HaiBunda

PARENTING

Di Balik Senyum Ayah, Survei Ungkap 8 Beban yang Kerap Dipendam

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 24 Oct 2026 16:20 WIB
Ilustrasi Ayah dan Anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/globalmoments
Jakarta -

Setiap ayah memiliki tanggung jawab besar dalam keluarga. Mereka tak hanya punya tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tapi juga mendampingi tumbuh kembang anak dan menjadi sosok yang memberikan rasa aman bagi keluarga.

Di balik senyum dan sikap tegar seorang ayah, tak banyak yang tahu kadang mereka menyimpan beban yang tak terlihat. Tuntutan untuk selalu kuat dan mampu diandalkan terkadang membuat sebagian ayah memilih menyimpan masalahnya sendiri demi menjaga ketenangan keluarga.

Good Dad Research Survey pada Februari 2026 mengungkap beberapa tantangan yang kerap dipendam oleh ayah dalam kesehariannya menjalankan peran sebagai kepala keluarga. Survei ini dilakukan pada 308 ayah di mana 96 di antaranya menjawab.


Lantas, apa saja beban yang kerap dipendam oleh ayah dan tidak diketahui banyak orang? Simak penjelasan Bubun berikut ini ya!

8 beban yang kerap dipendam ayah

Melansir dari laman Good Dad, berikut 8 beban yang sering kali dipendam oleh seorang ayah:

1. Memikul beban dalam diam

Dari survei, 15 ayah menggambarkan beberapa versi dari beban tak terlihat. Beban ini ternyata bukanlah satu hal saja, Bunda.

Itu adalah akumulasi tanggung jawab yang tidak sepenuhnya disadari oleh siapa pun. Beban ini dapat berupa beban mental untuk mengingat setiap janji temu, melacak setiap persediaan popok, mengetahui anak mana yang membutuhkan sepatu baru, mengelola keuangan rumah tangga, atau mempertahankan karier untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Hal yang sangat mengisolasi adalah sebagian besar beban sebagai seorang ayah ini tidak terlihat. Tidak ada yang menghargai mereka karena tidak ada yang bisa melihatnya.

2. Beban tanggung jawab

Di survei ini, 12 atau lebih ayah menggambarkan beberapa versi yang disebut 'topeng'. Penampilan mereka seolah-olah baik-baik saja padahal sebenarnya tidak.

"Berpura-pura tegar dan tidak membiarkan mereka tahu bahwa kamu sebenarnya sedang berjuang," kata seorang ayah.

Berusaha tampak tegar bukan berarti para ayah ini tidak memiliki kesadaran emosional. Mereka mampu mengungkapkannya secara detail ketika diberi kesempatan. Namun, mereka merasa tidak memiliki izin untuk mengekspresikannya dalam peran yang mereka emban.

Sang ayah selalu dianggap menjadi tumpuan. Mereka dituntut untuk menjadi sosok yang stabil, pencari nafkah yang pulang ke rumah, dan harus memiliki energi untuk membantu mengurus anaknya. Ketika citra itu retak, rasanya seperti ayah mengalami kegagalan pribadi daripada kegagalan sistemik.

3. Perasaan belum melakukan cukup banyak hal untuk keluarga

Survei ini juga menemukan 10 atau lebih ayah menggambarkan kalau mereka terbebani dengan perasaan belum cukup melakukan yang terbaik bagi keluarga. Beban ini bukan jenis ketidakmampuan yang dramatis atau akut yang berasal dari satu kegagalan saja. Ini adalah jenis ketidakmampuan kronis dan ringan yang selalu ada di latar belakang kehidupan sehari-hari.

"Ini adalah perasaan terus-menerus tentang kita yang tidak melakukan cukup banyak," kata seorang ayah di survei ini.

Beban ini sebenarnya adalah konsekuensi alami dari upaya seorang ayah dalam memenuhi tugas yang mustahil dengan sumber daya yang terbatas. Peran ayah modern yang banyak terkadang dibebankan secara bersamaan, tanpa buku panduan, dan tanpa pengakuan bahwa perhitungan matematisnya tidak sesuai.

4. Rasa bersalah karena hanya ada untuk diri sendiri

Menurut survei, 8 atau lebih ayah mengidentifikasi rasa bersalah sebagai beban yang tidak pernah dibicarakan ke siapa pun. Ini bukan rasa bersalah atas sesuatu yang mereka lakukan salah, melainkan karena menginginkan sesuatu untuk diri mereka sendiri.

Ketika menjadi seorang ayah, kontrak tersiratnya adalah kebutuhan laki-laki menjadi yang terakhir. Tanpa disadari, muncul perasaan bahwa meluangkan waktu untuk kesejahteraan sendiri sama saja mengambil waktu dari keluarga.

Hal tersebut menciptakan pola spesifik dan merusak, Bunda. Laki-laki yang paling membutuhkan dukungan justru paling kecil kemungkinan untuk mencarinya, karena mencari dukungan terasa seperti bentuk kegagalan dalam membantu orang-orang yang mereka dukung.

5. Waktu yang menjadi milik orang lain

Setidaknya, 8 atau lebih ayah berbicara tentang waktu, kekurangan waktu, dan rasa frustrasi karena tidak memiliki waktu yang benar-benar menjadi milik mereka sendiri. Hal itu tanpa disadari menjadi beban yang tak terlihat dalam peran ayah di keluarga.

Perlu dipahami, keterbatasan waktu bagi para ayah tidak sama dengan kesibukan. Ini adalah perasaan bahwa setiap jam dan setiap hari dimiliki oleh pekerjaan dan keluarga. Celah di antaranya untuk fokus pada diri sendiri tidak cukup besar untuk digunakan sebagai sesuatu yang bermakna.

6. Beban pencari nafkah

Survei mengungkap, enam ayah atau lebih secara khusus berfokus pada tekanan finansial dan sebagai pencari nafkah. Menjadi ayah sama saja mengemban beban sebagai penopang operasional dalam keluarga.

Tak hanya itu, dinamika peran ayah modern juga terjebak dalam ketidaksesuaian generasi. Banyak ayah saat ini dibesarkan oleh ayah yang bekerja berjam-jam tetapi tidak diharapkan untuk hadir secara emosional atau terlibat dalam urusan rumah tangga.

Generasi saat ini diharapkan untuk menyamai atau melampaui kapasitas generasi sebelumnya dalam menyediakan kebutuhan keluarga, sekaligus terlibat langsung dalam urusan rumah tangga. Ketika tuntutan itu harus dipenuhi, kesejahteraan ayah bisa dikorbankan.

7. Dikelilingi orang banyak, namun merasa sendirian

Dalam survei, lima atau lebih ayah menggambarkan kesepian. Bukan kesepian karena isolasi, karena kenyataannya mereka selalu dikelilingi oleh keluarga, kolega, hingga teman.

"Ini aneh karena kita dikelilingi oleh orang-orang yang selalu membutuhkan kita, tetapi anehnya kita merasa sendirian di tengah semua itu," kata seorang ayah.

Kesepian ini dapat diartikan sesuatu yang minim timbal balik. Artinya, semua orang membutuhkan sesuatu dari seorang ayah, termasuk waktu, perhatian, tenaga, dan penghasilan. Tetapi, tidak ada yang bertanya bagaimana kabar seorang ayah, dan ketika mereka bertanya, jawaban yang diharapkan adalah "baik-baik saja".

8. Beban emosional karena kehilangan identitas

Beban berikutnya dikaitkan dengan kehilangan identitas. Survei mengungkap, empat atau lebih ayah menggambarkan beberapa versi kehilangan identitas, termasuk perasaan bahwa peran sebagai ayah telah mengikis jati diri mereka sebelumnya.

Seorang ayah yang dulunya memiliki hobi harus mengalah karena tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Ini bukan ketidakpuasan. Ini adalah bentuk kehilangan terhadap diri sendiri.

Seorang ayah mungkin terbiasa mengutamakan anggota keluarga hingga perlahan melupakan hal-hal yang membuat mereka bahagia. Akibatnya, mereka kehilangan kesempatan untuk mengenal diri sendiri, mengeksplorasi minat, dan melakukan sesuatu semata-mata karena menyukainya, bukan karena merasa harus melakukannya demi orang lain.

Demikian 8 beban yang kerap dipendam seorang ayah dalam menjalankan perannya di keluarga. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ayah Terlihat Cuek? Ini Dampaknya ke Mental dan Kepribadian Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Marsha Aruan Kini Jadi Yatim Piatu: Bersyukur Dialah Bunda Aku, Doakan Kita Kuat

Mom's Life Amira Salsabila

Di Balik Senyum Ayah, Survei Ungkap 8 Beban yang Kerap Dipendam

Parenting Annisa Karnesyia

Spill Biaya Melahirkan Normal Vs Caesar, Apa Saja yang di Cover BPJS?

Kehamilan Tiara Jasmine & Adi Prakoso

Ciri Kepribadian Orang yang Tak Suka Dinyayikan Lagu Ultah, Canggung Jadi Pusat Perhatian

Mom's Life Amira Salsabila

Ibu Hamil Aktif Bergerak Punya Profil Lemak Plasenta Berbeda, Studi Ungkap Faktanya

Kehamilan Melly Febrida

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Marsha Aruan Kini Jadi Yatim Piatu: Bersyukur Dialah Bunda Aku, Doakan Kita Kuat

Di Balik Senyum Ayah, Survei Ungkap 8 Beban yang Kerap Dipendam

Ibu Hamil Aktif Bergerak Punya Profil Lemak Plasenta Berbeda, Studi Ungkap Faktanya

Spill Biaya Melahirkan Normal Vs Caesar, Apa Saja yang di Cover BPJS?

Ciri Kepribadian Orang yang Tak Suka Dinyayikan Lagu Ultah, Canggung Jadi Pusat Perhatian

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK