pinggang. Ulangi lagi 5-15 kali.

Pijat huruf I harus dilakukan di sisi kiri perut bayi, karena saluran pembuangan ada di bagian kiri ini. "Jangan sampai terbalik ya Bunda, karena bisa membuat usus bayi tidak nyaman," imbuh Laili.

Huruf L

Berikutnya pijatan dengan membentuk huruf L terbalik. Tekanan diberikan mulai dari sisi sebelah kanan perut bayi, lalu sedikit tekan ke sisi kiri dan ke arah bawah membentuk huruf L terbalik.

Tujuannya untuk membantu supaya ada gerakan peristaltik usus, mengeluarkan gas dan mengatasi konstipasi.

Huruf U

Teknik pijat huruf U juga dilakukan terbalik. Awali dengan memberi tekanan dari sisi perut kanan bawah bayi, lalu tarik ke atas, bawa ke kiri, diakhiri ke kiri bawah. Atau seperti setengah lingkaran. 

"Dengan sedikit menekan, setelah pijat ILU biasanya bayi akan refleks kentut karena gasnya keluar," tutur Laili.

4. Gerakkan kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda

Gerakan kaki seperti mengayuh sepeda dapat membantu bayi bergerak dan merasa lebih nyaman.

Baringkan bayi telentang di atas permukaan yang aman. Pegang kedua kakinya dengan lembut, kemudian gerakkan secara bergantian seperti sedang mengayuh sepeda. 

Jika bayi tampak kesakitan, perutnya membuncit, atau ia menolak bergerak, hentikan dan periksakan kondisinya segera jika perlu.

5. Ajak bayi lebih aktif main dan bergerak

Beri kesempatan pada bayi untuk lebih aktif bergerak, misalnya dengan memperbanyak tummy time, merangkak, atau bermain di lantai.

Tujuannya untuk membuat tubuhnya lebih banyak bergerak dan membantu melancarkan sistem pencernaan.

Kapan bayi tidak BAB perlu segera ke dokter?

Meski sebenarnya masih aman jika bayi perlu waktu beradaptasi dengan sistem pencernaannya, sebaiknya segera cek ke dokter apabila bayi mengalami kondisi berikut:

1. Feses keras dan bayi kesakitan saat BAB

Feses yang terlalu kering, keras, atau sulit dikeluarkan dapat menandakan konstipasi. 

Segera bawa bayi untuk diperiksa dokter, terutama jika ia terus mengejan, menangis, atau ada darah pada fesesnya.

2. Perut membuncit atau teraba keras

Perut yang membesar atau teraba keras, serta ada keluhan nyeri saat disentuh, ini juga perlu diwaspadai. Terutama jika bayi juga tidak dapat mengeluarkan gas atau tampak sangat tidak nyaman.

3. Bayi muntah terus-menerus

Bayi yang tidak BAB disertai muntah berulang, khususnya muntah berwarna kehijauan, juga sebaiknya segera dibawa ke dokter. Kondisi ini bisa menandakan adanya masalah serius pada saluran pencernaan bayi.

4. Bayi tidak mau menyusu atau tampak lemas

Jika bayi menolak menyusu, mengalami penurunan jumlah urine, mulut kering, atau tampak sangat lemas, segera cari pertolongan medis. 

Ini bisa menjadi gejala dehidrasi atau tanda bahaya lain yang perlu ditangani.

5. Konstipasi tidak kunjung membaik

Jika konstipasi bayi tidak juga membaik dan fesesnya masih keras meskipun menu dan asupan cairannya telah diperhatikan, konsultasikan juga dengan dokter.

Dokter nantinya akan memeriksa dan menilai apakah bayi mengalami konstipasi biasa atau memerlukan penanganan khusus lebih lanjut.

Itulah penjelasan tentang cara mengatasi bayi MPASI tidak BAB berhari-hari. Hal yang terpenting, perhatikan juga kenyamanan bayi dan gejala lain jika ada. Semoga bermanfaat ya, Bunda!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ayah Terlihat Cuek? Ini Dampaknya ke Mental dan Kepribadian Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Gender Reveal Kehamilan Kedua Jessica Mila, Bakal Sambut Bayi Perempuan Lagi

Kehamilan Amrikh Palupi

5 Cara Mengatasi Bayi MPASI Tidak BAB 3 Hari, Bunda Perlu Tahu

Parenting Kinan

Ikuti The Next Sobat Cermat 6 Under 6 & Raih Total Hadiah Ratusan Juta

Parenting Tiara Jasmine & Paul Sowlawn

Potret Rumah Tasya Farasya yang Direnovasi karena Banyak Alami Keretakan, Bikin Dompet Menyala

Mom's Life Amira Salsabila

7 Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan di Atas Rata-rata saat Sendirian

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Perempuan Ini Beli Hampir 200 Parkir untuk Disewakan Kembali, Bikin Tetangga Kesal

5 Cara Mengatasi Bayi MPASI Tidak BAB 3 Hari, Bunda Perlu Tahu

Potret Gender Reveal Kehamilan Kedua Jessica Mila, Bakal Sambut Bayi Perempuan Lagi

Potret Rumah Tasya Farasya yang Direnovasi karena Banyak Alami Keretakan, Bikin Dompet Menyala

5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK