PARENTING
Kisah Ayah Nabi Ibrahim Bernama Azhar untuk Diceritakan ke Anak
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Sabtu, 07 Nov 2026 21:00 WIBKisah para Nabi menyimpan banyak pelajaran berharga yang dapat dikenalkan kepada anak sejak dini. Melalui cerita kehidupan Nabi, anak bisa belajar tentang keteladanan dan pentingnya berpegang teguh pada kebenaran.
Salah satu kisah yang menarik untuk diceritakan ke anak adalah perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS dan hubungannya dengan sang ayah. Dalam sejumlah riwayat dan penjelasan tafsir, ayah Nabi Ibrahim AS dikenal dengan nama Azar.
Allah berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar, "Pantaskah ayah menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaumu dalam kesesatan yang nyata." (Al-An'am: 74)
Dilansir dalam buku Kisah Para Nabi karya Imam Ibnu Katsir, ayat tersebut dapat menunjukkan bahwa nama ayah Ibrahim adalah Azar. Namun, ilmuwan nasab mengatakan bahwa nama ayah Ibrahim adalah Terah.
Ahli kitab juga menyatakan hal serupa. Hanya saja mereka menyebutkannya dengan menggunakan huruf 'khaa' (Terakh). Dan dikatakan juga bahwa ayah Ibrahim memiliki nama alias yang diserupai dengan nama sebuah berhala yang disembah olehnya, yakni Azar.
Ibnu Jarir mengatakan, "Yang paling benar nama ayah Nabi Ibrahim adalah Azar. Tapi mungkin saja ia memiliki dua nama yang berbeda yang sama-sama sering digunakan dan mungkin saja salah satu nama itu adalah nama asli dan nama yang lainnya adalah nama alias, atau kebalikannya. Namun, itu hanya kemungkinan saja."
Sosok ayah Nabi Ibrahim
Melansir dari laman Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAZ), ayah Nabi Ibrahim, Azar, menjadi sorotan bukan hanya karena ia seorang ayah, tetapi juga simbol tantangan besar dalam perjuangan tauhid. Dalam Al-Qur'an, Azar digambarkan sebagai sosok yang memegang teguh tradisi politeisme. Ia juga menyembah berhala dan menentang ajakan tauhid sang putra.
Di masanya, penduduk Babilonia merupakan penyembah berhala, termasuk Azar. Hal itu disebutkan dalam firman-Nya pada QS. Al-Anbiya ayat 52-53, yang berbunyi:
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَا هَٰذِهِ ٱلتَّمَاثِيلُ ٱلَّتِىٓ أَنتُمْ لَهَا عَٰكِفُونَ (52) قَالُوا۟ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا لَهَا عَٰبِدِينَ (53)
Artinya: "(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?" Mereka menjawab: "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya." (QS. Al-Anbiya: 52-53).
Nabi Ibrahim selalu mengingatkan dan mengajak ayahnya untuk tidak lagi menyembag berhala. Ia khawatir sang ayah akan ditimpa azab oleh Allah SWT.
Dikutip dari detikcom, ajakan Nabi Ibrahim ini tertuang dalam QS. Maryam ayat 42-48, yang berbunyi:
"Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?"
"Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus."
"Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah."
"Berkata bapaknya: "Apakah kamu membenci tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan ku rajam, dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama."
"Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku." (QS. Maryam: 42-48).
Doa Ibrahim untuk sang ayah juga tertuang dalam Surah Asy-Syu'ara ayat 86, yang berbunyi:
"Dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang sesat.
Dalam beberapa tafsir, seperti di Tafsir Ibnu Katsir, Azar digambarkan sebagai sosok yang keras kepala dalam mempertahankan tradisi. Azar begitu teguh pada keyakinannya untuk menyembah berhala, hal yang kontras dengan keimanan putranya yang mencari kebenaran di jalan Allah SWT.
Hikmah dari kisah Nabi Ibrahim dan sang ayah
Kisah ayah Nabi Ibrahim dapat mengajarkan banyak hal-hal positif bagi anak. Pertama, anak dapat mengetahui kalau ujian keimanan bisa datang dari lingkungan terdekat. Meskipun Nabi Ibrahim menghormati ayahnya, ia tidak bisa berkompromi dalam urusan tauhid.
Selain itu, kita juga mengajarkan anak untuk belajar bahwa keimanan adalah pilihan pribadi yang tidak terikat pada hubungan darah. Meskipun Nabi Ibrahim adalah seorang anak yang selalu dituntut untuk menuruti orang tuanya, hal itu tidak otomatis membuatnya berpaling dari jalan Allah SWT.
Terakhir, sikap Nabi Ibrahim kepada sang ayah bisa menjadi pembelajaran untuk menghadapi masalah dengan bijak. Kita dapat menunjukkan ke anak tentang pentingnya menjaga akhlak mulia meskipun berbeda keyakinan.
Melalui kisah ayah Nabi Ibrahim, kita dan Si Kecil diajarkan untuk memahami bahwa hidayah adalah hak prerogatif Allah. Meskipun Nabi Ibrahim telah berusaha keras mengajak ayahnya ke jalan yang benar, Azar tetap memilih jalan syirik. Hal tersebut bisa jadi pengingat agar kita terus berdoa dan berusaha, namun menerima bahwa hidayah hanya diberikan oleh Sang Pencipta.
Terakhir, kisah Nabi Ibrahim melawan keyakinan ayahnya, Azar, dapat menjadi simbol bahwa tauhid adalah inti dari ajaran Islam. Sebagai umat Islam, kita tidak boleh berkompromi dengan nilai-nilai syirik, meskipun itu berasal dari keluarga dekat.
Demikian kisah Nabi Ibrahim dan ayahnya yang dapat diceritakan ke anak. Semoga kisahnya bisa menginspirasi ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Kalimat yang Tak Boleh Diucapkan Ayah, Bisa Bikin Anak Menjauh
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kisah Ashabul Kahfi, Para Pemuda Tertidur 309 Tahun yang Diceritakan dalam Surat Al-Kahfi
Kisah Uwais Al Qarni, Anak Berbakti yang Menggendong Ibunya dari Yaman ke Mekkah untuk Berhaji
Kisah Keluarga Nabi Muhammad yang Tidak Masuk Islam sampai Wafat
Ajari Anak Nilai Aqidah dari Kisah Nabi Ibrahim Yuk, Bunda
TERPOPULER
Bunda Tidur Jam Berapa? Ternyata Jam Tidur Ideal Menurut Gen Z, Milenial, Gen X, dan Boomers Beda Jauh
7 Resep MPASI Olahan Tahu untuk Menu Makan Bayi 7 Bulan ke Atas
Eks Member T-ara Soyeon Umumkan Tengah Hamil saat Rayakan Ultah Pernikahan Ke-4
Potret Keseruan Shireen Sungkar & Teuku Wisnu Liburan Bareng Anak-anak di Shanghai
Suami Memukul Istri, Apa yang Harus Dilakukan?
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curl Cream untuk Rambut Keriting agar Lebih Mudah Diatur
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Cushion yang Bagus untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Spatula Silikon yang Bagus Tahan Lama & Aman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kisah Ayah Nabi Ibrahim Bernama Azhar untuk Diceritakan ke Anak
Bunda Tidur Jam Berapa? Ternyata Jam Tidur Ideal Menurut Gen Z, Milenial, Gen X, dan Boomers Beda Jauh
7 Resep MPASI Olahan Tahu untuk Menu Makan Bayi 7 Bulan ke Atas
Eks Member T-ara Soyeon Umumkan Tengah Hamil saat Rayakan Ultah Pernikahan Ke-4
Potret Keseruan Shireen Sungkar & Teuku Wisnu Liburan Bareng Anak-anak di Shanghai
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Stroller Tidak Muat Bagasi Mobil? Cek Ukuran Lipatnya Sebelum Dibawa Liburan
-
Beautynesia
Sering Dikira Jutek, Ini 5 Fakta Psikologis Orang Pendiam yang Bikin Kagum
-
Female Daily
4 Penyebab Kulit Kepala Bau yang Perlu Kamu Ketahui, Bukan Cuma karena Jarang Keramas!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
7 Gaya Park Bo Gum Jadi Global Ambassador Gucci, Tampil Seksi dan Manly
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: Pokémon RUN 30 Indonesia hingga Laptop Terbaru HP Omnibook 5