psikologi

Memahami Batita yang Mulai Pegang-pegang Alat Kelaminnya

Radian Nyi Sukmasari 27 Jul 2017
Ilustrasi anak/ Foto: Hasan Al Habsy Ilustrasi anak/ Foto: Hasan Al Habsy
Jakarta - Nggak sengaja, alat kelamin anak usia batita alias di bawah tiga tahun terpegang. Kalau begitu, apa dia udah bisa merasakan sensasi di alat kelaminnya?

Kalau kata psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, anak memang bisa merasakan sensasi di alat kelaminnya kok, Bun. Misalnya pada anak laki-laki, sejak bayi, tiap bagun tidur penisnya pasti tegang. Nggak cuma itu, kadang pas pakai diaper, dia bisa aja nih minta diapernya dibuka ketika penisnya lagi tegang.

Untuk menyikapinya, kata Ratih kita katakan aja Bun ke si kecil kalau saat itu dia nggak nyaman ya. Setelah diapernya dibuka, ajak aja anak ke kamar mandi dengan kita mengatakan penisnya dibersihkan dulu.

"Kalau diceboki pakai air dingin kan penis yang tegang (ereksi) bisa ciut lagi nih. Dengan dibiasakan gitu, kalau tiap penisnya tegang anak biasanya akan minta ke kamar mandi untuk dibersihin atau cebok," kata Ratih waktu ngobrol sama HaiBunda.

Memang, anak batita belum paham apa sih yang dia rasakan kala itu (waktu penisnya tegang). Tapi, kata Ratih secara anatomi anak memang bisa merasakan sensasi itu di alat kelaminnya . Nggak cuma anak laki-laki, anak perempuan pun bisa merasakan hal yang sama kok, Bun.

Coba lihat deh Bun kalau kita lagi menyeboki si kecil sehabis pipis, dia bisa merasakan sensasi geli. Ratih bilang, selama saraf anak nggak ada masalah, dia pasti bisa merasakan di alat kelaminnya.

"Umumnya pegang-pegang alat kelamin karena memang anak nggak sengaja memegang, terus dia merasakan ada sensasi di alat kelaminnya," tambah Ratih yang praktik di RaQQi Human Development and Learning Centre ini. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi