Jakarta -
Karen Pooroe, atau dikenal sebagai Karen Idol, begitu berduka atas kematian anaknya, Zefania Carina, pada 7 Februari lalu. Beberapa bulan terakhir sebelum meninggal, putrinya itu tinggal bersama sang suami, Arya Claproth di sebuah apartemen. Zefania diketahui tewas akibat jatuh dari balkon lantai enam.
Namun saat pemakaman di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, yakni dua hari setelah kematian Zefania, Arya sama sekali tidak terlihat. Diketahui, Arya juga tidak muncul di Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Melihat kedua hal itu, Karen pun menaruh curiga.
Karen bersama kuasa hukumnya kala itu, Mario Lasut, SH, MH, meminta Arya mengungkap secara detail kronologis kejadian. Menurut Karen, Arya sampai sekarang belum mengungkap ke pihaknya. Karen pun merasa malas dan menyerahkan agar hukum saja yang mengungkap.
Hingga akhirnya, Arya Claproth buka suara melawan berita simpang siur dan fitnah yang menimpa dirinya. Ia mengungkap di kepolisian dan memakai lie detecter saat dinterogasi.
"Pakai lie detector tuh tes dulu 100 pertanyaan, puas. Daftarkan nama anda yang berani bilang janggal, sini maju semua. Jangan saya diam dianggap pengecut. Kalian berdiri di atas asumsi, saya berdiri di atas kebenaran dan pengalaman," ujar Arya dengan lantang di tayangan
Hot Shot, yang diunggah YouTube channel
SCTV, Jumat (28/2/2020).
Arya pun menegaskan kronologi sudah disampaikan ke polisi, diserahkan ke ahlinya. Ia juga sudah ditanya berjam-jam oleh kepolisian di hari kematian Zefania. Padahal, ia mengaku masih stres dan masih memikirkan anaknya.
"Nyampe mau ke Karen ke situ, ke rumah duka sebagai ibu dia pasti mau tahu kan? Dia langsung kayak gini (menolak untuk bicara) nggak mau. That's your moment kan, kalau enggak mau ngomong lagi ya sudah, terus saya difitnah-fitnah gitu malas," kata Arya.
Karen Idol di pemakaman putrinya/ Foto: Jenazah anak Karen diautopsi. Febri/detikHOT |
Arya juga mengaku ditantang, ditawari uang Rp1 miliar untuk mengungkap kronologi kejadian oleh pihak
Karen Idol. Namun, ia menolak lantaran tak bakal membuahkan hasil.
"Nominal itu, yang saya peduli adalah saya bisa mengungkap kebenaran. Kalau saya mengungkap kebenaran, saya beberkan semuanya, saya kena undang-undang ITE kan? 1 M 10 M, gak bisa balikkan nyawa anak saya. Nyawa saya melayang pun enggak akan bisa tukar nyawa anak saya. Enggak penting duit itu buat saya. Dapat 1 M masuk penjara buat apa juga?" tegasnya.
Sebelumnya, Arya menunjukkan lokasi jatuhnya Zefania. Ia juga mengungkap dirinya melihat bagaimana anaknya meregang nyawa ketika sudah terjatuh.
"Saya menyaksikan tempat tanah di mana Zefi (panggilan Zefania) putus dari yang bernyawa ke yang enggak bernyawa, saya berada di situ. Saya mengangkat tubuh anak saya yang meninggal, saya memberi respek kepada Zefi di tempat di mana ia pergi," jelasnya, sambil bercucuran air mata.
Diceritakan Arya, putrinya meninggal dunia di antara semen, berada di tanah yang ditumbuhi pohon. Ia pun berprasangka baik dan bersyukur, anaknya jatuh dalam kondisi badan masih utuh.
Sementara itu, Mario Lasut, SH, MH, praktisi hukum atau mantan kuasa hukum Karen Idol, ingin Arya mengungkap tiga peristiwa hukum.
"Pertama, laporan Karen soal KDRT, dia mengakuinya. Kedua, peristiwa pengroyokan bahwa dia dan keluarga melakukan tindak pidana melakukan pengroyokan, selain pengroyokan ada penodongan senjata api oleh ayah Arya terhadap Karen," terang Mario Lasut.
Diketahui, Arya dan Karen masih berstatus suami istri meski sudah tidak tinggal bersama. Perceraian keduanya masih dalam proses pengadilan.
Simak juga cara mendidik anak supaya tidak menjadi korban bullying:
(aci/muf)