HaiBunda

PARENTING

Anak Lebih Nurut ke Ayah daripada Bunda? Ini Alasan di Baliknya Menurut Psikolog

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 22 Oct 2026 13:10 WIB
Anak Lebih Nurut ke Ayah daripada Bunda? Ini Alasan di Baliknya Menurut Psikolog/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Pruksachat Lapvilai
Jakarta -

Setiap anak bisa menunjukkan sikap yang berbeda ketika berinteraksi dengan Bunda maupun Ayahnya. Ada anak yang cenderung lebih manja kepada salah satu orang tua, sementara yang lain terlihat lebih mandiri atau mudah diatur.

Perbedaan perilaku ini bukan tanpa alasan, Bunda. Cara anak bersikap dapat dipengaruhi oleh kedekatan emosional, pola pengasuhan, serta bagaimana mereka merespons karakter dan kebiasaan masing-masing orang tuanya.

Satu hal yang perlu dipahami, perilaku anak yang lebih menurut pada salah satu orang tua adalah hal yang sangat umum dari perkembangan.


"Hubungan orang tua dan anak dalam sebuah keluarga itu unik, dan itu tidak berarti lebih baik atau lebih buruk daripada yang lain," kata psikolog klinis Emily Edlynn, Ph.D.

"Dalam setiap hubungan, anak-anak kemungkinan akan berperilaku agak berbeda karena karakteristik unik dari hubungan tersebut," sambungnya, dilansir laman Good Housekeeping.

Anak-anak tidak berperilaku sama di setiap lingkungan. Mereka beradaptasi berdasarkan hubungan dan apa yang mereka harapkan akan terjadi selanjutnya, Bunda.

"Pola perilaku anak-anak terus diperkuat oleh lingkungan mereka. Emosi mereka juga berperan. Jadi bagaimana mereka berhubungan dengan setiap orang dewasa dapat membentuk bagaimana mereka merespons," ungkap Edlynn.

Anak-anak selalu memperhatikan lingkungan sekitar. Mereka mengamati pola, seperti siapa yang langsung menolak ketika didekati, siapa yang mau memberikan kesempatan kedua, dan siapa yang suka bicara panjang lebar. Seiring berjalannya waktu, anak akan menyesuaikan diri dengan semua itu.

Kenapa anak lebih menurut ke Ayah daripada Bunda?

Ada beberapa alasan mengapa anak-anak berperilaku berbeda dengan masing-masing orang tua. Berikut penyebabnya:

1. Anak-anak membentuk ikatan yang berbeda dengan masing-masing orang tua

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Family Psychology tahun 2012, menemukan bahwa ibu dan ayah sering kali berinteraksi dengan anak-anak mereka dengan cara yang berbeda. Seorang ibu biasanya cenderung memberikan lebih banyak kenyamanan dan pengaturan. Sementara itu, ayah lebih banyak memberikan stimulasi dan tantangan.

Tapi tentu saja, setiap keluarga berbeda, dan banyak orang tua mengambil kedua peran tersebut tergantung pada situasi. Perbedaan ini hanya mencerminkan gaya individu masing-masing orang tua, dan merupakan bagian normal dari bagaimana anak-anak berhubungan dengan setiap orang tua. Jadi, ini bukan pertanda bahwa satu ikatan lebih kuat daripada yang lain ya.

2. Anak-anak merasa aman untuk 'melampiaskan emosi' kepada salah satu orang tua

Dalam banyak kasus, anak lebih menurut ke salah satu orang tua karena ia merasa aman secara emosional. Biasanya, rasa aman ini muncul karena orang tua yang 'disukai' anak ini lebih dekat secara emosional.

"Orang tua yang paling aktif berhubungan dengan anak secara emosional sering kali menjadi sasaran luapan emosi dan perilaku anak," kata Edlynn.

Penelitian tentang keterikatan menunjukkan bahwa anak-anak, terutama balita, lebih cenderung mengekspresikan 'kesusahan' dengan pengasuh yang mereka percayai untuk membantu mengatur emosi. Sebuah studi yang diterbitkan di Attachment & Human Development tahun 2019 menemukan bahwa intensitas reaksi anak dapat bervariasi tergantung pada orang tua, dengan beberapa hubungan memunculkan frustrasi atau pelepasan emosi yang lebih terlihat.

Pola pengasuhan yang sama tidak selalu memberikan efek yang sama

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Children (Basel) tahun 2022 menunjukkan bahwa perilaku pengasuhan yang serupa dari ibu dan ayah dapat memiliki efek berbeda pada perkembangan emosional anak. Itu berarti, respons yang sama seperti menghibur, menetapkan batasan, atau mendorong kemandirian mungkin diterima secara berbeda tergantung dari siapa yang memberikannya.

"Setiap orang tua memberikan manfaat yang berbeda kepada setiap anak, dan itu tidak apa-apa," ujar Edlynn.

Di beberapa keluarga, misalnya, salah satu orang tua tidak sering berada di rumah. Hal itu juga dapat memengaruhi bagaimana seorang anak merespons.

Orang tua yang lebih jarang bertemu anak cenderung mendapatkan lebih sedikit protes. Sementara itu, orang tua yang lebih banyak menangani rutinitas harian anaknya mungkin akan menghadapi lebih banyak ujian dan negosiasi.

Dalam kebanyakan kasus, anak yang lebih menurut ke salah satu orang tua adalah hal normal dari sisi perkembangan. Namun, ada kalanya kita perlu lebih memperhatikan.

Jika perbedaannya terasa ekstrem, atau jika anak menunjukkan tanda-tanda ketakutan, kecemasan, atau kesusahan yang berkelanjutan dengan salah satu orang tua, mungkin ada baiknya untuk memeriksanya ke pakar.

Demikian penyebab anak lebih menurut ke salah satu orang tua, Bunda. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ayah Terlihat Cuek? Ini Dampaknya ke Mental dan Kepribadian Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kenali Tanda Kanker Serviks dari Telapak Kaki

Kehamilan Amrikh Palupi

Potret Pevita Pearce dan Suami Malaysia Rayakan Ultah Pernikahan ke-2

Mom's Life Amira Salsabila

Clean Eating: Cara Makan Sehat, Manfaat, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Mom's Life Arina Yulistara

Anak Lebih Nurut ke Ayah daripada Bunda? Ini Alasan di Baliknya Menurut Psikolog

Parenting Annisa Karnesyia

Usia Berapa Perempuan Harus Mulai Mammografi? Ini Panduan Terbarunya

Menyusui Tiara Jasmine & Aiman Subaidi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ingin Lebih Dipercaya? Psikolog Ungkap Warna Baju yang Sebaiknya Dipakai

Kenali Tanda Kanker Serviks dari Telapak Kaki

Clean Eating: Cara Makan Sehat, Manfaat, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Anak Lebih Nurut ke Ayah daripada Bunda? Ini Alasan di Baliknya Menurut Psikolog

Usia Berapa Perempuan Harus Mulai Mammografi? Ini Panduan Terbarunya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK