psikologi

Kedekatan Kendall Jenner dengan Keponakan Tercinta

Radian Nyi Sukmasari 14 Sep 2018
Kendall Jenner/ Foto: Getty Images Kendall Jenner/ Foto: Getty Images
Los Angeles - Kendall Jenner memang belum menjadi ibu. Namun sebagai seorang tante Kendall Jenner termasuk sosok yang cukup dekat dengan keponakannya yang merupakan anak-anak dari Kardashian dan Jenner bersaudara.

Beberapa waktu lalu Kendall Jenner pernah hadir di acara The Late Late Show. Saat itu Kendall diberi pertanyaan yang cukup tricky. Kendall diminta menyebutkan siapa keponakan yang paling dia sayang di antara North West, Saint West, dan Dream Kardashian. Jika nggak menjawab pertanyaan itu, Kendall akan diminta minum smoothie sarden, he-he-he.

"Saya suka dengan North. Saya selalu menyukai dia. Hmm.., Saint, kemudian Dream," jawab Kendall Jenner seperti dilansir åET Online.

Pada ulang tahun North West yang ke-4, Kendall Jenner memberi kado yang manis, Bun. Dalam Instagram-nya, Kim Kardashian mengunggah hadiah ulang tahun dari Kendall untuk North. Kakak Kylie Jenner ini memberi seperangkat DIY mainan berbasis sains. Kata Kim, dia berterima kasih banget dengan hadiah yang diberi Kendall karena menurutnya hal itu kreatif banget.



Kendall Jenner sendiri merasa bahagia lho, Bun, punya cukup banyak keponakan perempuan dan laki-laki. Di waktu luang dirinya sering mengajak main keponakannya dan buat Kendall itu adalah momen yang menyenangkan.

"Saya punya banyak keponakan untuk saya ajak main. Saya bisa mengajak mereka main kapan saja. Keponakan saya adalah anak-anak yang sangat manis. Mereka memberi cukup banyak kesenangan untuk saya," tutur Kendall Jenner.

Kepada Forbes, Melanie Notkin, founder Savvy Auntie mengatakan, paman atau bibi merupakan orang dewasa yang menjadi teman anak. Terlebih, nggak ada kewajiban bagi paman atau bibi seperti Kendall Jenner menyayangi keponakannya seperti orang tua ketika anak mereka lahir. Namun, Melanie menekankan ketika anak mendapat banyak cinta dari orang terdekatnya, itu akan berdampak positif pada anak.

"Kadang anak bisa merasa nyaman untuk menceritakan hal yang mengenakkan kepada paman atau bibinya. Ya, karena mereka takut membicarakan hal ini pada orang tuanya," ujar Melanie.

Pakar keluarga Amy Goyer menyarankan para paman dan bibi untuk bersikap terbuka, mau mendengar anak, dan bebas dari menghakimi ketika berinteraksi dengan keponakannya. Dengan begini, akan terbentuk hubungan yang dekat dan penuh rasa percaya antara paman, bibi, dan keponakan.

"(Paman dan bibi) Jaga kontak bahkan lewat media sosial. Kemudian kalau bisa luangkan waktu untuk quality time dengan keponakan. Ini membantu anak mengidentifikasi ada anggota keluarga lain yang peduli pada mereka dan bisa diandalkan selain orang tuanya," kata Amy.

(rdn/nwy)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi