psikologi

Saat Orang Tua Modern Dapat Label Malas Mengasuh

Melly Febrida Kamis, 08 Nov 2018 - 18.39 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Illinois - Sekarang itu banyak istilah dalam pengasuhan ya Bun, seperti metode pengasuhan malas. Pernah mendengarnya Bun? Jadi, dalam pengasuhan malas ini orang tua nggak harus memberikan hiburan, larangan, atau bimbingan terus menerus ke anak-anaknya, Bun,

Tapi, kalau mendengar kata malas kesannya negatif, ya Bun. Itu juga dirasakan Psikolog Anak Emily Edlynn. Padahal, dalam mengasuh anak orang tua perlu kerja keras.



Kata Emily, mendengar label malas mengasuh kita jadi berpikir orang tua yang pasif dalam mengasuh dengan menyerah dan berbaring di sofa melihat ponselnya. Sehingga mengabaikan anak-anak yang mungkin saja lagi memanjat.

"Ini digambarkan sebagai membiarkan anak-anak bermain dengan risiko cedera, tanpa berada tepat di samping mereka. Hal ini memberikan anak-anak waktu dan ruang untuk bermain secara independen, yang kemudian memungkinkan orang dewasa menggunakan waktu dan ruang untuk melakukan sesuatu seperti membaca buku," kata Emily seperti dilansir Scarrymommy.

Padahal ya Bun, dengan memberikan kesempatan bermain sendiri, anak jadi lebih bebas, tanpa terpatok waktu dan jadwal. Selan itu, kata Emily, anak-anak jadi tahu apa yang harus dilakukan ketika bosan. Jadi mereka bisa bertahan, bukannya selalu berkata 'Saya nggak bisa melakukan itu sendiri'.

Emily menyadari, label pengasuhan malas itu muncul pada orang tua modern. Kesannya pengasuhan yang normal itu kalau kita bisa melibatkan waktu dan energi secara maksimal. Nah, kalau kurang dari itu jadilah dilabeli pemalas.

"Dibutuhkan lebih banyak usaha mental untuk tidak berteriak, 'Hati-hati!' setiap tersandung. Mereka harus belajar," kata Emily.



Emily bercerita, anak-anaknya punya bekas luka dari goresan berulang saat belajar naik sepeda. Kalau anak-anak merasa sakit, menangis, atau sampai berdarah itu merupakan bagian proses, Bun.

Dari proses itu anak jadi tahu aturan untuk selalu memakai helm. Tapi membiarkan anak belajar apa cocok dicap pengasuhan pemalas?

"Saya telah menghabiskan bertahun-tahun duduk di sofa untuk melakukan sesuatu yang ingin saya lakukan dan sebaliknya, menghabiskan seluruh waktu untuk tidak melakukan interupsi rutin kepada anak-anak melainkan memberi waktu dan ruang untuk bermain bebas.

Dan kata Emily, itu sudah dia praktikkan selama bertahun-tahun Bun. Kini sudah mulai membuahkan hasil dan menyaksikan anak-anak menjadi lebih mahir bermain tanpa partisipasi ibunya. Cara ini butuh lebih banyak energi, bukannya menyerah.

"Harus membutuhkan ketabahan, ketekunan, dan stamina. Bukan kemalasan," tutur Emily.

Emily lebih memilih tidak selalu di dekat anaknya di berbagai kegiatan. Jadi, ia bisa menyelesaikan tugas di rumah sambil tetap bernapas dan melakukan kegiataan yang disukainya. Namanya anak-anak, suatu kali tentunya akan merasa bosan dan berkelahi. Saat itulah, Emily memberitahu bagaimana mereka harus bersikap sehingga dia bisa tetap bekerja.



Dengan belajar sendiri dari pengalamannya, kata Emily, anak-anak akhirnya tahu apa yang perlu mereka lakukan. Ketika mereka bosan, mereka menghilang dan muncul memberitahu baru membuat robot dari kotak kardus.

"Mereka telah menciptakan beberapa permainan rumit yang entah bagaimana bahkan memenuhi kebutuhan anak berusia 3 tahun," ucapnya. (nwy/nwy)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi